Ranting NU Desa Ujungaris Kec. Widasari Kab. Indramayu

Ranting NU Desa Ujungaris Kec. Widasari Kab. Indramayu berhidmat jiwa raga untuk nahdatul ulama

18/08/2026

Keutamaan Rumah yang Dibacakan Maulid Nabi Didalamnya

Imam Jalaluddin as-Suyuthy dalam kitabnya al Wasa'il fi Syarhi as-Sama'il mengatakan:

وَمَا مِنْ مُسلِمٍ قُرِئَ فِي بَيتِهِ مَوْلِدُ النبِي صَلَّى اللهُ علَيهِ وسلَم إِلَّا رَفَعَ اللهُ تَعَالَى الْقَحْطَ وَالْوَبَاءَ وَالْحَرْقَ وَالْآفَاتِ وَالْبَلِيَاتِ وَالنَّكِبَاتِ وَالْبُغْضَ وَالْحَسَدَ وَعَيْنَ الْسُّوْءِ وَالْلُّصُوْصَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْبَيْتِ فَإِذَا مَاتَ هَوَّنَ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ جَوَابَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ وَيَكُوْنُ فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عَنْ مَلِيْكٍ مُقْتَدِرٍ

Tidaklah seorang muslim yang di dalam rumahnya dibacakan maulid Nabi Saw kecuali Allah ta'ala akan mengangkat kekeringan, wabah, kebakaran, penyakit, balak musibah, bencana, kebencian, iri hati, pandangan bur*k, dan pencuri dari penghuni rumah tersebut. Dan apabila dia men!nggal dunia, maka Allah akan memudahkannya untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, serta dia akan berada di tempat yang mulia di sisi Allah yang Maha Kuasa.

Kitab: I'anatut Thalibin, juz:3 hal:365



18/08/2026

MAULID NABI SAW | 10 KEISTIMEWAAN RASULULLAH ﷺ

لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰهَ مُطْلَقًا أَبَدًا
1. "Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah ihtilam
(bermimpi basah) sepanjang hidupnya".

وَمَا تَثَاءَبَ أَصْلًا فِيْ مَدَى الزَّمَنِ
2. "Dan Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah menguap sama sekali".

مِنْهُ الدَّوَابُّ فَلَمْ تَهْرَبْ
3. "Binatang-binatang tidak lari dari Nabi Muhammad ﷺ ".

وَمَا وَقَعَتْ ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِيْ جِسْمِهِ الْحَسَنِ
4. "Tak pernah seekor lalat pun hinggap di tubuh Nabi Muhammad ﷺ yang mulia".

بِخَلْفِهِ كَأَمَامٍ رُؤْيَةٌ ثَبَتَتْ
5. "Nabi Muhammad ﷺ mampu melihat belakang dengan jelas sebagaimana Beliau ﷺ melihat depan".

وَلَا يُرٰى أَثَرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِيْ عَلَنٍ
6. "Dan ketika beliau berkemih (buang air) tak ada bekasnya sama sekali".

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ
7. "Hatinya tidak pernah tertidur, walau matanya terpejam".

وَلَا يُرٰى ظِلُّهُ فِيْ الشَّمْسِ ذُو فِطَنِ
8. "Dan tidak nampak bayangan Beliau meskipun di bawah terik matahari".

كَتِفَاهُ قَدْ عَلَتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا
9. "Ketika duduk di majelis dua pundaknya selalu lebih tinggi dari pada lainnya".

عِنْدَ الْوِلَادَةِ صِفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِ
10. "Dilahirkan ke dunia Beliau ﷺ sudah dalam keadaan berkhitan".

Khasiat menghafal 10 Keutamaan Nabi Saw;

هٰذِيْ الْخَصَائِصُ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ آمِنًا
Ini keistimewaan-keistimewaan Nabi Muhammad ﷺ. Maka hafalkanlah, niscaya engkau akan selamat.

مِنْ شَرِّ نَارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِنْ مِحَنِ
(Selamat) dari musibah kebakaran dan para pencuri serta selamat dari segala macam musibah lainnya.

Sumber: Syarh Maroqi al-Ubudiyah hal 3



6 BEKAL UTAMA MENGHADAPI KEMATIAN فَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يُكْثِرَ ذِكْرَ الْمَوْتِ، فَإِنَّهُ لَا غُنْيَةَ لِلْمُ...
12/08/2026

6 BEKAL UTAMA MENGHADAPI KEMATIAN

فَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يُكْثِرَ ذِكْرَ الْمَوْتِ، فَإِنَّهُ لَا غُنْيَةَ لِلْمُؤْمِنِ مِنْ سِتِّ خِصَالٍ:
أَوَّلُهَا: عِلْمٌ يَدُلُّهُ عَلَى الْآخِرَةِ.
وَالثَّانِي: رَفِيقٌ يُعِينُهُ عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ تَعَالَى وَيَمْنَعُهُ عَنْ مَعْصِيَتِهِ.
وَالثَّالِثُ: مَعْرِفَةُ عَدُوِّهِ وَالْحَذَرُ مِنْهُ.
وَالرَّابِعُ: عِبْرَةٌ يَعْتَبِرُ بِهَا فِي آيَاتِ اللَّهِ تَعَالَى وَفِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ.
وَالْخَامِسُ: إِنْصَافُ الْخَلْقِ، كَيْلَا يَكُونَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اخْتِصَامٌ (خَصْمٌ).
وَالسَّادِسُ: الِاسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ قَبْلَ نُزُولِهِ لِكَيْلَا يَكُونَ مُفْتَضِحًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Maka sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk memperbanyak mengingat kematian, karena sesungguhnya seorang mukmin tidak bisa lepas (sangat membutuhkan) enam perkara:

1. Pertama: Ilmu yang membimbingnya menuju akhirat.

2. Kedua: Teman (sahabat) yang membantunya untuk taat kepada Allah Ta'ala dan mencegahnya dari perbuatan maksiat kepada-Nya.

3. Ketiga: Mengenali musuhnya (yakni setan dan hawa nafsu) serta waspada darinya.

4. Keempat: Mengambil ibrah (pelajaran) dari ayat-ayat Allah Ta'ala serta dari pergantian malam dan siang.

5. Kelima: Berbuat adil terhadap sesama makhluk, agar kelak pada hari kiamat tidak ada perselisihan/tuntutan atasnya.

6. Keenam: Bersiap sedia menghadapi kematian sebelum ia datang, agar ia tidak menjadi orang yang dipermalukan (hina) pada hari kiamat.

Semoga bermanfaat 🙏
Tanbihul gofilin hal 82




12/08/2026

3 INDUK DARI SEGALA DOSA

وَقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: أُمَّهَاتُ الْخَطَايَا ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: الْحَسَدُ وَالْحِرْصُ وَالْكِبْرُ.
أَمَّا الْكِبْرُ فَكَانَ أَصْلُهُ مِنْ إِبْلِيسَ حِينَ تَكَبَّرَ وَأَبَى أَنْ يَسْجُدَ فَلُعِنَ.
وَأَمَّا الْحِرْصُ فَكَانَ أَصْلُهُ مِنْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ حَيْثُ قِيلَ لَهُ الْجَنَّةُ كُلُّهَا مُبَاحٌ لَكَ إِلَّا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَحَمَلَهُ الْحِرْصُ عَلَى أَكْلِهَا حَتَّى سَقَطَ مِنْهَا.
وَالْحَسَدُ أَصْلُهُ مِنْ قَابِيلَ بْنِ آدَمَ حِينَ قَتَلَ أَخَاهُ هَابِيلَ فَصَارَ كَافِرًا وَمَأْوَاهُ النَّارُ أَبَدًا.

Dan sebagian ahli hikmah berkata: "Induk segala dosa (kesalahan) itu ada tiga perkara: Hasad (dengki), Hirsh (rakus/tamak), dan Kibr (sombong).

Adapun kesombongan, asalnya bermula dari Iblis tatkala ia menyombongkan diri dan enggan untuk bersujud (kepada Adam), sehingga ia pun dilaknat.

Adapun sifat rakus (tamak), asalnya bermula dari Nabi Adam 'alaihissalam ketika dikatakan kepadanya: 'Semua (isi) surga ini halal bagimu kecuali pohon ini.' Lalu sifat rakus mendorongnya untuk memakan (buah) pohon itu hingga beliau diturunkan darinya (dikeluarkan dari surga).

Dan sifat hasad (dengki), asalnya bermula dari Qabil putra Adam ketika ia membunuh saudaranya, Habil, sehingga ia menjadi kafir dan tempat kembalinya adalah neraka selamanya

Semoga bermanfaat 🙏
Tanbihul gofilin hal 81




12/08/2026

4 TANDA ORANG ZUHUD DI DUNIA

وَقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: الزَّاهِدُ فِي الدُّنْيَا أَرْبَعَةٌ: أَوَّلُهَا الثِّقَةُ بِاللَّهِ تَعَالَى فِيمَا وَعَدَهُ مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَأَمْرِ الْآخِرَةِ، وَالثَّانِيَةُ أَنْ يَكُونَ مَدْحُ الْخَلْقِ وَذَمُّهُمْ عِنْدَهُ وَاحِدًا، وَالثَّالِثَةُ الْإِخْلَاصُ فِي عَمَلِهِ، وَالرَّابِعَةُ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَمَّنْ ظَلَمَهُ وَلَا يَغْضَبَ عَلَى مَا مَلَكَتْ يَمِينُهُ وَيَكُونَ حَلِيمًا صَبُورًا

Dan sebagian Ahli Hikmah berkata: "(Tanda orang) yang zuhud di dunia itu ada empat:

Pertama:percaya penuh (yakin) kepada Allah Ta'ala terhadap apa yang dijanjikan-Nya mengenai urusan dunia dan urusan akhirat.

Kedua:pujian makhluk dan celaan mereka baginya adalah sama saja.

Ketiga: ikhlas dalam amalnya,

Keempat: agar ia memaafkan orang yang menzaliminya, dan tidak marah kepada hamba sahayanya (orang yang berada di bawah kekuasaannya), dan agar ia menjadi orang yang penyantun (murah hati/tidak cepat marah) lagi penyabar.

Semoga bermanfaat 🙏
Tanbihul gofilin hal 75-76





31/07/2026

5 PENYEBAB ILMU TIDAK BERMANFAAT

وَقِيلَ لِبَعْضِ الْحُكَمَاءِ: مَالَنَا نَسْمَعُ الْعِلْمَ وَلَا نَنْتَفِعُ بِهِ؟
فَقَالَ لَهُمْ: لِخَمْسِ خِصَالٍ:
أَوَّلُهَا: قَدْ أَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَلَمْ تَشْكُرُوهُ.
وَالثَّانِي: إِذَا أَذْنَبْتُمْ فَلَمْ تَسْتَغْفِرُوهُ.
وَالثَّالِثُ: لَمْ تَعْمَلُوا بِمَا عَلِمْتُمْ مِنَ الْعِلْمِ.
وَالرَّابِعُ: صَحِبْتُمُ الْأَخْيَارَ وَلَمْ تَقْتَدُوا بِهِمْ.
وَالْخَامِسُ: دَفَنْتُمُ الْأَمْوَاتَ فَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِمْ.

Dan ditanyakan kepada sebagian ahli hikmah: "Mengapa kita mendengarkan ilmu namun kita tidak bisa mengambil manfaat darinya?"
Maka ia menjawab kepada mereka: "(Hal itu) karena lima perkara:"
1. Pertama: Allah telah memberikan nikmat kepada kalian, namun kalian tidak mensyukuri-Nya.

2. Kedua: Apabila kalian berbuat dosa, kalian tidak memohon ampun kepada-Nya (tidak beristighfar).

3. Ketiga: Kalian tidak mengamalkan ilmu yang telah kalian ketahui.

4. Keempat: Kalian bergaul dengan orang-orang yang baik (saleh), namun kalian tidak meneladani mereka.

5. Kelima: Kalian menguburkan orang-orang yang meninggal dunia, namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.

((Penjelasan))

Ahli hikmah menjawab bahwa ilmu tersebut "tidak bermanfaat" (tidak masuk ke relung hati dan tidak membuahkan amal) karena hati kita sedang terjangkit 5 penyakit spiritual:

1. Menerima Nikmat tapi Lupa Bersyukur:
Allah memberi kesehatan, waktu luang, harta, dan kemudahan untuk belajar, tetapi kita menganggap itu semua biasa saja. Orang yang kufur nikmat, hatinya akan terhijab (tertutup) dari keberkahan ilmu.

2. Berbuat Dosa tapi Enggan Bertaubat (Istighfar):
Setiap manusia pasti berdosa. Namun, dosa yang dibiarkan tanpa diiringi istighfar akan menjadi titik-titik hitam yang menutupi hati. Hati yang kotor dan keras tidak akan bisa menyerap cahaya ilmu.

3. Tahu Ilmunya, tapi Tidak Diamalkan:
Ilmu agama bukanlah sekadar wawasan atau teori untuk dihafal. Ilmu adalah panduan amal. Jika kita tahu ghibah itu dosa tapi tetap melakukannya, atau tahu salat tahajud itu mulia tapi tidak pernah bangun, maka ilmu itu hanya menjadi "beban" atau hujjah yang akan menuntut kita di akhirat, bukan menolong kita.

4. Bergaul dengan Orang Saleh, tapi Tidak Meniru Mereka:
Kita mungkin punya teman-teman yang baik, sering berkumpul dengan ulama atau orang-orang saleh. Namun, kebersamaan itu hanya sekadar pergaulan fisik, tidak ada niat untuk mencontoh akhlak, kesabaran, dan ibadah mereka. Kehadiran orang baik di sekitar kita menjadi sia-sia.

5. Melihat Kematian, tapi Tidak Mengambil Pelajaran:
Kematian adalah nasihat terbaik. Kita sering ikut menyalatkan jenazah, mengantar jenazah ke kuburan, bahkan ikut menguburkannya. Namun, jika melihat orang mati tidak membuat kita sadar bahwa kita adalah antrean berikutnya, itu pertanda hati kita sudah sangat keras atau "mati rasa".

Kesimpulan:
bahwa syarat agar ilmu bisa bermanfaat dan mengubah diri kita adalah hati yang bersih. Hati itu dibersihkan dengan cara menjauhi dosa, pandai bersyukur, rajin beristighfar, mengamalkan apa yang diketahui, meniru orang baik, dan selalu mengingat kematian.

Semoga bermanfaat 🙏
Sumber :Kitab Tanbihul gofilin hal 135





28/07/2026

TANDA AKHIR ZAMAN DAN KEMUNDURAN UMAT MENURUT SAHABAT ALI R.A

TANDA AKHIR ZAMAN
DAN KEMUNDURAN UMAT
MENURUT SAHABAT 'ALI

عن على بن أبى طالب كرم الله وجهه أنه قال:

Diriwayatkan dari Sahabat 'Ali bin Abi Thalib (semoga Allah memuliakan wajahnya), bahwasannya ia berkata:

ليأتين على الناس زمان لا يبقى من الاسلام إلا اسمه

"Sungguh akan datang suatu masa bagi manusia ketika tidak ada lagi yang tersisa dari Islam selain namanya.

ولا من القرآن إلا رسمه

Tidak ada lagi yang tersisa dari Al Qur'an selain tulisannya.

ومساجدهم يومئذ عامرة وهى من الهدى خراب

Masjid-masjid mereka akan tampak megah di luar, tetapi di dalam hatinya kosong dari petunjuk.

علماؤهم يومئذ شر علماء تحت أديم السماء

Ulama-ulama mereka akan menjadi ulama-ulama terburuk di bawah langit.

من عندهم تخرج الفتنة وفيهم تعود

Dari mereka akan muncul fitnah, dan kepada merekalah fitnah itu akan kembali."

🔰Kitab Tanbihul Ghafilin, hal. 102

Makna dan Penjelasan Singkat:

◾Islam hanya tinggal nama;
Umat hanya mengaku beragama Islam tanpa mengamalkan ajaran dan nilai-nilainya.

◼ Al Quran hanya tinggal tulisan;
Kitab suci dibaca atau dihias, tetapi hukum dan isinya ditinggalkan.

◾Masjid megah, hati kosong;
Tempat ibadah dibangun indah dan besar, namun sedikit yang mendapat petunjuk atau menghidupkannya dengan ketaatan.

◾Ulama buruk;
Pemuka agama yang menyimpang dan menjadi sumber fitnah atau perpecahan di tengah masyarakat.

Wallahu 'alam bish-showab...





28/07/2026

KEUTAMAAN BERSABAR ATAS AKHLAK BURUK PASANGAN DALAM RUMAH TANGGA





DAHSYATNYA SEDEKAH "SIRR"(SEDEKAH SEMBUNYI-SEMBUNYI)Tetaplah engkau memberi sedekah secara sembunyi-sembunyi (sedekah si...
21/07/2026

DAHSYATNYA SEDEKAH "SIRR"
(SEDEKAH SEMBUNYI-SEMBUNYI)

Tetaplah engkau memberi sedekah secara sembunyi-sembunyi (sedekah sirr), sungguh terdapat penjelasan bahwa pahala sedekah sirr dilipatgandakan 70 kali lipat dari pahala sedekah yang diberikan secara terang-terangan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

صدقة السر تطفئ غضب الرب

"Sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dapat memadamkan murka Tuhan."

Adakah sesuatu yang lebih besar dari pada murka-Nya??? Dan tidaklah sedekah sirr itu dapat memadamkan murka-Nya melainkan karena nilai sedekahnya yang sangat besar di sisi Allah Yang Maha Kuasa.

Allah Yang Maha Kuasa berfirman:

ان تبدوا الصدقات فنعما هي وان تخفوها و تؤتوها الفقراء فهو خير لكم ويكفر عنكم من سيئاتكم والله بما تعملون خبير

Artinya: "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha teliti atas apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al Baqarah/271)

Sungguh sedekah sirr itu lebih disukai oleh Allah karena lebih dekat dengan ketulusan, yang merupakan inti dari amal perbuatan baik, dan karena lebih jauh dari sifat riya' yang dapat merusak amal perbuatan baik.

Referensi:Kitab An-Nashoih Ad-Diniyah, hal. 61





EMPAT (4) TANDADITERIMANYA TAUBATوقيل لبعض الحكماءDikatakan kepada sebagian ulama ahli hikmah (kebijaksanaan);هل للتائب ...
18/07/2026

EMPAT (4) TANDA
DITERIMANYA TAUBAT

وقيل لبعض الحكماء

Dikatakan kepada sebagian ulama ahli hikmah (kebijaksanaan);

هل للتائب من علامة يعرف أنه قبلت توبته؟

"Apakah ada tanda bagi orang yang bertaubat bahwa ia tahu taubatnya telah diterima?"

قال: نعم، علامته أربعة أشياء؛

Beliau menjawab: "Iya, ada empat tanda baginya."

أولها أن يقطع عن أصحاب السوء ويريهم هيبة من نفسه ويخالط الصالحين

Yang pertama adalah memutuskan hubungan dengan teman-teman yang buruk, menunjukkan martabat diri sendiri kepada mereka dan bergaul dengan orang-orang yang shaleh.

الثانى أن يكون منقطعا من كل ذنب ومقبلا على جميع الطاعات

Kedua, ia berhenti dari segala macam perbuatan dosa dan setia pada semua perbuatan ketaatan.

والثالث أن يذهب فرح الدنيا كلها من قلبه ويرى حزن الآخرة كلها دائما

Yang ketiga adalah ia melepaskan semua kesenangan duniawi dari hatinya (hatinya tidak terpaut dengan kesenangan duniawi) dan selalu ingat akan kesedihan di akhirat (agar terus beramal shaleh).

والرابع أن يرى نفسه فارغا عما ضمن الله تعالى له من الرزق مشتغلا بما أمر به

Yang keempat adalah memandang dirinya bebas dari apa yang telah dijamin oleh Allah SWT yang berupa rezeki, dan terfokus pada apa yang telah diperintahkan oleh-Nya.

Referensi:Kitab Tanbihul Ghafilin, hal. 38



Address

Indramayu

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ranting NU Desa Ujungaris Kec. Widasari Kab. Indramayu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share