13/03/2020
13 April 2019 was an unforgettable day when on Sabbath at Bukit Moria Church Balikpapan, Adventist Deaf Ministry Indonesia (ADMI) represented by Deicy Muntuan Wenas, ADMI Coordinator, was given opportunity to promote Deaf Ministry and to encourage the church members to be involved in proclaiming the good news of salvation to the Deaf world.
Few days later, on April 18, a phone call came to ADMI vocal point in Jakarta from Nancy Rompas-Muntu who admitted that she was inspired by ADMI works for Deaf Ministry and decided to receive the call for Deaf Ministry by starting a Deaf Bible Study at her house. ADMI Jakarta then arranged the meeting by invited all the Christians Deaf people to start the Bible study on April 23. By the assistance of a volunteer, Dumasari Marpaung, a sign language user who had been trained by ADMI to be Adventist Sign Language Interpreter, the first Deaf Bible Study meeting was successfully carried out.
_____________________
13 April 2019 adalah hari yang tak terlupakan ketika pada hari Sabat di Gereja Bukit Moria Balikpapan, Advent Deaf Ministry Indonesia (ADMI) yang diwakili oleh Deicy Muntuan Wenas, Koordinator ADMI, diberikan kesempatan untuk mempromosikan Deaf Ministry dan mendorong anggota gereja untuk terlibat dalam pemberitaan kabar baik tentang keselamatan bagi dunia Tuli.
Beberapa hari kemudian, pada tanggal 18 April, sebuah panggilan telepon datang ke ADMI di Jakarta dari Nancy Rompas-Muntu yang mengakui bahwa ia terinspirasi oleh promosi ADMI tentang Deaf Ministry
di Balikpapan dan memutuskan untuk menerima panggilan untuk Deaf Ministry dengan memulai seorang Pelajaran Alkitab bagi orang Tuli di kediamannya. Narahubung ADMI Jakarta kemudian mengatur pertemuan dengan mengundang semua orang Tuli Kristen si Balikpapan untuk memulai pelajaran Alkitab pada tanggal 23 April. Dengan bantuan seorang relawan, Dumasari Marpaung, yang merupakan pengguna bahasa isyarat yang telah dilatih oleh ADMI untuk menjadi Penerjemah Bahasa Adven Advent, pertemuan Pelajaran Alkitab Tuli pertama berhasil dilakukan. Kelompok inilah cikal bakal KPA Terang Dunia Bukit Moria Balikpapan.