25/09/2026
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐: ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ & ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐
๐๐๐ค๐ฌ๐ฎ๐ง๐ข๐ง๐ ๐๐ข๐ง๐ ๐ข๐ญ ๐๐๐ฅ๐๐ง๐ ๐๐๐ฆ๐ข๐ซ๐๐ง๐
โจ ๐๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐๐ ๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐: ๐๐ฐ๐ฑ๐๐, ๐ท๐ถ ๐พ๐บ๐๐พ๐ฑ๐ด๐ ๐ธ๐ถ๐ธ๐ผ
๐ ๐๐๐๐๐๐: ๐ถ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ๐ฑ๐๐๐ ๐ฝ๐๐๐๐๐๐, ๐ฑ๐. ๐ฟ๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐ผ๐๐-๐๐๐๐-๐ถ๐๐๐๐ข๐๐-๐ฑ๐๐๐
๐ ๐ธ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฟ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ / ๐๐ฐ: ๐ถ๐พ๐ท ๐น๐น ๐ผ๐น ๐ผ๐น ๐ป๐ท/ ๐ถ๐พ๐ท ๐ธ๐บ๐ผ ๐พ๐พ๐ฝ ๐ผ๐ผ๐ธ
(Kategori: Penebusan Melik Ngingkup Agung, Salah Aran, Salah Oton, Petemon Nemu Ala, Lintang Panes, Sapuh Lara Pemanumadian, dll.)
Tidak banyak yang tahu, untuk melaksanakan Pebayuhan Wayang Sapuh Leger, tidak semua Dalang bisa melaksanakannya. Seorang Dalang yang bisa melaksanakan Pebayuhan Sapuh Leger, yaitu seorang Dalang Samirana yang paham tentang upakara dan mantra tentang penyapuh leger serta tentunya sudah bisa memohonkan penglukatan khusus disebut Asta Pungku dan Sudha Mala.
Pada zaman dulu, dalang yang melaksanakan upacara penyapuh leger mendapat julukan Dalang Mpu Leger. Namun tidak semua dalang berani menyandang julukan itu, karena sudah pasti tugasnya sangat berat secara sekala & niskala.
Berkait dengan itu, teruntuk umat sedarma dimanapun berada, kami informasi, bagi teman pembaca yang ingin melaksanakan Pebayuhan Sapuh Leger & Penebusan Segala Jenis Melik. Pinandita Nabe Jro Dalang Badra, S.Sn kembali menggelar acara tersebut Tumpek Wayang.
Di kalangan dunia niskala, tentu umat sedarma sudah pernah mendengar nama Beliau, & bahkan mungkin sudah mengenalnya secara nyata atau pun online. Karena Beliau merupakan seorang Dalang Samirana yang menurut kami penulis, mempunyai Taksu yang sangat kuat dan mungkin saja secara niskala sudah mendapat anugerah Taksu Mpu Leger tersebut.
Walau beliau tidak pernah mengatakan itu pada kami, karena urusan niskala menurut Beliau adalah urusan pribadi dengan alam niskala.
Kenapa kami berani mengatakan seperti itu ? Karena setiap hari puluhan orang mengantre di Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala tempatnya ngayah. Beliau selalu melaksanakan โayah ayahanโ terkait dengan dunia niskala.
Banyak umat datang untuk berobat niskala, mewacakan kelahiran, melaksanakan pebayuhan oton, penebusan melik, pebayuhan petemon, menek kelih, bayuh petemon, dan lain sebagainya.
โ๏ธ TERLAHIR SAAT WUKU WAYANG, sudah lumrah dipahami umat bahwa itu kelahiran melik pawukon yang perlu pebayuhan weton disertai dengan pementasan Wayang Sapuh Leger. Atau paling tidak, saat otonan bisa dilaksanakan ruwatan seorang Dalang Samirana, mendapatkan Penglukatan Asta Pungku, Sudha Mala, & Gangga Amerta.
Maka dari itu, Jro Mangku Dalang Badra yang merupakan seorang Dalang Samirana, sering dicari umat dari seluruh Bali untuk melaksanakan Pebayuhan Oton sekalian Penglukatan Jatma Melik lahir pada wuku Wayang.
Hal ini sangat perlu dilaksanakan oleh orang yang terlahir saat Wuku Wayang. Agar hidupnya tidak โdimangsaโ Ida Bhatara Kala, hingga pendek umur. Menurut Sarinin Sastra Kala Tatwa & Rare Kumara Tatwa, Sang Dalang Samiranalah diberikan bisama/wewenang melebur ala pati Jatma Melik.
Karena kesalahan Ida Bhatara Kala memakan sesajen Dalang Samirana saat mengejar Rare Kumara yang akan dimakannya, karena terlahir Wuku Wayang (selengkapnya silahkan baca Lontar Kala Tatwa/Rare Kumara Tatwa ).
Selain itu orang terlahir Wuku Wayang, hati-hati juga dalam belajar spiritual karena gampang โkeenceginโ roh-roh yang beraliran kiri. Hingga senang/gampang pinunas di tempat tenget, atau gampang paham ketika belajar ajian kepengiwan dan bisa melaksanakan ilmu pengeliakan. Itu disebabkan karena kelahiran Wuku Wayang, nemu kala sungsang.
Untuk menetralisir hal itu, perlu dilaksanakan pebayuhan oton & penebusan melik.
Berbicara mengenai melik tentu sudah tidak asing lagi dengan Jro Mangku Dalang Badra, yang merupakan seorang Dalang Samirana. Setiap hari kediaman Beliau, selalu didatangi oleh umat dari seluruh Bali & luar Bali untuk melaksanakan penebusan melik.
Tentu tersirat pertanyaan dalam hati semeton pembaca, kenapa Beliau dicari untuk melaksanakan penebusan melik ? Apa sebenarnya melik itu ?
Ketika kita berkaca pada tutur/nasehat leluhur terdahulu, โ Cening Yening Pemanudian Cening Medaging Melik, Gelisin Tunasin Penglukatan Sudhamala Lan Asta Pungku, Mangda Lantang Tuwuh Ceningeโ.
Selain itu jika kita menyaksikan pergelaran Wayang Sapuh Leger, dalam sebuah lakon kawi dalang, sering juga diceritakan bahwa orang yang melik terlahir wuku wayang dan melik lainnya, akan tidak dimangsa oleh Ida Bhatara Kala ( Tidak Umur Pendek ) ketika sudah melaksanakan Pengruwatan oleh Seorang Dalang Samirana.
Karena merupakan sebuah Bisama Dari Ida Bhatara Kala, begini ceritanya dalam sebuah pertunjukan kawi dalang Wayang Sapuleger, โ Ehh..Pwa Kita Dalang Samirana, apan ingulun pisalah anadah yeki saji, tetadah ingulan, penugran Bhatara Siwa, kesujatian jatma manusia pemanumadian wuku wayang muang melik, mangke ane bisama ingulun, maring dalang samirana. Yan ana manusia pemanumadian wuku wayang muang melik maring mercapada, yan sida angelaraken pengruwatan maring dalamg samirana, natan ingulun ketadah, gentosange ikanang sajiโ..
Artinya : โ Ih..engkau Dalang Samirana, saya tersadar salah karena sudah memakan upacara Dalang Samirana ini, sesungguhnya makanan saya adalah orang lahir wuku wayang dan melik, atas anugerah Bhatara Siwa. Untuk menebus dosa/kesalahan ini, sebagai gantinya siapapun nanti yang terlahir wuku wayang dan melik, kalau mendapatkan Pengruwatan oleh dalang samirana, tidak akan saya makan lagi, ia akan jadi manusia yang berbudi dan panjang umurโ.
Mengapa Wuku Wayang Wajib Dibayuh?
Umat Hindu yang lahir pada kurun waktu Wuku Wayang (dari hari Minggu Redite hingga Sabtu Saniscara, terutama saat Tumpek Wayang) dipercaya membawa watak Sad Ripu (sifat keraksasaan) yang kuat, seperti ego tinggi, ambisius, dan keras hati.
Berdasarkan penanggalan Bali yang tercantum dalam Lontar Sapuh Leger, kelahiran pada wuku ini menyamai hari kelahiran Bhatara Kala. Dikisahkan bahwa Bhatara Kala mendapat izin dari Bhatara Siwa untuk memangsa siapa saja yang lahir pada Wuku Wayang. Agar terhindar dari marabahaya (ala sengkala), individu tersebut harus diruat melalui upacara Pebayuhan.
โจ Melalui pelaksanaan Pebayuhan Wayang Sapuh Leger dan Penebusan Melik Ngingkup Agung ini, mari kita bersama-sama memohon perlindungan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta petunjuk niskala dari leluhur. Jangan tunda kesempatan baik ini untuk menyucikan diri, memutus rintangan karma, serta mengembalikan ketenangan batin agar senantiasa diberikan kerahayuan, panjang umur, dan kehidupan yang harmonis.
๐ฌ Segera amankan pendaftaran diri atau sanak saudara Semeton sebelum kuota terpenuhi.
๐ฑ Untuk Informasi Pendaftaran lebih lanjut, silakan hubungi layanan WhatsApp di 081 33 63 63 51.
โ๐๐๐บ๐ผ๐ด๐ถ ๐ฆ๐ฒ๐บ๐ฒ๐๐ผ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐บ๐ถ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐น๐ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐น๐ถ๐ป๐ฑ๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฑ๐ฎ ๐๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๏ฝก"
๐ INILAH ORANG MELIK YANG PATUT DIBAYUH.
Ada Beberapa Jenis Melik, MELIK ADNYA, MELIK CECIREN, MELIK KELAHIRAN.
MELIK ADNYANA, Sering mimpi spiritual ke Pura, Ketemu sosok Pakain Putih, Ketemu Rangda/ Barong, Mimpi Mesiat dengan Leak. Risiko sakit keras hingga fatal saat tidur jika kalah dalam mimpi. Orang melik Adnyana biasanya jadi Balian atau mangku.
TANDA MELIK CECIREN
1.Ada berupa salah satu senjata dewata nawa sanga di tubuh(nyata atau hanya terlihat secara spiritual).
2. KADENGAN APIT WANGKE, Tahi Lalat di Area Sensitif/kelamin.
3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Tangan Jari Lebih, 7. Lidah Poleng 8.Isuan Lebih Dari Satu Dan Masih Banyak Lagi.
โ
MELIK KELAHIRAN, melik ini disebabkan oleh kelahiran manusia itu sendiri.
Diantaranya :
1. Orang yang lahir di Wuku Wayang
2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )
4. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungfkan tali pusar )
5. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar/tidak menangis )
6. Jempina ( anak lahir premature )
7. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )
8. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )
9. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )
10. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )
11. Julung sarab / julung macan / julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )
12. Walika ( orang kerdil )
13. Wujil ( orang cebol )
14. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )
15. Buncing / Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )
16. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )
17. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara โ perempuan โ laki โ perempuan )
18. Telaga Apit Pancoran ( laki โ perempuan โ laki )
19. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )
20. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )
21. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)
โ
ADAPUN LINTANG DAN KELAHIRAN YANG WAJIB DIBAYUH, KARENA โ PANAS โ
1. Orang yang Lintangan Bade ( Lahir Kamis Pon atau Wuku Watugunung dan Wuku Ukir )
2. Orang yang Lintangan Bubu Bolong. ( Lahir Jumat Paing )
3. Orang yang Lahir saat Tumpek, Tumpek Landep, Tumpek Kandang, dll
4. Lintang Salah Ukur ( Lahir Kamis Paing )
5. Lintang Prahu Pegat.( Kelahiran Jumat Pon )
6. Lintang Kala Sungsang ( Lahir Minggu Umanis )
7. Lintang Tangis ( Kelahiran Rabo Umanis )
8. Lintang Prahu Pegat ( Kelahiran Jumat Pon )
โ
ADAPUN PETEMON/PERKAWINAN YANG SEBAIKNYA DIBAYUH, KALAU HASILNYA KURANG BAIK, MENURUT SAPTAWARA. Diantarnya :
* Minggu - Minggu berakibat sering sakit-sakitan
* Senin-Senin berakibat buruk
* Selasa-Selasa berakibat buruk
* Rabu-Rabu berakibat buruk
* Kamis-Kamis berakibat yuana (awet), senang
* Jumat-Jumat berakibat melarat
* Sabtu-Sabtu berakibat yuana, senang
* Minggu-Senin berakibat banyak penyakit
* Minggu - Selasa berakibat melarat
* Minggu- Rabu berakibat yuana, senang
* Minggu-Kamis berakibat konflik
* Minggu-Jumat berakibat yuana, senang
* Minggu-Sabtu berakibat melarat
* Jumat-Sabtu berakibat celaka
* Senen-Selasa berakibat yuana (rupawan), senang
* Senen-Rabu berakibat beranak wadon (perempuan)
* Senen Kamis berakibat disukai orang
* Senen-Jumat berakibat yuana, senang
* Senen-Sabtu berakibat rezekian
* Selasa-Rabu berakibat kaya
* Selasa-Kamis berakibat kaya
* Selasa-Jumat berakibat pisah/cerai
* Selasa-Sabtu berakibat sering konflik
* Rabu-Kamis berakibat yuana, senang
* Rabu-Jumat berakibat yuana, senang
* Rabu-Sabtu berakibat baik
* Kamis-Jumat berakibat yuana, senang
* Kamis-Sabtu berakibat pisah/cerai
PERKAWINAN BEDA KASTA/BEDA SOROH โ Panesโ Juga Sebaiknya Dibayuh Karena โPanesโ
PERKAWINAN DUDU โ artinya telah terjadi pengianatan/selingkuh juga sebaiknya dibayuh.
PERKAWINAN SED4RAH โpanesโ juga sebaiknya dibayuh.
โ
PEBAYUHAN LARE KEBEBUTAN DAN SALAH ARAN.
Pebayuhan ini untuk anak anak yang membandel,tidak mau menurut kata orang, tidak mau masuk sekolah dll. Salah aran yang dimaksud disini ketika nama seseorang memada mada dewa, contoh misalnya namanya Dewa Acintya Putra atau Kadek Dewi Prabawati. Nama ini terkadang kurang baik bisa mendatangkan kebingungan, kesakitan, dan lain lain.
โ
PEBAYUHAN SALAH WETON
Menimnya pengetahuan orang tua di zaman serba moderen ini, membuat beberapa orang Tua Salah menentukan Oton anaknya.
Misalnya Ketika Ibu Hamil Masuk Rumah Sakit HARI SENIN Jam 11 malam, dan anaknya LAHIR JAM 2 MALAM Dihitung LAHIR HARI SELASA. INI SALAH!!!!!! ANAK OTONAN NYA HARI SENIN!!!!!
KENAPA?
Perhitungan waktu bali untuk menentukan kelahiran "kedas lemahe" artinya jam 6 pagi. Bukan jam 12 malam.
Kalau secara nasional pergantian waktu memang jam 12 malam, makanya tahun baru berganti jam 12 malam.
Tapi secara hindu, pergantian waktu/tahun baru mulai jam 6 pagi. Makanya nyepi dan pergantian tahun baru caka itu mulai jam 6 pagi selesai jam 6 pagi.
๐BAGI TEMAN2 YANG INGIN IKUT ACARA INI, BISA DAFTAR KONSULTASI MELALUI
SKRETARIAT GEDONG SUCI Telp/ WA 081 246 887 662
BISA JUGA DATANG KONSULTASI SAAT JADWAL BUKA
SELASA & KAMIS: Pukul 19:00 โ 21:00 Wita
SABTU & MINGGU: Pukul 09:00 โ12 : 00 Wita
ALAMAT GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA
Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Kabupaten Gianyar. Selatan Pura Desa dan Puseh, LIHAT PAPAN NAMA GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA