26/05/2026
Pokja Falakiyah DPD LDII Gresik Resmi Terbentuk, Siap Optimalkan Hisab dan Rukyat
GRESIK β Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gresik secara resmi menggelar upacara Pelantikan Kelompok Kerja (Pokja) Falakiyah masa bakti 2026-2031.
Kegiatan khidmat tersebut diselenggarakan pada Minggu (24/5) bertempat di Aula Lantai II Kantor DPD LDII Kabupaten Gresik.
Pembentukan Pokja Falakiyah ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran organisasi dalam bidang astronomi Islam, khususnya terkait penentuan awal bulan qamariyah melalui metode hisab dan rukyat, verifikasi akurasi arah kiblat, serta penyusunan jadwal waktu salat di wilayah Kabupaten Gresik.
Struktur kepengurusan Pokja Falakiyah DPD LDII Gresik diisi oleh kombinasi tokoh agama dan pakar teknis. Jabatan Dewan Penasihat diamanahkan kepada KH. Khusnul Hamidi, S.Pd.I., M.Pd.I. dan Andi Fajar Yulianto, S.H., M.H., CTL. Sementara posisi Ketua dipercayakan kepada M. Sinardi, S.Pd.I., didampingi oleh Saiful Anam selaku Sekretaris dan Imam Eko Rahayu sebagai Bendahara.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak KH. Khusnul Hamidi selaku Dewan Penasihat menyampaikan pemaparan terkait arah gerakan tim yang baru dilantik ini. Beliau menjabarkan secara lugas mengenai tugas pokok dan fungsi mendasar dari tim falakiyah tersebut.
βTugas utama dari Pokja Falakiyah ini adalah berfokus pada akurasi penentuan awal bulan qamariyah, di mana hal tersebut menjadi landasan penting dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah bagi umat Islam, khususnya pada momen-momen krusial seperti bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah,β ujar KH. Khusnul Hamidi saat memberikan arahan.
Untuk menunjang efektivitas program kerja tersebut, Pokja Falakiyah ini membagi ruang lingkup tugasnya ke dalam tiga divisi strategis, yaitu Divisi Pelatihan, Divisi Pengamatan untuk observasi lapangan, serta Divisi Pendidikan untuk penguatan literasi falak.
Melalui pengukuhan ini, Pokja Falakiyah DPD LDII Gresik siap bergerak taktis menyusun program kerja nyata guna memberikan pemahaman, edukasi, serta pelayanan hisab dan rukyat yang optimal, baik untuk penguatan di ranah internal organisasi maupun kemaslahatan masyarakat luas secara umum.