LDII Kabupaten Kediri

LDII Kabupaten Kediri Serulah (semua manusia) kepada jalannya Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah Visi & Misi LDII
A.

Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung;
Katakanlah inilah jalan (agama)-ku, dan orang–orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha suci Allah dan aku tiada termasuk golongan orang yang musyrik;
Serulah (semua manus

ia) kepada jalannya Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik. VISI:
Untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia mempunyai Visi sebagai berikut:
“Menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan berwawasan luas, mampu membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah, menjalankan tugas sebagai hamba Allah untuk memakmurkan bumi dan membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama yang baik”
B. MISI:
Sejalan dengan visi organisasi tersebut, maka misi Lembaga Dakwah Islam Indonesia adalah:
“Memberikan konstribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pengkajian, pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”

C. STRATEGI
Untuk pencapaian MISI LDII tersebut akan dilakukan dengan Strategi sebagai berikut:
[1] Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia dan meningkatkan kualitas sumberdaya pembangunan yang memiliki etos kerja produktif dan professional, yang memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan lingkungan, dan berkemampuan manajemen;
[2] Memberdayakan dan menggerakkan potensi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemampuan untuk beramal sholih melakukan pengabdian masyarakat di bidang sosial budaya, ekonomi dan politik;
[3] Menumbuhkembangkan kegiatan usaha dan kegiatan kewirausahaan dalam rangka pembenahan ekonomi umat sesuai tuntutan kebutuhan, baik pada sektor formal maupun informal melalui usaha bersama dan usaha koperasi, serta bentuk badan usaha lain;
[4] Mendorong pembangunan masyarakat madani [civil society] yang kompetitif, dengan tetap mengembangkan sikap persaudaraan [ukhuwwah] sesama umat manusia, komunitas muslim, serta bangsa dan negara, sikap kepekaan dan kesetiakawanan sosial, dan sikap terhadap peningkatan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta membangun dan memperkuat karakter bangsa;
[5] Meningkatkan advokasi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum, kewajiban azasi manusia [KAM], hak azasi manusia [HAM], dan tanggung-jawab azasi manusia [TAM] serta penanggulangan terhadap ancaman kepentinganpublik dan perusakan lingkungan
[6] Meningkatkan advokasi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum, kewajiban azasi manusia [KAM], hak azasi manusia [HAM], dan tanggung-jawab azasi manusia [TAM] serta penanggulangan terhadap ancaman kepentinganpublik dan perusakan lingkungan

27/10/2023

Dialog 29 Partner

عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، يَقُولُ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ نَتَصَدَّقَ فَوَافَقَ ذَلِكَ عِنْدِي مَالاً فَقُلْتُ الْيَوْمَ أَسْبِقُ أَبَا بَكْرٍ إِنْ سَبَقْتُهُ يَوْمًا قَالَ فَجِئْتُ بِنِصْفِ مَالِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَا أَبْقَيْتَ لأَهْلِكَ ‏"‏ ‏.‏ قُلْتُ مِثْلَهُ وَأَتَى أَبُو بَكْرٍ بِكُلِّ مَا عِنْدَهُ فَقَالَ ‏"‏ يَا أَبَا بَكْرٍ مَا أَبْقَيْتَ لأَهْلِكَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبْقَيْتُ لَهُمُ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قُلْتُ وَاللَّهِ لاَ أَسْبِقُهُ إِلَى شَيْءٍ أَبَدًا ‏.‏

Dari Abih (Aslam), ia berkata, aku mendengar Umar bin Al-Khaththab berkata; “Rasulullah (ﷺ) memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. Umar berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah (ﷺ) bertanya: ‘Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Kujawab: ‘Semisal dengan ini’. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah (ﷺ) lalu bertanya: ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’_. Abu Bakar menjawab: _‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya.” (HR. At-Tirmidzi)

Dari hati yang paling dalam, sebenarnya kita butuh partner untuk berlomba mencari pahala. Atas izin dan petunjuk Allah.

24/10/2023

Dialog 28 Asing

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ الإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ قِيلَ وَمَنِ الْغُرَبَاءُ قَالَ النُّزَّاعُ مِنَ الْقَبَائِلِ

Dari Abdillah, ia berkata, “Rasulullah (ﷺ) bersabda; “Sesungguhnya Islam dimulai sebagai sesuatu yang asing dan akan kembali menjadi asing. Jadi beruntunglah bagi orang yang asing.” Dikatakan: “Siapakah orang-orang asing itu?” Beliau (ﷺ) menjawab: “Yaitu orang-orang yang meninggalkan keluarga dan sukunya.” (HR Ibnu Majah)

Seberapa kepo kita melihat keterasingan ini? Mudah-mudahan benar-benar tetap menjadi orang asing yang beruntung. Selalu.

24/10/2023

Dialog 27 Zakat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَهُ وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنَ الْعَرَبِ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ لِأَبِي بَكْرٍ: كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ فَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ، وَنَفْسَهُ، إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللهِ “، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَاللهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ، وَالزَّكَاةِ، فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ، وَاللهِ لَوْ مَنَعُونِي عِقَالًا كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ، فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: فَوَاللهِ، مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ، فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah (ﷺ) ketika wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai khalifah setelahnya, serta orang-orang kafir dari kalangan Arab melakukan kekufuran, maka Umar bin Al-Khaththab berkata kepada Abu Bakar, ‘Bagaimana mungkin kamu akan memerangi manusia, sementara Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan ‘Tiada Tuhan selain Allah, maka sungguh ia telah menjaga harta dan jiwanya dariku kecuali dengan hak Islam, dan hisabnya diserahkan kepada Allah.” Maka Abu Bakar berkata, “Demi Allah, sungguh aku akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah hak terhadap harta. Demi Allah, kalau mereka menghalangiku karena mencegahnya mereka sedangkan mereka pernah membayarnya kepada Rasulullah (ﷺ), aku tetap akan memerangi mereka karena keengganan mereka.” Maka Umar bin Al-Khattab berkata, “Demi Allah, tidaklah ia melainkan bahwa aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka, lalu aku mengetahui bahwa itu semua benar.” (HR Muslim)

Zakat adalah haknya harta. Dan pada banyak kesempatan ia disandingkan dengan kewajiban shalat. Karena pentingnya.

20/10/2023

Dialog 26 Konsisten

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ قَالَ ‏ "‏ تَنَامُ عَيْنِي وَلاَ يَنَامُ قَلْبِي ‏"‏‏.‏

Dari Abu Salamah bin `Abdur-Rahman, bahwasanya dia bertanya kepada `Aisyah; “Bagaimana sholat Rasulullah (ﷺ) di bulan Ramadhan?” Dia menjawab, “Dia tidak shalat lebih dari sebelas rakaat baik di bulan Ramadhan atau di bulan lainnya. Dia biasa mengerjakan empat rakaat, jangan engkau tanya baiknya dan panjangnya empat rekaat tersebut, lalu empat rakaat, jangan engkau tanya baiknya dan panjangnya empat rekaat tersebut. Setelah itu dia akan salat tiga rakaat. Aku berkata, 'Ya Rasulullah (ﷺ)! Apakah engkau tidur sebelum salat witir?' Rasulullah berkata, 'Mataku tertidur, tetapi hatiku tidak tidur.'' (HR Bukhari)

Konsisten itu perlu. Konsisten itu memang membosankan. Tapi, konsisten itu disenangi Allah, walau sedikit.

19/10/2023

Dialog 25 Tertib

عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، فَقَدَ سُلَيْمَانَ بْنَ أَبِي حَثْمَةَ فِي صَلاَةِ الصُّبْحِ وَأَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ غَدَا إِلَى السُّوقِ - وَمَسْكَنُ سُلَيْمَانَ بَيْنَ السُّوقِ وَالْمَسْجِدِ النَّبَوِيِّ - فَمَرَّ عَلَى الشِّفَاءِ أُمِّ سُلَيْمَانَ فَقَالَ لَهَا لَمْ أَرَ سُلَيْمَانَ فِي الصُّبْحِ فَقَالَتْ إِنَّهُ بَاتَ يُصَلِّي فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ ‏.‏ فَقَالَ عُمَرُ لأَنْ أَشْهَدَ صَلاَةَ الصُّبْحِ فِي الْجَمَاعَةِ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ أَقُومَ لَيْلَةً

Dari Abu Bakar bin Sulaiman bin Abi Hatsmah bahwasanya Umar bin Al-Khaththab kehilangan (tidak mendapati) Sulaiman bin Abi Hatsmah ketika sholat shubuh, kemudian beliau pagi-pagi pergi ke pasar, sementara rumah Sulaiman berada diantara pasar dan Masjid Nabawy, maka beliau melewati Asy-Syifa (Ibu Sulaiman), seraya berkata: “Aku tidak melihat Sulaiman pada saat sholat shubuh tadi?” (Ibu Sulaiman) berkata: “Tadi malam dia sholat semalaman sehingga ketiduran (dari sholat shubuh).” Umar berkata: "Sungguh aku menghadiri sholat shubuh secara berjama’ah lebih aku cintai daripada sholat semalam suntuk.” (HR Malik)

Tertibkan yang wajib dan tingkatkan yang sunnah. Jangan sampai yang sunnah mengalahkan yang wajib. Dan saling memperhatikanlah.

19/10/2023

Dialog 24 Tidur

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ كَانَ الرَّجُلُ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا رَأَى رُؤْيَا قَصَّهَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَتَمَنَّيْتُ أَنْ أَرَى رُؤْيَا أَقُصُّهَا عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَكُنْتُ غُلاَمًا شَابًّا عَزَبًا وَكُنْتُ أَنَامُ فِي الْمَسْجِدِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَرَأَيْتُ فِي النَّوْمِ كَأَنَّ مَلَكَيْنِ أَخَذَانِي فَذَهَبَا بِي إِلَى النَّارِ فَإِذَا هِيَ مَطْوِيَّةٌ كَطَىِّ الْبِئْرِ وَإِذَا لَهَا قَرْنَانِ كَقَرْنَىِ الْبِئْرِ وَإِذَا فِيهَا نَاسٌ قَدْ عَرَفْتُهُمْ فَجَعَلْتُ أَقُولُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ - قَالَ - فَلَقِيَهُمَا مَلَكٌ فَقَالَ لِي لَمْ تُرَعْ ‏.‏ فَقَصَصْتُهَا عَلَى حَفْصَةَ فَقَصَّتْهَا حَفْصَةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللَّهِ لَوْ كَانَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ سَالِمٌ فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بَعْدَ ذَلِكَ لاَ يَنَامُ مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَلِيلاً ‏

Dari Ibnu Umar, dia berkata; "Jika seseorang melihat mimpi pada masa Rasulullah (ﷺ), dia akan menceritakannya kepada Rasulullah (ﷺ). Suatu ketika saya ingin bermimpi dan menceritakannya kepada Rasulullah (ﷺ)." Ibnu Umar berkata; "Saya masih muda, belum menikah, dan biasa tidur di Masjid pada masa Rasulullah (ﷺ). Aku bermimpi ada dua malaikat yang membawaku dan pergi bersamaku menuju Api (Neraka) yang tampak seperti sebuah sumur yang dinding dalamnya dibangun, dan mempunyai dua dinding samping seperti sumur. Di sana saya melihat beberapa orang di dalamnya yang saya kenal. Aku mulai berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari Api Neraka, aku berlindung kepada Allah dari Api Neraka, aku berlindung kepada Allah dari Api Neraka.” Kemudian malaikat yang lain menemui keduanya dan berkata kepadaku, “Jangan takut.” Aku menceritakan mimpiku kepada Hafshah yang kemudian menceritakannya kepada Rasulullah (ﷺ)." Kemudian Nabi (ﷺ) bersabda, “Betapa hebatnya (sebaik-baik lelaki adalah) Abdullah, jika ia mau mengerjakan shalat malam.” Salim berkata, "Maka setelah itu, Abdullah tidak tidur di malam hari, kecuali hanya sedikit." (HR. Muslim)

Mari perhitungkan tidur kita. Apakah sudah maksimal? Maksimal untuk haknya tubuh dan maksimal untuk menangguk pahala.

06/10/2023

Dialog 23 Harapan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ عِنْدَكَ فِي الْإِسْلَامِ مَنْفَعَةً فَإِنِّي سَمِعْتُ اللَّيْلَةَ خَشْفَ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ بِلَالٌ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا فِي الْإِسْلَامِ أَرْجَى عِنْدِي مَنْفَعَةً مِنْ أَنِّي لَا أَتَطَهَّرُ طُهُورًا تَامًّا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ وَلَا نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كَتَبَ اللَّهُ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah (ﷺ) pernah bertanya kepada Bilal ketika shalat Shubuh: "Hai Bilal, katakanlah kepadaku apakah amalanmu yang paling kamu harapkan besar manfaatnya (pahalanya) yang pernah kamu kerjakan dalam Islam, karena tadi malam aku mendengar derap sandalmu di dalam surga?” Bilal menjawab; “Ya Rasulullah, sungguh saya tidak mengerjakan amal perbuatan yang paling aku harapkan dalam Islam selain saya bersuci dengan sempurna, baik itu pada waktu malam ataupun siang hari. Lalu dengannya saya mengerjakan shalat selain shalat yang telah diwajibkan Allah kepada saya.” (HR. Muslim)

Selalu ada harapan, bahkan dari yang tidak bisa diharapkan. Dengan catatan rutin melakukannya. Rutin mencintainya. Rajin mendalaminya.

04/10/2023

Dialog 22 Keselamatan

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ

Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata, “Aku bertanya; ‘Wahai Rasulallah, apakah Keselamatan itu?’ Beliau menjawab, “Kuasailah lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu, dan tangisilah kesalahanmu.” (HR. At-Tirmidzi)

Arah keselamatan ternyata dimulai dengan menjaga lisan, kemudian memiliki tempat tinggal yang luas (baik untuk menghabiskan waktu dan menyemai kebaikan) dan merespon setiap kesalahan dengan benar dan tak lupa belajar darinya.

TNI Patriot NKRI: Pengawal Demokrasi untuk Indonesia MajuTNI (Tentara Nasional Indonesia) adalah garda terdepan dalam me...
04/10/2023

TNI Patriot NKRI: Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju

TNI (Tentara Nasional Indonesia) adalah garda terdepan dalam menjaga stabilitas, kedaulatan, dan demokrasi di Indonesia. Dengan semangat pengawal demokrasi, TNI memainkan peran penting dalam memastikan perjalanan Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Mereka bertindak sebagai penjaga keamanan dan pilar pertahanan negara, menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional guna mencapai Indonesia Maju. TNI adalah tonggak utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memastikan masyarakat Indonesia dapat menikmati kebebasan, keadilan, dan kemakmuran.

.LDII

02/10/2023

Dialog 21 Dzikir

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَنْبِئْنِيْ مِنْهَا بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ ؟ قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Dari ‘Abdullâh bin Busr Radhiyallahu anhu berkata, “Sesungguhnya seorang Arabiyan (dusun) minta petuah kepada Rasulullah (ﷺ), ‘Wahai Rasûlullâh, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak atas kami. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang kami bisa berpegang teguh kepadanya?’ Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan dzikir kepada Allâh.” (HR At-Tirmidzi)

Dzikir itu mudah dan jangkar dari semua amalan.

02/10/2023

Dialog 20 Tergesa

عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَادَ رَجُلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ قَدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَىْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ نَعَمْ كُنْتُ أَقُولُ اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِي بِهِ فِي الآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ سُبْحَانَ اللَّهِ لاَ تُطِيقُهُ - أَوْ لاَ تَسْتَطِيعُهُ - أَفَلاَ قُلْتَ اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَشَفَاهُ ‏

Dari Anas sesungguhnya Rasulullah (ﷺ) mendatangi seorang muslim yang telah lemah dan kurus laksana anak ayam. Rasulullah (ﷺ) bertanya kepadanya, "Apakah kamu pernah berdoa atau minta sesuatu kepada-Nya?" Ia menjawab, "Ya, aku pernah berdoa, 'Ya Allah, apa yang akan Engkau siksakan kepadaku di akhirat, percepatlah siksa untukku itu di dunia.'" Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Subhanallah! Kamu tidak akan kuat atau mampu menahannya). Lebih baik kamu membaca doa: Allahumma åtina fid-dunyà hasanatan wa fil-âkhirati hasanatan wa qinà adzaba an-nari (Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka)." Anas berkata; “Maka setelah itu Rasulullah berdoa kepada Allah untuknya dan Allah memberi kesembuhan padanya.” (HR Muslim)

Jangan pernah _‘gege mongso’_, mentergesakan sesuatu. Semua indah pada waktunya. Sesuai scenario Allah.

Address

Gurah

Telephone

085232703354

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LDII Kabupaten Kediri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share