14/05/2022
Dear All,
Saya adalah fresh visitor di web ini. Beberapa hari yang lalu saya dikirimi sebuah cerita 'VISAKHA' yang di bawahnya ada alamat Samaggi Phala. Cerita yang diberikan kepada saya memiliki inti dasar tentang 'kemelekatan'.
Maaf, meski saya umat Buddha, tapi saya tidak begitu mengerti tentang 'kemelekatan'. Saya bingung, dalam cerita itu terdapat khotbah Sang Bhagava yang menyebutkan 'Kesedihan atau penderitaan apapun yang ada, berbagai macam penderitaan di dunia ini, karena adanya sesuatu kecintaan terhadap hal-hal yang ada itu'.
Jika ditilik dari kalimat ini, apakah di dalam Ajaran Buddha tidak ada kata 'cinta' dan 'kasih' ?
Maaf jika tulisan saya agak kurang berkenan. Memang saat ini banyak sekali pertanyaan yang memenuhi otak saya setelah membaca kisah-kisah Buddhis yang diberikan kepada saya.
Terima kasih.
Answer
Dalam upaya memahami serta melaksanakan Ajaran Sang Buddha, sangatlah diperlukan beberapa pengertian dasar agar tidak menimbulkan keraguan seperti yang disampaikan dalam pertanyaan di atas.
Ajaran Sang Buddha tentang kebebasan dari 'kemelekatan' bukan berarti tidak ada kata 'cinta' dan 'kasih'. Sama sekali bukan demikian yang dimaksud. Dalam pengertian Buddhis, 'kemelekatan' terjadi ketika seseorang tidak memahami atau tidak mampu menerima bahwa segala sesuatu akan berubah dan berproses.
Segala yang ia cintai akan berpisah dengannya. Sebaliknya, segala yang ia benci akan datang kepadanya. Seseorang yang tidak memahami ketidakkekalan, timbullah kemelekatan pada cinta dan benci. Ia menjadi sedih dan menderita ketika berpisah dengan segala hal yang ia cintai dan bertemu dengan berbagai hal yang dibenci.
Oleh karena itu, Ajaran Sang Buddha justru menekankan pengertian dan penghayatan adanya perubahan yang terjadi setiap saat. Ia yang telah memahami dasar Ajaran Sang Buddha ini akan hidup berbahagia walaupun berpisah dengan hal yang dicinta dan bertemu dengan hal yang tidak disuka. Ia tetap berbahagia karena ia telah mengerti bahwa inilah kenyataan dan proses kehidupan yang harus dijalaninya.
Inilah makna ketidakmelekatan.
Ketika seseorang telah memiliki ketidakmelekatan dalam batin, maka ia justru mampu mengembangkan cinta kasih tanpa batas kepada semua mahluk. Cinta kasih tanpa batas ini telah banyak diuraikan oleh Sang Buddha di berbagai kesempatan. Adapun kualitas cinta kasih tanpa batas diibaratkan seperti seorang ibu yang menyayangi anak tunggalnya.
Ia akan rela mengorbankan apapun yang ia miliki demi membahagiakan anak tunggalnya. Apabila seseorang telah terbebas dari kemelekatan, ia dapat mengembangkan cinta kasih tanpa batas ini kepada semua mahluk, bahkan kepada musuhnya sekalipun.
Semoga dengan penjelasan singkat ini dapatlah meluruskan pandangan tentang Ajaran Sang Buddha tentang ketidakmelekatan yang justru akan membangkitkan cinta kasih tanpa batas yang setiap saat dikembangkan dalam kehidupan seseorang.
Semoga selalu berbahagia dalam cinta kasih tanpa batas.
Salam metta,
B. Uttamo