22/05/2026
Bidang Perempuan, Anak dan Keluarga (Perak) Pimpinan Nasional Muslimah ABI menggelar Webinar dalam rangka memperingati Hari Mahabbah (Hari Kasih Sayang), yang mengambil inspirasi dari pernikahan agung Imam Ali dan Sayyidah Fatimah as. Acara ini berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 secara daring dan dihadiri oleh 268 peserta dari kalangan pengurus dan anggota Muslimah ABI, pengurus ABI, serta masyarakat umum.
Webinar ini menghadirkan Dr. Muhsin Labib dan Rabiah Aydiah, S.Psi., M.A. Adapun tema yang diusung dalam Webinar ini adalah “Merawat Cinta Pasangan Suami Istri dengan Menjalankan Tanggung Jawab dan Kewajivan”. Fokus utama diskusi adalah bagaimana membangun harmoni serta menyelesaikan konflik dalam kehidupan keluarga modern dengan memadukan perspektif logika, tuntunan agama, dan pendekatan psikologi secara terpadu.
Menurut Dr. Muhsin Labib, pernikahan adalah kontrak sosial yang butuh persiapan menyeluruh (fisiologis, psikologis, sosiologis, hingga medis). Edukasi pernikahan harus disampaikan dengan bahasa sederhana agar menjadi pemahaman praktis sehari-hari.
Beliau juga mengkritik Majelis Taklim yang sering kali hanya menjadi sarana silaturahmi alih-alih tempat edukasi serius yang mengaktifkan akal. Kemudian, menurutnya, mempertahankan rumah tangga tidak selalu menjadi pilihan benar jika hubungan sudah saling menghancurkan. Islam menyediakan solusi perceraian yang baik dan bermartabat.
Selain itu, Ibu Rabiah berpandangan bahwa Masyarakat modern memerlukan mediator yang kompeten, kredibel, dan objektif untuk membantu menyelesaikan perselisihan keluarga secara adil.
Terkait maraknya isu gangguan kepribadian narsistik (NPD), masyarakat diimbau tidak melakukan self-diagnose terhadap pasangan berdasarkan media sosial. Masalah psikologis serius memerlukan diagnosis pasti dan penanganan klinis dari psikiater.
Dalam konteks ini, keharmonisan keluarga tidak cukup dibangun di atas narasi abstrak. Dibutuhkan aktivasi akal sehat, edukasi berkelanjutan, dan tindakan nyata dalam mempraktikan kasih sayang.