GMII Filadelfia Depok

GMII Filadelfia Depok Official page of GMII Filadelfia Depok

Isi Pikiran dengan Hal yang Positif!Baca: Filipi 4:1-9Betapa pentingnya mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif kare...
08/03/2022

Isi Pikiran dengan Hal yang Positif!
Baca: Filipi 4:1-9

Betapa pentingnya mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif karena hal itu akan berdampak dalam kehidupan kita. Pikiran kita dapat menentukan setiap perkataan dan tindakan kita. Bila yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang positif maka hal-hal yang baik akan terjadi bagi kita.

Rasul Paulus menasihatkan agar pikiran setiap orang percaya diisi dengan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, bajik (baik), dan semua yang patut dipuji. Untuk memiliki pikiran yang selalu positif tidak ada jalan lain selain harus taat kepada firman Tuhan. Inilah yang dilakukan Rasul Paulus: "Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus," (2 Korintus 10:5b). Menaklukkan pikiran kepada Kristus berarti kita mengisi pikiran kita dengan firman Tuhan setiap hari. Dengan firman Tuhan kita dituntun untuk selalu berpikiran positif. Itu berarti pikiran yang benar dan positif adalah modal bagi Tuhan untuk menyatakan kasih dan kuasa-Nya dalam kehidupan kita. Oleh karena itu "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," (Filipi 2:5).

Bagaimana dengan kita? Apakah hari-hari kita masih dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang negatif? Kuatir, takut, cemas, putus asa, dan sebagainya? Tanggalkan itu semua! Jangan biarkan Iblis menjajah dan menghancurkan hidup kita dengan menebar hal-hal negatif di dalam pikiran kita. Kita harus bisa melawannya! Bawa semua beban permasalahan kepada Tuhan! Kuncinya pada pikiran kita sendiri, bukan pada tangan orang lain. Ada tertulis: "Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia." (Amsal 23:7a). Mari kita belajar untuk mensyukuri segala berkat Tuhan yang ada pada kita, itu yang akan membebaskan kita dari beban-beban kehidupan yang menjadi sumber kekuatiran dan ketakutan kita.

Dengan berpikiran positif kita sedang mengaktifkan iman kita bekerja!

Selamat beraktifitas.
Tetaplah hidup dalam kebenaran firmanNya.
Tuhan Yesus memberkati.

Selamat hari minggu, selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati 😇
06/03/2022

Selamat hari minggu, selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati 😇

Jangan Gampang MarahBaca: Mazmur 37:8-15Telinga kita pasti tak asing dengan ayat firman Tuhan ini: "Hati yang gembira ad...
05/03/2022

Jangan Gampang Marah
Baca: Mazmur 37:8-15

Telinga kita pasti tak asing dengan ayat firman Tuhan ini: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22) dan "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat." (Amsal 15:13). Jelas sekali bahwa hati yang gembira adalah obat terbaik, sedangkan emosi atau amarah yang meluap-luap justru dapat mendatangkan sakit-penyakit. Karena itu buanglah semua rasa geram dan amarah yang berkepanjangan.

Berbagai penelitian menyatakan adanya hubungan antara perilaku temperamental seseorang dengan tingginya kasus penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke dan sebagainya. Penelitian menunjukkan p**a bahwa amarah memengaruhi proses penyembuhan suatu penyakit. Orang yang bermasalah dalam hal mengontrol emosi atau kemarahan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit yang diderita, dibandingkan mereka yang sebaliknya. Alkitab memang tidak menyebutkan bahwa marah itu dosa, tapi yang harus diingat adalah kemarahan cenderung membawa seseorang kepada tindakan-tindakan yang tak terkendali yang bisa menyakiti dan melukai orang lain, sehingga dapat menyebabkan pertikaian dan merusak sebuah hubungan, yang membawa kepada dosa.

Kemarahan seringkali dijadikan celah oleh Iblis untuk menabur benih kejahatan. Bukankah ada banyak tindak kejahatan terjadi bermula dari seseorang yang tersulut amarah? Daud menasihati, "Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam." (Mazmur 4:5). Bahkan Pengkhotbah menyebut seorang pemarah sebagai orang bodoh. "Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh." (Pengkhotbah 7:9). Tidak mau disebut orang bodoh? Jangan mudah marah. Orang yang bijak pasti dapat menahan kemarahannya. "Akal budi membuat seseorang panjang sabar..." (Amsal 19:11).

"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis." (Efesus 4:26-27)

Selamat berakhir pekan.
Tetaplah sabar.
Tuhan Yesus memberkati.

Iman: Tak Ada Perkara MustahilBaca: Ibrani 11:30-31Kota Yerikho bukanlah kota yang lemah, sebab kota tersebut dikeliling...
04/03/2022

Iman: Tak Ada Perkara Mustahil
Baca: Ibrani 11:30-31

Kota Yerikho bukanlah kota yang lemah, sebab kota tersebut dikelilingi oleh tembok yang tebal, sehingga bukan pekerjaan yang mudah bagi bangsa-bangsa lain untuk dapat menaklukkan dan mendudukinya. Mustahil bagi manusia, tapi tidak ada perkara yang mustahil bagi setiap orang yang hidup mengandalkan Tuhan dan beriman kepada-Nya. Inilah buktinya: ketika bangsa Israel mau taat melakukan kehendak Tuhan, sekalipun perintah Tuhan itu seperti tidak masuk di akal, tidak logis, mereka berhasil menduduki kota itu. Bukan karena kekuatan militernya, bukan p**a karena kemahiran Yosua dalam mengatur strategi perang, tapi karena mereka mau memraktekkan apa yang diperintahkan Tuhan. Inilah iman yang disertai dengan perbuatan, sebab "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." (Yakobus 2:17).

Pergumulan berat apa yang sedang kita alami saat ini? Mungkin kita mendengar omongan orang lain yang sangat melemahkan: "Percuma... penyakit semacam itu tidak mungkin sembuh; Hutang sebanyak itu tak mungkin dapat terlunasi; dan sebagainya." Ada pelajaran berharga dari runtuhnya tembok Yerikho ini: selama kita hidup mengandalkan Tuhan dan taat melakukan kehendak-Nya tidak ada hal yang terlalu besar yang tidak bisa diatasi. Kalau kita fokus pada apa yang terlintas secara kasat mata mustahil tembok Yerikho (gambaran dari masalah) bisa runtuh. Tetapi kalau kita mengarahkan pandangan kepada Tuhan yang ajaib segala perbuatan-Nya, maka masalah sebesar apa pun tidak ada arti apa-apa di hadapan Tuhan.

Sayangnya seringkali kita tidak mau taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan, dan memilih mengandalkan kekuatan sendiri, menggunakan cara sendiri mengatasi masalah. "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." (Amsal 3:5). Yosua dan bangsa Israel hanya disuruh untuk berjalan mengelilingi kota Yerikho sekali sehari selama 6 hari lamanya dan pada hari yang ketujuh mereka harus mengelilingi kota itu tujuh kali, lalu diakhiri dengan sorak-sorai (baca Yosua 6:3-5).

Cara Tuhan sering tampak tidak masuk akal di mata kita, tapi ketika kita taat, perkara besar terjadi!

Selamat beraktifitas.
Tetaplah hidup dalam ketaatan.
Tuhan Yesus memberkati.

Melewati Lembah, Takkan Ku TakutBaca: Mazmur 23:1-6Menjalani kehidupan ini kita pasti pernah mengalami dan merasakan mas...
03/03/2022

Melewati Lembah, Takkan Ku Takut
Baca: Mazmur 23:1-6

Menjalani kehidupan ini kita pasti pernah mengalami dan merasakan masa-masa sulit, serasa berada dalam lembah kekelaman. Lembah kekelaman berupa masalah berat dalam rumah tangga, masalah keuangan yang sedang seret, tekanan, penderitaan, dan pergumulan berat lainnya. Sebagai orang percaya kita tak perlu takut atau kuatir, sebab Tuhan adalah Gembala kita, Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Kehadiran sang gembala dengan gada dan tongkat di tangan ini menjadi jaminan perlindungan bagi domba-domba. Terkadang Tuhan harus menggunakan tongkat untuk menegur dan mendidik kita, dengan mengijinkan kita melewati lembah-lembah kekelaman atau bahkan bayang-bayang maut. Memang sakit dan membuat kita harus mencucurkan air mata, namun memiliki tujuan yang indah, yaitu Tuhan mau kita tetap konsisten berada di jalan-jalan-Nya, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Tetaplah tekun dan setia kepada Tuhan, karena pada saatnya kita akan melihat bahwa apa yang Tuhan perbuat itu mendatangkan kebaikan bagi kita; kuasa dan mujizat Tuhan pasti akan dinyatakan: "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku... Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku;" (ayat 5-6) dan "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai." (Mazmur 126:5).

Bertahanlah saat melewati "lembah kehidupan", sebab semua akan berujung kepada kemenangan!

Selamat beraktifitas.
Tetaplah hidup dalam kebenaran firmanNya.
Tuhan Yesus memberkati.

Di Balik Penderitaan Ada Maksud TuhanBaca: Yesaya 5:8-13Banyak orang berpikir hidup dalam penderitaan atau kesengsaraan ...
02/03/2022

Di Balik Penderitaan Ada Maksud Tuhan
Baca: Yesaya 5:8-13

Banyak orang berpikir hidup dalam penderitaan atau kesengsaraan adalah takdir Tuhan. Benarkah demikian? Alkitab menyatakan Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan atau hari depan yang suram bagi umat-Nya, tapi rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan (baca Yeremia 29:11). Mengapa penderitaan seringkali terjadi dalam hidup orang percaya?

Penderitaan bisa terjadi akibat dosa dan pelanggaran, karena itu Tuhan perlu menegur dan memperingatkan. Penderitaan juga bisa terjadi sebagai proses yang Tuhan ijinkan untuk mendewasakan iman.

Bersyukurlah jika kita ditegur dan diperingatkan Tuhan melalui penderitaan atau kesengsaraan, bukti Tuhan masih mengasihi kita dan menganggap kita anak-Nya. "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." (Ibrani 12:5-6). Lebih baik Tuhan memukul dan menghajar kita sekarang sewaktu kita masih menjalani hidup di bumi, daripada Dia menghukum kita dan melemparkan kita ke dalam kebinasaan kekal.

Di balik penderitaan atau kesengsaraan Tuhan hendak mengingatkan kita agar dalam segala hal kita senantiasa mengandalkan Dia, bukan mengandalkan kekuatan sendiri atau sesama. Alkitab dengan keras menyatakan bahwa orang yang hidup mengandalkan kekuatan sendiri atau sesama disebut sebagai orang yang terkutuk (baca Yeremia 17:5). Seberat apa pun penderitaan yang kita alami, kalau kita senantiasa mengandalkan Tuhan, kita pasti mampu melewati, sebab: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13).

"Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan p**a." (Ayub 5:17-18)

Selamat beraktifitas.
Tetaplah hidup dalam kebenaran firmanNya.
Tuhan Yesus memberkati.

Jadilah Orang BerhikmatBaca: Amsal 9:1-18Ayat nas di atas menyatakan, setiap orang yang memiliki hati takut akan Tuhan a...
01/03/2022

Jadilah Orang Berhikmat
Baca: Amsal 9:1-18

Ayat nas di atas menyatakan, setiap orang yang memiliki hati takut akan Tuhan akan mendapatkan hikmat. Jadi kunci memiliki hikmat adalah ketaatan kita melakukan perintah-perintah Tuhan. Pandangan orang dunia berbeda. Sebagian besar berpendapat bahwa orang yang memiliki hikmat adalah orang yang memiliki gelar tinggi atau telah menyelesaikan pendidikan sampai tingkat yang tertinggi, apalagi yang lulus dari luar negeri. Orang yang berpendidikan tinggi belum tentu memiliki hikmat, yang ia miliki adalah ilmu pengetahuan dan keahlian.

Alkitab menegaskan bahwa hikmat itu sendiri hanya dapat diperoleh apabila kita takut akan Tuhan: "Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas." (Amsal 3:13-14). Sebagai orang percaya, di dalam diri kita ada Roh Kudus, dan "...Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu..." (Yohanes 14:26). Sayang, seringkali kita menginginkan hikmat dari Tuhan namun kita tidak hidup dalam ketaatan sehingga Roh Kudus undur dari kita, padahal Roh Kuduslah yang memberikan hikmat. Bukan berarti kita tidak perlu sekolah tinggi atau menggunakan akal pikiran kita, tetapi yang lebih utama adalah kita harus selalu mengandalkan hikmat dari Tuhan, jangan hanya membanggakan kepandaian dan keahlian kita saja sebab di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Daud di dalam keluarganya kurang dianggap dan diremehkan. Ia pun hanya sebagai gembala domba. Daud mengakui, "aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan." (Mazmur 73:22,24). Sedangkan kakak-kakaknya dinilai lebih punya potensi, pintar dan berpostur ideal di pemandangan manusia. Tapi Daud mempunyai nilai lebih yaitu senantiasa takut akan Tuhan dan karib dengan-Nya sehingga kuasa Roh Allah yang dahsyat bekerja dalam diri Daud, menjadikan dirinya sebagai pribadi yang luar biasa dan istimewa. Alhasil, Goliat pun bertekuk lutut, dan pada saat yang tepat Daud pun menjadi raja atas Israel.

Dalam pimpinan Roh Kudus kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh hikmat sehingga Allah dapat bekerja melalui diri kita!

Selamat beraktifitas
Tetaplah hidup dalam kebenaran firman.
Tuhan Yesus memberkati

Tuhan Sanggup MenyediakanBaca: Matius 6:25-34Saat bangun dari tidur seringkali pikiran kita langsung dipenuhi kekuatiran...
01/03/2021

Tuhan Sanggup Menyediakan
Baca: Matius 6:25-34

Saat bangun dari tidur seringkali pikiran kita langsung dipenuhi kekuatiran dan kecemasan tentang apa yang hendak kita makan, minum dan pakai. Selama kita terus kuatir berarti kita belum percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Belajarlah dari Ayub: "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul." (Ayub 3:25-26). Berhentilah untuk kuatir dan cemas!

Tuhan memerintahkan kita untuk tidak kuatir dan cemas tentang kebutuhan hidup kita karena sesungguhnya Tuhan tahu persis apa yang kita butuhkan. Jika Tuhan begitu bermurah hati memelihara burung-burung di udara, serta mendandani bunga bakung di ladang, bukankah keberadaan kita ini lebih berharga di mata Tuhan? Tuhan sendiri menegaskan, "Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau," (Yesaya 43:4).

Salomo saja dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah dari salah satu bunga bakung. Padahal Salomo adalah seorang raja yang sangat kaya raya, "Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat." (1 Raja-Raja 10:23). Pernyataan "Ia akan terlebih lagi mendandani kamu," (ayat 30) merupakan janji Tuhan kepada anak-anak-Nya yang hidup di zaman yang penuh dengan problema ini. Tuhan akan bertanggung jawab penuh atas kehidupan orang-orang yang punya penyerahan diri penuh kepada-Nya.

Tuhan adalah penyedia bagi kita. Mengutamakan Tuhan berarti menjadi pelaku firman, memiliki kehidupan yang sesuai dengan standar Kerajaan Allah. Sebagai orang percaya, sesungguhnya kewargaan kita adalah dalam sorga (baca Filipi 3:20). Adalah wajar jika kita pun dituntut mengutamakan perkara-perkara yang di atas.

Selamat beraktifitas.
Tetaplah percaya pada pemeliharaanNya.
Tuhan Yesus memberkati

Kasih Harus DiekspresikanBaca: 1 Yohanes 3:11-18Alkitab menyatakan bahwa di masa-masa akhir ini "...kasih kebanyakan ora...
14/02/2021

Kasih Harus Diekspresikan
Baca: 1 Yohanes 3:11-18

Alkitab menyatakan bahwa di masa-masa akhir ini "...kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin." (Matius 24:12). Orang tidak lagi punya kepedulian terhadap sesamanya karena fokus hidupnya adalah untuk diri sendiri. Kata "kasih" acapkali hanya sekedar slogan yang tak berhenti digembar-gemborkan tapi tak ada wujud nyata. Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa kasih yang dipendam itu tak lebih dari sebuah kebohongan. Jadi kasih itu harus diekspresikan dalam sebuah tindakan nyata.

Dalam kehidupan kristiani mengasihi itu bukanlah perbuatan pilihan atau perbuatan manas**a yang ditawarkan oleh Tuhan, tetapi perbuatan wajib yang harus menjadi bagian hidup kita. Pada dasarnya perbuatan kasih meliputi tiga kepedulian yaitu peduli pada penderitaan orang lain, peduli pada kebutuhan orang lain dan peduli pada keselamatan orang lain.

Bagaimana seharusnya kita mengekspresikan kasih itu? Pertama, jangan membalas kejahatan dengan yang jahat. Kalau orang dunia berprinsip bahwa pembalasan lebih kejam dari perbuatan, Kehendak Tuhan adalah kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan (baca Roma 12:21).

Yang kedua adalah s**a menolong orang lain. Banyak orang s**a menunda-nunda menolong orang lain, dengan alasan untuk kebutuhan sendiri saja belum cukup. "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27).

Orang percaya yang tidak memraktekkan kasih sama seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing (baca 1 Korintus 13:1).

Selamat beraktifitas
Tetaplah mengasihi.
Tuhan Yesus memberkati

Doa yang Alami TerobosanBaca: 1 Samuel 1:1-28Ada sebuah contoh tentang orang yang tidak pernah jemu berdoa kepada Tuhan ...
09/02/2021

Doa yang Alami Terobosan
Baca: 1 Samuel 1:1-28

Ada sebuah contoh tentang orang yang tidak pernah jemu berdoa kepada Tuhan sampai beroleh jawaban: ia adalah Hana, istri Elkana, orang Lewi yang tinggal di daerah Efraim. Wanita ini menghadapi masalah yang sangat berat yaitu kandungannya tertutup alias mandul. Secara manusia dan juga menurut ilmu kedokteran seorang wanita yang mandul mustahil memiliki keturunan. Pada zaman itu kemandulan dianggap aib di kalangan wanita Israel. Tak bisa dibayangkan betapa berat beban yang harus Hana tanggung.

Selain dipandang rendah oleh orang lain atau lingkungan sekitar, ia juga terus mendapatkan perlakuan kurang baik dari Penina, istri lain dari Elkana, yang telah memiliki anak. Penina memanfaatkan tiap kesempatan untuk selalu menyakiti hati Hana. Lengkap sudah penderitaan yang harus dialami Hana! Jika kita perhatikan secara teliti dikatakan bahwa Tuhan telah menutup kandungan Hana, artinya kemandulan Hana disebutkan sebagai tindakan langsung dari Tuhan, karena Tuhan mempunyai rencana yang indah di balik masalah itu.

Meski menghadapi kemustahilan Hana tidak menyerah begitu saja kepada keadaan. Alkitab menyatakan bahwa dari tahun ke tahun Hana pergi ke Bait Suci di Silo untuk berdoa, menyembah dan mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kalimat "dari tahun ke tahun" menunjukkan kurun waktu yang tidak singkat. Dibutuhkan keiggihan, kesabaran, ketekunan dan iman yang kuat supaya kita bisa secara konsisten berdoa di segala situasi.

Banyak orang gagal dalam ujian "menunggu" ini sehingga akhirnya mereka menyerah di tengah jalan sebelum doanya beroleh jawaban.

Selamat beraktifitas..
Tuhan Yesus memberkati

Segala Ciptaan Bergantung kepada TuhanBaca: Mazmur 104:10-30Mazmur ini mengisahkan pujian syukur yang dinaikkan segala c...
03/02/2021

Segala Ciptaan Bergantung kepada Tuhan
Baca: Mazmur 104:10-30

Mazmur ini mengisahkan pujian syukur yang dinaikkan segala ciptaan Tuhan kepada Penciptanya atas segala kebaikan dan rahmat yang senantiasa Dia limpahkan kepada mereka. Burung-burung, binatang-binatang di padang, kambing-kambing hutan, singa-singa muda, dan juga manusia, masing-masing menjalankan pekerjaannya; termasuk p**a samudera luas dan segala binatang laut besar kecil yang tak terhitung. Kesemuanya sangat membutuhkan makanan atau rejeki dari Tuhan. Ini menunjukkan hubungan antara seluruh makhluk ciptaan Tuhan dengan Penciptanya, dan ketergantungan mereka yang tak kunjung putus di sepanjang masa kepada Tuhan seperti dikatakan, "Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya." (ayat nas)

Ini berarti Tuhan tidak pernah berhenti bekerja; sebagaimana Dia menciptakan mereka, demikian p**a Dia tetap memelihara mereka. Semua makhluk mutlak bergantung sepenuhnya kepada kemurahan Tuhan untuk mempertahankan hidup. Tetapi dalam segala perkara manusia harus bersandar kepada pertolongan dan rahmat Tuhan. Jadi tidak seharusnya kita sombong atau memegahkan diri, karena tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Mari belajar merendahkan diri di hadapan Tuhan sambil terus menanti-nantikan Dia!

Selamat beraktivitas.
Tetaplah mengandalkan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati

Menjadi pengikut Kristus harus mau bersaksi dan memberitakan namaNya. Selamat beraktivitasTetaplah menjadi saksi Kristus...
01/02/2021

Menjadi pengikut Kristus harus mau bersaksi dan memberitakan namaNya.

Selamat beraktivitas
Tetaplah menjadi saksi Kristus dimanapun berada.
Tuhan Yesus memberkati

Address

Jalan Sersan Aning No. 76
Depok
16424

Opening Hours

Thursday 04:30 - 20:00
Friday 19:15 - 21:00
Saturday 15:00 - 19:00
Sunday 08:00 - 11:00
17:30 - 20:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GMII Filadelfia Depok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category