15/05/2026
وَيُقَالُ كَانَ مِنْ دُعَاءِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَرْبَعَةً وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَرْبَعَةٍ، أَمَّا اللَّوَاتِي أَسْأَلُكَ فَلِسَانًا ذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًا صَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِينُنِي فِي دُنْيَايَ وَآخِرَتِي. وَأَمَّا اللَّوَاتِي أَعُوذُ بِكَ مِنْهُنَّ فَأَعُوذُ بِكَ مِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَلَيَّ سَيِّدًا، وَمِنْ امْرَأَةٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيبِ، وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ وَبَالًا عَلَيَّ، وَمِنْ جَارٍ لَوْ رَأَى مِنِّي حَسَنَةً كَتَمَهَا وَلَوْ رَأَى مِنِّي سَيِّئَةً أَفْشَاهَا.
"Mintalah 4 Perkara & Berlindunglah dari 4 Perkara"
Sebagai mana Doa Nabi Dawud As :
‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu empat perkara, dan aku berlindung kepada-Mu dari empat perkara.
Adapun empat perkara yang aku mohon kepada-Mu ialah:
1. lisan yang senantiasa berdzikir,
Maksudnya lidah yang selalu digunakan untuk:
~membaca Al-Qur’an,
~tasbih,
~tahmid,
~istighfar,
~doa,
~dan ucapan yang baik.
Lisan adalah anggota tubuh yang paling mudah membawa pahala, tetapi juga paling mudah menjerumuskan ke dalam dosa.
Karena itu Nabi Dawud memohon agar lisannya dipenuhi dzikir, bukan:
~ghibah,
~dusta,
~fitnah,
~atau ucapan sia-sia.
2. hati yang bersyukur,
3. badan yang sabar,
Yakni tubuh yang kuat dan sabar:
~menjalankan ibadah,
~menahan kesulitan,
~menghadapi musibah,
~dan menjauhi maksiat.
Kesabaran diperlukan dalam tiga perkara:
~sabar dalam taat,
~sabar meninggalkan maksiat,
~sabar menghadapi ujian.
Tanpa kesabaran, seseorang mudah kalah oleh hawa nafsu dan putus asa.
4. dan istri yang membantuku dalam urusan dunia dan akhiratku.
Maksudnya Istri yang salehah:
~menjaga kehormatan,
~menenangkan hati,
~membantu dalam ibadah,
~mendidik anak,
dan mengingatkan kepada Allah.
Bukan hanya membantu urusan dunia, tetapi juga menjadi sebab keselamatan akhirat.
🚫Adapun empat perkara yang aku berlindung kepada-Mu darinya ialah:
1. Anak yang menjadi tuan atasku,
Maksudnya anak yang:
durhaka,
memaksa orang tua mengikuti keinginannya,
merendahkan orang tua,
atau membuat orang tua hidup dalam kesusahan.
Padahal anak seharusnya menjadi penyejuk hati dan ladang pahala.
Anak yang rusak akhlaknya sering menjadi fitnah terbesar bagi orang tua.
2. Istri yang membuatku beruban sebelum waktu beruban,
Maksudnya:
~suka menyakiti,
~banyak pertengkaran,
~tidak menjaga agama,
~tidak menjaga kehormatan,
atau membuat rumah tangga penuh kesedihan.
Karena ketenangan rumah tangga adalah nikmat besar, sedangkan kerusakannya dapat menghabiskan ketenangan jiwa.
3. Harta yang menjadi bencana bagiku,
Tidak semua harta membawa kebaikan.
Harta menjadi wabah dan bencana bila:
~diperoleh dengan haram,
~membuat lalai dari Allah,
~menimbulkan kesombongan,
~atau dipakai untuk maksiat.
Semakin banyak harta, semakin besar p**a hisabnya di akhirat.
Karena itu orang saleh lebih takut kepada “fitnah harta” daripada kemiskinan.
4. Dan tetangga yang apabila melihat kebaikan dariku ia menyembunyikannya, namun apabila melihat keburukan dariku ia menyebarkannya.’”
Ini adalah gambaran tetangga yang:
~hasad,
~buruk hati,
~suka membuka aib,
~dan tidak senang melihat kebaikan orang lain.
Tetangga buruk bisa merusak ketenteraman hidup lebih dari musuh yang jauh.
Kitab: Tanbihul Ghofilin hal-161