Renungan Harian Protestan

Renungan Harian Protestan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Renungan Harian Protestan, Religious organisation, Sersan Aning 08, Depok.

Renungan harian Protestan membantu anda untuk ber - saat teduh di setiap waktu,dengan materi-materi ringan namun berbobot diharapkan memberikan pencerahan serta jawaban untuk setiap permasalahan iman

Renungan Harian Protestan>Bacaan: MAZMUR 116:12-19Nas: Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama T...
25/11/2023

Renungan Harian Protestan

>

Bacaan: MAZMUR 116:12-19

Nas: Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN. (Mazmur 116:13)

Berhasil dan Memuliakan Tuhan

Sepasang suami-istri yang sedang mencari rumah baru, diantar seorang pemasar memasuki satu rumah yang dari luar tampak menarik. Namun, begitu membuka pintu mereka terkejut melihat suasana ruang tamu yang dihiasi oleh berbagai macam hewan yang diawetkan. "Hewan-hewan ini menjadi semacam trofi kemenangan dari pemilik rumah yang hobi berburu, " ujar si pemasar. Meski agak terkejut, mereka tetap menyelesaikan kunjungan singkat di rumah itu sebelum melihat beberapa rumah lain yang akan mereka jadikan bahan pertimbangan sebelum memilih.

Dalam hidup ini, ada banyak cara dilakukan orang untuk menunjukkan bukti kemenangan agar dilihat oleh orang lain, lalu mendapat pengakuan. Sebagian lagi melakukannya supaya mendapat catatan positif sebagai portofolio untuk meraih jenjang karier yang lebih tinggi. Ada yang memajang piala, piagam penghargaan, medali, hingga yang belakangan sedang tren adalah sertifikat elektronik. Hal itu tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan wajar, tetapi bagi orang percaya, setiap bukti kemenangan seharusnya dapat dipakai sebagai sarana untuk memuliakan Tuhan. Inilah yang dimaksudkan oleh Daud, "Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN."

Sesungguhnya bagi kita orang percaya, tak ada kemenangan dan keberhasilan yang tidak disertai campur tangan Tuhan di dalamnya. Jadi, mengapa kita tidak menggunakan kesempatan yang baik itu-setiap kali Tuhan izinkan kita meraih kemenangan atau keberhasilan-untuk memuliakan Dia, memberitakan keselamatan, dan menyerukan nama-Nya?

* * *
DALAM SETIAP KEMENANGAN DAN KEBERHASILAN KITA,
NAMA TUHAN LAYAK DITINGGIKAN.

* * *

Renungan Harian Protestan >Bacaan: WAHYU 3:14-22Nas: "Siapa yang Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu, bersungguh...
24/11/2023

Renungan Harian Protestan

>

Bacaan: WAHYU 3:14-22

Nas: "Siapa yang Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu, bersungguh-sungguhlah dan bertobatlah!" (Wahyu 3:19)

Teguran dan Hajaran Kasih

Ketika kanak-kanak, saya sering protes kepada ibu. Sebab, setiap ada keributan saat bermain dengan teman, sayalah yang kena tegur. Terlebih jika saya berusaha membenarkan diri. Ibu malah memarahi saya. Tentu saya jengkel. Namun, di akhir kemarahannya ibu selalu mengatakan, "Ibu marah sama kamu karena kamu anak Ibu. Ibu peduli sama kamu! Ibu marah karena Ibu sayang kamu!"

Jemaat Laodikia menjadi sombong karena merasa memiliki segalanya. Mereka menganggap kekayaan dan kemakmuran sebagai bukti bahwa Allah berkenan dan memberkati kehidupan mereka. Mereka menilai diri terlalu tinggi. Mereka membangun kepercayaan diri di atas kekuatan manusia. Karena itu, Kristus merasa muak dengan sikap mereka yang merasa diri tidak kekurangan apa-apa. Kristus bahkan akan memuntahkan mereka. Namun demikian, Kristus tetap menunggu pertobatan mereka. Karena itulah, Kristus memberikan peringatan yang didasari oleh dorongan yang kuat dan penuh rahmat. Teguran dan hajaran-Nya adalah pernyataan kasih-Nya guna membawa pertobatan yang menyelamatkan.

Hardikan firman Allah mungkin tampak sebagai kata-kata yang keras dan teguran-teguran yang berat. Namun, itu adalah pertanda kehendak baik-Nya yang timbul dari kasih. Sebelum emosi negatif menguasai, baiklah kita sadari betapa malangnya orang yang menolak setiap teguran dan hajaran dalam kasih ini. Akui saja kelemahan diri, lalu datanglah kepada Kristus dengan kemiskinan dan kehampaan. Sebab inilah yang memungkinkan kita beroleh kekayaan rohani dan kepuasan sejati.

* * *
TEMPAAN YANG KERAS MEMBENTUK BESI MENJADI SAMURAI, KERASNYA
TEGURAN DAN HAJARAN TUHAN MEMBENTUK KITA KUAT DI DALAM IMAN.

* * *

Renungan Harian Protestan >Bacaan: LUKAS 5:1-11Nas: Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke ...
22/05/2023

Renungan Harian Protestan

>

Bacaan: LUKAS 5:1-11

Nas: Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4)

Walaupun Masih Sulit

Seorang teknisi tahu betul seberapa besar kemungkinan sebuah perangkat dapat diperbaiki. Dia tahu darimana harus menyelesaikannya. Selama perangkat tersebut belum mengalami banyak modifikasi pastilah seorang teknisi mampu mendeteksi mengapa perangkat itu tidak bisa bekerja secara normal.

Bapa kita di surga tahu bagaimana memperbaiki kelemahan-kelemahan diri kita sebagai manusia. Tuhan pun tahu kondisi yang dialami Petrus sebagai seorang nelayan. Tuhan melihat dengan jelas bagaimana Petrus sudah lelah menunggu. Petrus telah berhenti berjuang mencari ikan karena kondisi terasa sedang tidak bersahabat. Yesus datang untuk menunjukkan kepada Petrus bahwa Dia mampu memberi harapan walaupun keadaan masih sulit. Pada ayat 5 ditulis, "Simon menjawab, 'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena perkataan-Mu itu, aku akan menebarkan jala juga.'"

Di masa-masa sulit seperti inilah Yesus menyelidiki iman setiap dari kita. Apakah kita berani memercayakan kebutuhan kita kepada-Nya? Mari belajar dari Petrus yang berani melepaskan kekhawatiran-kekhawatiran yang ada. Keputusan Petrus untuk menaati perintah Yesus mampu mengubah masa sulitnya menjadi s**acita yang melimpah. Kehadiran Yesus saat itu telah merubah hidup dan masa depan Petrus selanjutnya. Ia tersungkur dan berkata, "Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa" (ay. 8). Di atas semuanya itu, Petrus memiliki keberanian untuk memercayakan keterbatasannya kepada Yesus walaupun di masa-masa sulit.

* * *
KETAATAN KEPADA YESUS AKAN MEMBAWA PERUBAHAN HIDUP
MESKIPUN KEADAAN MASIH BEGITU SULIT.

* * *

Renungan Harian ProtestanSabtu, 20 Mei 2023Bacaan: MATIUS 4:18-22Nas: Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku da...
20/05/2023

Renungan Harian Protestan

Sabtu, 20 Mei 2023

Bacaan: MATIUS 4:18-22

Nas: Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19)

Mensyukuri Kemampuan

Menarik, sejak awal Petrus dan Andreas dipanggil menjadi murid, Tuhan menghargai kemampuan yang mereka miliki selama ini yaitu soal menjala ikan. Hanya, sekarang Tuhan mengganti objek jalanya dari ikan menjadi manusia. Tuhan pun tidak berusaha mengubah mereka untuk menjadi orang lain, tetapi justru menguatkan dan memakai kemampuan mereka itu untuk perkara yang lebih besar.

Apa kemampuan yang Tuhan telah taruh dalam diri kita? Ada yang pintar membuat kue. Jago menggunting rambut. Pintar menjual mobil. Cerdas mengajar. Ahli menawarkan produk. Hebat memasak. Mahir pembukuan. Percayalah, Tuhan telah memberi bakat atau kemampuan unik dalam diri setiap kita. Salah kalau ada orang yang mengasihani diri beranggapan ia tidak punya kemampuan apa-apa. Sebiasa apa pun dirinya, minimal pasti ada satu kemampuan yang Tuhan telah taruh.

Jangan pernah kita kecil hati atau tidak mensyukuri kemampuan yang kita miliki karena sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Ingat, setiap orang sudah diberi jatah porsi masing-masing dalam rencana Tuhan yang indah. Daripada sibuk iri melihat kemampuan orang lain, lebih baik kita sibuk mengembangkan diri dan mempersembahkannya kepada Tuhan.

Karena seperti kisah Andreas dan Petrus tersebut, ketika kita mau menjawab panggilan Tuhan dan menyerahkan setiap kemampuan kita kepada-Nya, Dia akan bertindak menjadikannya untuk perkara-perkara besar yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.

* * *
TIDAK ADA KEMAMPUAN YANG TERLALU KECIL
UNTUK DIPAKAI BAGI KEMULIAAN TUHAN.

* * *

Renungan Harian Protestan>Bacaan: EZRA 1Nas: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dika...
30/06/2022

Renungan Harian Protestan

>

Bacaan: EZRA 1

Nas: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda." (Ezra 1:2)

Pengaruh Allah

Seorang wanita kehabisan bensin di tengah perjalanan. Ia bingung karena tempat itu sepi dan asing baginya. Sementara ia hanya seorang diri. Ia semakin khawatir ketika seorang berpakaian lusuh mendekatinya. Degup jantungnya bertambah kencang, takut jika orang itu berlaku jahat kepadanya. Namun ternyata gelandangan itu menolongnya, membelikannya bensin menggunakan sebuah jeriken.

Israel beroleh kebebasan dari Babel. Mereka diperbolehkan kembali ke Yerusalem. Hal ini sesuai dengan janji Allah kepada Israel yang menyatakan bahwa pembuangan itu hanya akan berlangsung selama tujuh puluh tahun. Namun siapa sangka jika kebebasan ini mereka peroleh atas maklumat Raja Koresh? Koresh adalah seorang raja Persia yang berhasil menaklukkan Babel. Sebagai raja baru Babel, tindakan pertamanya adalah mendorong bangsa Yahudi kembali ke Yerusalem dan membangun kembali puing-puing rumah Allah. Koresh merestui dan mencukupi persiapan, persediaan dan perjalanan mereka. Ia mengembalikan perlengkapan rumah Tuhan yang dulu dirampas. Padahal, Koresh adalah seorang yang tak mengenal Allah. Bagaimana hal ini terjadi? Tak lain karena pengaruh Allah sebagai pemegang kedaulatan. Dialah yang menggerakkan hati Koresh.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dia dapat memakai siapa pun menjadi alat-Nya. Sebab Allah berdaulat penuh dalam memerintah dunia, dengan meletakkan pemikiran yang seturut kehendak-Nya dalam diri manusia. Karena itu bukan kepada manusia kita harus menaruh harapan, melainkan hanya kepada Allah saja.

* * *
LETAKKAN PENGHARAPAN KEPADA ALLAH,
KARENA DIA BERDAULAT PENUH DALAM MEMERINTAH DUNIA.

* * *

Renungan Harian Protestan>Bacaan: YOHANES 1:40-42Nas: Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, "Engk...
29/06/2022

Renungan Harian Protestan

>

Bacaan: YOHANES 1:40-42

Nas: Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)." (Yohanes 1:42)

Di Bawah Bayang-Bayang

Berada di bawah bayang-bayang seseorang bisa diartikan sebagai dipandang sebelah mata atau kurang dibutuhkan. Tidak sedikit orang merasa kurang dihargai dan tidak diperlakukan dengan adil. Mereka bisa saja marah menuntut perlakuan yang sama. Jika Tuhan memosisikan diri kita harus berada "di bawah bayang-bayang seseorang", apa reaksi kita?

Sungguh, rasanya hanya orang-orang yang menyadari siapa dirinya di hadapan Tuhan dan rendah hati sajalah yang akan terbebas dari luka-luka hati. Sikap hati inilah yang ditunjukkan Andreas. Andreaslah yang memperkenalkan Petrus kepada Yesus. Andreas adalah mentornya Petrus. Tetapi, meski demikian, nama Andreas sangat jarang ditulis dalam Alkitab. Bandingkan dengan Petrus! Namanya lebih sering disebut, Petrus jauh lebih populer daripada Andreas. Andreas pun "hanya" dikenal sebagai saudara Simon. Ia tidak pernah melakukan manuver untuk menyamai Petrus. Tidak ada rasa marah, cemburu, atau iri hati menyaksikan pop**aritas Petrus. Andreas hanya berupaya menjadi yang terbaik bagi dirinya sendiri. Ia bersyukur dengan porsi yang sudah diberikan Tuhan kepadanya dan tetap mengerjakan dengan setia seumur hidupnya.

Setiap orang ingin diakui, diperlakukan dengan adil, atau mendapat penghargaan lebih dari orang lain. Tetapi bagaimana jika hal itu tidak terjadi? Bagaimana sikap hati kita jika orang menerima perhatian dan perlakuan lebih baik daripada kita? Apakah kita tetap menjaga hati untuk tidak terganggu dengan hal itu, ikut bers**acita dengan kesuksesan orang lain, dan tetap mengerjakan bagian kita dengan cara terbaik dan setia?

* * *
TIDAK PERLU CEMBURU! KERJAKAN SAJA DENGAN SETIA SETIAP PORSI
YANG TUHAN BERIKAN KEPADA KITA.

* * *

Renungan Harian Protestan>Bacaan: MATIUS 25:14-30Nas: "Lalu kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai...
28/06/2022

Renungan Harian Protestan

>

Bacaan: MATIUS 25:14-30

Nas: "Lalu kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam hal yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah dan turutlah dalam k (Matius 25:23)

Dua Talenta

Seorang ibu mengadakan kebaktian pengucapan syukur di rumahnya pada gang sempit. Lebih dari tiga puluh orang undangan duduk berjejal memenuhi teras hingga tepi jalan. Selesai khotbah singkat pendeta, ibu itu mengeluarkan masakannya satu demi satu dan meminta beberapa jemaat untuk turut membagikan makanan. Rumah yang sempit tidak memungkinkan jemaat masuk mengambil makanannya sendiri. Karena sendok dan garpu kurang, jemaat diminta untuk tetap memegang sendok garpunya untuk menu berikutnya. Terlepas dari keterbatasan ini, sang ibu tetap melayani dengan gembira. Dirinya ingin memaksimalkan segenap kemampuannya untuk mengucap syukur.

Ketika membaca perumpamaan Yesus tentang talenta, biasanya kita terpaku pada hamba yang mendapat dan menghasilkan paling banyak, yakni lima talenta. Sorotan juga lebih terarah pada hamba dengan satu talenta, sebab dialah yang mendapat hukuman dari tuannya. Namun ada hal yang menarik mengenai hamba yang menghasilkan dua talenta. Ia memperoleh pujian yang sama dari tuannya sebagaimana hamba dengan lima talenta. Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan menghargai hamba yang menggarap secara maksimal berapa pun talenta yang Tuhan percayakan.

Agaknya karya pelayanan sebagian orang terhambat oleh pola pikir yang salah. Sebagaimana hamba yang memendam talentanya, kita sering tidak menghasilkan apa-apa karena merasa tidak mampu melakukan apa pun. Sesungguhnya kita perlu belajar pada ibu yang mendayagunakan segenap kemampuannya untuk melayani.

* * *
TUHAN MENGHARGAI UPAYA MAKSIMAL KITA MENGEMBANGKAN
SEGENAP TALENTA YANG DIA KARUNIAKAN.

* * *

Renungan Harian Protestan>Bacaan: MAZMUR 5Nas: TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku men...
11/05/2022

Renungan Harian Protestan

>

Bacaan: MAZMUR 5

Nas: TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. (Mazmur 5:4)

Berlari Lebih Cepat

Kijang-kijang Afrika biasanya terbangun ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Itu juga menjadi penanda bahwa mereka harus berlari lebih cepat dari singa-singa. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan terbunuh. Hal yang sama dilakukan oleh para singa. Ketika matahari mulai menampakkan sinarnya, mereka harus berlari lebih cepat dari seekor kijang kecil yang paling lamban atau mereka akan mati kelaparan. Tak peduli apakah mereka adalah singa atau kijang kecil, saat matahari terbit, lebih baik bagi mereka untuk cepat berlari.

Secara rohani, apa yang dilakukan kijang dan singa itu mengingatkan bahwa kita terlibat dalam peperangan rohani setiap hari. Firman Tuhan pada hari ini menyatakan bagaimana Daud mengungkapkan betapa ia membutuhkan pertolongan Allah. Ia datang ke hadirat Tuhan pagi-pagi sekali, untuk mencari tuntunan dan perlindungan-Nya. Daud sadar sepenuhnya bahwa hanya penyertaan dan kekuatan Tuhanlah yang mampu memberinya kemenangan dalam peperangan rohani setiap hari.

Dalam sebuah khotbahnya, Charles Spurgeon pernah berkata, "Jika kita tidak mencari Tuhan, maka Iblislah yang akan mencari kita." Dengan pemahaman ini, tentu kita tidak akan menunggu sampai diserang oleh Iblis, baru kemudian memikirkan strategi untuk lari dari musuh jiwa kita itu. Ketika matahari mulai menunjukkan sinarnya, kiranya di saat yang sama kita terbangun, mengatur persembahan di hadapan Tuhan dan menanti-nantikan kekuatan-Nya. Dengan demikian kita menerima kekuatan baru untuk berlari lebih cepat dalam kehidupan yang penuh tantangan ini.

* * *
SAAT MATAHARI MENUNJUKKAN SINARNYA, ITU MENJADI PENGINGAT
BAGI KITA UNTUK BERLARI LEBIH CEPAT MENANTI-NANTIKAN TUHAN.

* * *

TANTANGAN IMANBaca: KIS. PR. RASUL 13:4-12Tetapi Elimas, tukang sihir itu—demikianlah arti namanya—menghalang-halangi me...
21/05/2021

TANTANGAN IMAN

Baca: KIS. PR. RASUL 13:4-12

Tetapi Elimas, tukang sihir itu—demikianlah arti namanya—menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya. (Kis. Pr. Rasul 13:8)

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 1-3

Di Pafos, Barnabas dan Saulus mendapat undangan dari gubernur p**au itu. Dia seorang bukan Yahudi bernama Sergius Paulus. Dia orang cerdas yang sangat hati-hati dan penuh pertimbangan. Dia bertindak berdasar akal sehat, bukan nafsu atau prasangka semata. Dia mengundang Barnabas dan Saulus karena ingin mendengar firman Allah, ingin tahu tentang pikiran dan kehendak Allah. Sekalipun berkedudukan tinggi dan berwenang, dia mau menerima para pemberita Injil yang bukan siapa-siapa.

Namun demikian ada seorang kawan yang tidak s**a mengetahui sang gubernur menerima ajaran kebenaran. Dia adalah Elimas, seorang tukang sihir. Dia tidak hanya menyimpang dari kebenaran Allah, melainkan juga ingin membuat sang gubernur menentang utusan Allah. Elimas ingin agar sang gubernur tidak percaya kepada Yesus karena hal itu mengancam keberadaannya.

Semakin hebat dan berkuasa seseorang, semakin besar tantangan mereka untuk menyatakan iman. Iblis akan terus berusaha mencegah mereka menjadi taat kepada Allah sebab teladan mereka akan memengaruhi banyak orang. Sementara di lain sisi, orang yang menjadi “antek iblis”, yakni mereka yang gemar membelokkan jalan Tuhan, biasanya akan bersikukuh dalam tabiatnya. Sekalipun jalan di depannya menunjukkan bukti yang kuat dan meyakinkan tentang adanya kebenaran Allah, mereka akan berusaha dengan berbagai cara untuk menghalangi perjalanan Injil. Apa yang mesti dilakukan orang percaya? Tentu saja menjadikan tantangan sebagai sarana belajar, semakin maju di dalam iman

BAGI ORANG BERIMAN, TANTANGAN BUKAN HAMBATAN,
MELAINKAN SEBUAH BATU LONCATAN UNTUK SEMAKIN DIKUATKAN

DECLUTTERING KEHIDUPANBaca: EFESUS 4:17-32Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuan...
20/05/2021

DECLUTTERING KEHIDUPAN

Baca: EFESUS 4:17-32

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian p**a segala kejahatan. (Efesus 4:31)

Istilah decluttering sempat tren di kalangan para penggemar gaya hidup minimalis. Kata decluttering bisa diartikan sebagai tindakan memindahkan barang-barang yang tidak perlu dari suatu tempat. Kalau diterapkan di rumah, decluttering bisa berarti aktivitas merapikan rumah dengan mengemas, menyimpan, atau membuang barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan atau jarang dipakai, tetapi selama ini memenuhi rumah.

Sebagai umat Tuhan, tindakan decluttering juga perlu dilakukan terkait hal-hal yang tidak berguna, bahkan cenderung merusak jika dibiarkan lebih lama menetap dalam hati kita. Minimal ada lima hal yang perlu kita periksa hari ini, menurut nasihat firman Tuhan, yakni apakah kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah masih mewarnai hidup kita? Bagaimana dengan rencana atau niat jahat terhadap orang lain? Jika hal-hal tersebut masih ada, firman Tuhan menasihatkan agar semua hal itu dibuang dari kehidupan kita. Mungkin tidak bisa sekaligus kita buang, tetapi setidaknya ada upaya untuk meninggalkan semua hal yang tidak berguna itu, dalam pertolongan Roh Kudus.

Kondisi hati menentukan sejauh mana kehidupan kita akan berlangsung. Hati yang terjaga akan membawa “kehidupan” dalam keseharian kita (lih. Ams. 4:23), tetapi hati yang dibiarkan tercemar oleh hal-hal di atas hanya akan mendatangkan kes**aran. Manakah kondisi kehidupan yang ingin Anda jalani? Mari lakukan evaluasi diri dan pastikan Anda benar-benar membuang setiap hal yang tidak seharusnya bersarang dalam hati!

KECAKAPAN UNTUK MEMBUANG HAL-HAL YANG BERPOTENSI MERUSAK
AKAN MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI KITA

LALAI MERAWAT RUSAK AKIBATNYABaca: 1 RAJA-RAJA 11:1-13Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondong...
19/05/2021

LALAI MERAWAT RUSAK AKIBATNYA

Baca: 1 RAJA-RAJA 11:1-13

Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan .... (1 Raja-raja 11:4)

Merawat itu bukan perkara mudah. Saya mengenal seseorang yang s**a mengoleksi tanaman-tanaman hias langka yang sangat mahal harganya. Saking sayangnya, ia bisa berjam-jam setiap hari khusus untuk memperhatikan tanaman-tanaman itu. Membersihkan daun, menyiram, memberi pupuk, bahkan mengamati dengan teliti setiap lembar daun, adalah hal-hal yang tidak pernah bosan dilakukannya. “Tanaman-tanaman itu begitu berharga, sedikit saja kelalaian saat merawat, tanaman itu bisa rusak!” ujarnya.

Tak ubahnya merawat hati, hati yang semula tulus pun bisa jadi berubah jika tidak dirawat dengan baik. Merawat hati itu butuh perhatian dan kewaspadaan. Jika tidak, maka sedikit godaan saja bisa merusak apa yang baik. Salomo memulai perjalanan imannya dengan baik, hatinya begitu tulus mencintai Tuhan. Namun ia tidak mampu mempertahankan kesetiaan kepada Allah dan telah melanggar perjanjian dengan Tuhan karena hatinya berpaling kepada allah-allah lain akibat kecintaannya kepada perempuan-perempuan asing (ay. 1). Sedikit saja ia berkompromi dengan dosa, maka hatinya pun dibutakan.

Merawat hati memerlukan ketegasan untuk berkata “tidak” kepada dosa. Bukankah sebuah kejatuhan itu banyak terjadi karena kita merasa diri kuat untuk menanggungnya? Bisa jadi Salomo merasa bahwa bersahabat dengan banyak perempuan tidak akan memengaruhi hubungannya dengan Tuhan. Salomo mulai membuka hatinya dan akhirnya ia pun tergiring sedikit demi sedikit untuk meninggalkan Tuhan. Jadi, kiranya kita senantisa ingat bahwa salah besar jika kita menganggap diri kita telah kebal terhadap pengaruh dosa.

AHITOFELBaca: 2 SAMUEL 15:31-37Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: "Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepa...
18/05/2021

AHITOFEL

Baca: 2 SAMUEL 15:31-37

Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: "Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom," maka berkatalah Daud: "Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN.” (2 Samuel 15:31)

Ahitofel adalah penasihat Daud yang bijaksana. Ia berasal dari Gilo, salah satu kota Yehuda (2Sam. 15:12). Daud menilai bahwa setiap nasihat Ahitofel sama dengan petunjuk yang dimintanya dari Allah (2Sam. 16:23). Tak heran, ketika Daud mendengar bahwa Ahitofel telah membelot dan menjadi penasihat Absalom untuk menggulingkan kerajaannya, Daud sangat gentar. Ahitofel ini yang menasihatkan Absalom tidur dengan gundik-gundik Daud yang ditinggalkan di Yerusalem, agar para pengikutnya makin teguh hatinya (2Sam. 16:21-22). Ahitofel juga yang meminta 12 ribu pas**an untuk mengejar dan membunuh Daud, namun akhirnya digagalkan oleh Husai, sahabat Daud (2Sam. 17). Apa yang membuat Ahitofel mengkhianati Daud dan sangat ingin membunuhnya?

Barangkali karena Ahitofel memendam kemarahan dan kepahitan kepada Daud, yang telah ia layani dengan setia bertahun-tahun. Ahitofel adalah kakek dari Batsyeba, yang berzina dengan Daud. Yang suaminya, Uria dibunuh dengan siasat keji. Padahal ia dan putranya, Eliam, ayah Batsyeba, juga melayani Daud dengan setia. Eliam dan Uria sendiri dicatat dalam daftar para pahlawan Daud (2Sam. 11:3; 23:34, 39).

Ahitofel adalah salah satu korban dari perzinaan Daud dengan Batsyeba. Hatinya dipenuhi kepahitan, dendam dan amarah. Ketika kesempatan terakhir untuk membunuh Daud sudah gagal, ia pun bunuh diri (2Sam. 17:23). Kisah kelam ini hendaknya membuat kita berpikir ulang sebelum melakukan dosa, agar tidak menghancurkan diri kita serta orang lain.

SETIAP TINDAKAN KITA JUGA BERDAMPAK KEPADA ORANG LAIN,
KARENANYA KITA HARUS BERTINDAK DENGAN LEBIH HATI HATI AGAR TIDAK BERDAMPAK BURUK KEPADA KITA DI KEMUDIAN HARI

Address

Sersan Aning 08
Depok
16431

Telephone

+6289681519155

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Renungan Harian Protestan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Renungan Harian Protestan:

Share