25/02/2026
Proses mencintai Allah itu tak seromantis yang kita bayangkan.
Saat kita tetap dirikan Tarawih, walau tak khusyuk, bosan, capek, bahkan terasa beban.
Saat kita tetap baca Al-Qur'an, walau menguap berkali-kali, hitung-hitung halaman, kedistrak Hp berkali-kali.
Saat kita tetap datang ke majelis ilmu walau aslinyaaa, "MALASSS"😭 datang sambil menyeret-nyeret kaki.
Proses mencintai Allah ternyata tak mudah yaa..
tapi jangan menyerah.
Suatu hari nanti, entah di Tarawih melam ke-30 ramadhan.
Semoga ada satu malam, dimana tiba-tiba hati kita benar-benar merasa terkoneksi dengan Allah.
Tiba-tiba ayat-ayat Al-Qur'an benar-benar menggetarkan jiwa.
Tiba-tiba kita benar-benar merasa merunduk, mengerdil di depan Allah dalam shalat.
Tiba-tiba satu tetes air mata jatuh.
Air mata takut kepada Allah,
air mata memohon ampun kepada Allah, air mata mengharap Surga kepada Allah.
Air mata ketaatan yang sudah berbulan lamanya tak hadir.
Untuk satu tetes air mata itulah kita berjuang dalam proses mencintai Allah yang tak mudah.
Air mata ketaatan yang akan jadi tameng kita pada api neraka.
By: Qoonit