Depok City Blessing

Depok City Blessing Christian ministry for all people,,

https://www.youtube.com/live/tv4EV2yRwKc?si=MDuelSCLqM8tHopjShalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Me...
23/08/2026

https://www.youtube.com/live/tv4EV2yRwKc?si=MDuelSCLqM8tHopj

Shalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Melayani Tuhan!💟✨✝️

*_ Raya 1 Depok City Blessing JB3_*
* - Hidup Berkembang dalam Kristus*

✝️ IBADAH RAYA MINGGU | GEREJA KASIH ANUGERAH DEPOK CITY BLESSING J...

https://www.youtube.com/live/Ki1HW1n7JpY?si=Q3ltz-PZtHGhilLkShalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Me...
09/08/2026

https://www.youtube.com/live/Ki1HW1n7JpY?si=Q3ltz-PZtHGhilLk

Shalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Melayani Tuhan!💟✨✝️

*_ Raya 1 Depok City Blessing JB3_*
* - Hidup Berkembang dalam Kristus*

✝️ IBADAH RAYA MINGGU | GEREJA KASIH ANUGERAH DEPOK CITY BLESSING J...

https://www.youtube.com/live/lsDO31ajuNg?si=08y3eKOhZjeKrn6PShalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Me...
03/08/2026

https://www.youtube.com/live/lsDO31ajuNg?si=08y3eKOhZjeKrn6P

Shalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Melayani Tuhan!💟✨✝️

*_ Raya 2 Depok City Blessing JB3_*
* - Hidup Berkembang dalam Kristus*

✝️ IBADAH RAYA MINGGU | GEREJA KASIH ANUGERAH DEPOK CITY BLESSING J...

17/07/2026

Sifat Asli Kakak Beradik Akan Terlihat Saat Pembagian Warisan ,,,👀✨🆔

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
◾Ibrani 13:5◾

Pembagian warisan adalah salah satu momen yang paling sensitif dalam sebuah keluarga. Tidak sedikit keluarga yang selama puluhan tahun hidup rukun, tetapi akhirnya retak ketika harus membagi rumah, tanah, uang, atau usaha yang ditinggalkan orang tua.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Karena pembagian warisan bukan hanya membagi harta, tetapi juga menguji karakter, kedewasaan rohani, dan isi hati setiap orang. Selama orang tua masih hidup, semua terlihat baik-baik saja. Kakak beradik saling mengunjungi, merayakan hari raya bersama, dan saling membantu ketika mengalami kesulitan. Namun setelah orang tua meninggal dunia, percakapan yang dahulu dipenuhi kasih sering berubah menjadi perdebatan tentang sertifikat tanah, rekening bank, kendaraan, atau aset keluarga.

Tidak jarang muncul kalimat seperti, "Aku yang paling banyak merawat orang tua." Ada yang berkata, "Aku yang paling berhak karena anak sulung." Yang lain merasa selama ini diperlakukan tidak adil sehingga menuntut bagian yang lebih besar. Ada p**a yang diam-diam menguasai dokumen, menyembunyikan informasi, atau memengaruhi orang tua sebelum meninggal demi memperoleh keuntungan.

Semua itu menunjukkan bahwa persoalan utamanya bukanlah warisan, melainkan hati manusia.

Yesus pernah mengingatkan,

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari kekayaannya itu."
(Lukas 12:15)

Harta hanyalah alat. Harta tidak pernah mengubah karakter seseorang, tetapi sering kali menyingkapkan karakter yang selama ini tersembunyi.

Ironisnya, banyak orang rela kehilangan saudara kandung demi memperoleh tambahan beberapa persen dari nilai warisan. Mereka memenangkan perkara di pengadilan, tetapi kehilangan hubungan keluarga. Mereka memperoleh tanah, tetapi kehilangan kasih. Mereka mendapatkan uang, tetapi kehilangan damai sejahtera.

Padahal Alkitab berulang kali mengingatkan bahwa seluruh harta di dunia ini bersifat sementara.

Ayub berkata,

"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya." (Ayub 1:21)

Tidak ada seorang pun yang membawa rumah, deposito, atau sertifikat tanah ketika meninggal dunia. Semua akan ditinggalkan. Namun setiap perkataan, sikap, dan keputusan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Ini bukan berarti seseorang tidak boleh memperjuangkan haknya. Alkitab juga mengajarkan keadilan. Jika ada pembagian yang tidak jujur, penyelesaian yang benar memang perlu diupayakan. Namun cara memperjuangkannya harus tetap mencerminkan karakter Kristus: jujur, penuh hikmat, tidak memfitnah, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan tidak membiarkan kebencian menguasai hati.

Rasul Paulus bahkan mengingatkan jemaat Korintus agar tidak mudah membawa perselisihan antar saudara seiman ke pengadilan tanpa terlebih dahulu mengusahakan perdamaian (1 Korintus 6:1-7). Prinsipnya jelas: hubungan lebih berharga daripada kemenangan pribadi.

Sebaliknya, pembagian warisan juga dapat menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kasih yang sejati.

Ada kakak yang berkata kepada adiknya,

"Aku masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Ambillah rumah ini karena engkau lebih membutuhkan untuk membesarkan anak-anakmu."

Ada adik yang berkata,

"Kak, kita bagi secara adil sesuai kehendak orang tua. Jangan sampai uang membuat kita kehilangan keluarga."

Sikap seperti ini lahir dari hati yang percaya bahwa Tuhan adalah sumber berkat, bukan warisan.

Orang yang percaya kepada Tuhan tidak hidup dengan mentalitas kekurangan. Ia yakin bahwa Allah sanggup mencukupi kebutuhannya tanpa harus mengambil hak orang lain.

Ibrani 13:5 mengingatkan agar kita tidak menjadi hamba uang karena Allah sendiri berjanji tidak akan meninggalkan umat-Nya. Ketika seseorang benar-benar percaya kepada janji Tuhan, ia tidak akan mengorbankan kasih demi kekayaan.

Warisan terbesar yang dapat ditinggalkan orang tua sebenarnya bukan rumah atau tanah, melainkan teladan kasih, kejujuran, dan takut akan Tuhan. Sebab jika anak-anak hanya menerima harta tetapi kehilangan kasih sebagai saudara, sesungguhnya keluarga itu telah mengalami kerugian yang jauh lebih besar daripada nilai seluruh warisan.

Karena itu, ketika tiba saat pembagian warisan, jangan hanya bertanya, "Berapa bagian yang akan saya terima?" Tetapi bertanyalah juga, "Apakah sikap saya sedang memuliakan Tuhan? Apakah keputusan saya menjaga kehormatan orang tua yang telah membesarkan kami? Apakah setelah semuanya selesai, kami masih bisa duduk semeja sebagai saudara?"

Harta dapat habis. Rumah dapat roboh. Tanah dapat berpindah tangan. Uang dapat lenyap. Tetapi kasih yang tetap terpelihara akan menjadi warisan rohani yang nilainya jauh melampaui semua kekayaan dunia.

Kiranya setiap keluarga diberikan hikmat, kerendahan hati, dan hati yang takut akan Tuhan, sehingga pembagian warisan tidak menjadi awal permusuhan, melainkan menjadi kesaksian bahwa kasih Kristus lebih kuat daripada godaan harta.

Seorang notaris yang telah bekerja lebih dari tiga puluh tahun pernah berkata, "Saya lebih sering melihat keluarga hancur karena warisan daripada karena kemiskinan."

Ia menceritakan sebuah keluarga dengan empat bersaudara yang awalnya sangat akrab. Mereka selalu merayakan Natal bersama, saling mengunjungi, dan bergotong royong merawat orang tua.

Ketika kedua orang tua meninggal, mereka mewarisi sebidang tanah yang nilainya meningkat drastis. Awalnya semua sepakat membaginya secara damai. Namun ketika mengetahui nilai tanah itu mencapai puluhan miliar rupiah, semuanya berubah.

Mereka mulai menghitung siapa yang paling berjasa. Ada yang merasa paling banyak mengeluarkan biaya pengobatan. Ada yang merasa paling sering menjaga orang tua. Ada yang menuduh saudaranya menyembunyikan dokumen. Percakapan berubah menjadi pertengkaran, lalu menjadi gugatan hukum.

Lima tahun kemudian perkara itu selesai. Tanah habis terjual untuk membayar pajak, biaya hukum, dan berbagai pengeluaran lainnya. Masing-masing memang memperoleh uang, tetapi mereka tidak lagi saling berbicara. Anak-anak mereka tumbuh tanpa mengenal sepupu-sepupunya. Pada akhirnya, yang hilang bukan hanya harta, tetapi sebuah keluarga.

Notaris itu menutup ceritanya dengan kalimat yang sangat menyentuh:

"Saya belum pernah melihat ada orang yang membawa sertifikat tanah ke dalam peti mati. Tetapi saya sudah terlalu sering melihat keluarga membawa luka karena memperebutkannya."

***

"Warisan tidak menciptakan keserakahan, tetapi menyingkapkan isi hati. Harta dapat dibagi, tetapi jangan pernah membiarkan kasih, kehormatan keluarga, dan persaudaraan ikut terpecah. Sebab warisan terbesar bukanlah apa yang ditinggalkan orang tua, melainkan keluarga yang tetap saling mengasihi."

Tuhan Yesus memberkati.💟✝️

https://www.youtube.com/live/clWsiz58-Ss?si=Sak0F5oi5g6r9GEyShalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Me...
12/07/2026

https://www.youtube.com/live/clWsiz58-Ss?si=Sak0F5oi5g6r9GEy

Shalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Melayani Tuhan!💟✨✝️

*_ Raya 1 Depok City Blessing JB3_*
* Saksi Kristus*

Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.

https://www.youtube.com/live/NLL4D6Hw2n0?si=EBn1RjNI-x3bVmT6Shalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Me...
28/06/2026

https://www.youtube.com/live/NLL4D6Hw2n0?si=EBn1RjNI-x3bVmT6

Shalom Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah dan Selamat Melayani Tuhan!💟✨✝️

*_ Raya 1 Depok City Blessing JB3_*
* Dalam Kasih Kristus*

Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.

Hati yang Mau Ditegur dan Haus Akan Lawatan Tuhan ,,,👀✨🆔Ayat Firman Tuhan:"Karena Allah memberikan kepada kita bukan roh...
22/06/2026

Hati yang Mau Ditegur dan Haus Akan Lawatan Tuhan ,,,👀✨🆔

Ayat Firman Tuhan:

"Karena Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."
◾2 Timotius 1:7◾

Salah satu tanda kerohanian yang sehat adalah memiliki hati yang mau diajar, dikoreksi, ditegur, dan dibentuk oleh Firman Tuhan. Sebaliknya, ketika seseorang selalu marah, tersinggung, dan tidak tahan mendengar khotbah yang keras berdasarkan Firman Tuhan, ia perlu memeriksa keadaan hatinya di hadapan Tuhan.

Firman Tuhan memang tidak selalu menyenangkan untuk didengar. Kadang Firman Tuhan menyingkap dosa tersembunyi, kesombongan, pemberontakan, kepahitan, kemalasan rohani, dan berbagai hal yang selama ini disembunyikan. Pada saat itulah karakter seseorang diuji.

Ketika kebenaran diberitakan dengan jujur dan berani, akan muncul dua jenis respons:

✓Yang bijak akan merenung, yang bebal akan tersinggung.
✓Yang bijak akan menerima, yang bebal akan menolak.
✓Yang bijak akan bertobat, yang bebal akan mengulangi kesalahannya.
✓Yang bijak akan bersyukur, yang bebal akan bersungut-sungut.
✓Yang bijak akan memperbaiki diri, yang bebal akan membela diri.
✓Yang bijak akan merendahkan hati, yang bebal akan meninggikan diri.
✓Yang bijak akan menghargai teguran, yang bebal justru memusuhi orang yang menegurnya.

Tidak hanya itu, sikap hati seseorang juga terlihat ketika kesempatan untuk menerima pelayanan doa diberikan.

Sering kali ketika pengkhotbah mengundang jemaat yang membutuhkan mujizat, pemulihan, terobosan, kesembuhan, atau lawatan Tuhan untuk maju ke depan didoakan, justru orang-orang yang paling membutuhkan pertolongan Tuhan tetap duduk diam,,,Wadeh!🥴

Mereka tidak bergerak, tidak merespons, bahkan bertindak seolah-olah tidak membutuhkan doa.

Padahal hidup mereka sedang penuh masalah, ekonomi sulit, keluarga berantakan, pelayanan tidak bertumbuh, dan kehidupan rohaninya kering. Mereka menginginkan perubahan, tetapi tidak mau merendahkan diri untuk mencari pertolongan Tuhan.

Sebaliknya, orang yang lapar dan haus akan Tuhan biasanya tidak malu untuk maju menerima doa. Mereka sadar bahwa mereka membutuhkan Tuhan lebih dari apa pun. Mereka tidak peduli dengan gengsi, harga diri, atau pendapat orang lain. Mereka hanya ingin mengalami sentuhan Tuhan.

Banyak orang menginginkan mujizat, tetapi tidak memiliki kerendahan hati untuk datang kepada Tuhan. Banyak orang mengharapkan terobosan, tetapi tidak memiliki kerinduan untuk mencari hadirat-Nya.

Tuhan selalu menghargai orang yang lapar dan haus akan Dia. Orang yang merendahkan diri di hadapan Tuhan tidak akan dipermalukan. Namun orang yang merasa dirinya cukup, kuat, dan tidak membutuhkan pertolongan Tuhan sering kali kehilangan kesempatan untuk mengalami pekerjaan Tuhan yang luar biasa dalam hidupnya.

Ada seorang pria mengeluh setiap hari karena hidupnya penuh kesulitan. Ia berdoa meminta pertolongan Tuhan, tetapi ketika gerejanya mengadakan doa khusus untuk pemulihan dan terobosan, ia selalu memilih tetap duduk di kursinya.

Ia berpikir, "Untuk apa maju? Saya bisa didoakan dari tempat duduk."

Sementara itu, seorang jemaat lain yang memiliki masalah yang sama berlari ke depan dengan iman. Ia menangis, merendahkan diri, dan meminta Tuhan menolongnya.

Beberapa waktu kemudian hidupnya mulai berubah. Bukan karena posisi di depan lebih sakti, tetapi karena hatinya menunjukkan kerinduan, kerendahan hati, dan iman untuk menerima pekerjaan Tuhan.

Sering kali yang menghalangi mujizat bukanlah ketidakmampuan Tuhan, melainkan kesombongan manusia yang merasa tidak perlu merespons panggilan Tuhan.

***

"Orang yang haus akan Tuhan akan berlari mencari hadirat-Nya. Orang yang merasa cukup akan tetap duduk diam, lalu bertanya mengapa hidupnya tidak berubah."

Kiranya Kasih dan Perlindungan serta Berkat2 Tuhan Menyertai kita semua yang mengasihiNYA ,,, Amen!💟✝️

Dalam Kasih Kristus

Address

Depok Satu

Telephone

+62818765994

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Depok City Blessing posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Depok City Blessing:

Shortcuts

Share

Category