Lingkungan Yohanes Pemandi Gamping Lor

Lingkungan Yohanes Pemandi Gamping Lor " Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat "

( Roma 12 : 10 )

26/12/2022

Menutup ziarah rohani di tahun 2022 dengan mengunjungi Gua Maria "Pecinta Damai" Anjongan, Mempawah, Kalimantan barat.

12/06/2022

Pertemuan Lingkungan Bulan Juni 2022....merajut persaudaraan dalam iman......

30/05/2022

Lingkungan St Yohanes Pemandi, Gamping Lor pada Bulan Mei 2022, pada bulan Maria melakukan ziarah Rohani dan Rekreasi setelah kegiatan tsb vakum selama dua tahun karena pandemi.

Ketika pandemi sudah mulai mereda, kami memutuskan untuk melakukan ziarah bersama pada 29 Mei 2022 di Gua Maria Tritis Gunungkidul dan dilanjutkan Rekreasi di pantai Slili.

25/01/2022

Ziarah Rohani diawal Tahun 2022

Apapun yang anda rasakan di awal tahun, semuanya merupakan bagian dari peziarahan yang menanti di depan sana. Jalanilah peziarahan hidup dengan penuh semangat dan harapan baru. Ada Tuhan dengan rahmatNya disana, dan Dia akan selalu berjalan bersama dalam setiap langkah.

( Kaliori, 22 01 22 )

28/12/2021

Menutup Ziarah Rohani 2021 masih dalam suasana Pandemi, menyambangi Gua Maria Rosa Mistica.

Sejatinya hidup adalah peziarahan, singgah dari tempat dan pada waktu yang satu, ke tempat dan waktu yang lain.

Gamping lor, 281221

24/10/2021
Ziarek Umat Lingkungan Yohanes Pemandi Gamping Lor 24 Oktober 2021.....Bersatu dalam Doa, Guyub dalam Iman.......
24/10/2021

Ziarek Umat Lingkungan Yohanes Pemandi Gamping Lor 24 Oktober 2021.....Bersatu dalam Doa, Guyub dalam Iman.......

Ziarek umat Lingkungan Yohanea Pemandi Gamping Lor... Tgl. 24 Oktober 2021.......Bersatu dalam Doa, Guyub dalam Iman.......
24/10/2021

Ziarek umat Lingkungan Yohanea Pemandi Gamping Lor... Tgl. 24 Oktober 2021.......Bersatu dalam Doa, Guyub dalam Iman.........

Barnabas SarikromoKeberadaan Sendangsono tak bisa dilepaskan dari sosok bernama Barnabas Sarikromo. Kateketis Pribumi pe...
07/06/2021

Barnabas Sarikromo

Keberadaan Sendangsono tak bisa dilepaskan dari sosok bernama Barnabas Sarikromo. Kateketis Pribumi pertama di p**au Jawa bahkan Indonesia, Sarikromo ikut berperan dalam sejarah misi Katolik di Pulau Jawa.

Sarikromo muda seorang "abangan" yang gemar ngelmu kejawen memiliki kebiasaan bertapa di tempat-tempat wingit. Suatu hari, Sarikromo menderita sakit “cecek” yang sulit disembuhkan. Setelah mendapatkan wangsit, Sarikromo memutuskan untuk mencari obat dengan ngesot menuju ke arah Timur Laut.

Berbagai godaan dan tantangan dihadapi Sarikromo sampai ia bertemu dengan Br. Kersten dan Romo Van Lith. Di Muntilan itulah Sarikromo sembuh dan tertarik untuk menjadi seorang Katolik. Ia dibabtis pada tanggal 20 Mei 1904 bersama 3 orang temannya.

Sarikromo merasakan bahwa kesembuhan sakit kakinya berkat belas kasih Allah, oleh karenanya Sarikromo bernadar menggunakan kedua kakinya untuk mewartakan Allah. Inilah puncak pergulatan seorang Barnabas Sarikromo, dengan bekal sebuah Kitab Suci pemberian Romo Van Lith ia menceritakan kisah hidupnya dan mengajar orang-orang di sekitar perbukitan menoreh.

Tantangan tak pernah berhenti, tetapi Barnabas Sarikromo telah bertekad mengabdikan hidupnya untuk mewartakan Kristus di Menoreh. Akhirnya pada tanggal 14 Desember 1904, sebanyak 171 orang dibabtis di sebuah sendang di bawah pohon sono, tempat itu dinamakan Sendang Sono hingga sekarang.

Kegigihan Barnabas Sarikromo itu diakui oleh Gereja. Ia pun mendapat anugrah bintang Pro Ecclesia et Pontifice dari Paus Pius XI. Penghargaan itu diterima Barnabas pada tahun 1929, yaitu dalam peringatan Jubilium perak misi di tanah Jawa

Sarikromo ingin lebih banyak lagi berbuat untuk karya ilahi, tetapi kiranya Tuhan memandang telah cukup, dan ingin memberikan istirahat panjang baginya. Tahun 1942 “Paulusnya orang Jawa” itu jatuh sakit, orang gunung yang sederhana penerima anugerah bintang Pro Ecclesia et Pontifice itu telah menghadap Bunda Surgawinya, untuk dihantar memasuki kemuliaan abadi.

Katekis yang tekun itu dimakamkan di makam Semagung di kompleks Gua Maria Lourdes, Sendangsono. Bersama jenazah ikut disertakan p**a medali illahi yang dianugerahkan Tahta Suci. Berkat pewartaannya di sekitar Kalibawang, iman Katolik tumbuh subur hingga sekarang.

***Disadur dari beberapa sumber.

Address

Gamping

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lingkungan Yohanes Pemandi Gamping Lor posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Lingkungan Yohanes Pemandi Gamping Lor:

Share