PAC LDII Sunter Jaya

PAC LDII Sunter Jaya "Lembaga Dakwah Islam Indonesia"

Assalamualaikum, wr wbSaksikan upacara pembukaan Musyawarah Nasional IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia, yang akan dibuka...
07/04/2021

Assalamualaikum, wr wb

Saksikan upacara pembukaan Musyawarah Nasional IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia, yang akan dibuka oleh Presiden RI H.Joko Widodo, bertempat di Ponpes Minhajjurosyidin, Pd Gede, Jakarta..

melalui *tautan* dibawah ini :
https://youtu.be/DVeFn3bW5a0

Semoga Allah paring keamanan dan kelancaran dalam kegiatan Munas IX LDII

Alhamdulillah Jazakumullohu khoiro

Ada yang berbeda, ketika dalam kehidupan ini kita bertemu dengan hal-hal yang sederhana. Terutama menyangkut aspek spiri...
12/02/2021

Ada yang berbeda, ketika dalam kehidupan ini kita bertemu dengan hal-hal yang sederhana. Terutama menyangkut aspek spiritualitas. Sering dilakukan bahkan kadang sudah menjadi kebiasaan. Akan tetapi, jika tiba-tiba ada yang iseng bertanya, ternyata kita tidak siap menjawab dengan yakin. Bukan tidak bisa. Kadang bingung. Canggung. Bisa juga tersipu. Penuh ketidakpastian dan keraguan. Seperti pertanyaan berikut; “Apakah praktik spiritual sederhana tapi mendalam?”.

Belajar tersenyum bukan sekadar membentuk bibir indah yang melengkung. Tersenyum, adalah kemampuan melelehkan cengkraman pikiran yang penuh penghakiman, rasa sakit, prasangka jelek dan ketamakan.

Segelas AirOleh: Faizunal A. Abdillah; Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selata...
01/02/2021

Segelas Air

Oleh: Faizunal A. Abdillah; Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.
Ilustrasi: Ihsan

Apalah arti segelas air. Anak saya sering menghabiskan dengan tuntas segelas air itu. Bahkan dengan sekali teguk. Seolah tanpa kesan dan tanpa rasa. Walau tetap diawali dengan Bismillah dan ditutup Alhamdulillah. Namun, bagi saudara-saudara kita yang di Kalimantan Selatan yang sedang terkena banjir, segelas air tentu beda nilainya. Atau yang di Sulawesi Barat, yang sedang dicoba gempa, segelas air sungguh berarti. Sesuatu bertambah dan berkurang nilainya karena situasi dan kondisi yang melengkapinya.

Air adalah hal penting dalam kehidupan ini. Tanpa air, tiada kehidupan. Karena Allah sendiri menitahkan dengan jelas bahwa kehidupan ini bermula dari air. Dan selanjutnya, terus dijaga dengan keberadaan air secara cukup agar kehidupan terus berlanjut.

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka tidak beriman?“ (QS Al-Anbiya‘: 30)

وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٍ مِّن مَّآءٍ

“Dan Allah menciptakan setiap makhluk dari air.” (QS An-Nur: 45)

Jadi tak salah, jika kita selalu menjaga kecukupan air ini, baik penggunaan maupun keberlimpahannya. Untuk menjaga kondisi tubuh, diusahakan minum cukup air. Para ahli kesehatan bilang 1,5 – 2 liter sehari. Untuk wudhu, juga gunakan seefisien mungkin, jangan berlebih. Kalau mau meneladani Rasulullah ﷺ wudhu cukup dengan 1 mud saja (675 gram atau setara 3/4 liter air). Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ، إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ

“Nabi ﷺ berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air).” (HR. Bukhari).

Berbicara masalah segelas air, di dalam kitab Al Kamil fi At-Tarikh, Ibnu Katsir menceritakan percakapan Ibnu As-Samak dengan Harun ar-Rasyid, khalifah Bani Abbasiyah. Ada pelajaran menarik bagi kita dari percakapan tersebut, yang mungkin akan membuat persepsi kita berubah dalam konservasi air dan segelas air.

Dikisahkan, Khalifah Harun Ar-Rasyid sedang menempuh perjalanan jauh dengan medan yang berat dengan panas nan menyengat. Dalam perjalanan itu, ikutlah salah satu penasihatnya yang bernama Ibnu as-Samak. Ia dikenal orang yang shaleh nan bijak dalam menyikapi persoalan kehidupan. Juga dikenal sebagai ulama yang faqih. Sebab terik semakin menyengat, keringat makin bercucuran, kekuatan pun berkurang secara signifikan, maka Khalifah memerintahkan agar rombongan melakukan rehat sejenak.

Saat rehat itu, sang Khalifah memanggil Ibnu as-Samak. Pada saat bersamaan, datang seorang pelayan dengan membawa segelas air untuk Khalifah Harun Al-Rasyid, dan ketika ia bersiap untuk meminumnya, Ibnu As-Samak berkata: “Tunggu sebentar wahai Amirul Mukminin. Demi Allah, aku mengharap agar pertanyaanku dijawab dengan kejujuranmu. Seandainya Anda berada dalam keadaan kehausan yang tak tertahan lagi, tapi segelas air ini tak dapat Anda minum, berapa harga yang bersedia Anda bayar demi melepaskan dahaga?”
“Setengah dari (kerajaan) yang kumiliki,” ujar sang Khalifah dan langsung meminum segelas air tersebut.

Beberapa saat kemudian setelah sang Khalifah meminum segelas air tersebut, Ibnu As-Samak bertanya kembali, “Seandainya apa yang telah Anda minum tadi tak dapat dikeluarkan kembali, baik lewat keringat, atau buang hajat, sehingga mengganggu kesehatan Anda, berapakah Anda bersedia membayar untuk kesembuhan dan kesehatan Anda?” “Setengah dari (kerajaan) yang kumiliki, “Jawab Khalifah Harun Al-Rasyid tegas.

“Ketahuilah Amirul Mu’minin bahwa kekayaan Baginda yang banyak dan melimpah serta kekuasaan di dunia yang luas ternyata nilainya tidak lebih berharga dari segelas air minum. Oleh karena itu, tidak wajar diperebutkan atau dipertahankan tanpa hak dan kebenaran,“ kata Ibnu As-Samak kepada Khalifah Harun Al-Rasyid.

Dari pelajaran indah di atas, salah satu sudut pandang yang bisa diperoleh, setidak-tidaknya mampu membuka mata kepala dan mata hati kita tentang arti air untuk kehidupan. Nilainya bisa menjadi begitu mahal dan sangat berharga, karena menyangkut hidup dan mati, walau cuma segelas. Apalagi kalau terjadi kelangkaan. Semua dipertaruhkan untuk mendapatkannya. Sayangnya, kita tidak sekaya Harun Al-Rasyid. Jika terjadi kelangkaan, mungkin kita menjadi orang pertama yang tersingkir. Kenapa? Karena kalah bersaing dan tak mampu membelinya. Tapi, jangan juga kita menjadi orang yang berlebihan dalam menggunakannya. Isrof. Mentang-mentang tidak pernah kesusahan untuk mendapatkan air. Akibatnya, melemah kesyukurannya dan menghilang ketawadhuannya. Dalam pandangannya, air adalah hal yang biasa saja. Barang yang mudah didapat dan ada dimana saja. Padahal dalam riwayatnya, air yang hukum asalnya adalah sumber kehidupan, dalam situasi tertentu bisa menjadi petaka kehidupan. Ingatlah kehancuran Kaum Nabi Nuh, air menjadi sebab binasanya. Semua tenggelam karena air, kecuali orang yang beriman.

Sampai di sini, semoga kepahaman kita meningkat dari hanya pengguna segelas air, mau menjadi pegiat konservasi air. Sebagai tanda syukur dan wujud niat baik kita. Bisa dilakukan dengan membuat biopori. Mengikuti kegiatan penghijauan. Memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif. Dan tak lupa mengajari generasi di bawah kita untuk hemat dan cermat dalam menggunakan air. Untuk hidup dan kehidupan selanjutnya. Jangan sampai menunggu segelas air senilai separo kerajaan. Karena jika itu terjadi, pastilah sudah perang dunia.

Oleh: Faizunal A. Abdillah; Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.Ilustrasi: Ihsan Apalah arti segelas air. Anak saya sering menghabiskan dengan tuntas …

Membahagiakan orangtua adalah kewajiban seorang anak. Banyak hal yang bisa dilakukan sang anak untuk membahagiakan merek...
31/01/2021

Membahagiakan orangtua adalah kewajiban seorang anak. Banyak hal yang bisa dilakukan sang anak untuk membahagiakan mereka.

Tahukah kalian bahwa dengan rutin membaca istighfar atau memohonkan ampun untuk mereka, bisa menjadi kado spesial untuk orangtua di akhirat.
Perhatikan sabda Rasulullah SAW:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله ع عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ: أَنَّى لِي هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
“Sesungguhnya seorang laki-laki yang diangkat derajatnya di surga dan berkata: Bagaimana saya melakukan ini? Akan dijawab: Sebab istighfar-nya anakmu untukmu.”

Memperhatikan hadits tersebut, harusnya hati kita tergerak untuk bisa mengamalkannya. Karena selamanya seorang anak tidak bisa membalas jasa orangtua dengan harta.

Geser kiri/swipe left!
_____________________
Follow & subscribe us:
Youtube: LDII TV
Facebook: Lembaga Dakwah Islam Indonesia
Twitter:
Instagram:, .tv

Jangan lupa like, comment,subscrube,shareAlhamdulillahi Jazzakumullahu Khoiro
15/11/2020

Jangan lupa like, comment,subscrube,share
Alhamdulillahi Jazzakumullahu Khoiro

SEBONGKAH EMAS BERTEMU DENGAN SEBONGKAH TANAH-------------------------------------------Emas berkata pada tanah, “Coba l...
24/10/2018

SEBONGKAH EMAS BERTEMU DENGAN SEBONGKAH TANAH
-------------------------------------------
Emas berkata pada tanah, “Coba lihat pada dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku.......???
Apakah engkau berharga seperti aku....... ???”

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman menjadi tempat hidup mahluk di tanah dan banyak yang lain, apakah kamu bisa....... ???”

Emas pun terdiam seribu bahasa......!!!!!

Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tidak bermanfaat bagi sesama.

Sukses dalam karir, rupawan dalam paras, bergelimang harta tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. Posisi biasa saja,kurang mampu tp bersahaja ringan tangan siap membantu kapanpun.

◾Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.

◾Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang,Kenapa tidak

Barakallah....Semangat Menghafal Al quran
16/01/2018

Barakallah....
Semangat Menghafal Al quran

Sebanyak 30.000 santri mengikuti Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Senin (25/12). Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran yang bertajuk Membangun Karakter Generasi Bangsa melalui Pendidikan Tahfidzul Quran ini diselenggarakan DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Taujih Wal Irsyad�...

اسلام عليكم ورحمت الله وبركاته "MUHASABAH DIRI""PENYESALAN SETELAH KEMATIAN"وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:{ما من احد...
14/01/2018

اسلام عليكم ورحمت الله وبركاته

"MUHASABAH DIRI"

"PENYESALAN SETELAH KEMATIAN"

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:{ما من احد يموت الا ندم}.قالوا وما ندامته يا رسول الله قال {ان كان محسنا نقدم ان لا يكون ازداد وان كان مسيئا ندم ان يكون نزع}.رواه الترمذي

Artinya:
Diriwayatkan Dalam Hadist Tarmidzi
Nabi Bersabda Tidak Ada Hamba Yang Mati Kecuali Menyesal
Sahabat Bertanya Penyesalan Apakah Ya Rasulallah?
Nabi Menjawab Jika Yang Mati Adalah Orang Yang Baik Maka Orang Tersebut Menyesal Karena Tidak Menambah Amalan Di Masa Hidupnya
Dan Apabila Orang Yang Mati Adalah Orang Yang Berbuat Jelek Maka Orang Tersebut Menyesal Tidak Melakukan Taubat Di Masa Hidupnya

Sekarang Kita Koreksi Diri Kita
Penyesalan Memang Selalu Hadir Di Akhir Kejadian
Mari Kita Siapkan Diri Kita Untuk Selalu Mempesungguh Dalam Beribadah Pada Allah

الحمد لله جزاكم الله خيرا
Semoga Allah Paring Manfaat Dan Barokah

وسلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

Address

Jalan Bentengan RT 17 RW 06, Kel. Sunter Jaya Kec. Tj. Priok
Jakarta
14360

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PAC LDII Sunter Jaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share