27/12/2019
SUDAH TOBAT LALU BERMAKSIAT LAGI, APAKAH DITERIMA TOBATNYA?
Memang demikianlah sifat dasar manusia, berbuat kesalahan tidak hanya sekali namun berkali-kali. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap manusia pasti banyak berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertobat.” [HR. Tirmidzi no.2687. At Tirmidzi berkata: “Hadis ini Gharib”. Dihasankan Al Albani dalam Al Jami Ash Shaghir, 291/18]
Perhatikan dalam hadis ini digunakan kata خطاء yang artinya: ‘Banyak berbuat salah’. Namun kata Nabi ﷺ setelah itu, “Sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertobat”. Ini isyarat bahwa orang yang dosanya banyak, termasuk orang yang mengulang dosa yang sama setelah tobat, TETAP AKAN DITERIMA TOBATNYA.
Juga dalam sebuah Hadis Sahih disebutkan:
أإِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا آخَرَ وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا آخَرَ فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا آخَرَ فَاغْفِرْ لِى قَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا آخَرَ وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا آخَرَ فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا آخَرَ فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَقَالَ رَبُّهُ غَفَرْتُ لِعَبْدِى فَلْيَعْمَلْ مَا شَاءَ
“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni.
Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni.
Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni.
Lalu Allah berfirman: ‘Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat ses**anya.’” [HR. Bukhari no. 7068]
Dalam Fathul Baari dijelaskan Ibnu Hajar Al Asqalani berkata:
“Makna dari firman Allah ‘Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat ses**anya‘ adalah: ‘Selama engkau selalu bertobat setiap kali bermaksiat, Aku telah ampuni dosamu’”.
Beliau juga membawakan perkataan Imam An Nawawi:
“Jika seseorang berbuat dosa seratus kali, seribu kali, atau bahkan lebih banyak, dan setiap berbuat dosa ia bertobat, maka tobatnya diterima. Bahkan jika dari ribuan perbuatan dosa tadi setelahnya ia hanya sekali bertobat, tobatnya pun diterima.” [Fathul Baari, 89/21]
Maka teruslah istikamah menjauhi maksiat, dan terus bertobat kepada Allah.
Semoga kita dimatikan di atas kebaikan.
Wallahu a’lam.