Ppgt Jemaat Imanuel Enrekang

Ppgt Jemaat Imanuel Enrekang Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ppgt Jemaat Imanuel Enrekang, Religious organisation, Enrekang.

19/04/2017

DOA HARI INI

Bapa sorgawi, terima kasih Engkau telah membangunkan kami di pagi yang cerah dan indah ini.
Bapa, hari ini akan diselenggarakan pemilihan Gubernur beserta Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kami memohon perlindungan dan penyertaan-Mu dalam acara ini. Kiranya Engkau lah yang menggerakan hati dan pikiran seluruh warga DKI Jakarta yang ikut dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta ini, untuk menentukan pilihan yang seturut dengan kehendak-Mu saja.
Kiranya Engkau juga akan memberkati semua orang yang terlibat dalam proses penghitungan suara dengan kejujuran dan hati yang ikhlas.
Bapa, lindungi dan berkatilah para pemimpin Negara kami beserta dengan keluarganya, sertai mereka dengan barisan malaikat-Mu.
Kirimkanlah malaikat-malaikat-Mu untuk mengawal kota Jakarta yang hari ini menyelenggarakan Pilkada, dan juga untuk kota-kota di seluruh Indonesia.
Kami percaya, jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota maka sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Bapa, berkatilah Bangsa Indonesia dengan hati yang cinta damai dan semangat persatuan kesatuan sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika , jauhkanlah Bangsa Indonesia dari roh-roh pemecah-belah dan intimidasi yang berasal dari iblis, bapa segala dusta.
Berkati Bangsa Indonesia dengan damai sejahtera dan kami percaya shalom sorgawi turun atas Bangsa Indonesia, dan Bangsa Indonesia akan dipenuhi dengan kemuliaan-Mu, sehingga Bangsa Indonesia akan menjadi Terang bagi bangsa-bangsa, sampai seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
Haleluyah, dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, AMIN.

13/04/2017
12/04/2017
25/03/2017

RANTEPAO — Pertemuan Raya (PRAYA) Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT), merupakan hajatan Pesta Iman yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Praya PPGT merupakan satu-satunya kegiatan yang tidak membatasi jumlah serta tingkat umur seseorang untuk hadir karna momentum

25/01/2017

Natal di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Enrekang di Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang berlangsung khidmat.

08/12/2016

TELINGA YANG PEKA UNTUK MENDENGAR (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Desember 2016

Baca: Yesaya 55:1-5

"Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!..." Yesaya 55:3

Telinga adalah salah satu bagian dari pancaindera manusia, berfungsi untuk menerima suara dari luar tubuh. Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan sepasang telinga dan hanya satu mulut? Supaya manusia lebih banyak mendengar tetapi sedikit berbicara. Namun dalam kesehariannya orang lebih banyak berbicara tapi kurang memperhatikan dalam hal mendengar. Alkitab jelas menyatakan bahwa "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran," (Amsal 10:19). Karena itu telinga memiliki peranan yang sungguh teramat penting dalam perjalanan hidup orang percaya.

Contoh di Perjanjian Lama adalah saat pentahbisan Harun dan anak-anaknya untuk menjadi imam. Untuk menjadi seorang imam telinga mereka harus ditahirkan terlebih dahulu. "Domba jantan itu disembelih, lalu Musa mengambil sedikit dari darahnya dan membubuhnya pada cuping telinga kanan Harun, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanannya. Musa menyuruh anak-anak Harun mendekat, lalu membubuh sedikit dari darah itu pada cuping telinga kanan mereka, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan mereka, lalu Musa menyiramkan darah selebihnya pada mezbah sekelilingnya." (Imamat 8:23-24). Ada pun makna rohaninya adalah supaya mereka memiliki kepekaan dalam hal mendengar suara Tuhan, sehingga mereka dapat memahami dan membedakan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan mana yang bukan.

Di Perjanjian baru kita dapat belajar dari perumpamaan tentang penabur (baca Matius 13:1-23). Dalam ke-4 kasus ini sesungguhnya benih yang ditaburkan adalah sama, tetapi yang membuat perbedaan bukan si penaburnya, tetapi pada tanahnya atau si pendengar. Banyak orang datang ke gereja dan mereka mendengar firman Tuhan yang sama yang disampaikan oleh hamba Tuhan dari atas mimbar, tetapi hasilnya berbeda pada tiap-tiap orang. Mengapa bisa demikian? Karena mereka memiliki respons yang berbeda-beda, memfungsikan telinganya secara berbeda: ada yang sungguh-sungguh mendengarkan firman tersebut, namun ada p**a yang mendengarkan firman sambil lalu, masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.
(Bersambung)

05/12/2016

MUJIZAT MELALUI PERANTARAAN HAMBA TUHAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 Desember 2016

Baca: 2 Raja-Raja 4:1-7

"Lalu berkatalah Elisa: 'Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.'" 2 Raja-Raja 4:3

Dikisahkan ada seorang janda nabi yang sedang dalam kes**aran besar. Suaminya meninggal dunia meninggalkan utang begitu banyak sehingga wanita ini tidak sanggup melunasinya. Tidak ada warisan harta selain dua anak laki-laki yang masih belia.

Syukurlah di tengah impitan ekonomi ini perempuan tersebut tidak putus asa atau frustasi, ia masih memiliki iman. Terbukti ia datang kepada nabi Elisa untuk mencari pertolongan Tuhan. Dengan kata lain ia datang ke alamat yang tepat, bukan mencari pertolongan kepada dukun, orang pintar atau mencari jalan pintas. Tanya Elisa, "'Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.' Berkatalah perempuan itu: 'Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.'" (ayat 2). Kemudian Elisa memberikan perintah kepada perempuan itu untuk meminjam bejana-bejana kosong dari semua tetangganya, sebanyak mungkin, lalu membawanya masuk ke dalam rumah, menutup pintu dan menuangkan minyak itu ke dalam bejana-bejana itu sampai penuh. Perkataan Elisa itu kedengarannya sangat aneh dan tidak masuk akal sama sekali. Bagaimana mungkin minyak yang sedikit itu bisa memenuhi bejana-bejana kosong itu? Tetapi perempuan itu percaya firman Tuhan yang telah disampaikan melalui nabi Elisa dan melakukan apa yang diperintahkan! Mujizat pun terjadi: minyak yang dituangkan itu tidak habis, mengalir terus hingga semua bejana itu menjadi penuh.

Mujizat adalah perbuatan atau kenyataan ajaib yang Tuhan kerjakan untuk membuktikan bahwa Ia hidup dan berkuasa, suatu manifestasi kehendak Tuhan dalam keadaan tertentu untuk menggenapi firman-Nya. Dalam kisah ini Tuhan menyatakan mujizat yang dikehendaki-Nya dengan perantaraan hamba-Nya. Mujizat ini terjadi oleh karena doa dan tindakan iman yaitu menaati atau melakukan apa yang Tuhan firmankan. Tidak ada mujizat yang terjadi atas kehendak manusia sendiri, semua itu adalah pekerjaan Tuhan semata-mata untuk membuktikan kebenaran firman-Nya.

Iman dan ketaatan melakukan firman Tuhan adalah kunci mengalami mujizat Tuhan!

04/12/2016

MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN: Berhak Masuk Sorga (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Desember 2016

Baca: Matius 7:15-23

"Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Matius 7:23

Menjadi Kristen bukan jaminan masuk Sorga, apalagi syarat-syarat yang diminta Tuhan tak dipenuhi. Untuk dapat masuk ke dalam kerajaan-Nya kita harus melakukan kehendak bapa, tidak cukup hanya rajin ke gereja atau sibuk pelayanan, atau dengan seruan kepada Tuhan saja. "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." (ayat 21). Melakukan kehendak Tuhan kunci utama masuk Kerajaan Sorga.

Mengapa kita harus melakukan kehendak Tuhan? Karena Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan hidup bagaimana Ia menempatkan kehendak Bapa sebagai yang utama dalam hidup-Nya. Alkitab menyatakan bahwa bagi Tuhan Yesus makanan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus Dia (baca Yohanes 4:34). Ini menunjukkan bahwa kehendak Bapa bagi Yesus adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan terasa nikmat, sama seperti orang yang s**a dan menikmati menu makanannya. Namun banyak orang menganggap bahwa melakukan kehendak Tuhan adalah sesuatu yang berat dan sangat menyiksa; ini benar bila kita melakukannya dalam keadaan terpaksa atau menjadikan itu sebagai suatu beban. Berbeda bila kita memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan dan mengasihi-Nya dengan sungguh, kita pasti dapat berkata seperti pemazmur katakan, "...perintah-perintah-Mu menjadi kes**aanku." (Mazmur 119:143), karena itu "...aku s**a melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku." (Mazmur 40:9).

Tanda orang mengasihi Tuhan adalah menuruti perintah-Nya. "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat," (1 Yohanes 5:3). Orang yang tahu bahwa ada berkat-berkat luar biasa yang Tuhan sediakan bagi orang-orang yang taat pasti akan melakukan kehendak Tuhan dengan s**acita.

Berkat terbesar bagi orang yang taat melakukan kehendak Tuhan adalah masuk ke dalam Kerjaan Sorga.

30/11/2016

TAK PERNAH BERHENTI BERJUANG (1)
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Desember 2016

Baca: Ayub 7:1-21

"Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?" Ayub 7:1

Pernyataan bahwa hidup adalah perjuangan memang benar adanya. Alkitab pun menyatakan bahwa manusia harus bergumul di bumi dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan. Dalam Alkitab versi bahasa Indonesia sehari-hari demikian: "Manusia itu seperti dipaksa berjuang; hidupnya berat seperti hidup seorang upahan;" Artinya setiap hari kita dihadapkan pada pergumulan demi pergumulan yang tidak ringan. Untuk itu dibutuhkan kerja keras dan perjuangan karena tidak ada keberhasilan atau kesuksesan yang datang secara tiba-tiba turun dari langit, semuanya melalui proses yang panjang. Bagi mereka yang memiliki cita-cita atau impian besar mustahil dapat meraihnya jika hanya bermalas-malasan atau berpangku tangan saja.

Thomas Alfa Edison adalah salah seorang tokoh penemu terbesar di dunia. Bola lampu adalah salah satu hasil temuannya sehingga semua manusia di muka bumi ini dapat menikmatinya. Ia adalah seorang yang pantang menyerah, tidak pernah berhenti berjuang meski harus mengalami kegagalan ribuan kali saat melakukan eksperimen; dan karena kegigihannya ini Edison pun disebut sebagai penemu yang paling produktif dalam sejarah kehidupan manusia. Ia menyatakan bahwa kunci keberhasilan bukan semata-mata ditentukan oleh tingkat kecerdasan atau kejeniusan seseorang, tapi faktor terbesar yang menunjang keberhasilan seseorang adalah kerja keras. "Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya." (1 Timotius 4:10).

Lalu, kita harus berjuang dalam hal apa? Berjuang menghadapi masalah atau penderitaan. Selama kaki kita masih berpijak di atas muka bumi ini, sampai kapan pun kita tidak dapat menghindarkan diri dari masalah, kes**aran atau penderitaan hidup. Meski demikian kita tidak perlu berkecil hati dan berputus asa, karena kita punya Tuhan yang sangat peduli dan mengerti, yang berjanji tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita sendiri. Bahkan "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu." (Yesaya 46:4a).

Tidak ada yang terlalu s**ar bagi Tuhan, karena itu jalanilah hidup dengan iman!

29/11/2016

DIPENUHI KEINGINAN-KEINGINAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 November 2016

Baca: Amsal 21:25-31

"Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi orang benar memberi tanpa batas." Amsal 21:26

Semua manusia yang ada di dunia ini pada dasarnya memiliki keinginan-keinginan dalam hidupnya, bahkan keinginan-keinginan baru selalu timbul setiap hari.

Salahkah punya keinginan? Tidak. Namun yang harus kita ingat adalah keinginan-keinginan tersebut dapat membawa kita ke dua arah yang positif atau negatif. Keinginan-keinginan yang positif pasti dapat membawa hidup kita pada segala kebaikan, sebaliknya keinginan-keinginan yang negatif akan mengantarkan hidup kita pada hal-hal buruk. Sadar atau tidak keinginan kita hari ini akan sangat mempengaruhi keadaan kita di masa depan. Artinya apa yang kita inginkan hari ini, jika itu hal-hal positif dan sesuai kehendak Tuhan, akan menjadikan hari esok kita baik. Sebaliknya jika hari ini keinginan kita dipenuhi hal-hal negatif atau bertentangan dengan kehendak Tuhan, cepat atau lambat kita pun akan menuai dampaknya.

Rasul Paulus menasihati agar kita tidak menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang dilakukan oleh umat Israel (baca 1 Korintus 10:6) sehingga Tuhan tidak berkenan kepada sebagian besar mereka. Kegagalan sebagian besar umat Israel memasuki tanah perjanjian menjadi suatu peringatan keras bagi kita. Mereka tidak mengalami penggenapan janji Tuhan karena hati mereka dipenuhi oleh keinginan-keinginan jahat. Tak bisa dipungkiri bahwa dalam menjalani hidup ini setiap saat kita pasti dihadapkan pada banyak sekali ujian dan tantangan, karena bagaimana pun juga dunia ini bukanlah firdaus. Artinya selama kaki kita masih menginjak bumi kita pun tak luput dari hal-hal yang bersifat jahat: fitnahan, cemoohan, iri hati, kebencian, perlakuan tidak adil dari orang lain atau hal-hal menyakitkan lainnya. Apabila hati dan pikiran kita dipenuhi oleh keinginan-keinginan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan sama artinya kita sedang merintis jalan untuk menghancurkan hidup kita sendiri, sebab firman Tuhan sudah memeringatkan: "...jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik," (1 Tesalonika 5:15).

Milikilah keinginan-keinginan yang selaras dengan kehendak Tuhan supaya masa depan kita menjadi baik, sebab keinginan orang benar pasti diluluskan-Nya!

28/11/2016

HAK DAN KEWAJIBAN HARUS SEIMBANG
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 November 2016

Baca: Efesus 6:1-9

"Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan." Efesus 6:8

Secara umum hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan. Hak dan kewajiban adalah dua aspek yang tidak terpisahkan dan saling berkaitan. Bila seseorang sudah melaksanakan kewajibannya dengan baik maka secara otomatis hak akan menjadi bagiannya. Namun banyak orang lebih mengedepankan hak, alias menuntut haknya dipenuhi terlebih dahulu, tetapi urusan kewajiban diabaikan. Jadi menuntut hak secara penuh tetapi tidak menjalankan kewajiban sesuai harapan.

Untuk mewujudkan sebuah kemitraan yang baik hak dan kewajiban haruslah berjalan secara seimbang. Seorang hamba, dalam situasi dan kondisi apa pun, berkewajiban untuk taat pada tuannya yaitu mengerjakan dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi tugasnya. "Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia." (Efesus 6:5-7). Taat artinya memberi diri dengan menundukkan keberadaan diri sebagai sikap hormat yang keluar dari dasar hati yang terdalam, bukan kepura-puraan atau sebatas menyenangkan sang tuan. Ini berbicara tentang dedikasi dan loyalitas.

Ketaatan kepada tuan harus disamakan dengan taat kepada Kristus, yaitu melakukan tugas dengan segenap hati sebagai kehendak Tuhan atas dirinya. Sebagai tuan kita pun harus tahu apa yang menjadi bagian kita yaitu memenuhi kewajiban dengan baik. Firman Tuhan memperingatkan, "Janganlah engkau memeras sesamamu manusia...janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya." (Imamat 19:13). Secara tegas rasul Paulus menyatakan entang kemahatahuan dan keadilan Tuhan atas para tuan yang tidak memenuhi tanggung jawabnya (Efesus 6:9).

Berkat tersedia bagi hamba-hamba dan tuan-tuan yang mampu menjalankan perannya sesuai kehendak Tuhan!

Address

Enrekang
91711

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ppgt Jemaat Imanuel Enrekang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share