31/07/2026
5 PENYEBAB ILMU TIDAK BERMANFAAT
وَقِيلَ لِبَعْضِ الْحُكَمَاءِ: مَالَنَا نَسْمَعُ الْعِلْمَ وَلَا نَنْتَفِعُ بِهِ؟
فَقَالَ لَهُمْ: لِخَمْسِ خِصَالٍ:
أَوَّلُهَا: قَدْ أَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَلَمْ تَشْكُرُوهُ.
وَالثَّانِي: إِذَا أَذْنَبْتُمْ فَلَمْ تَسْتَغْفِرُوهُ.
وَالثَّالِثُ: لَمْ تَعْمَلُوا بِمَا عَلِمْتُمْ مِنَ الْعِلْمِ.
وَالرَّابِعُ: صَحِبْتُمُ الْأَخْيَارَ وَلَمْ تَقْتَدُوا بِهِمْ.
وَالْخَامِسُ: دَفَنْتُمُ الْأَمْوَاتَ فَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِمْ.
Dan ditanyakan kepada sebagian ahli hikmah: "Mengapa kita mendengarkan ilmu namun kita tidak bisa mengambil manfaat darinya?"
Maka ia menjawab kepada mereka: "(Hal itu) karena lima perkara:"
1. Pertama: Allah telah memberikan nikmat kepada kalian, namun kalian tidak mensyukuri-Nya.
2. Kedua: Apabila kalian berbuat dosa, kalian tidak memohon ampun kepada-Nya (tidak beristighfar).
3. Ketiga: Kalian tidak mengamalkan ilmu yang telah kalian ketahui.
4. Keempat: Kalian bergaul dengan orang-orang yang baik (saleh), namun kalian tidak meneladani mereka.
5. Kelima: Kalian menguburkan orang-orang yang meninggal dunia, namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.
((Penjelasan))
Ahli hikmah menjawab bahwa ilmu tersebut "tidak bermanfaat" (tidak masuk ke relung hati dan tidak membuahkan amal) karena hati kita sedang terjangkit 5 penyakit spiritual:
1. Menerima Nikmat tapi Lupa Bersyukur:
Allah memberi kesehatan, waktu luang, harta, dan kemudahan untuk belajar, tetapi kita menganggap itu semua biasa saja. Orang yang kufur nikmat, hatinya akan terhijab (tertutup) dari keberkahan ilmu.
2. Berbuat Dosa tapi Enggan Bertaubat (Istighfar):
Setiap manusia pasti berdosa. Namun, dosa yang dibiarkan tanpa diiringi istighfar akan menjadi titik-titik hitam yang menutupi hati. Hati yang kotor dan keras tidak akan bisa menyerap cahaya ilmu.
3. Tahu Ilmunya, tapi Tidak Diamalkan:
Ilmu agama bukanlah sekadar wawasan atau teori untuk dihafal. Ilmu adalah panduan amal. Jika kita tahu ghibah itu dosa tapi tetap melakukannya, atau tahu salat tahajud itu mulia tapi tidak pernah bangun, maka ilmu itu hanya menjadi "beban" atau hujjah yang akan menuntut kita di akhirat, bukan menolong kita.
4. Bergaul dengan Orang Saleh, tapi Tidak Meniru Mereka:
Kita mungkin punya teman-teman yang baik, sering berkumpul dengan ulama atau orang-orang saleh. Namun, kebersamaan itu hanya sekadar pergaulan fisik, tidak ada niat untuk mencontoh akhlak, kesabaran, dan ibadah mereka. Kehadiran orang baik di sekitar kita menjadi sia-sia.
5. Melihat Kematian, tapi Tidak Mengambil Pelajaran:
Kematian adalah nasihat terbaik. Kita sering ikut menyalatkan jenazah, mengantar jenazah ke kuburan, bahkan ikut menguburkannya. Namun, jika melihat orang mati tidak membuat kita sadar bahwa kita adalah antrean berikutnya, itu pertanda hati kita sudah sangat keras atau "mati rasa".
Kesimpulan:
bahwa syarat agar ilmu bisa bermanfaat dan mengubah diri kita adalah hati yang bersih. Hati itu dibersihkan dengan cara menjauhi dosa, pandai bersyukur, rajin beristighfar, mengamalkan apa yang diketahui, meniru orang baik, dan selalu mengingat kematian.
Semoga bermanfaat 🙏
Sumber :Kitab Tanbihul gofilin hal 135