18/05/2018
BERKAH RAMADHAN 1439H
Banyak dari kita mungkin tidak menyangka bahwa, di Sebuah provinsi kecil dengan jumlah penduduk sebesar 3.890.757 menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali bulan Februari 2018 dan jumlah penduduk muslim 520.244 yang terkenal dengan pariwisata alam dan budaya menyimpan banyak bibit generasi Islam yang patut dibanggakan di negeri ini.
Juara 1 STQ Nasional tahun 2017 pada cabang lomba MHQ 1 juz membuktikan bahwa, semangat masyarakat muslim di Bali sangat luar biasa. Hal ini tidak terlepas dari bimbingan para guru-guru ngaji di Kota Denpasar dengan mayoritas penduduk migrant singgah di kota ini.
Pelaksanaan moment-moment besar ummat Islam seringkali dilaksanakan secara besar-besaran, seperti peringatan 1 Muharram sebagai awal tahun ummat Islam diperingati dengan kegiatan “Jalan Sehat Santri”. Pada waktu awal pelaksanaan diikuti oleh santri dan wali santri sejumlah 5.000 peserta, kemudian tahun berikutnya diikuti oleh 8.000 peserta, dan pelaksanaan ke-tiga pada tahun 2017 lalu diikuti oleh 16.000 peserta. Subhanallah sungguh sangat menakjubkan melihat semangat mereka dalam syiar agama dan berlomba-lomba dalam kebaikan.
Pelaksanaan kegiatan-kegiatan perlombaan MUSMADIN dan PORSADIN setingkat kota yang setiap tahun dilaksanakan pun tidak lepas dengan jumlah peserta lomba sebesar 1.400 peserta. Dengan jumlah lembaga yang mengikuti sebesar 85 lembaga baik MADIN atau TPQ.
Tidak hanya dalam peringatan-peringatan keagamaan, dalam keseharian muslim di Bali sangat menghormati waktu, terutama waktu sholat. Jika kita melihat penduduk muslim di kota-kota yang mayoritas berpenduduk Islam, jamaah sholat subuh di masjid-masjid terkadang hanya 1 shaf, dan 2 shaf. Berbeda lagi dengan jamaah subuh di Kota Denpasar Bali, terutama di masjid Baitul Makmur Monang Maning Denpasar, jamaah harian sholat subuh sekitar 700 jamaah, dan bahkan kalua hari sabtu dan Ahad bias mencapai 1.500 jamaah. Di kutip pada suaramasjid.com bahwa antusias masyarakat dalam sholat tersebut bukan hanya disebabkan oleh karena mereka sebagai minoritas, namun itu semua karena hidayah dari Allah SWT.
Subhanallah… Allahu akbar…, tidak hanya demikian, jika kita melihat di kota-kota lain para muslim berangkat ke masjid menunggu suara adzan terdengar, maka lain halnya di bali. Mereka sudah akrab dengan perubahan-perubahan waktu sholat, mereka tidak menunggu adzan berkumandang namun mereka melihat waktu sholat. Sehingga mereka lebih banyak dating sebelum adzan di kumandangkan.
Dalam masyarakat muslim sendiri sudah terbentuk semangat toleransi yang tinggi, baik kepada non-muslim atau bahkan sesama muslim sendiri yang lebih sering kita dengarkan berita otot-ototan pendapat, saling menjatuhkan antara pendapat satu dengan yang lainnya, dan bahkan sering melupakan bahwa mereka sejatinya adalah bersaudara. Masyarakat muslim bali lebih banyak melihat persamaan daripada perbedaan. Kalau pendapat guru kita tidak sama, setidaknya iman kita sama. Kalau iman kita tidak sama, setidaknya bangsa kita sama, kalau bangsa kita tidak sama, setidaknya kita sama-sama manusia, kalau kita tidak sesame manusia, setidaknya kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan YME.
Membutuhkan waktu dan proses yang Panjang dalam membentuk karakter masyarakat yang demikian. Seperti halnya membentuk sebuah budaya yang membutuhkan waktu dan proses yang Panjang. Dalam waktu dan proses yang Panjang tersebut tentulah yang paling berperan adalah para pemuka agama, para guru-guru ngaji yang dididik dan di mulyakan derajatnya oleh Allah SWT. Meskipun seringkali kita dapati para guru ngaji bukanlah golongan dari agniya’, mereka seringkali dalam kehidupan yang sederhana. Namun peran mereka sangat luar biasa, jasa-jasa mereka sebanding janji syurga yang akan diberikan di akhirat kelak. Aamiin.
Allah telah memulyakan para guru ngaji. Hal ini tertuang dalam hadits Rasulullah SAW;
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْانَ وَ عَلَّمَهُ
Artinya: “sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Qur’an dan Mengamalkannya” . Jika Allah Tuhan yang telah menciptakan alam semesta memulyakan para guru ngaji, tentu pantaslah kita sebagai makhluknya untuk memulyakan mereka. Dengan semangat memulyakan para guru ngaji tersebut FKDT dan POKJA TPQ Kota Denpasar membuat kegiatan yang berjudul “BERKAH RAMADHAN 1439H berbagi kemulyaan kepada guru-guru ngaji di kota Denpasar”. Yaitu kegiatan memberikan bingkisan Ramadhan kepada para guru ngaji yang telah berjasa membentuk pribadi-pribadi mulia di kota ini.
Apabila dilebihkan harta kita oleh Allah, maka patutlah kita turut memberikan yang terbaik untuk mereka. Allah SWT berfirman yang artinya:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92).
Kegiatan “Berkah Ramadhan 1439H” akan dilaksanakan pada;
Hari : Sabtu
Tanggal : 09 Juni 2018
Tempat : MADIN/TPQ Quba’
Pukul : 08.30 – 11.30 WITa.
Apabila anda ingin turut serta dalam mensukseskan kegiatan ini, dapat transfer melalui rekening;
BCA : 4350215285 an. Ishaq Zamruddin (ketua Panitia Pelaksana)
Atau dapat di akses dalam situs Usaha Mandiri Guru Ngaji www.UMGN.net dengan alamat;
http://umgn.net/sedekah-rp-100000-berkah-ramadhan-1439-h-331967
info lebih lanjut hubungi;
08563612955 (ishaq/Ketua Panitia)
085857462810 (Ali Usman/sekretaris panitia)
Denpasar, 18 Mei 2018
Ishaq Zamruddin,S.S