GABE AMA

GABE AMA GABE itu adalah suatu Akronim dari Langkah Kecil Ama bertumbuh.

Juga akronim dari Growing Along By faith Everyday
Disclaimer on: Program ini Untuk Kalangan Sendiri

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada.Program GABE AMA hari ini bertopik: Membangun Keluarga dan Komunitas ...
01/09/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada.
Program GABE AMA hari ini bertopik: Membangun Keluarga dan Komunitas yang Saling Menguatkan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 64.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar menjaga keluarga dan komunitas dari kata-kata yang melukai. Mazmur 64 berbicara tentang ancaman, bisikan jahat, dan perkataan yang tajam seperti panah. Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga dan komunitas sering tidak rusak oleh masalah besar saja, tetapi oleh kata-kata yang tidak dijaga: sindiran, fitnah, keluhan, kemarahan, atau candaan yang melukai. Membangun keluarga dan komunitas yang saling menguatkan berarti memakai lidah untuk menyembuhkan, bukan menjatuhkan. Ama dipanggil menjadi penjaga suasana, pembawa damai, dan teladan dalam perkataan yang membangun.

Ayat Kunci:
Mzm. 64:4 — Perkataan yang jahat digambarkan seperti panah yang dilepaskan secara tersembunyi.

Pertanyaan:
Apakah perkataan saya hari ini menguatkan keluarga dan komunitas, atau justru melukai mereka?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada.Program GABE AMA hari ini bertopik: Membangun Keluarga dan Komunitas ...
31/08/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada.
Program GABE AMA hari ini bertopik: Membangun Keluarga dan Komunitas yang Saling Menguatkan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 63.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar merindukan Tuhan lebih daripada kenyamanan hidup. Mazmur 63 menggambarkan jiwa yang haus kepada Allah di tanah yang kering dan tandus. Dalam keluarga dan komunitas, ada masa ketika suasana terasa kering: komunikasi dingin, doa melemah, relasi renggang, atau pelayanan terasa berat. Namun keluarga yang saling menguatkan tidak dibangun hanya oleh kegiatan, tetapi oleh kerinduan bersama kepada Tuhan. Ama dipanggil untuk menjaga api rohani di rumah dan komunitas, agar setiap orang kembali menemukan kekuatan dalam kasih setia Tuhan.

Ayat Kunci:
Mzm. 63:2 — Jiwa pemazmur haus dan rindu kepada Allah.

Pertanyaan:
Apakah saya ikut menumbuhkan kerinduan kepada Tuhan di tengah keluarga dan komunitas saya?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada.Program GABE AMA hari ini bertopik: Membangun Keluarga dan Komunitas ...
30/08/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada.
Program GABE AMA hari ini bertopik: Membangun Keluarga dan Komunitas yang Saling Menguatkan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 62.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar menenangkan diri di hadapan Tuhan. Mazmur 62 mengingatkan bahwa hanya dekat Allah saja jiwa menjadi tenang, sebab dari Dialah keselamatan dan pengharapan datang. Dalam keluarga dan komunitas, kegelisahan seorang Ama dapat memengaruhi suasana rumah, percakapan, dan keputusan bersama. Karena itu, Ama dipanggil untuk tidak menularkan kepanikan, kecurigaan, atau kemarahan, tetapi membawa ketenangan yang lahir dari iman. Keluarga yang saling menguatkan dimulai dari hati yang belajar diam, percaya, dan berharap kepada Tuhan.

Ayat Kunci:
Mzm. 62:6 — Jiwa diajak tenang dekat Allah, sebab dari Dia datang pengharapan.

Pertanyaan:
Apakah kehadiran saya membawa ketenangan dan pengharapan bagi keluarga serta komunitas?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

30 Agustus 2026Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada.Program GABE AMA hari ini bertopik: Membangun Keluarga...
29/08/2026

30 Agustus 2026
Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada.
Program GABE AMA hari ini bertopik: Membangun Keluarga dan Komunitas yang Saling Menguatkan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 61.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar bahwa ketika hati lemah, ia tidak harus memikul semuanya sendiri. Mazmur 61 mengajar kita untuk berseru kepada Tuhan dan memohon agar Ia menuntun kita ke tempat perlindungan yang lebih tinggi daripada kekuatan manusia. Dalam keluarga dan komunitas, Ama sering diharapkan kuat, tenang, dan mampu menolong orang lain. Namun kekuatan sejati tidak lahir dari menutupi kelemahan, melainkan dari hati yang berlindung kepada Tuhan. Ama yang dikuatkan Tuhan akan lebih mampu menguatkan keluarga, saudara seiman, dan komunitasnya.

Ayat Kunci:
Mzm. 61:3 — Pemazmur memohon agar Tuhan menuntunnya ke gunung batu yang lebih tinggi.

Pertanyaan:
Ketika hati saya lemah, apakah saya datang kepada Tuhan agar dikuatkan sebelum menguatkan keluarga dan komunitas?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tek...
28/08/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tekanan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 60.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar bahwa kekalahan dan kegagalan pun dapat dibawa kepada Tuhan. Mazmur 60 lahir dari situasi sulit ketika umat merasa terguncang dan membutuhkan pemulihan. Dalam hidup, Ama juga dapat mengalami keadaan yang terasa seperti mundur, gagal, atau kehilangan kekuatan. Namun mendahulukan Tuhan di tengah tekanan berarti tidak berhenti pada rasa kalah, melainkan kembali mencari pertolongan Tuhan. Ama dipanggil untuk bangkit dalam iman, memperbaiki langkah, dan percaya bahwa bersama Allah kita dapat melakukan perkara yang gagah perkasa.

Ayat Kunci:
“Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.” (Mzm. 60:14)

Pertanyaan:
Ketika saya mengalami kegagalan atau merasa kalah, apakah saya kembali mencari Tuhan sebagai sumber kekuatan dan pemulihan?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tek...
27/08/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tekanan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 59.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar menyanyikan kekuatan Tuhan ketika tekanan datang dari orang-orang yang memusuhi. Mazmur 59 menunjukkan situasi ketika pemazmur merasa dikepung dan membutuhkan perlindungan. Namun di tengah ancaman itu, ia memilih mengingat kasih setia Tuhan dan menyanyikan kekuatan-Nya. Mendahulukan Tuhan di tengah tekanan berarti tidak membiarkan musuh, fitnah, atau ancaman menjadi pusat perhatian hati. Ama dipanggil untuk mengarahkan pandangan kepada Tuhan, benteng perlindungan yang teguh, dan tetap hidup dalam iman.

Ayat Kunci:
“Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu.” (Mzm. 59:17)

Pertanyaan:
Apakah saya masih mengingat kasih setia Tuhan ketika tekanan dari luar terasa mengepung hidup saya?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tek...
26/08/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tekanan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 58.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil ketika keadilan manusia tampak bengkok. Mazmur 58 berbicara keras terhadap ketidakadilan, kebohongan, dan kuasa yang dipakai untuk menindas. Dalam tekanan seperti itu, hati mudah menjadi pahit atau ingin membalas. Namun mendahulukan Tuhan di tengah tekanan berarti tetap percaya bahwa keadilan akhir ada di tangan Tuhan. Ama dipanggil untuk tidak ikut mempermainkan kebenaran, tetapi menjaga integritas, membela yang benar, dan menyerahkan penghakiman kepada Allah yang adil.

Ayat Kunci:
“Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi.” (Mzm. 58:12)

Pertanyaan:
Ketika melihat ketidakadilan, apakah saya tetap menjaga integritas dan percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tek...
25/08/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tekanan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 57.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar berlindung di bawah naungan Tuhan ketika bahaya dan tekanan terasa dekat. Mazmur 57 lahir dari pengalaman Daud ketika ia berada dalam ancaman, tetapi hatinya tetap diarahkan kepada Tuhan. Dalam keadaan terjepit, Ama bisa tergoda untuk panik, mengeluh, atau kehilangan pujian. Namun mendahulukan Tuhan di tengah tekanan berarti menjaga hati tetap siap memuji Tuhan. Ama dipanggil untuk berlindung pada kasih setia-Nya, percaya bahwa Tuhan menyelesaikan perkara hidup, dan tetap memuliakan Dia di tengah kesulitan.

Ayat Kunci:
“Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.” (Mzm. 57:8)

Pertanyaan:
Dalam tekanan yang saya hadapi, apakah hati saya masih siap memuji dan mempercayai Tuhan?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tek...
24/08/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tekanan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 56.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar percaya kepada Tuhan ketika rasa takut datang. Mazmur 56 memperlihatkan iman yang tidak pura-pura kuat. Pemazmur mengakui bahwa ia takut, tetapi justru dalam ketakutan itu ia memilih percaya kepada Allah. Dalam tekanan, Ama tidak perlu menutupi rasa takut, tetapi juga tidak boleh membiarkan takut memimpin hidup. Mendahulukan Tuhan di tengah tekanan berarti mengubah ketakutan menjadi doa dan kepercayaan. Ama dipanggil untuk percaya bahwa air mata, langkah, dan pergumulannya diketahui oleh Tuhan.

Ayat Kunci:
“Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.” (Mzm. 56:4)

Pertanyaan:
Ketika rasa takut datang, apakah saya membiarkan takut menguasai saya atau memilih percaya kepada Tuhan?

Demikian renungan kita hari ini.
Justan Siahaan

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tek...
23/08/2026

Horas ma di hita sude angka Ama, di manapun berada. Program GABE AMA hari ini bertopik: Mendahulukan Tuhan di Tengah Tekanan.
Mari tiap kita Ama membaca Mazmur 55.

Refleksi:
Ama yang bertumbuh belajar menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan, terutama ketika tekanan datang dari relasi yang dekat. Mazmur 55 menggambarkan pergumulan batin yang berat, bahkan karena pengkhianatan dari orang yang dikenal. Luka seperti itu dapat membuat hati gelisah, marah, dan ingin melarikan diri. Namun mendahulukan Tuhan di tengah tekanan berarti membawa beban itu kepada Tuhan, bukan membiarkannya merusak jiwa. Ama dipanggil untuk menyerahkan kekhawatiran, menjaga hati, dan percaya bahwa Tuhan sanggup menopang orang yang benar.

Ayat Kunci:
“Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” (Mzm. 55:23)

Pertanyaan:
Apakah saya sudah menyerahkan kekhawatiran dan luka hati saya kepada Tuhan, atau masih memikulnya sendiri?

Address

Komplek Griya Bukit Perdana, Jalan Bhineka A-1
Depok
16417

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GABE AMA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share