31/07/2026
π‘ Live Kajian Ba'da Subuh π‘
π Kajian Tafsir Ibnu Katsir (QS An Naba 17)
π€ Ustadz H. Anas Thohir, MPdI
π° Sabtu, 1 Agustus 2026/18 Safar 1448 H
β _"Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)_
sangkakala ditiup 2 kali, pertam menghancurkan, kedua menghidupkan. Lalu diturunkan air dari langit dan manusia hidup dari bumi seperti tumbuhnya tanaman
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: βAkan datang suatu masa bagi umatku ketika mereka mencintai lima hal dan melupakan lima hal lainnya: mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat; mereka mencintai rumah dan melupakan kuburan; mereka mencintai harta benda dan melupakan perhitungan amal; mereka mencintai anak-anak dan melupakan bidadari-bidadari surga; dan mereka mencintai diri mereka sendiri dan melupakan Allah. Mereka bebas dariku, dan aku bebas dari mereka.β
[Nasihat kepada para hambanya, 30]
Berbohong adalah penyakit, dan kejujuran adalah obatnya.
Beberapa orang bijak berkata:
Kejujuran adalah obat, dan kebohongan adalah penyakit.
Berbohong mendatangkan kegagalan, sedangkan kejujuran mendatangkan kesuksesan. Berbohong menghancurkan kepercayaan, sedangkan kejujuran mendapatkan kepercayaan orang lain. Berbohong merusak persahabatan, sedangkan kejujuran memperkuat cinta. Berbohong menimbulkan pengkhianatan, sedangkan kejujuran menumbuhkan integritas. Berbohong menyebabkan penyesalan, sedangkan kejujuran membawa ketenangan jiwa. Ya Allah, berilah kami kejujuran dalam perkataan dan perbuatan, dan jauhkanlah kami dari dusta, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang jujur.
Dari Ibnu Abbas, Rosululloh berkata: Suatu hari Iblis, semoga laknat Allah menimpanya, Berapa banyak dari umatku yang kau cintai?
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda:
Dia berkata: Sepuluh orang,
yang pertama adalah penguasa yang tidak adil,
orang yang sombong,
orang kaya yang tidak peduli dari mana ia mendapatkan uangnya atau bagaimana ia membelanjakannya,
cendekiawan yang mempercayai ketidakadilan penguasa,
pedagang yang khianat,
penimbun,
pezina,
rentenir,
si kikir yang tidak peduli dari mana ia mengumpulkan uang, dan
pemabuk yang kecanduan minuman keras.