Perpustakaan Paroki Duri

Perpustakaan Paroki Duri Perpustakaan Paroki Duri adalah perpustakaan yang dikelola oleh Gereja Santo Yoseph Duri, tempat berbagi buku dan belajar bersama. Share-Study-Smart

Perpustakaan Paroki Duri adalah Perpustakaan yang dikelola oleh Gereja St.Yoseph Duri, tempat kami berbagi buku, membaca dan belajar bersama

Judul buku : Totto Chan Gadis Cilik di Jendela Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Buku ...
26/04/2016

Judul buku : Totto Chan Gadis Cilik di Jendela
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Buku ini bercerita tentang seorang anak gadis yang bernama totto chan, Nama aslinya adalah Tetsuko Kuroyanagi, yang tak lain adalah pengarang buku ini dia menuliskan pengalamannya semasa kecilnya sendiri di buku ini. Ayahnya memanggil dia dengan sebutan totski. Totto chan adalah seorang murid sekolah dasar. Padahal ia adalah seorang anak yang memiliki rasa keingin tahuan yang sangat tinggi terhadap suatu hal. Tapi guru-guru di sekolahnya menganggap itu adalah sikap yang aneh, seperti berlama-lama memandang keluar jendela, menunggu rombongan pemusik jalanan, sampai membuka tutup meja berulang kali. Karena sikapnya tersebut ia pun dikeluarkan dari sekolah. Ibu totto chan akhirnya mendaftarkan totto chan di sekolah Tomoe Gakuen. Totto chan merasa sangat gembira bersekolah di sekolah barunya tersebut dikarnakan sekolah barunya jauh berbeda dengan sekolah lamanya. Di sekolah barunya yaitu sekolah Tomoe, Totto chan dan murid-murid lainnya belajar di dalam gerbong yang di rubah sedemikian rupa menjadi ruang kelas. Mereka dapat memandangi pemandangan yang indah diluar gerbong sambil belajar. Selain dapat belajar sambil memandangi pemandangan diluar gerbong, mereka pun dapat mengubah urutan pelajaran. Di sekolah toemo, Totto chan dan yang lain tidak hanya mempelajari pelajaran akademis saja namun mereka juga mendapatkan pelajaran berharga tentang persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri. Dan pelajaran seperti itu mereka dapati tanpa mereka sadari.

Buku ini salah satu buku yang saya baca lebih dari tiga kali, dan masih membuat saya tersenyum saat membacanya. Lewat buku ini kita belajar bahwa semua anak adalah spesial, yang membuat anak bermasalah adalah cara orang dewasa memperlakukannya.

Temukan di Perpustakaan Paroki Duri dan selamat mengenang masa kecil anda

Perpustakaan Paroki Duri mau bagi-bagi souvenir buat anak-anak dan remaja Katolik kita !!! Bookmark/ pembatas buku ini u...
16/04/2016

Perpustakaan Paroki Duri mau bagi-bagi souvenir buat anak-anak dan remaja Katolik kita !!! Bookmark/ pembatas buku ini unik dan kreatif banget lhoo, karena semuanya handmade atau buatan tangan, jadi ga ada duplikasi atau motif yang sama dijual diluar sana. Kalian boleh pilih salah satu
Caranya gampang :
1. Silakan Like Fans Page Perpustakaan Paroki Duri
2. Sebutkan satu judul buku yang paling berkesan buatmu dan apa alasannya ?
Lima belas komentar terbaik akan kami pilih dan kami umumkan dua minggu setelah ini
Yukk buruan...

12/04/2016

Tidak pernah bosan-bosannya kami selalu mengingatkan entah secara lisan, melalui Fans Page, lewat sms agar peminjam buku punya kesadaran dan disiplin untuk mengembalikan buku. Buku-buku yang ada di Perpustakaan kita sebagian besar berasal dari sharing orang-orang yang berbaik hati memberikan bukunya. Kami kumpulkan dan seleksi satu per satu, disusun dan disampul. Syarat peminjaman yang mudah bukan berarti membuat kita mengampangkan segala sesuatunya. Kemajuan perpustakaan pada akhirnya kembali ke komitmen kita, apakah mau dibawa maju atau mundur.
Karena sudah terlalu banyaknya buku yang tidak kembali dan jangka waktu peminjaman yang sudah lama, maka terpaksa kami akan tempel daftar buku-buku yang belum kembali di papan pengumuman Gereja.

Terimakasih atas perhatiannya dan mohon kesadarannya

12/04/2016

Pagi, mengingatkan untuk nama yang tersebut di bawah ini , agar mengambil hadiah lomba dan sertipikat di Perpustakaan Paroki Duri :
1. Nathan Lingga , SD Santo Yoseph
2. Valeria, SD Santo Yoseph
3. Ikuan, SD Santo Yoseph
4. Marsella Eugenia, SD Santo Yoseph
5. Yosephin, SDN 25 Talang
6. Angela Noveria
7. Lisa Lucia Lubis
8. Veronika Devianti
9. Danny Haryanto Napitupulu
10 Agustina Matrona Nainggolan
11. Ribka Christina Pakpahan
12. Vinesa Margaretha

Terimakasih atas perhatiannya

Bicara tentang puisi di Indonesia tidak bisa lepas dari nama Sapardi Djoko Damono " Sang Begawan Kata " Satu kata yang t...
04/04/2016

Bicara tentang puisi di Indonesia tidak bisa lepas dari nama Sapardi Djoko Damono " Sang Begawan Kata " Satu kata yang tidak bermakna seperti Hujan, Juni, Abu menjadi puisi yang begitu indah seperti puisi Hujan Bulan Juni, Aku Ingin Mencintaimu.
Saya mengenal puisi-puisi beliau ketika kuliah dan baru tahu juga kalau puisi-puisi itu jadi lebih indah lagi ketika dinyanyikan. Waktu itu saya belum "ngeh " siapa yang menyanyikannya. Yang saya ingat suaranya sangat bening diiringi alunan gitar akustik.
Tidak dinyana setelah belasan tahun, bisa mengenal sosok penyanyi itu ( walaupun secara tidak langsung ) lewat bantuan sahabat saya.
Terimakasih buat Mbak Reda Gaudiamo, Mas Ari yang sudah sharing buku-buku dan albumnya untuk Perpustakaan Paroki Duri dan tentunya Mbak Jane Kurnadi yang sudah membantu menghubungkan kami
GBU all

Pertama, kami ingin mengucapkan Selamat Paskah 2016, semoga sengsara dan bangkit Tuhan Yesus membantu kita memahami dan ...
02/04/2016

Pertama, kami ingin mengucapkan Selamat Paskah 2016, semoga sengsara dan bangkit Tuhan Yesus membantu kita memahami dan memikul salib kita masing-masing. Kedua, kami ingin mengucapkan banyak terimakasih untuk the rich heart yang mau berbagi buku-bukunya untuk perpustakaan paroki duri. Minggu ini kami mendapatkan berkat sharing buku-buku. Kalau saya boleh bilang, buku-bukunya bagus sekali dan rapiii.Melihat buku-buku ini, saya langsung ingin leyeh-leyeh di sofa seharian melahap habis buku-buku ini. Kalian juga kan ??? Ayo temukan di Perpustakaan Paroki Duri. Buku-buku ini menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan kita.

Judul : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke RomaPenulis : IdrusPenerbit : Balai PustakaResensi : Satya ( www.lpmkentingan.co...
25/02/2016

Judul : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Penulis : Idrus
Penerbit : Balai Pustaka
Resensi : Satya ( www.lpmkentingan.com )

Pendudukan Jepang di Indonesia membawa babak baru dalam dunia sastra nusantara. Tidak lagi berbicara mengenai pertentangan adat atau perjodohan, karangan-karangan Zaman Jepang lebih berbicara mengenai perjuangan kemerdekaan dan pertentangan watak para tokohnya. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma adalah salah satu karya terkenal yang lahir pada zaman tersebut. Buku ini bukanlah roman atau novel, namun merupakan antologi prosa yang dikemas sedemikian rupa oleh sang pengarang, Idrus.

Idrus menghadirkan sesuatu yang baru dalam penulisan karya sastra. Menghadirkan dua belas kisah yang dibagi dalam tiga babak; yakni Zaman Jepang, Corat-Coret di Bawah Tanah, serta Sesudah 17 Agustus, Idrus berusaha menampilkan Indonesia yang penuh ketidakaturan, semrawut, penindasan yang berujung penderitaan, namun berujung pada satu hal: Membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan.

Buku ini diawali dengan cerita Ave Maria, mengisahkan seorang pemuda yang gila gara-gara asmara. Melupakan bangsanya karena berpisah dengan istrinya, namun memutuskan untuk kembali berjuang usai menjalani hari-hari yang mengesankan. Idrus, tampaknya menginginkan sesuatau yang berbeda. Maka, diselipkanlah sebuah naskah sandiwara di buku ini. Kejahatan Membalas Dendam bercerita dengan jujur realitas percintaan – yang tidak lagi menjadi pertentangan adat – namun pertentangan pemikiran antar tokohnya.

Kejujuran berlanjut pada Corat-Coret Bawah Tanah. Pembaca seakan menyaksikan dan merasakan langsung kejadian zaman itu. Perempuan-perempuan jalang, perjudian yang merajalela, pemakan bangkai, seakan menjadi keseharian yang tak pernah tak dijumpai. “Mereka semua pucat. Mereka melakukan onani… untuk menghilangkan lapar. Akhirnya mereka ini pun mati. Kata dokter karena banyak onani” (Corat-Coret Bawah Tanah: Jawa Baru). Begitulah adanya.

Pendudukan Jepang berakhir, namun tidak dengan permasalahan bangsa. Dalam kisah Surabaya, kita bisa menemukan sisi lain dari pertempuran Surabaya yang historis. Entah nyata atau tidak, Idrus melukiskan sebuah penyakit yang mengakibatkan perebutan Surabaya oleh para pejuang terhambat. “95 % dari anak-anak kita yang memanggul senapan sekarang ini,.. menderita suatu penyakit yang menegakkan bulu roma: 95 % dari mereka sekarang mendapati penyakit sipilis, penyakit raja singa,…” (Sesudah 17 Agustus: Surabaya). Mungkin begitulah adanya.

Kisah Open dalam Jalan Lain ke Roma menjadi penutup. Entah kenapa, Idrus seperti berusaha menceritakan pengalaman pribadinya dalam kisah ini. Open, seorang pemuda yang tidak berbicara kecuali dengan terus terang. Hidupnya seakan berkelana, dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seseorang yang berguna, dengan mencurahkan pikirannya terhadap permasalahan sekitar. Ya, menjadi seorang pengarang.

Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma memang bukan buku paling wah. Namun, buku ini telah memberikan metode baru dalam penulisan sejarah. Dengan kejujuran dan gaya bahasa yang mudah dipahami, buku ini menjelma menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan sejarah bangsa.

Temukan di Perpustakaan Paroki Duri
Share-Study-Smart

Judul : Guru Para PemimpiPenulis : Hadi SuryaPenerbit :QanitaResensi : Harja Saputra ( www.harjasaputra.com )Pagi ini sa...
24/02/2016

Judul : Guru Para Pemimpi
Penulis : Hadi Surya
Penerbit :Qanita
Resensi : Harja Saputra ( www.harjasaputra.com )

Pagi ini satu pesan SMS mampir di HP saya, isinya mengabarkan bahwa bukunya sudah terbit. Buku ini, setelah saya baca seluruh isinya sangat luar biasa.

Buku setebal 369 halaman, terbitan Qanita (Mizan Pustaka) itu berjudul “Guru Para Pemimpi”, buku yang berisi kisah nyata perjuangan seorang pemuda mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak pinggiran, tepatnya di desa Babakan, Ciseeng, Bogor. Lokasinya memang tidak jauh dari Jakarta, tapi pendidikan menjadi barang yang amat mahal hingga tidak terjangkau oleh masyarakat di desa itu.

Hadi Surya, pengarang buku itu, mengisahkan secara detail dalam 10 bab bagaimana ia merintis sekolah gratis yang unggulan, kini bernama SMP dan SMA Cendekia.

Berawal dari kedatangannya bersama rekan-rekan mahasiswa untuk KKN, namun selepas KKN ia datang lagi ke desa itu, bergumul dalam “pertarungan” untuk mewujudkan impiannya: mendirikan sekolah bagi anak-anak di desa itu. Ia yakin dari pengalamannya semasa KKN, anak-anak di desa itu memiliki potensi yang sama dengan anak-anak kota. Tak kalah cerdas. Hanya fasilitas pendidikan formal yang kurang memadai. Ditambah belenggu kemiskinan yang mencengkeram mereka hingga hanya mampu tunduk pada nasib.

Kenapa disebut pertarungan? Meskipun bukan dalam arti sebenarnya, tapi kata itu cukup untuk menggambarkan bagaimana ia jatuh-bangun dalam mewujudkan sekolah itu. Tak jarang, nyawanya terancam. Dikisahkan di buku itu, ilmu hitam bahkan kerap menghantuinya. Entah kiriman dari mana. Ia pun sempat diperingati oleh Pak Arif (salah seorang tokoh masyarakat di desa itu), ““Kamu sedang diincar oleh orang-orang yang berilmu hitam.” “Lihatlah kaca meja itu!” kata Pak Arif suatu saat sambil menunjuk cermin yang retak. Selepas magrib, segelas kopi yang mau diminum oleh Hadi tiba-tiba seperti tertimpa batu dari atas. Pecah berhamburan. Kaca meja yang retak itu menjadi saksinya.
Itu mungkin terdengarnya aneh. Mungkin, jika kata pertarungan terdengar terlalu ekstrem, kata perjuangan bisa digunakan, meskipun belum mewakili untuk menjelaskan bagaimana kerasnya perjuangan Hadi. Sekolahnya sempat diisukan macam-macam, dari mulai statusnya tidak jelas, sekolah miskin yang tak layak, penyebar ajaran sesat, dan sebagainya.

“Keberadaan sekolah ini tampaknya menjadi semacam ancaman bagi sekolah-sekolah yang lain. Mungkin. Menjelang penerimaan siswa baru tahun kedua, muncullah isu-isu bahwa sekolah ini ilegal, tak akan ada ijazah, sekolah hanya dua kali seminggu, didanai oleh orang-orang kafir, dan lain-lain. Tak hanya itu, anak-anak yang akan naik ke kelas II ternyata juga mendapat tawaran untuk pindah ke sekolah lain dengan beragam iming-iming”, tulis Hadi dalam buku itu.

Niat Hadi tak pernah surut. Dari mulai tahun 2002 setelah KKN dengan tanpa modal finansial sepeserpun, hanya niat, ia merintis sekolah itu. Keajaiban-keajaiban bermunculan. Ia dibantu banyak oleh Dr. Abdullah, Yasmin, seorang ibu mantan karyawan World Bank yang mewakafkan tanahnya, dan banyak pihak yang ia sebutkan kisah rincinya di buku itu. Ibu pewakaf tanah awalnya berencana untuk umroh tetapi diurungkan dan dialihkan biayanya untuk tanah sekolah.

Hadi Surya, sosok guru luar biasa yang telah membawa perubahan pada desa Babakan. Meskipun kisahnya banyak diwarnai kegetiran, kesedihan, perjuangan yang berat, kini anak-anak di Desa itu telah menyadari betapa pentingnya bersekolah. Awalnya, selepas sekolah SD, anak-anak di desa itu terutama anak-anak perempuan jarang yang melanjutkan sekolah, mereka memilih untuk menikah di usia muda.

Di halaman 32 buku itu diceritakan: “Informasi lain menyerbu telingaku, “Anak-anak yang melanjutkan ke tingkat SMP tak melebihi jari-jarimu.”

“Apa kau bilang? Kenapa bisa begitu? Ke mana mereka pergi?” mataku membelalak.

“Nikah, meski bukan alasan satu-satunya.”

“Sekecil itu?”

“Diganjal sedikit, urusan beres.” Kukira hanya pintu, ternyata umur pun perlu diganjal agar tingginya sampai demi tercapainya tujuan yang entah itu keinginan orangtua entah keinginan si anak.”

Sekolah ini pun sudah banyak diliput oleh TV Swasta. Pengajarnya bahkan para mahasiswa S2, sarjana, dan para relawan yang sangat ikhlas mendermakan ilmunya bagi para anak-anak. Halangan materi yang selalu menghadang para pengurus sekolah setiap bulannya bukan alasan untuk tidak memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak.

Temukan di Perpustakaan Paroki Duri
Share-Study-Smart

Judul : Soegija 100 % IndonesiaPenulis : Ayu UtamiPenerbit : Kepustakaan Populer GramediaSebenarnya sudah banyak tulisan...
23/02/2016

Judul : Soegija 100 % Indonesia
Penulis : Ayu Utami
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Sebenarnya sudah banyak tulisan yang mengungkap kisah hidup Mgr Soegijapranata, seperti buku Soegija si Anak Betlehem Van Java karya G Budi Subanar SJ, tetapi Ayu Utami, novelis yang terkenal dengan gaya prosanya ini, mecoba membidik dari sudut yang berbeda.

Pertama yang menggelitik saya adalah judul Soegija 100 % Indonesia saja tanpa 100 % Katolik,apakah karena buku ini diluncurkan bersamaan dengan film Soegija garapan Garin Nugroho sehingga bisa menjangkau segmen penonton diluar Katholik atau pilihan penulis sendiri

Lepas dari itu, biografi ini sangat enak dibaca, renyah tidak seperti membaca biografi pada umumnya. Ayu Utami sangat pintar mengolah rasa, mengungkapkan pergolakan batin Soegija yang awalnya tidak mau mengenal Katolik tapi mau bersekolah di sekolah Katolik. Bagaimana dengan pikiran kritis dan kesadarannya sendiri ia memeluk Katolik. Begitupula dengan Romo Van Lith yang tidak serta merta bergirang hati menerima keputusan itu. Ada bagian yang bercerita dimana Romo Van Lith dalam perenungannya berpikir " umat muntilan yang bergerak mencarinya untuk dibabtis bergerak mengikuti roh kudus yang mereka tangkap sebagai wangsit adalah tipe domba, sedangkan Soegija berbeda , ia mempercayai Katolik setelah pertentangan batin dan pemikiran kritisnya sendiri. Ia bukan tipe domba melainkan gembala.

Namun ada juga beberapa kelemahan dari biografi ini terutama soal keakuratan sejarah, dimana Ayu Utami sering menggunakan kata barangkali/mungkin yang kurang pas kalau ditempatkan untuk buku biografi. Sosok Soegija menjadi begitu dekat di dalam buku ini, membuat kerinduan kita akan sosok gembala yang begitu merakyat sekaligus begitu religius.

Ini buku yang sangat bagus, temukan di Perpustakaan Paroki Duri
Share-Study-Smart

Judul : SurapatiPenulis : Abdul MoeisPenerbit : Balai PustakaBerbeda dengan dua novel Abdul Muis sebelumnya, Salah Asuha...
22/02/2016

Judul : Surapati
Penulis : Abdul Moeis
Penerbit : Balai Pustaka

Berbeda dengan dua novel Abdul Muis sebelumnya, Salah Asuhan dan Pertemuan Jodoh, Surapati menampilkan sebuah peristiwa sejarah sekitar tahun 1683-1706 dengan mengetengahkan Surapati sebagai heronya. Di samping misi nasionalisme yang berhasil dikedepankan dengan peristiwa sejarah sebagai pembungkusnya, Abdul Muis juga terkesan hendak menekankan kembali soal kawin antarbangsa yang pernah dipermasalahkan dalam Salah Asuhan. Pada bagian penutup novel ini, pengarang menyebutkan bahwa perjalanan hidup Surapati itu diambilnya dari buku Babad Tanah Jawa, Geschiedenis van N.I. karya F.W. Stapel, Sejarah Indonesia karya Sanusi Pane, dan Si Untung karya Melati van Java.

Kalau kalian menyukai sastra klasik, novel ini bisa menjadi salah satu pilihan.Resensi selengkapnya bisa dibaca di www.ilmubahasa.net

Temukan di Perpustakaan Paroki Duri
Share-Study-Smart

Judul : Perempuan Mencari TuhanPenulis : Dianing Widya YudhistiraUsia Pembaca : DewasaDalam novel tersebut, dikisahkan t...
20/02/2016

Judul : Perempuan Mencari Tuhan
Penulis : Dianing Widya Yudhistira
Usia Pembaca : Dewasa

Dalam novel tersebut, dikisahkan tentang seorang bayi bernama Ganet. Adalah anak Zahra, adik Clara yang lain, yang diyakini Laksma sebagai reinkarnasi Clara, adiknya yang meninggal pada usia 13 tahun karena “leukemia”. Laksma pun menuliskan nama “Clara” didada mendiang. Tulisan nama itulah secara ajaib tertera didada bayi Ganet. Ganet yang memiliki keajaiban bisa bicara diusia 4 bulan. Dan memiliki kelebihan mampu membaca peristiwa atau musibah apa yang akan terjadi di masa depan.
Pada puncaknya adalah ketika Ganet membaca tanda-tanda akan datang musibah besar menimpa ibukota, tidak ada satupun pemimpin di Jakarta mempercayainya. Musibah itu benar-benar terjadi. Ganet pun terpuruk. Sejak saat itu ia memulai pertanyaan kritis tentang Tuhan dan mencari keberadaannya. Namun ketika ia menemukan jawabannya, ia meninggal dunia

Novel ini pernah dimuat secara bersambung di Harian Republika ( 2006-2007 ) sebelum akhirnya diterbitkan menjadi buku.
Novel yang memberi warna baru dalam karya sastra Indonesia tentang mitos dan reinkarnasi

Temukan di Perpustakaan Paroki Duri
Share-Study-Smart

Judul asli : Anne Frank, diary of young girlPengarang : Anne Frank, Susan MassotyPenerjemah : Dina BegumKekejaman Adolf ...
19/02/2016

Judul asli : Anne Frank, diary of young girl
Pengarang : Anne Frank, Susan Massoty
Penerjemah : Dina Begum

Kekejaman Adolf Hi**er dan N**i lewat kependudukan Gestapo menyisakan banyak cerita sedih. Anne Frank dan keluarganya salah satunya.

Pada tahun 1942 ketika N**i menduduki Belanda, seorang gadis Yahudi berumur 13 tahun bernama Anne Frank beserta keluarganya meninggalkan rumah mereka di Amsterdam untuk bersembunyi. Selama dua tahun berikutnya mereka bersembunyi di "pavilliun rahasia " sebuah kantor untuk bersembunyi dari kejaran Gestapo. Terputus dari dunia luar, mereka mengalami kejemuan,kelaparan,tekanan tiada henti, ruang gerak yang sempit dan ketakutan akan kematian yang terus membayangi.

Buku ini berasal dari catatan harian Anne Frank yang dengan rajin ditulisnya. Ia menggambarkan dengan jelas apa yang mereka alami dengan sangat jelas dan menyentuh perasaan, cara mereka bertahan hidup, bergembira akan hal -hal yang sangat sederhana seperti mengintip dari jendela, boleh mandi air hangat bergantian.

Seandainya Anne Frank tidak menulis catatan harian ini, dunia tidak akan mengenal Anne Frank, gadis kecil pemberani. Ia akan terkubur sama dengan ratusan ribu korban gestapo lainnya. Kebiasaannya menulis telah membuatnya menjadi sejarah dan terlebih lagi membuka mata hati manusia untuk terus mengupayakan perdamaian

Temukan buku ini di Perpustakaan Paroki Duri
Share-Study-Smart

Address

Duri
28884

Opening Hours

10:00 - 12:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perpustakaan Paroki Duri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share