Muslim Haurgeulis Perduli Kemanusiaan

Muslim Haurgeulis Perduli Kemanusiaan Organisasi Kemanusiaan yang terbentuk oleh Muslimin Haurgeulis dan Sekitarnya

16/12/2025
16/12/2025

*Keindahan Dunia yang sesungguhnya ketika seorang Hamba menghadap Sang Pencipta tanpa terhalang oleh Ruang, Waktu dan Keadaan*

*Semua oleh Allah*
*Semua dari Allah*
*Semua untuk Allah*

,M.Ag.( Ketua MUI ) Haurgeulis

alhamdulillah sudah digunakan kendaraan shodaqoh dari teman teman dermawan Harugeulis untuk Aceh, SUMBAR, dan SUMUT dan ...
11/12/2025

alhamdulillah sudah digunakan kendaraan shodaqoh dari teman teman dermawan Harugeulis untuk Aceh, SUMBAR, dan SUMUT dan alhamdulillah dari para Muhsini banyak lagi yang mengirimkan sembako, insyaallah semua akan diganti entah di dunia dan baik di akhirat, 2025

Banjir yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara meninggalkan duka dan kehilangan. Rumah hanyut, harta tak t...
09/12/2025

Banjir yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara meninggalkan duka dan kehilangan. Rumah hanyut, harta tak tersisa, dan banyak keluarga membutuhkan uluran tangan kita.
Untuk itu, Masyarakat Muslim Haurgeulis dan sekitarnya melalui Muslim Haurgeulis Peduli Kemanusiaan membuka penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian.
Beberapa saat dari kita, menjadi penyemangat bagi mereka. Mari bantu, mari peduli.

09/12/2025
09/12/2025

GAK PERLU GENGSI !!!*

Ditengah banjir Sumatera yang berdampak masif, berbagai dukungan dari Luar Negeri terus berdatangan. Uni Emirat Arab (UEA) adalah salah satu yang berkeinginan membantu Indonesia menghadapi krisis ini.

Karena Indonesia masih tidak membuka diri dengan DARURAT BENCANA NASIONAL.

09/12/2025

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)

___

Orang-orang Magrib (Syam) akan terus nampak di atas kebenaran hingga datang hari kiamat.” (HR. Muslim no. 1925)

____
Dengan segala kecukupan-nya saudara di Gaza tetap memperhatikan kondisi kita Indonesia, padahal secara nalar harusnya kita lah yg kita memikirkan mereka, tapi inilah Gaza inilah Palestina ( negara Syam ) standard keimanan mereka yang perlu kita tiru apalgi kita masih bisa makan tenang dan tidur nyaman seharusnya bisa effort lebih dalam kebaikan. . .

Satu pekan yang mencekam di Aceh Tamiang, gelap gulita, penjarahan, dan bau bangkai menyengat – 'Seperti kota zombie'Kab...
09/12/2025

Satu pekan yang mencekam di Aceh Tamiang, gelap gulita, penjarahan, dan bau bangkai menyengat – 'Seperti kota zombie'

Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah setelah dihantam banjir bandang dan longsor pada Rabu (26/11) lalu.

Selama setidaknya sembilan hari tak ada bantuan yang datang.

Sampai saat ini bahkan tak ada air bersih, listrik, apalagi jaringan komunikasi. Semuanya terputus.

Seorang warga yang tinggal di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Arif, bahkan menyebut wilayah itu seperti "kota zombie" saking porak-porandanya seisi kota dan aroma bangkai yang menyengat.

Pria paruh baya ini membatin bahwa mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama di sini. Sebab, situasinya semakin tidak menentu.

Sejak peristiwa banjir, tidak ada sama sekali personel pemda yang berupaya datang menyelamatkan warga. Entah itu polisi, damkar, SAR, atau BPBD.

Hingga pada Minggu (30/11), dia menyaksikan sejumlah toko swalayan dan toko grosir dijarah warga. Puluhan orang memaksa masuk untuk mengambil persediaan makanan.

"Penjarahan di mana-mana," ujarnya.

"Padahal sehari sebelumnya, kami masih berusaha membeli makanan, kami bawa duit untuk beli sembako yang dipaketkan harganya Rp80.000."

"Tapi besoknya, orang sudah tidak mau beli lagi, mereka pada ngambil saja karena mungkin terlalu mahal bagi masyarakat. Beras saja yang 10 kilogram harganya Rp250.000," kata Arif.

Seisi kota nyaris seperti kota mati. Tidak ada listrik, air bersih, apalagi jaringan telekomunikasi. Mereka seperti terperangkap.

Seluruh jalan rusak dan dipenuhi lumpur setebal 50 sentimeter.

Di beberapa sudut jalan, sisa-sisa banjir masih menggenang. Sejumlah kendaraan roda empat teronggok dengan kondisi terbalik atau tercebur ke parit.

Rumah-rumah warga, banyak yang tak lagi utuh bentuknya: ada yang ambruk, atapnya bolong, tembok miring, pagar rumah jebol, jendela hingga pintu copot.

Di sisi jalan, ranting-ranting pohon berserak bersama barang-barang milik warga yang hancur diterjang banjir.

Yang tak kalah mengerikan, kata Arif, aroma bangkai tercium di sepanjang jalan.

Arif menyaksikan sendiri, beberapa hewan ternak milik warga seperti sapi dan kambing mati dan dibiarkan terkapar.

"Bau bangkai tercium sekali, mungkin juga di balik reruntuhan, ada mayat [manusia] cuma tak nampak, tapi baunya ada," ujarnya.

"Orang-orang pun sudah tidak peduli lagi sama mayat, karena orang-orang pada berburu makanan dan air semua. Saya lihat wajah-wajah orang penuh lumpur, pada bingung semua kita di jalanan."

"Seperti kota mati, kalau orang bilang kayak kota zombie," ucapnya.

Jika malam datang, seisi kota gelap gulita. Tak ada orang yang berani berkeliaran di jalan. Namun, saat matahari nampak, warga berhamburan di jalan.

"Tetapi enggak tahu mau ngapain, berharap aja ada makanan," kata Arif.

Apa yang akhirnya dilakukan Arif dan keluarganya untuk dapat bertahan hidup?
BBC News Indonesia

Address

Sekretariat MUI Kecamatan Haurgeulis
Indramayu
45264

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Muslim Haurgeulis Perduli Kemanusiaan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share