04/05/2026
RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
Selasa, 5 Mei 2026
MENCARI-MENEMUKAN DAN MENCARI ALLAH LAGI
"Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" (1 Tawarikh 16:11)
Sebuah lagu rohani berjudul “aku lebih perlu” dinyanyikan Grezia Epiphania, di mana bait pertamanya, _“Ku mencari wajah-Mu, Yesus kekasihku, bukan karna apa yang Kau buat, tapi karna cintaMu”_. Prioritasnya adalah pribadi Yesus, bukan apa yang Yesus perbuat. Lagu ini terdengar mengusik rumus iman kebanyakan orang Kristen yang membangun hubungan dengan Allah bersifat transaksional “Berkat Allah sediakan-aku dekat untuk diberkati.” Allah menjadi tempat yang menyediakan segala kebutuhan yang kita cari. Rumusan ini tampak rohani, tetapi sejujurnya sangat dangkal. Hubungan dengan Allah hanya sebatas kebutuhan, bukan relasi personal.
Daud juga menyerukan, “Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” di tengah sukacita bangsa Israel karena tabut Allah telah dibawa kembali. Seharusnya situasi itu membuat umat merasa Allah sedang dekat, namun Daud justru menyerukan untuk mencari wajah Allah. Daud tidak ingin umat hanya menikmati “berkat” Allah, berpikir bahwa Allah milik mereka, lekas puas, lalu setelah itu lupa. Artinya, mencari Allah bukan tanda bahwa Ia jauh, tetapi tanda relasi yang hidup dengan Allah, yang dirindukan bukan sekadar “berkat” melainkan rindu persekutuan dengan Allah secara pribadi.
Seperti kata Tuhan Yesus, _“Carilah dulu kerajaan Allah-maka semua akan ditambahkan.”_ Prioritasnya persekutuan dengan Allah disusul kebutuhan, bukan prioritas kebutuhan barulah ada persekutuan dengan Allah. Mencari Allah bukan hanya tentang datang kepada Dia saat kita membutuhkan, tetapi karena terus merindukan Allah. Bahkan ketika semua tercukupi tapi terus mencari Allah, itu menandakan bahwa relasi dengan Allah mengajak kita terus bergerak. *Tinggal dalam Allah bukan berarti berhenti mencari seakan telah menemukan akhir, melainkan terus bergerak mengalami, mencari lagi, menemukan, merindukan lagi.* _[NFLT]_
Lagu:
KJ No. 362 “Aku milikMu, Yesus, Tuhanku”