Zawiyah Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra

Zawiyah Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra Semoga Allah SWT dan Rasulullah Saw serta Sayyidi Syekh Ra ridhoi kita semua

07/08/2026

THARIQAH TIJANIYYAH MU'TABARAH

Dalam islam ada sebanyak 360 Thoriqoh Mu'tabaroh sebagaimana diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW sebagai berikut:

إِنْ شَرِيْعَتِى جَآءَ عَلَى ثَلَثمائَةٍ وَسِتِّيْنَ طَرِيْقَةً مَا سَلَكَ أَحَدٌ طَرِيْقَةً مِنْهَا إِلَّا نَجَا. (رواه الطبرانى)

"Sesungguhnya syariat ku datang membawa 360 thariqah, siapapun yang menempuh salah satu thariqah-thariqah itu pasti selamat." (HR Thabrani)

Sedangkan yang tercatat dalam hasil Kongres dan Mubes Jam'iyah Ahli Thariqah Al Mu'tabarah sebanyak 44 thariqah. Thariqah itu dihukumi mu'tabarah apabila mempunyai sanad muttasil kepada Rasulullah SAW, dan sanad muttasil kepada Rasulullah SAW ada dua:

1. Dengan jalan ditalqin oleh Rasulullah SAW sewaktu beliau masih hidup, yaitu talqin kepada sahabat beliau.

2. Dengan jalan talqin oleh Rasulullah setelah beliau wafat/berada di alam barzakh. Talqin dikatakan talqin barzakhi.

Talqin Barzakhi

a. Sabda Rasulullah SAW dalam mimpi

Orang yang bermimpi melihat Rasulullah SAW, maka yang dilihat itu benar-benar Rasulullah SAW, sebab setan tidak bisa menyerupai Rasulullah SAW.

مَنْ رَأنِى فِى الْمَنَامِ فَقَدْ رَأنِى حَقًّا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بى (رواه البخارى ومسلم وأحمد)

"Barangsiapa yang melihatku dalam tidur/ mimpi, maka Dia benar-benar melihatku, sebab setan tidak bisa menyerupai aku." (HR Bukhari Muslim dan Ahmad)

Dalam hadis yang lain disebutkan:

مَنْ رَأنِى فِى الْمَنَامِ فَقَدْ رَأى الْحَقَّ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَزَايَابِى (رواه البخارى ومسلم وأحمد)

"Barangsiapa yang melihatku dalam tidur (mimpi) maka dia benar-benar melihat kebenaran, karena sesungguhnya setan itu tidak bisa berbentuk seperti aku." (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Selain yang dilihat dalam mimpi itu benar-benar Rasulullah SAW, juga apa yang disabdakan dalam perjumpaan dalam mimpi itu benar, sebagaimana diterangkan dalam kitab Sirajun Thalibin Syahr kitab Minhajul 'Abidin, 1:131:

فَإِنَّ الصُّوْفِىَ يَقُوْلُ: الْعِلْمُ بِوُجُوْدِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قَبيل المَحْسُوْسَاتِ الْمَرْئِيَةِ بِالأَبْصَارِ يَقَظَةً عِنْدَ الْمُقَّرَبِيْنَ وَنَوْمًا عِنْدَ غَيْرِهِمْ وَقَدْ قَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "مَنْ رَأنِى فِى الْمَنَامِ فَقَدْ رَأنِى حَقًّا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِصِوْرَتِى" إِذْ مَعْنَى الْحَدِيْثِ عِنْدَ الْأَكْثَرِ أَنَّ مَنْ رَأهُ نَوْمًا فَتِلْكَ الرُّؤْيَةُ مُسَاوِيَةٌ لِلرُّؤْيَةِ الْحِسِّيَّةِ يَقَظَةً بَلْ مَعْنًى كَمَا نَبَّهَ عَلَيْهِ عُلَمَآءُ الْحَدِيْثِ فَانْظُرْهُ

"Maka sebenarnya golongan Sufi berkata: "Mengetahui wujudnya Nabi Muhammad SAW termasuk mahsusat (yang diketahui dengan panca indra) yang terlihat dengan pandangan mata kepala dalam keadaan jaga (yaqazhah) bagi golongan muqarrabin dan dalam keadaan tidur bagi selain mereka. Dan Nabi Muhammad SAW telah bersabda: "Barangsiapa melihatku dalam tidur, maka dia benar-benar melihatku, karena setan tidak bisa menyerupai surahku (rupaku)." Sebab makna hadits ini menurut ulama yang terbanyak ialah bahwa orang yang melihat Nabi SAW dalam tidur/mimpi, maka nilai penglihatannya itu sama dengan penglihatan panca indra dalam keadaan yaqazhah, bahkan maknanya pun sama, sebagaimana diingatkan oleh para ulama hadits, maka perhatikanlah!"

b. Pertemuan Barzakhi

Sebagai mukjizat Rasulullah SAW adalah berjumpa makhluk bangsa ruh. Rasulullah SAW berjumpa malaikat, berjumpa manusia yang telah meninggal dunia (manusia yang sudah di alam barzakh). Berjumpa para nabi yang telah terdahulu dan mengerjakan shalat berjamaah bersama mereka ketika melaksanakan Isra di Baitul Maqdis. Berjumpa Nabi Musa di langit keenam dan memberi nasehat kepada Rasulullah SAW dan nasehatnya dilaksanakan oleh Rasulullah SAW ketika melaksanakan Mi'raj. Semua itu adalah mukjizat Rasulullah SAW dan mukjizat itu bisa menjadi kekeramatan wali Allah SWT, seperti:

قَالَ رَأَيْتُ يَوْمَ أُحُدٍ عَنْ يَمِيْنِ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ عَنْ يَسَارِهِ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا ثِيَابٌ بِيْضٌ يُقَاتِلَانِ عَنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ الْقِتَالِ مَارَأَيْتُهُمَا قَبْلَ ذَلِكَ وَلَا بَعْدَهُ يَعْنِى جِبْرِيْلَ وَمِكَائِيْلَ (أحرجه الشيخان)

"Sa'ad bin Abi Waqqash berkata: "Di hari (perang) Uhud saya melihat di kanan dan kiri Rasulullah SAW dua orang laki-laki berpakaian serba putih berperang membentengi Rasulullah SAW dengan gigih sekali. Saya belum pernah melihatnya sebelum hari itu dan tidak sesudahnya; yang dia kehendaki ialah Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail." (Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)

بَيْنَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لَايُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَايَعْرِفُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ أَمَامَ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ...... ثُمَّ انْطَلَقَّنَا فَلَبِثتُ مَلِيَّا ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرُ أَتْدْرِى مَنِ السَّائِلِ؟ قُلْتُ : "أَللَّهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ". قَالَ : إِنَّهُ جِبْرِيْلُ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ" (رواه البخارى)

"Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW pada suatu hari, tiba-tiba muncullah ditengah kami seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya dan rambutnya sangat hitam, tidak ada bekas-bekas berpergian dan tak seorangpun diantara kami yang mengenalnya sampai dia duduk di hadapan Nabi SAW. Lalu dia menyandarkan kedua lututnya kepada kedua lutut Nabi SAW dan menaruh kedua telapak tangannya ke atas kedua paha Nabi Muhammad SAW..... Kemudian kami pergi, lalu saya diam beberapa lama. Kemudian Nabi SAW bersabda: "Hai Umar, tahukah anda Siapakah orang yang bertanya itu? Saya menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahuinya." Nabi SAW bersabda: "Sebenarnya dia adalah Jibril, datang kepada kalian untuk mengajar kalian tentang agama kalian." (HR Bukhari)

Imam Ibnu Bathisy dalam kitabnya "Itsbatul Karamah" mensitir dari kitab "Thabaqatul Manawi", menyebutkan bahwa Abdullah bin Salam berkata:

أَتَيْتُ عُثْمَانُ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ لأُسَلِّمَ عَلَيْهِ وَهُوَ مَحْضُوْرٌ فَقَالَ مَرْحَبًا يَاأَخِى رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى هَذِهِ الْخُوْخَةِ فَقَالَ: يَاعُثْمَانُ حَصَرُوْكَ ؟ قُلْتُ : نَعَمْ ، فَأَدْلَى لِى دَلْوًا فِيْهِ مَآءٌ فَشَرِبْتُ حَتَّى رَوِيْتُ ، فَقَالَ إِنْ شِئُتَ نُصِرْتَ وَإِنْ شِئْتَ أَفْطَرْتَ عِنْدَنَا، فَا خْتَرْتُ أَنْ أُفْطِرَ عِنْدَهُمْ فَقُتِلَ ذَلِكَ الْيَوْمَ

"Saya datang kepada Utsman r.a untuk mendoakan selamat kepadanya ketika dia dikepung (pemberontak). Maka dia berkata: "Selamat datang wahai saudaraku, Saya melihat Rasulullah SAW di jendela ini, lalu bersabda: "Hai Utsman, mereka mengepung kamu! Saya katakan: "Na'am". Lalu Beliau mengulurkan timba berisi air kepadaku. Maka saya meminumnya sampai saya merasakan segar, dan beliau bersabda: "Kalau kamu menghendaki (pertolongan), saya beri pertolongan kepadamu, dan jika menghendaki berbukalah bersama kami." Maka saya memilih berbuka bersama mereka. Maka dia dibunuh pada hari itu." (Jami'ul Karamatil Auliya, 1:51)

Di samping Wali Allah SWT itu mendapat kekeramatan sebagaimana diterangkan diatas juga Rasulullah SAW berjanji akan menampakan diri beliau kepada orang yang pernah bermimpi melihat beliau. Rasulullah SAW akan menampakan dirinya kepadanya dalam keadaan jaga (yaqazhah) sebagaimana sabdanya:

مَنْ رَأَنِى فِى الْمَنَامِ فَسَيَرَانِى فِى الْيَقَظَةِ وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بى . (رواه البخارى ومسلم وأبو داود)

"Barang siapa melihatku dalam tidur, maka dia akan melihatku yaqazhah dan setan itu tidak bisa menyerupaiku." (HR Bukhari Muslim dan Abu Daud)

Janji Rasulullah SAW akan menampakan dirinya kepada orang yang pernah bermimpi itu dalam keadaan jaga (yaqazhah) tak ada mukhasshish (ketentuan-ketentuan khusus). Oleh sebab itu, janji itu baik ketika Rasulullah SAW masih hidup di dunia dahulu kepada para sahabat, atau setelah di alam barzakh maupun besok di akhirat, bahkan kalau di akhirat telah maklum bagi umatnya.

Dalam kitab "Bughyatul Mustafid Syahr Munyatu Murid" halaman 210 disebutkan sebagai berikut:

وَذُكِرَ فِى الْجَيْشِ الْكَبِيْرِ أَنَّ اللَّقَانِى رَحِمَهُ اللَّهُ حَكَى إِتِّفَاقَ الْحُفَّاظِ عَلَى جَوَازِ رُؤْيَتِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْيَقَظَةِ وَالْمَنَامِ وَأَنَّهُمْ لَمْ يَخْتَلِفُوْا فِى ذَلِكَ وَإِنَّمَا اخْتَلَفُوْا هَلْ يَرَى الرَائى ذَاتَهُ حَقِيْقَةً أَوْ مُثَالًا يُحْكِيْهَا . فَذَهَبَ إِلَى الأَوَّلِ جَمَاعَاتٌ وَذَهَبَ إِلَى الثَّانِى القَرَافِىُ والغَزَالِىُ

"Dan disebutkan dalam kitab: "Al-Jaisyul Kabir", bahwa Al-Laqani menceritakan ittifaqnya para huffazh atas bolehnya melihat Nabi SAW yaqazhah dan mereka tidak berselisih tentang itu, dan yang diperselisihkan mereka adalah: "apakah yang dilihatnya itu benar-benar dzat Nabi yang mulia secara hakikat atau sebagai misal yang menceritakan dzat Nabi Muhammad SAW. Kepada yang pertama jamaah ulama memilihnya dan kepada yang kedua Al-Qarafi dan Al-Ghazali memilihnya."

Melihat dan berjumpa Rasulullah SAW dalam mimpi adalah benar dan sabdanya pun juga benar dan bernilai positif, maka yang terutama apabila perjumpaannya itu yaqazhah. Dalam kitab "Bughyatul Mustafid" halaman 37 disebutkan sebagai berikut:

وَمِنَ الْمُقَرَّرِ عِنْدَ الْعُلَمَآءِ الأَعْلَامِ أَنَّهُ يُعْمَلُ بِجَمِيْعِ مَتَلَقَّاهُ الْعَارِفُوْنَ مِنْهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوَاءٌ فِى الْيَقَظَةِ أَوِ الْمَنَامِ مَالَمْ يُصَادِمْ شَيْئًا مِنَ النُّصُوْصِ الْقَطْعِيَّةِ أَوْ يُؤَدِّى إِلَى انْحِرَامِ قَاعِدَةٍ شَرْعِيَّةٍ

"Dan sebagian yang telah menjadi ketetapan bagi Al-Ulama Al-A'lam ialah bahwa semua apa yang telah diterimanya oleh Al-'Arifun dari Nabi SAW sama saja diterimanya dalamnya yaqazhah atau dalam mimpi diamalkan selama tidak berbenturan dengan nash qath'i atau menjadi rusaknya kaidah Syar'iyah "

Oleh sebab itu, talqin barzakhi sah hukumnya menurut agama Islam sebagaimana telah ditetapkan oleh Mu'tamar Nahdlatul Ulama ke-3 di Surabaya dan Mu'tamarnya yang ke-6 di Cirebon.

أَللَّهُمَّ احْشُرْنَا فِى زُمْرَةِ أَبى الْفَيْضِ التِّجَانِى
وَأَمِدَّنَا بِمَدَدِ خَتْمِ الأوْلِيآءِ الْكِتْمَانِى
بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى الْعَدْنَانِى

Ikuti saluran ZAWIYAH SAYYIDI SYEKH AHMAD AT TIJANI RA di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb05H8kKgsO1bVmokB1A

Zawiyah Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra

04/08/2026

Mengenal Jejak Sejarah Asy Syaikh Maulana Sayyid Umar Baidhowi Basyaiban Ra dikisahkan oleh Syaikh Jazuli Basyaiban

اللهم أحينا تجانيين وأمتنا تجانيين واحشرنا جميعاً في زمرة سيدي أحمد التجاني رضي الله عنه وأرضاه ونفعنا به آمين

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍۨ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي اِلٰی صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلٰی آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

بجاه سيّد المرسلين صلّی اللّه عليه وسلّم وبجاه شيخنا وسندنا دنيا واخری سيّدي ابي العبّاس احمد بن محمّد التّجاني رضي اللّه عنه وأرضاه وعنّا به

اللهم آمين يارب العالمين

Ikuti saluran ZAWIYAH SAYYIDI SYEKH AHMAD AT TIJANI RA di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb05H8kKgsO1bVmokB1A

Zawiyah Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra

29/07/2026

*Kedekatan Rasulullah Saw Dengan Sayyidi Syaikh Ra*

يقول سيدي أحمد التجاني سقاني محبوبي من وسط لجة علوماً وأسراراً وعلم الشريعة أنا أحمد التجاني ختم الولاية وجدي رسول الله خير الخليفة أنا الفصل إبن الأصل فضلا ومنتقى وسيفي مسلول لأهل الجريمة مريدي لا تحزن لأمر تخافه وقل ياااا تجاني آتيك بسرعة قدمي فوق الأولياء جميعهم من النشأة الأولى إلى يوم النفخة أنا بحر أهل الله مني شرابهم كذا كل العارفين في طي قبضتى أني سري مكتوم من يعرف حقيقتي سوى جدي المصطفى ختم النبوة أنا خصني جدي نوما و يقظة بأني فريد الدهر شكرا لنعمة سبابتي الوسطى روحي و روحه كما أتاني من طه إشارة عليه صلاة الله ثم سلامه مع الصحب الكرام ثم الأحبة توسلنا بالمختار صاحب الشفاعة يارب بالمختار أقبل وسيلتي

Berkata Sayyidī Ahmad at-Tijani: Kekasihku memberiku minum dari tengah lautan — lautan ilmu, rahasia-rahasia, dan ilmu syariat. Aku adalah Ahmad at-Tijani, penutup kewalian, dan kakekku adalah Rasulullah, sebaik-baik khalifah. Aku adalah pemisah (antara hak dan batil), anak dari asal (nubuwwah), anugerah dan pilihan, dan pedangku terhunus bagi para pelaku kejahatan.

Wahai muridku, janganlah bersedih karena urusan yang engkau takutkan, ucapkanlah: 'Yaa Tijani!', maka aku akan datang padamu dengan cepat.

Kakiku berada di atas seluruh para wali, mulai dari penciptaan pertama hingga hari tiupan sangkakala.

Aku adalah lautan bagi para kekasih Allah — dari akulah mereka minum, demikian p**a seluruh para arif billah berada dalam genggamanku.

Aku adalah rahasia yang tersembunyi — tidak ada yang mengenal hakikatku selain kakekku al-Muṣṭafā, penutup kenabian.

Kakekku (Nabi Muhammad) telah memberiku keistimewaan, baik dalam tidur maupun terjaga, bahwa aku adalah keunikan zaman ini — segala puji bagi nikmat tersebut.

Jari telunjuk dan jari tengahku (sebagai lambang) — ruhku dan ruhnya (Nabi) bersatu, sebagaimana isyarat dari Ṭāhā (Nabi Muhammad). Semoga shalawat dan salam Allah tercurah atasnya, beserta para sahabat mulia dan para kekasih yang tercinta.

Kami bertawassul dengan al-Mukhtār (Nabi Muhammad), pemilik syafaat, wahai Rabb, dengan al-Mukhtār, terimalah wasilahku."**

29/07/2026

*Sayyidi Syaikh ra Memiliki 1001 Cara Mendidik Setiap Muridnya*

Perlu kita ketahui bersama..

Para Wali Qutub banyak yg bertemu secara sadar dengan Rasulullah saw

Karena itu salah satu syarat menjad Wali Qutub demikin penjelasan Syaikh Muhammad Yunus A. Hamid

*Tetapi tidak ada Wali Qutub Manapun yg bisa mendidik muridnya ratusan ribu yg bisa bertemu dengan Rasululla saw secara sadar kecuali Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra*

"... و قد مات شيخنا رضي الله عنه المولى احمد التجاني عن مائة الف و اربعة و عشرين الفا من اصحابه . فكل واحد منهم رآه صلى الله عليه و سلم يقظة و مناما ببركته . و يوجد ذلك في كنانيشهم . و لو تتبعته لطال النفس . و قد علم عند اصحاب سيدنا رضي الله عنه و عنهم انه لا يموت احد ممن تمسك بعهده حتى يراه يقظة . فاكرم بهم و اعظم بمراتبهم .

📚 #الشِرب_الصافي للعارف بالله سيدي الحاج الأحسن البعقيلي رضي الله عنه .

Kutipan dalam kitab Asy-Syirb ash-Shāfī karya arif billah Sidi al-Hajj al-Ahsan al-Baqīlī raḍiyallāhu ‘anhu:

_"... Dan sungguh, Guru kami yang mulia, al-Mawlā Ahmad at-Tijānī raḍiyallāhu ‘anhu, wafat dalam keadaan memiliki seratus dua puluh empat ribu (124.000) pengikut. Masing-masing dari mereka telah melihat Rasulullah ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam dalam keadaan terjaga dan juga dalam mimpi, berkat keberkahannya (Syaikh Ahmad at-Tijānī)._

Pernah dijelaskan juga oleh KH Achmed Ahmed Tijani Muchlas dengan mengutip Kitab Busyatul Mustafid yang dimana intinya

Tak mengherankan jika ada satu wali mengingkari wali yang lain karena adanya perbedaan masyrab

Namun semua pewaris beliau ra akan mengantarkan kita kepada Rasulullah saw

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa Sayyidi Syaikh ra dalam mendidik para santrinya memiliki 1001 metode yg berbeda dalam mendidik muridnya..

Ada yang fokus dawam Maulid Burdah,Manaqib, Istighosah..

Ada juga yg hanya fokus dawam shalawat fatih..

Dan berbagai metode lainnya

Semoga kita selalu dalam bimbingan Sayyidi Syaikj ra dunia akhirat

Ikuti saluran ZAWIYAH SAYYIDI SYEKH AHMAD AT TIJANI RA di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb05H8kKgsO1bVmokB1A

Zawiyah Sayyidi Syaikh Ahmad At Tijani

27/07/2026

*13 Safar Milad Sayyidi Syaikh Ahmad At Tijani ra*

Malam ini menurut kalender hijriah adalah 13 Safar Hari Lahir Sayyid Syaikh Ahmad At Tijani ra

Beliau lahir 13 Safar 1150 H atau 1737 Masehi

Dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Yunus A. Hamid bahwa jika 18 Safar diangkatnya Sayyidi Syekh Ra sebagai panglima para wali seluruh zaman

Dan hari ini bertepatan dengan tanggal 13 Safar hari Lahirnya Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani Ra berdasarkan Kitab Ghoyatul Amani

Dan ini juga menjadi bukti salah satu kedekatan Rasulullah Saw dengan Sayyidi Syaikh Ra

Di Bulan Safar adalah Bulan Lahirnya Sayyidi Syaikh Ahmad At Tijani Ra maka selepasnya

Di Bulan Rabiul Awwal Adalah Bulan Kelahiran Rasulullah Saw

Untuk itu mari kita berikan hadiah kepada beliau baik dengan membaca Shalawat Fatih , Maulid Burdah atau Manaqib Sayyidi Syaikh Ra

Dengan niat hadiah kepada beliau Ra

Sebagai rasa syukur kita dengan lahirnya Sayyidi Syekh Ra yg menjadi Al Qutbul Maktum Wal Khotmul Awliya Al Muhammadiy

*Selamat Hari Lahir Wahai Guru Kami Sayyidi Syaikh Ahmad Tijani ra*

اللهم أحينا تجانيين وأمتنا تجانيين واحشرنا جميعاً في زمرة سيدي أحمد التجاني رضي الله عنه وأرضاه ونفعنا به آمين

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍۨ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي اِلٰی صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلٰی آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

بجاه سيّد المرسلين صلّی اللّه عليه وسلّم وبجاه شيخنا وسندنا دنيا واخری سيّدي ابي العبّاس احمد بن محمّد التّجاني رضي اللّه عنه وأرضاه وعنّا به

اللهم آمين يارب العالمين

Ikuti saluran ZAWIYAH SAYYIDI SYEKH AHMAD AT TIJANI RA di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb05H8kKgsO1bVmokB1A

Zawiyah Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra

25/07/2026

*Adab Sayyid Wali Duwaina Al Hasani Mencium Tangan Syarif Muhammad Al Habib At Tijani Al Hasani*

وأما المقدمون فإنهم خدام في الطريقة لا سادة فيها وكل فرد منهم يخدم الطريقة خدمة إلزامية ويعترف بسيادة ذرية الشيخ رضي الله عنه وأنه خديمهم كما اعترف بذلك الشيخ الحاج علي التماسيني رضي الله عنه فإنه خادم لأولاد الشيخ...

(رسالة سفينة النجاة للشيخ الشريف محمد طاهر بن يوسف السوداني رضي الله عنه ص 19)

Adapun para muqoddam, maka mereka adalah para pelayan dalam thoriqoh bukan para tuan(pemimpin), masing-masing dari mereka harus berkhidmah pada thoriqoh dan mengakui kepemimpinan para cucu syekhuna Ahmad At Tijany rodliyallahu 'anhu, dan mengakui bahwa ia adalah pelayan para cucu syekh sebagaimana yang diakui oleh As Syekh Al Haj Ali At Tamasini rodliyallahu 'anhu, beliau adalah pelayan para putra syekh.

Beliau sangat senang ketika sayyiduna Muhammad Al Habib putra dari syekhuna Al Qutb Al Maktum rodliyallahu 'anhuma memanggilnya sebagai khodim meskipun ketika itu beliau telah mengemban jabatan Qutb Ghouts selama 30 tahun...

(KITAB RISALAH SAFINAH ANNAJAH karya AS SYEKH AS SYARIF MUHAMMAD THOHIR BIN YUSUF AL HASANI AS SUDANI. HAL : 19)

هذا ولا مانع من أن تكون للمقدم إجازات متعددة مطلقة، وأن الله يمنحه مراتب بفضله ويرقيه من مقام إلى مقام إلى أن يوصله مرتبة الغوثية والله على كل شيء قدير. ومع ذلك كله فإن علو المقام لا يحرره من خدمة ذرية سيدي الشيخ أحمد بن محمد التجاني رضي الله عنه وخدمة طريقته وإرشاد المريدين وتوجيههم على اتباع الشريعة والوفاء بعهد الطريقة...

(كتاب رسالة سفينة النجاة للشيخ الشريف محمد طاهر بن يوسف السوداني رضي الله عنه ص 20)

Tidak ada penghalang(bisa saja) bagi seorang muqoddam untuk memiliki banyak ijazah mutlak, dan diberi oleh Allah swt martabat-martabat dengan keutamaan-NYA, serta menaikkannya dari satu maqom ke maqom lain sampai pada maqom qutb ghouts, dan Allah swt maha berkuasa atas segala sesuatu.

Meskipun demikian ketinggian maqom tidak membebaskannya(muqoddam) dari berkhidmah dan menjadi pelayan bagi para dzurriyah (keturunan) Sidi As Syekh Ahmad bin Muhammad At Tijany rodliyallahu 'anhu, melayani thoriqoh nya dan memberikan petunjuk pada para murid serta mengarahkan mereka untuk mengikuti syari'at dan setia pada perjanjian thoriqoh...

(KITAB RISALAH SAFINAH ANNAJAH karya AS SYEKH AS SYARIF MUHAMMAD THOHIR BIN YUSUF AL HASANI AS SUDANI. HAL : 20)

صَلَ أَوْلِيَاءُ اللّٰهِ تَعَالٰى إِلَى مَا وَصَلُوْا بِكَثْرَةِ الْأَعْمَالِ، وَاِنَّمَا وَصَلُوْا بِالْأَدَبِ وَحُسْنِ الْخُلُقِ

"Para wali (kekasih-kekasih Alloh) tidak memperoleh apa yang mereka peroleh sebab banyaknya amal, akan tetapi mereka memperoleh apa yang diperolehnya sebab adab dan budi pekerti".

Ikuti saluran ZAWIYAH SAYYIDI SYEKH AHMAD AT TIJANI RA di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb05H8kKgsO1bVmokB1A

Zawiyah Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra

25/07/2026

Akhlak Sayyidi Syaikh Ahmad At Tijani ra

اتخاذ سيدي أحمد التجاني رضي الله عنه قدوة:

Menjadikan Sidi Ahmad At Tijany sebagai *Qudwah* (Teladan)

من أخلاقه السنية رضي الله عنه :

Sebahagian dari kemulyaan akhlaq Sidi Syeikh ra

كان رضي الله عنه كثير الحياء، متطلبا للدين و لسنن المهتدين.

Beliau sangat pemalu , selalu perdalam tentang ajaran agama dan tuntunan Sunnah

مشتغلا بقراءة القرآن، معتادا لتلاوته و حافظا له.طويل الصمت، كثير الوقار.

Menyibukkan diri dengan tilawah dan tadabbur Al Qurân , membacanya secara jelas dan biasa serta menjaga hafalannya dengan baik , banyak merenung sedikit bicara dan bersikap dengan kemulyan

حرَّر المعقول و المنقول و أفاد

Menjelaskan dengan logis dan berdasar kepada dalil serta sangat berfaedah

ثم اشتغل بالطاعة و حُبِّبَت إليه العبادة.
كان يكثر القيام في الليالي المتطاولة.
قوي الظاهر و الباطن،

Selalu menyibukkan diri dengan pengabdian dan senang beribadah
Berlama lama dalam qiyamullail , sehat dan kuat secara lahir bathin

متصف بكمال الإرث من رسول الله عليه السلام.
كان متصفا بالسخاء العظيم و الإنفاق الجسيم.

Peroleh kesempurnaan sebagai pewarits Rasulullah Saw , sangat ringan tangan dalam menolong dan berinfaq

يقبض عنان الخوض عما لا يعنيه.
يكره كثرة الكلام ، و يتحفظ من الغيبة و النميمة.

Kuat menahan diri dari hal yang tidak layak , tidak s**a obral omongan , menjauh dari ghibah dan namimah

يقول عن نفسه رضي الله عنه
" من طبعي أني إذا ابتدأت شيئا لا أرجع عنه و ما شرعت في أمر قط إلا أتممته".

Beliau jelaskan tentang dirinya bahwa "bawaanku jika memulai suatu hal pantang surut dan ketika memulai suatu pekerjaan dikerjakanmya sampai tuntas".

يتهلل وجهه و يزيد بهاؤه و جماله عند سماعه أوصاف النبي صلى الله عليه و سلم المعنوية و نعوته الجلية أو حديثه أو أخباره.

Mukanya berseri dan tambah bersinar ketika menyimak sifat dan akhlaq Rasullah tentang asrornya , prilakunya , tutur katanya dan sejarah hidupnya.

لا تجده إلا راضيا بمراد الله و قضائه، فرحا لإبرامه و إمضائه، متحدثا بأنعم الله و آلائه

Selalu nrimo dan redo akan kehendak Allah dan keputusanNya , senang akan ketentuanNya dan sering bercerita tentang pemberian dan anugerah Allah

لا يحب التدبير مع الله و الاختيار،

Tidak s**a ambil pusing dan pilah pilih dari apa yg ditaqdirkan oleh Allah

فلا تراه إلا محبا لما كان عليه الوقت و الزمان من شدة و رخاء و خوف و أمان

Sikap beliau dalam menghadapi setiap keadaan selalu tenang , nrimo dengan senang , baik dalam keadaan tenang ataupun mencekam ataupun dalam situasi aman atau menakutkan

و حاملا للناس على الرضا به و الاستسلام لمصابه

Menganjurkan orang sekitar agar nrimo dan ridho terhadap setiap musibah yang melanda

و إذا تحول حال الوقت تحول مراده عنه، فكأنه يقول: أنا معي بدر الكمال حيث يميل، قلبي يميل.

Menselaraskan diri dengan kondisi dalam perputaran waktu dan musim seakan beliau berkata "saya bersikap sesuai dengan pergantian musim seperti bergantinya bulan dari hari kehari"

كان يحض على العمل بالعلم كثيرا و خصوصا من يشتغل به، فعلى قدر طبخ الحديد إحكام الصنعة فيه.

Anjuran beliau dalam setiap beramal agar berdasar kepada ilmu yang sesuai , lebih-lebih yang berkarya dalam bidang ini , karena sesuai dengan kadar panas yang dipake besi dapat diolah dengan baik

كان شديد الحب للدين، يتقنه، يطيع طاعة الفرحين به، يؤدي الفرائض و السنن،

Sangat berpegang teguh kepada ajaran syariàh dan berhati hati , laksanakan ibadah dengan tekun baik yang fardlu ataupun yang sunnah

يحافظ على إقامة الصلاة في أوقاتها و أدائها في الجماعات،
يمشي هونا في سعيه للصلوات كلها و يحب فاعل ذلك.

Menjaga dan melestarikan pelaksanaan sholat tepat pada waktunya dan selalu berjamaah , p**ang dan perginya ke masjid selalu tenang tidak kesusu , dan melaksanakannya dengan rasa senang

يحب الإكثار من ذكر الله و يحض عليه و يقول كل شئ حدَّه الله لنا إلا ذكره سبحانه فإنه قال عز و جل يا أيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا.

Selalu melantunkan dzikrullah dengan banyak dan menganjurkan untuk itu dan berkata bahwa segala sesuatu ada batasnya kecuali berdzikir kepada Allah sesuai dengan firmanNya " wahai orang yang beriman perbanyaklah berdzikir kepada Allah dgn dzikir yang tiada batas".

يواظب رضي الله عنه على أوراده بعد صلاة الصبح إلى وقت الضحى الأعلى في خلوته و بعد صلاة المغرب إلى صلاة العشاء في خلوته أيضا.

Kebiasaan beliau dalam berdzikir ditempat kholwatnya jika lepas sholat Shubuh sampai waktu Dluha dan usai sholat Maghrib sampai waktu Isya'

إذا طلبه أحد في شيء من غير الورد المعلوم يقول له *أكثر من الصلاة على رسول الله صلى الله عليه و سلم بصلاة الفاتح لما أغلق فإن فيها خير الدنيا و الآخرة.*

Jika diminta wiridan oleh siapapun selain wirid thoriqoh beliau selalu berkata " perbanyaklah bersholawat dengan sholawat fatih karena faedahnya sangat banyak untuk kebaikan dunia dan akhirat

كان يغض طرفه رضي الله عنه فلا تراه ذاهبا في الطريق إلا ناظرا موضع ممره، و لا يلتفت.

Beliau selalu meredupkan pandangan , sehingga bila dijumpai dijalan beliau selalu tampak menunduk dan fokuskan penglihatannya ke jalan tanpa tolah toleh

لا يحب الإكثار من ملاقاة الناس *و لا يقدر أحد من أصحابه تقبيل يديه حملا لهم على عدم التكلف*.

Tidak s**a sering berkumpul dengan masyarakat , dan tak ada seorangpun dari santrinya yang diberi kesempatan untuk mencium tangannya agar tidak memberatkan mereka

*و أما صلة الرحم فإنه يصل رحمه الديني (الشيوخ) و الطيني(الأقارب)*، يقضي حوائجهم و يتفقد أحوالهم و يكرم مثواهم و يكسب معدومهم و يعينهم على نوائب الدهر.

Adapun dalam silaturrahim beliau selalu menyambung tali silaturrahim kepada ahli agama dan kerabat handai tolan , membantu kebutuhan mereka , memulyakannya , memberinya pekerjaan dan pertolongan atas apa yang menimpanya.

لا يحب من ينسب إليه شيئا، فإذا صدر عنه شيء من محاسن الأعمال يسنده إلى مجهول، فيقول وقع لبعض الناس ولا يسمي نفسه.

Tidak s**a menunjukkan diri bahkan jika berbuat kebajikan dikatakannya ini dari orang yang tak mau disebut namanya , bukan dirinya

لا يحب من يمدحه بمحضره.
*لا يحب الظهور و لا من يتعاطاه*.

Tidak s**a pujian dan sanjungan dihadapannya untuk dirinya dan tidak s**a tampil atau diviralkan

يحب آل البيت النبوي المحبة العظيمة و يهتم بأمورهم، يحرص على إيصال الخير إليهم، يتواضع لهم أشد التواضع، و ينصحهم و يذكرهم و يرشدهم إلى التخلق بأخلاق النبي صلى الله عليه و سلم و العمل بسنته، و يقول *الشرفاء أولى الناس بالإرث من رسول الله صلى الله عليه و سلم*.

Cinta sangat kepada *ahlul beit Rasulullah* dan sangat perhatian dan sering kirim bingkisan , dang sangat ta'dhim terhadap mereka , dan membimbing serta menganjurkan agar mereka melestarikan dan berakhlaq sebagaimana akhlaq Rasulullah , beliau berkata bhw *Para Syarif dan para Habaib lebih utama untuk menjadi penerus Rasulullah Saw"*.

*كان رضي الله عنه يمنع بعض أصحابه من أن يتزوجوا بالشريفات*، مخافة أن يقع منهم ما يغضبهم و يسوؤهم فتغضب بذلك فاطمة بنت النبي صلى الله عليه و سلم و يغضب أبوها صلى الله عليه و سلم، و في الحديث الشريف *فاطمة بضعة مني يغضبني ما يغضبها و يبسطني ما يبسطها*، هذا و المصاهر للشرفاء قد يرى في نفسه شيئا من المساواة فيخل بهم بالوقار.

Beliau tidak memberi izin kpd para pengikutnya yang bukan dzurriyah Rasul untuk mengawini *syarifah* demi tidak menyakiti hati mereka atau membuatnya tersinggung agar tidak membuat ibunda Fathimah binti Rasulullah tersinggung dan tersakiti dan berakibat ayahanda beliau Rasulullah Saw marah, mengingatkan kpd hadits "Fathimah itu bagian dari diriku , aku marah karena marahnya seperti aku senang jika dia bers**a cita"
Karena hal tersebut beliau berkesimp**an bahwa orang yg berbesanan sejatinya adalah satu level atau merasa satu level

من مكارم أخلاقه رضي الله عنه:

Sebagian dari tingginya intelektual dan moralitas beliau

الذكاء و الفطنة و الشجاعة و النجدة و الحنان و الشفقة و الرأفة و الرحمة و الصبر و الاحتمال و التواضع و الأدب.

Cepat tanggap dan cerdas , pemberani , sigap , lemah lembut dan penyayang , belas asih dan kasih sayang , sabar , tabah , andap asur dan sgt santun

من علو همته:
العفاف و الصيانة و الوفاء.

Tinggi cita2nya , tahu diri , penuh ke hati2 an dan tepat janji

من فتوته:
الكرم و السخاء و الحلم و التأني و العفو و الإيثار و السعي في حوائج الأبرار.

Dermawan , murah hati , low profile , santai , pemaaf , mengalah dan sregap menolong dan membantu

من أدبه:
*ما رآه أحد قط مادا رجله إلى القبلة و ما بصق قط و هو جالس في المسجد و لا رفع فيه صوته*.

Salah satu adabnya bhw tdk pernah terlihat meslonjorkan kakinya kearah qiblat , tdk meludah di Masjid atau meninggikan suaranya didalam Masjid.

و من ورعه رضي الله عنه:
أنه لا يأخذ شيئا و لو كان تافها مما يحتاج إليه ممن لا يتقي الحرام.

Dari saking wiraìnya beliau tdk mengambil atau memungut barang yg diperlukan kendati tdk berharga sebelum jelas ke halalannya.

ولما فُتِح عليه رضي الله عنه
كان ذكاؤه هو فهمه عن مراد الله،
و صبره هو سكونه تحت مجاري الأقدار،
و احتماله هو قضاؤه الحوائج و الأوطار،
و شجاعته هي قوته في الدين،
و نجدته هي نصرته طريق المهتدين،
و سخاؤه هو بيع نفسه على الله و في الله،
و علو همته هو انقطاعه إلى الله عما سواه،
و فتوته هي وفاؤه به بمعاملة مولاه.

كان عطوفا رؤوفا شفيقا رفيقا يحن على المسلمين و يرق للمساكين .

التواضع و الآداب و حسن الخلق و المعاشرة هي صفاته،
فكان رقيق القلب،
رحيما بكل مسلم
متبسما في وجه كل من لقيه و كل من يراه يظن أنه أقرب إليه من غيره.

كان هينا لينا في كل شيء حتى في مشيه يذكرك قوله تعالى
"و عباد الرحمن الذين يمشون على الأرض هونا"

كان يجالس الضعفاء و يتواضع للفقراء.
كان يخدم نفسه و أهله ولا تستنكف نفسه عن فعل شيء كائنا ما كان.

كان لا يبرئ نفسه من خصلة ذميمة أو فعلة قبيحة

و يشهد حقوق الناس عليه، و يقول المؤمن هو الذي يرى حقوق الخلق عليه و لا يرى لنفسه على أحد حقا.

كان يقول المال مال الله و إنما أنا خازن الله و مُسَخَّر فيه و مستخلف.

إذا استلف شيئا قضاه بسرعة لا يتوانى في ذلك و لا يغفل البتة.

Semoga kita bisa mengikuti jejak akhlak beliau walau tidak bisa 100% seperti beliau

Ikuti saluran ZAWIYAH SAYYIDI SYEKH AHMAD AT TIJANI RA di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb05H8kKgsO1bVmokB1A

Zawiyah Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra

Address

Depok

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Zawiyah Sayyidi Syekh Ahmad At Tijani ra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share