08/03/2026
Sejarah Berdirinya Zawiyah Mawaridul Khoir
(Majelis Syubbanul Muhibbin)
Zawiyah Mawaridul Khoir merupakan sebuah majelis keagamaan yang lahir dari semangat para pemuda pecinta shalawat dan hadroh yang memiliki keinginan untuk menghadirkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Cikal bakal majelis ini bermula dari pertemuan Ust. Adnan Widodo (yang akrab disapa Kang Dodo) dengan dua orang pemuda, yaitu Muhammad Salim dan Muhammad Tarmidi. Keduanya merupakan perwakilan dari kelompok pecinta hadroh yang sebelumnya terbentuk ketika mereka masih menempuh pendidikan di tingkat SMA sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan keinginan untuk membentuk sebuah majelis yang berisi kegiatan pembacaan maulid serta pengajian (ta'lim) secara rutin. Setelah melalui musyawarah, disepakati bahwa kegiatan majelis akan dilaksanakan dua kali dalam satu bulan, sebagai wadah pembinaan spiritual, silaturrahim, serta penguatan kecintaan kepada Rasulullah ๏ทบ.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dengan diadakannya pembukaan atau launching majelis pada 17 Sya'ban 1438 H bertepatan dengan 13 Mei 2017.
Pada awal berdirinya, majelis ini diberi nama Majelis Syubbanul Muhibbin, yang berarti para pemuda pecinta [Nabi Muhammad SAW]. Nama majelis ini lahir dari musyawarah para anggota setelah menerima beberapa rekomendasi nama yang dimintakan oleh Kang Dodo (Ust. Adnan Widodo) kepada sahabatnya, Habib Syakir Al-Habsyi.
Dari usulan tersebut akhirnya disepakati nama tersebut.
Sejak saat itu, majelis mulai menyelenggarakan kegiatan maulid dan ta'lim secara rutin.
Dalam perjalanan waktu, kegiatan majelis sempat mengalami masa vakum. Namun dengan semangat para jamaah dan pengurus, majelis kembali berjalan dan melaksanakan kegiatan rutin satu kali dalam sebulan, yang diisi dengan pembacaan maulid dan pengajian umum.
Sekitar lima tahun setelah berdirinya majelis, Kang Dodo berkeinginan memohon doa sekaligus keberkahan dari gurunya, Prof. Habib Abdullah Baharun yang berada di Yaman. Beliau berharap agar gurunya berkenan memberikan nama baru bagi majelis tersebut.
Pada 18 April 2022, Kang Dodo mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada beliau. Dalam balasan pesan tersebut, Habib Abdullah Baharun memberikan nama:
โZawiyah Mawaridul Khoirโ
seraya mendoakan: โSemoga Allah memudahkan pendirian bangunan majelis.โ
Peristiwa ini bertepatan dengan malam Selasa, 17 Ramadhan 1443 H.
Sejak saat itu, nama majelis resmi berubah menjadi Zawiyah Mawaridul Khoir. Namun demikian, untuk tetap menghormati dan mengenang sejarah dan perjuangan awal, nama Syubbanul Muhibbin tetap dipertahankan sebagai nama grup hadroh yang sebelumnya menyatu dengan nama majelis.
Perkembangan majelis juga ditandai dengan lahirnya kegiatan pendidikan Al-Qur'an. Hal ini bermula ketika beberapa santri meminta untuk diajari membaca Al-Qur'an. Kegiatan belajar mengaji tersebut awalnya dilaksanakan secara sederhana di ruang tamu rumah Kang Dodo.
Seiring bertambahnya jumlah santri, tempat belajar kemudian dibagi menjadi dua bagian. Ruang tamu digunakan untuk pembelajaran Iqra yang dibimbing oleh Mbak Iib, istri Kang Dodo. Sementara ruang belakang digunakan untuk pembelajaran Juz โAmma dan Al-Qur'an yang dibimbing langsung oleh Kang Dodo.
Dengan semakin bertambahnya jumlah santri serta dorongan dari masyarakat sekitar, lahirlah gagasan untuk membangun tempat khusus bagi kegiatan majelis.
Pada Rabu malam Kamis, 1 Ramadhan 1444 H bertepatan dengan 22 Maret 2023, bagian belakang rumah Kang Dodo yang dahulu merupakan dapur lama dan sudah hampir roboh akhirnya dibongkar.
Masyarakat sekitar kemudian mengusulkan agar tempat tersebut dijadikan bangunan majelis sekaligus tempat belajar mengaji bagi anak-anak serta sekretariat Syubbanul Muhibbin. Usulan tersebut mendapat persetujuan dari Bpk. H. Sudirman, ayah Kang Dodo selaku pemilik rumah.
Pada malam Jumat, 2 Ramadhan 1444 H, dilaksanakan tahlil dan doa bersama di lokasi tersebut. Kemudian pada malam Sabtu, 3 Ramadhan 1444 H, pembangunan majelis mulai dilaksanakan.
Atas izin Allah SWT, pembangunan berjalan dengan baik. Doa yang sebelumnya disampaikan oleh Abuya Habib Abdullah Baharun terasa nyata keberkahannya. Belum genap satu tahun sejak pemberian nama baru majelis tersebut, Allah telah memudahkan berdirinya bangunan majelis.
Tepat pada 6 Juni 2023 (Sabtu malam Ahad / 22 Dzulqa'dah 1444 H) bangunan majelis mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengaji.
Hingga saat ini, Zawiyah Mawaridul Khoir terus berkembang dan menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya:
โขKegiatan Harian
Pembelajaran membaca Al-Qur'an (tingkat Iqra, Juz โAmma, dan Al-Qur'an).
โขKegiatan Mingguan
Dzikir Hadiyu dan Ta'lim (pengajian umum) setiap malam Selasa.
โขKegiatan Bulanan
-Maulid dan Ta'lim (Pengajian Umum)
-Jam'iyah Manaqib An-Nurul Burhani
โขKegiatan Tahunan
-Maulid Akbar Milad Majelis
-Haul dan Manaqib
-Khatmul Qur'an
Dengan semangat kebersamaan, keikhlasan, serta kecintaan kepada Rasulullah ๏ทบ, majelis ini diharapkan terus berkembang dan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta istiqamah dalam mengabdi kepada agama dan masyarakat.
Semoga Zawiyah Mawaridul Khoir senantiasa menjadi sumber kebaikan, tempat tumbuhnya ilmu, serta berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT. Aamiin.