Bangso BATAK pengikut Tuhan YESUS

Bangso BATAK pengikut Tuhan YESUS Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Bangso BATAK pengikut Tuhan YESUS, Jakarta.

The peace of God the Father, the grace of the Lord Jesus Christ, the Savior of mankind, and the outpouring of the Holy Spirit who accompanies us all wherever we are.

Kamis, 5 Desember 2024MENJADI DEWASA SAAT BERMASALAHBaca: Mazmur 124:1-8"Jiwa kita diselamatkan seperti burung dari jera...
04/12/2024

Kamis, 5 Desember 2024

MENJADI DEWASA SAAT BERMASALAH

Baca: Mazmur 124:1-8

"Jiwa kita diselamatkan seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat telah patah, sehingga kita diselamatkan!" Mazmur 124:7

Apa pun masalah yang sedang kita alami, pasti akan mendatangkan kebaikan jika kita mampu melihat dan menanggapinya dari sudut pandang yang benar, jika kita mampu menanggapinya dengan sikap yang benar. Sebesar apa pun masalah yang sedang kita alami, pasti ada hikmat berharga yang dapat kita petik. Jika kita memandang masalah sebagai pelajaran hidup dan bagian dari proses pendewasaan iman, maka kita percaya bahwa hal-hal baik pasti akan terjadi dalam hidup kita. Kita tidak perlu takut, kecewa, dan marah kepada Tuhan saat kita berada dalam masalah. Jika Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah, percayalah bahwa Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik bagi kita.

Tidak banyak orang Kristen yang mampu menanggapi masalah dari sudut pandang yang benar! Kebanyakan dari mereka menanggapi masalah yang mereka alami dengan negatif. Kalau ada masalah sekecil apapun, mereka langsung mengeluh, menggerutu, merengek, menggerutu, tersinggung, marah, tidak mau dinasihati, tidak mau ditegur, lalu tidak mau ke gereja dan tidak mau melayani. Bukankah ini menunjukkan bahwa kita masih bersikap seperti anak kecil, alias belum dewasa secara rohani. Menjadi tua secara fisik adalah suatu keniscayaan bagi setiap orang, tetapi menjadi dewasa secara rohani adalah karena kita mau menjalani suatu proses, salah satu prosesnya adalah melalui masalah. Melalui masalah yang ada, sebenarnya Tuhan sedang menuntun kita untuk lebih dekat dengan-Nya. Kalau kita jujur, tidak sedikit orang Kristen yang ngotot ke gereja karena sedang mengalami pergumulan hidup (masalah) yang berat. Dari situlah kita sadar bahwa kekuatan dan kemampuan kita sebenarnya sangat terbatas, oleh karena itu kita membutuhkan Tuhan dalam hidup ini.

Melalui masalah, kita diajarkan untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan belajar untuk berpegang teguh pada janji-janji firman Tuhan! Janji manusia mudah diingkari dan diingkari, tetapi janji Tuhan adalah ya dan amin! "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Matius 24:35). Jangan terpaku pada masalah atau situasi, karena hidup kita adalah dengan iman.

"Sekarang aku sudah dewasa, aku sudah meninggalkan sifat kanak-kanakku." 1 Korintus 13:11b

Follow dan like kami
https://web.facebook.com/batak.jesus
Sumber http://airhidupblog.blogspot.com/2020/

Rabu, 4 Desember 2024BADAI SEBESAR APA PUN... TUHAN SANGGUP REDAKANBaca:  Markus 4:35-41"Pada hari itu, waktu hari sudah...
04/12/2024

Rabu, 4 Desember 2024

BADAI SEBESAR APA PUN... TUHAN SANGGUP REDAKAN

Baca: Markus 4:35-41

"Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Markus 4:35

Murid-murid Tuhan membayangkan bahwa perjalanan mereka ke seberang danau bersama Dia adalah perjalanan yang sangat menyenangkan, nyaman dan aman. Tentu tidak terbersit sedikit pun bahwa perjalanan ini akan sulit karena Tuhan ada bersama mereka. Namun apa yang terjadi? "...mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air." (Markus 4:37). Kisah ini mirip perjalanan hidup orang percaya yang tak secara otomatis mulus tanpa rintangan.

Hidup di dunia ini tak luput dari ombak, taufan dan gelombang yang ganas. Semua bisa terjadi, datang kapan saja tanpa bisa diprediksi! Namun percayalah bahwa kasih Tuhan tidak pernah berubah. Murid-murid tak menyangka perahu mereka diterjang taufan, angin topan dan ombak besar, tapi mereka tetap luput dari petaka karena semua yang terjadi ada dalam kendali Tuhan. Dia Jehovah Shammah. Sebesar apa pun taufan dan badai mengamuk, semua tunduk pada otoritas Tuhan. Saat Tuhan Yesus berkata, "'Diam! Tenanglah!' Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali." (Markus 4:39). Sekalipun para murid adalah orang-orang yang berpengalaman dalam hal melaut, mereka tak mampu mengatasi badai. Bukti bahwa kepintaran, kehebatan, kekuatan dan pengalaman manusia pun tak bisa menolong. Hanya Tuhan Yesus yang sanggup menenangkan badai hidup ini! Pertolongan kita bukan datang dari manusia, tetapi dari Tuhan yang menciptakan langit dan bumi (Mazmur 121:2). Murid-murid selamat walau dalam amukan badai karena mereka membangunkan Tuhan Yesus yang sedang tertidur di buritan dan meminta pertolongan kepada-Nya (Markus 4:38).

Apa pun yang kita alami berserulah kepada Tuhan, maka Ia akan menjawab kita. Karena itu jangan pernah tinggalkan jam-jam doa. Doa kita akan menggerakkan hati Tuhan untuk bertindak, menenangkan amukan badai apa yang sedang menerpa hidup.

Saat diserang badai datanglah kepada Tuhan Yesus dan berserulah kepada-Nya, Dia sanggup memulihkan keadaan yang kita alami!

Horas Manogot, shalam sehat,Dalam menantikan kelahiran Sang Penebus,Tetap bersyukur dalam segala hal.Debata Mula Jadi Na...
02/12/2024

Horas Manogot, shalam sehat,
Dalam menantikan kelahiran Sang Penebus,
Tetap bersyukur dalam segala hal.
Debata Mula Jadi Nabolon matontong mangaramoti
Dohot Anak Haholongan Na_I, Parsaoran Tondi Porbadia mandongani hita manisia.

Shalom,,,

Senin, 28 Oktober 2024 Ende hamuliateon marningot pangurupion ni Jahowa maralohon akka bangso ni akka parbegu.Jaha:Psalm...
28/10/2024

Senin, 28 Oktober 2024
Ende hamuliateon marningot pangurupion ni Jahowa maralohon akka bangso ni akka parbegu.
Jaha:
Psalmen118:1-13

"Jahowa do donganku, ndang mabiar ahu, tung aha ma tagamon bahenon ni jolma tu ahu?"
Psalmen 118:6.

Godang do nuaeng manisia na mangarason biar na marrimas: biar ala ndang sumurut dope sitaononna, biar ndang boi marsidapari siganup ari, biar ala ndang sikkop akka ulaon, . Tutu do biar ni roha i sinjata na gogo na dipangke sibolis laho mambahen gale jala manegai ngolu ni manisia. Biar i gabe dalan nabuka tusi sibolis parjehe, ala mansai tangkas do diantusi sibolis molo adong na hona biar na marrimas, lam moru gogona, lam hurang boi ibana marpingkir na tangkas.

Sahali, dapot ni si Josapat ma barita na mandok: "'Nunga ro torop parangan sian bariba ni laut sira, sian Edom, laho mangalo tuanku. Nuaeng di Hazeson-Tamar do nasida, i ma En-Gedi." (2 Kronika 20:2); marmusu do halak Moab dohot halak Amon dompak Juda rap dohot parangan ni halak Meunim. Mabiar situtu do si Josapat, na di tingki i gabe pamimpin ni bangso Juda! Padahal "Biar mida jolma mamboan jorgong, alai manang ise na porsea di Jahowa, sai na mangondingi do." (Poda 29:25). Biar boi do manghorhon tu manang ise pe: pemimpin negara, pegawai, pegawai tingkat rendah, pandita, na mora dohot na pogos, na poso dohot na matua, dohot lannaasing. Di bagasan biar ni roha i do si Josapat "...ditahi rohana mangalului Jahowa. Dijou ma sandok Juda marpuasa." (2 Kronika 20:3).

Na masa tu si Josapat on boi do manggombarhon situasinta nuaeng: adong musu na mangaroro gulmit ni ngolunta. Boi do hita marsiajar sian sikap dohot pambahenan ni si Josapat uju songgop biar, ima mambuat haputusan laho mangalului Jahowa jala manjou sandok bangsona asa marpuasa. Dibagasan biar ni roha i, sahat ma si Josapat tu inganan na tepat, ima mandapothon Jahowa, mangido pangurupion jala pasahathon sude parungkilonna tu Jahowa. Joujou marpuasa marlapatan do i ro nasida tu Jahowa sian nasa roha: “Ai sai manatap do mata ni Jahowa manatap liat portibi on, mangalehon gogo_Na tu angka na marsihohot rohana tu Ibana.” (2 Kronika 16:9). Holan Jahowa do mual ni sude alus ni angka parungkilon ni ngolu on!

Asal ma sintong ngolunta, ndang pola mabiar hita! Mandongani do Jahowa tu angka partigor.

Minggu 27 Oktober 2024
27/10/2024

Minggu 27 Oktober 2024

486 Followers, 0 Following, 132 Posts

Minggu, 27 Oktober 2024MENGALAH TIDAK SAMA DENGAN KALAHBaca:  Kejadian 13:1-18"Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk...
27/10/2024

Minggu, 27 Oktober 2024

MENGALAH TIDAK SAMA DENGAN KALAH

Baca: Kejadian 13:1-18

"Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri." Kejadian 13:9

Dunia saat ini dipenuhi dengan orang-orang yang maunya menang sendiri dan tak mau mengalah, karena mereka berprinsip bahwa mengalah adalah hal yang memalukan, tanda tak mampu. Mereka berkata, "Kalau kita mengalah kita akan diremehkan, disepelekan dan direndahkan oleh orang lain." Mengalah bukan berarti kalah, tapi mengacu kepada satu sikap yang mau merendahkan diri. Sebaliknya tindakan yang tidak mau mengalah atau tak mau dikalahkan menunjukkan sikap mementingkan diri sendiri (egois). Banyak kegagalan terjadi, baik dalam kehidupan keluarga (rumah tangga) atau dalam pekerjaan Tuhan, ketika masing-masing individu tak mau mengalah, mengedepankan ego sendiri. Akhirnya terjadilah silang pendapat, cekcok, perselisihan dan pertengkaran!

Abraham adalah orang pilihan Tuhan dan beroleh janji Tuhan untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (Kejadian 12:1-3). Predikat yang disandang oleh Abraham ini bukanlah hal yang mudah untuk diraih, tetapi ada harga yang harus dibayar, yaitu taat dan sikap mau mengalah. Seiring berjalannya waktu hidup Abraham semakin diberkati. "...banyak ternak, perak dan emasnya." (Kejadian 13:2), dan pada waktu itu Lot (keponakannya) turut serta. Suatu ketika terjadi pertentangan antara hamba-hamba Abraham dan Lot yang berebut tempat penggembalaan (Kejadian 13:8). Yang dilakukan Abraham adalah justru mengalah dan memberi kesempatan kepada Lot untuk memilih area terlebih dahulu, padahal Lot yang seharusnya mengalah kepada pamannya. Abraham berusaha untuk menguasai diri, mengesampingkan ego dan menaklukkan kedagingannya, ia tahu bahwa Tuhan punya rencana besar atas hidupnya. Di sisi lain Lot menggunakan jurus aji mumpung dan tidak menyia-nyiakan kesempatan: dipilihnyalah lembah Yordan yang menurut penilaian kasat mata lebih menjanjikan, tapi pada akhirnya apa yang dipandang baik menurut penilaian manusia justru menjadi penyebab kehancuran.

Tuhan memperhitungkan kerendahan hati yang ditunjukkan oleh Abraham ini!

Sikap mau mengalah ini adalah kesempatan bagi Abraham untuk melihat campur tangan Tuhan dalam hidupnya!

Senin, 21 Oktober 2024Debora: Wanita TangguhBaca:  Hakim-Hakim 4:1-24"'Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapa...
21/10/2024

Senin, 21 Oktober 2024

Debora: Wanita Tangguh

Baca: Hakim-Hakim 4:1-24

"'Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan.' Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh." Hakim-Hakim 4:9

Deborah adalah salah satu wanita tangguh yang tercatat di Alkitab. Sekalipun ia berstatus ibu rumah tangga, ia dipercaya Tuhan memimpin bangsa Israel sebagai hakim! Jadi Debora adalah "...seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel." (Hakim-Hakim 4:4). Di bawah pohon kurma di pegunungan Efraim ia biasa menjalankan tugasnya. Banyak orang datang kepadanya membawa masalah, Debora memberi nasihat dan solusi untuk setiap permasalahan yang mereka alami (Hakim-Hakim 4:4-5). Sebagai nabiah ia menjadi penyambung lidah Tuhan: menerima petunjuk atau nubuatan dari Tuhan untuk disampaikan kepada bangsa Israel. Dalam kepemimpina Debora ini bangsa Israel hidup damai dan aman selama 40 tahun (Hakim-Hakim 5:31b).

Pada waktu itu bangsa Israel berada dalam penindasan raja Kanaan selama 20 tahun (Sisera selaku kepala pasukan). Debora pun memerintahkan Barak (pemimpin prajurit Israel) untuk menyerang Sisera, tapi Barak merasa ragu untuk berperang sendirian, karena itu ia bersikeras meminta Debora untuk turut p**a maju berperang! "Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju." (Hakim-Hakim 4:8). Permintaan Barak ini direspons baik oleh Debora! Ia rela turun gunung tanpa rasa takut: turut maju berperang bersama prajurit ke medan peperangan demi membela umat Tuhan! Kehadiran Debora ini benar-benar menjadi pendorong dan penyemangat, bahkan berpengaruh besar bagi para prajurit Israel untuk berperang melawan musuh (Hakim-Hakim 4:14-16). Karena Tuhan turut bekerja, mereka berhasil mengalahkan musuh! Ini menunjukkan bahwa Debora benar-benar menjadi sosok panutan dan sangat dihormati rakyatnya!

Kualitas rohani dan kualitas kepemimpinan yang berjalan seiring benar-benar menjadi kunci sukses Debora dalam memimpin bangsa Israel: sebagai nabiah ia sangat peka akan suara Tuhan; dan sebagai pemimpin ia tidak hanya sekedar berteori, tapi ia berani turun lapangan dan melakukan kerja nyata.

Karena melibatkan Tuhan dalam segala hal, Debora berhasil memimpin bangsa!

Minggu, 20 Oktober 2024Priskila: Keluarga Yang Cinta TuhanBaca:  Kisah Para Rasul 18:1-17"Dan karena mereka melakukan pe...
20/10/2024

Minggu, 20 Oktober 2024

Priskila: Keluarga Yang Cinta Tuhan

Baca: Kisah Para Rasul 18:1-17

"Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah." Kisah 18:3

Salah satu wanita dalam Perjanjian Baru yang memiliki pernanan penting dalam pertumbuhan gereja adalah Priskila. Ia dan suaminya (Akwila) adalah suami isteri yang cinta Tuhan dan punya hati yang terbeban untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Keluarga ini berasal dari Pontus (Italia), kemudian pindah ke Korintus, di mana mereka berjumpa dengan Paulus. Priskila dan Akwila bekerja sebagai pembuat tenda, sama seperti yang dilakukan oleh Paulus. Karena itulah Paulus menjalin kerjasama dan menginap di rumah mereka. Saat tinggal bersama itulah Paulus memiliki banyak kesempatan mengajar firman Tuhan, membimbing Akwila dan Priskila, membangun mezbah doa bersama. Seiring berjalannya waktu Priskila dan Akwila terlibat dalam pelayanan sebagai pemberita Injil.

Paulus menyebut Priskila dan Akwila sebagai "...teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus." (Roma 16:3). Istilah 'teman-teman sekerja' berasal dari kata sunergos (dari kata ini muncul kata sinergi). Paulus memandang mereka sebagai rekan kerja yang mendukung dan saling bersinergi dalam memberitakan Injil. Paulus menyadari bahwa ia tidak dapat mengerjakan tugas pelayanan pemberitaan Injil seorang diri, ia butuh partner atau rekan kerja yang saling mendukung, menopang, menguatkan, dapat bekerja sama satu sama lain. Kita adalah anggota tubuh Kristus: "Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh." (1 Korintus 12:20). P**a, setiap orang percaya diperlengkapi dengan talenta dan karunia yang berbeda-beda untuk saling melengkapi, dengan satu tujuan untuk kemuliaan nama Tuhan dan untuk membangun jemaat. Priskila dan Akwila diberi mandat untuk melayani dan membimbing Apolos, pemuda yang rohnya menyala-nyala dalam melayani Tuhan, dan mengajarkan Jalan Tuhan kepadanya (Kisah 18:24-26).

Berkat ketekunan Priskila dan Akwila dalam membimbing, Apolos pun menjadi salah satu pemberita Injil yang luar biasa. Priskila dan Akwila adalah contoh orangtua yang patut diteladani oleh keluarga-keluarga Kristen!

Keluarga seharusnya menjadi gereja terkecil, di mana nilai-nilai kebenaran diajarkan dan Injil diberitakan!

Address

Jakarta
22213

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 05:00 - 21:00
Sunday 05:00 - 21:00

Telephone

+6281383031312

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bangso BATAK pengikut Tuhan YESUS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Bangso BATAK pengikut Tuhan YESUS:

Share