29/01/2022
Tertidur Yang Bagaimana Yang Membatalkan Wudhu?
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal : Selasa, 25 Januari 2021
Ustadz : Farid Nu'man Hasan
==================
๐๐๐ธ๐๐๐ธ๐๐๐ธ
ุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
Ustadz... Saya mau bertanya, Jika seorang imam...sudah berwudhu...kemudian duduk menunggu makmum
Saat duduk tersebut imam tertidur sebentar ( terbangun karena dh suara dengkurannya sendiri)
Kemudian makmum memberitahu bahwa sang imam tertidur ...tapi imam menyangkal
Dan langsung mengimami sholat .
Pertanyaannya
1. Apakah imam tsb batal wudu sehingga gak layak jadi imam
2. Apakah sholat para makmum sah sah( jikalau imam batal wudu) ?
3. Jika sholat tdk sah...apakah makmum sholat nya perlu diulang?
A/37
Jawaban
========
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
Bismillah wal Hamdulillah ..
Jika tidurnya masih dalam posisi duduk, keadaan setengah sadar, masih terkantuk-kantuk saja, kepala manggut-manggut karena ngantuk. Maka, ini belum membatalkan wudhu.
Dari Anas bin Malik Radhiallahu โAnhu, katanya:
ูุงู ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุงู
ูู ุซู
ูุตููู ููุง ูุชูุถุฆูู
Dahulu para sahabat Rasul ๏ทบ tertidur lalu mereka shalat dan tidak berwudhu lagi. (HR. Muslim No. 376)
Tertidur yang bagaimana? Ada rincian dalam riwayat lain, juga dari Anas bin Malik Radhiallahu โAnhu:
ููุงูู ุฃูุตูุญูุงุจู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
- ููููุชูุธูุฑูููู ุงููุนูุดูุงุกู ุงูุขุฎูุฑูุฉู ุญูุชููู ุชูุฎููููู ุฑูุกููุณูููู
ู ุซูู
ูู ููุตููููููู ูููุงู ููุชูููุถููุฆูููู
Dahulu para sahabat Nabi ๏ทบ menunggu shalat Isya di waktu akhir, sampai kepala mereka condong (karena ngantuk), lalu mereka shalat dan tidak berwudhu lagi. (HR. Abu Daud No. 200, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 601. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani, Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 200 )
Posisinya masih duduk (quโuudan) , sebagaimana riwayat Imam Al Baihaqi. (Maโrifah As Sunan wal Aatsar, No. 898)
Abdullah bin Al Mubarak Rahimahullah mengatakan: โMereka dalam keadaan duduk menurut kami.โ (Ad Daruquthni, As Sunan, 1/130)
Imam Al Baihaqi mengatakan: โBegitu juga yang dipahami oleh Abdurrahman bin Mahdi dan Asy Syafiโi (bah mereka dalam keadaan duduk, pen).โ (As Sunan Al Kubra, 1/120)
Jadi, belum membatalkan wudhu jika tidurnya masih duduk, kepala masih terkantuk-kantuk, sebagaimana dialami para sahabat, dan dipahami para ulama.
๐ Batal wudhunya jika sudah berbaring, sebagaimana riwayat Abu Hurairah: โTidaklah berwudhu orang yang tidur dalam keadaan rukuโ, sujud, tapi wudhu itu yang tidurnya sudah berbaring. Jika tidurnya berbaring maka dia wajib wudhu.โ (HR. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. No. 614)
Sanadnya jayyid (bagus), sebagaimana kata Al Hafizh Ibnu Hajar. (At Talkhish Al Habir, 1/336) Juga dikatakan Syaikh Al Albani. (As Silsilah Adh Dhaifah, 2/371)
Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan tantang hal-hal pembatal wudhu:
ุงูููู
ุงูู
ุณุชุบุฑู ุงูุฐู ูุง ูุจูู ู
ุนู ุฅุฏุฑุงู ู
ุน ุนุฏู
ุชู
ูู ุงูู
ูุนุฏุฉ ู
ู ุงูุงุฑุถ
Tidur yang sudah nyenyak yang tidak menyisakan adanya kesadaran, juga tidak memungkinkan posisinya duduk di bumi. (Fiqhus Sunnah, 1/52)
Wallahu Aโlam
๐๐๐ธ๐๐๐ธ๐๐๐ธ
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis