Candi Tebing Tegallinggah

Candi Tebing Tegallinggah Benda C***r Budaya / Situs Namun jangan khawatir akan mudah lelah karena pemandangan alam di sekitarnya begitu indah berupa hamparan sawah & kolam ikan warga.

Candi Tebing Tegallinggah

Adalah Krijgsman seorang ahli purbakala berkebangsaan Belanda yang berhasil menemukan situs sejarah yang kaya akan nilai historis-filosofis ini di sebuah tebing Sungai Pakerisan, Gianyar, Bali. Krijgsman menemukan candi ini saat tengah melakukan penggalian penyelidikan terhadap sebuah bangunan kecil yang sebelumnya hanya dianggap gapura biasa saja oleh penduduk setempat.

Anda yang ingin melihat bangunan Candi Tebing Tegallinggah ini terlebih dahulu akan dibawa untuk menuruni tangga sebelum akhirnya sampai ke lokasi. Semilirnya angin pesawahan akan membuai & membuat anda lupa jika tengah menuruni ratusan anak tangga. Ketika sampai diujung akhir anak tangga akan dijumpai beberapa pancoran yang mengeluarkan air yang sangat jernih dan merupakan air suci. Terdiri dari empat pancoran yang biasa digunakan untuk membersihkan diri. Satu lagi yang letaknya agak di pojok, merupakan pancoran air khusus yang biasanya digunakan untuk sembahyang (Tirtha), banyak juga warga yang datang untuk sekadar mengambil air dari pancoran ini. Area bawah pada dua sisi tebing yang dipisahkan oleh aliran sungai Pakerisan terdapat candi serta sejumlah cerukan yang berbeda. Semula penduduk desa setempat hanya mengetahui sebuah bangunan yang hanya berupa gapura masuk saja, namun setelah digali terdapat sebuah tangga menuju keatas di dalamnya. Di sebelah kanan gapura ini terdapat gapura yang lebih besar namun sebagian telah runtuh, dimana pada bagian belakang gapura ini terdapat sebuah halaman yang pada dindingnya terpahat dua buah candi. Sedangkan di sebelah kiri gapura terdapat bangunan biara yang belum selesai, kemungkinan besar ditinggalkan karena adanya bencana alam gempa bumi. Pada candi ini juga ditemukan tujuh cerukan serta tiga lingga yang melambangkan “Trimurti” atau Dewa Utama, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Adapun cerukan yang ada merupakan tempat yang pada sisi lain dari kosmologi Hindu digunakan untuk mendekatkan diri pada Sang Hyang Widhi (pertapaan / meditasi). Lokasi :
Br. Tegallinggah, Ds. Bedulu, Kec. Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. ( Ditempuh melalui jalan jurusan Denpasar-Gianyar, di sebelah barat spbu jln. mahendradatta - semebaung belok masuk ke timur terdapat petunjuk menuju ke Obyek Wisata Candi Tebing Tegallinggah. Jarak dari Denpasar lebih kurang 24 km. )

25/10/2021

14/04/2021
28/02/2021
07/11/2020
Semoga Wabah Covid-19 Cepat Berakhir & Perekonomian Kembali Pulih Seperti Sediakala.Kesadaran & tekad masyarakat adalah ...
23/04/2020

Semoga Wabah Covid-19 Cepat Berakhir & Perekonomian Kembali Pulih Seperti Sediakala.
Kesadaran & tekad masyarakat adalah kuncinya.

GIANYAR, balipuspanews.com – Beberapa warga serta Pecalang di Desa Adat Tegallinggah, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar berjaga di pintu masuk selatan desa. Dalam penjagaan ini, setiap orang yang hendak memasuki area desa wajib cuci tangan serta dicek suhu tubuh terlebih dahulu, bilapun terdapat warga ...

27/02/2020

Candi Tebing Tegalinggah adalah komplek bangunan kuno yang ada di Gianyar, Bali. Seperti apa istimewanya? Yuk, simak ulasan di sini.

Address

Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh
Gianyar
80581

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Candi Tebing Tegallinggah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Candi Tebing Tegallinggah:

Share

Category