31/10/2024
PENGARANG KITAB FATHUL IZZAR
( KH. ABDULLAH FAUZI)
KH. Abdullah Fauzi Pasuruan adalah menantu dari KH. Abdul Hannan Ma'sum Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum, Kwagean, Kediri.
Nama lengkap kitab karya beliau yaitu Fathul Izar Fi Kaysfil Asror li awqaatil Hirts Wa Khilqatil Abkar yang artinya Pembuka Sarung di dalam Masalah Seputar Waktu Terbaik Menanam Benih Dan Bentuk Keperawanan.
Kitab ini berisikan panduan mengenai pendidikan seks, tata aturan, adab berhubungan, posisi kenikmatan dan larangan, serta hari atau malam-malam yang diperbolehkan untuk berhubungan seks dan dianjurkan oleh agama.
KH. Abdullah Fauzi Pasuran menikahi anak keempat KH. Abdul Hannan Masum yang bernama Ning Rif'ah.
Ketika menikahi Ning Rif'ah, saat itu KH. Abdullah Fauzi Pasuruan berusia 35 tahun.
KH. Abdullah Fauzi Pasuran melakukan tirakat dengan tidak keluar rumah.
Pasca tirakat selama 3 tahun tersebut dengan tidak keluar dari rumahnya, beliau mengeluarkan sebuah kitab bermutu tinggi dan mengandung banyak manfaat tentang perkawinan ( fiqh seks )
Kitab itu merupakan hasil tirakat selama 3 tahun.Bahkan, dijelaskan karena kitab itu pulalah KH. Abdul Hannan menikahkan beliau dengan anak keempatnya, Ning Rif'ah.
Memang, KH. Abdullah Fauzi Pasuruan terkenal orang yang s**a tirakat dan sungguh-sungguh dalam menimba ilmu.
Sehingga, wajar kitabnya menjadi pembahasan yang menarik di kalangan santri Se Nusantara dan viral merambah ke dunia media sosial.
Saat sowan kepada beliau, saya juga meminta ijazah kepada KH. Abdul Hannan Maksum Dan KH. Abdullah Fauzi yang mana sama sama ( kebetulan) memberikan Ijazah berupa Sholawat jibril ( baca صل الله على محمد 1000 X)
Yang mana bisa dicicil sehabis sholat fardhu 200 X.
Saat itu beliau mengarahkan minimal dilanggengkan 3 tahun mengamalkan nya. Kalau beliau mengijazahkan kepada saya dilanggengkan sampai seumur hidup.
Fadilahnya sangat banyak sekali, salah satunya semua urusanya di mudahkan, hutang piutang dimudahkan membayar nya, memudahkan tercapainya cita cita, bisa istiqomah Dan masih banyak lagi faedahnya yang belum di sebutkan beliau karna waktu itu beliau akan mengajar para santri.
Kwagean, 20 Dzulhijah 1443 H.
Muhammadun Fatkhurrohman