22/06/2023
TENTANG KISAH ANJING YANG DI PALSUKAN
(Anjing besar dan cerdas dahulu hanya ada di tanah para Nabi )
Aku di kisahkan oleh Beliau tentang anjing besar di sekitar tanah suci Mekah dan Aqsha, dahulu disebut BARAKUTA ( zaman sebelum dan sesudah kelahiran Rasulullah Saw ) , jenis anjing penjaga yang setia dan ditakdirkan Allah untuk menjaga tanah (ladang dan rumah ) oramg-oramg yang shaleh, dan hanya menggigit kaum munafik pencela para Nabi dan sahabat.
Dan beliau mengisahkan tentang para pemalsu hadits dan kitab-kitab imam madzhab ( beberapa pendapat Imam Syafi'iy ) dan juga membuat kisah-kisah palsu tentang anjing, hingga kebanyakan muslim meyakini bahwa anjing najis dan haram di pelihara.
Kisah-kisah ini berasal dari bahasa Yahudi dan kaum munafik, Yang bertujuan agar tanah - tanah milik ummat Islam di zaman itu dapat mereka kuasai denga leluasa dan bertujuan p**a menghabisi anjing ras besar di sekitar tanah milik ummat Islam yang bertujuan mereka mendapatkan keuntungan besar dengan mengkawin silangkan anjing-anjing cerdas, hingga dapat di perjual belikan yang hanya mereka yang mendapatkan keuntungannya. Maka berkembanglah ras-ras anjing besar yang hebat dan cerdas di barat.
Aku pun dikisahkan jenis Barakuta ini ada yang sampai mati membela tuannya di Medan perang ( berjihad ) yang mana si tuan ini telah terluka parah oleh anak panah dan luka sayatan pedang, dan anjing miliknya tak meninggalkan sang tuan yang pada akhirnya ia pun mati dengan luka dan tusukan beberapa anak panah di tubuhnya hingga terpenggal kepala nya.
Dan kisah-kisah kesetiaan anjing kepada orang-orang shaleh seperti anjing milik Syeikh Malik bin Dinar., Imam Malik, Sayyidina Umar, Sultan Hamid ( Raja Turki Utsmani ) dan Istri Rasulullah Saw pun mereka sembunyikan. Sejak runtuhnya Hijaz dan peradaban Islam.
Dan kisah leluhur ku Syeikh Siti Jenar yang mempunyai anjing yang bernama SIYAH dan SIFID yang berwarna hitam dan putih, di kisahkan beliau adalah anjing-anjing yang setia dan yang turut menyelamatkan leluhur ku dari kejaran para pengkhianat dan penjajah di zaman Majapahit. Fitnah sesat pun membuat leluhur ku di buru dan di gunakan dengan kisah-kisah palsu para penjajah Negri ini.
Wallahu a'lam bis sawaab.
Ahmad Fahmi Kajenar