24/03/2026
๐๐๐ค๐๐ข๐ซ ๐๐๐ง๐ ๐ ๐๐ฆ๐ ๐๐ข ๐๐๐ซ๐๐๐ญ๐๐ฌ๐๐ง ๐๐ง๐๐ซ๐๐ฆ๐๐ฒ๐ฎโ๐๐ฎ๐๐๐ง๐ , ๐
๐๐ฌ๐ญ๐ข๐ฏ๐๐ฅ ๐๐ข๐ ๐ข๐ญ๐๐ฅ๐ข๐ฌ๐๐ฌ๐ข ๐๐๐๐จ๐ญ ๐๐ข๐๐ฎ๐๐ง ๐๐๐ซ๐ ๐
Ribuan masyarakat memadati kawasan perbatasan IndramayuโSubang pada malam takbiran Idul Fitri 1447 H dalam gelaran Festival Takbir Keliling yang diselenggarakan oleh Masjid Jamie Al-Fudhola, Dusun Salamdarma. Kegiatan ini menjadi sorotan karena menghadirkan inovasi digitalisasi dalam sistem voting yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat.
Festival yang digelar pada malam menjelang Hari Raya Idul Fitri tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan Rukun Tetangga (RT) di Dusun Salamdarma, mulai dari RT 01 hingga RT 06. Setiap peserta menampilkan kreasi takbir keliling dengan penuh semangat, kreativitas, dan kekompakan sebagai bentuk syiar kemenangan umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan.
Ketua Pelaksana, Muhammad Rizky, menjelaskan bahwa penerapan sistem voting digital tahun ini difokuskan untuk menentukan Juara Media Sosial. โMelalui sistem ini, masyarakat dapat berpartisipasi langsung dalam mendukung peserta favoritnya. Hasil dari voting digunakan untuk mendukung pembiayaan kegiatan serta penyediaan hadiah. Prinsipnya adalah dari kita, oleh kita, dan untuk kita,โ ujarnya.
Sementara itu, penentuan Juara Umum dan berbagai kategori lainnya dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri dari empat unsur, yakni perwakilan DKM Al-Fudhola, Kapolsek Anjatan, donatur, serta Pemerintah Desa Bugistua. Sistem ini diterapkan guna menjaga objektivitas, transparansi, dan kredibilitas penilaian dalam perlombaan.
Dalam rangkaian seremonial acara, suasana semakin semarak dengan penampilan kolaborasi dari Grup As-Sauqi dan Ratu Ukhiyah Azzahra yang berhasil memukau para penonton. Persembahan tersebut menambah nuansa religius sekaligus hiburan yang berkesan bagi masyarakat yang hadir.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan warga dari berbagai kalangan turut hadir memadati lokasi, baik sebagai peserta maupun penonton, sehingga menciptakan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan.
Festival Takbir Keliling ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Selain itu, penerapan digitalisasi dalam kegiatan keagamaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang.
Sebagai puncak perayaan, gema takbir yang menggema di sepanjang rute pawai menjadi simbol kemenangan dan rasa syukur, sekaligus menegaskan bahwa tradisi keagamaan dapat berjalan selaras dengan perkembangan teknologi di era digital.