18/04/2021
Mengenang Hadratussyaikh
Malam itu, tanggal 3 Ramadan 1366 H, bertepatan dengan tanggal 21 Juli 1947 M jam 9 malam, Kiai Hasyim baru saja selesai mengimami salat Tarawih. Seperti biasa, beliau duduk di kursi untuk memberikan pengajian pada ibu-ibu muslimat. Tak lama kemudian, datanglah seorang tamu utusan Jenderal Sudirman dan B**g Tomo. Kiai Hasyim menemui utusan itu didampingi Kiai Ghufron (pimpinan Laskar Sabilillah Surabaya). Sang tamu menyampaikan surat dari Jenderal Sudirman
Kiai Hasyim meminta waktu satu malam untuk berfikir dan jawabannya akan diberikan keesokan harinya. Isi pesan itu pertama, di wilayah Jawa Timur Belanda melakukan serangan militer besar-besaran untuk merebut kota-kota di wilayah Karesidenan Malang, Basuki, Surabaya, Madura, Bojonegoro, Kediri & Madiun
Kedua, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari diminta mengungsi ke Sarangan, Magetan, agar tak tertangkap Belanda. Sebab jika tertangkap, beliau akan dipaksa membuat statemen mendukung Belanda. Jika itu terjadi, moral para pejuang akan runtuh
Ketiga, jajaran TNI di sekitar Jombang diperintahkan membantu pengungsian Kiai Hasyim. Keesokan harinya, Kiai Hasyim memberi jawaban tidak berkenan menerima tawaran itu
4 hari kemudian, pada tanggal 7 Ramadan 1366 H, pukul 21.00 WIB malam, datang utusan Jenderal Sudirman dan B**g Tomo. Sang utusan membawa surat untuk disampaikan pada Hadratussyaikh. B**g Tomo memohon Kiai Hasyim mengeluarkan komando jihad fi sabilillah bagi umat Islam Indonesia, karena saat itu Belanda telah menguasai wilayah Karesidenan Malang dan banyak anggota laskar Hizbullah dan Sabilillah yang jadi korban. Hadratussyaikh kembali meminta waktu satu malam untuk memberi jawaban
Tak lama berselang, Hadratussyaikh mendapat laporan dari Kiai Ghufron bersama 2 orang utusan B**g Tomo, bahwa kota Singosari Malang jatuh ke tangan Belanda. Mendengar laporan itu, Kiai Hasyim berujar, ”Masya Allah, Masya Allah..," sambil memegang kepalanya. Lalu Kiai Hasyim tak sadarkan diri
Pada pukul 03.00 dini hari, bertepatan tanggal 25 Juli 1947 atau 7 Ramadan 1366 H, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dipanggil yang Maha Kuasa
Mari bacakan doa untuk beliau
Sumber: