22/06/2015
Assalamualaikum sahabat Rohis..
apa yang sedang anda lakukan menunggu berbuka ini? semoga tetap dalam manfaat dan mendatangkan pahala dari Allah SWT. :)
sore ini saya mau berbagi informasi tentang murtad nya salah seorang aktor indonesia yang menjadi lakon kh ahmad dahlan dalam film sang pencerah. ya Lukman Sardi. entah apa yang menjadi alasannya, ia rela meninggalkan aqidah dan keimanannya, yang sudah tentu akan di pertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak. kali ini saya tidak berfokus pada hal itu, namun pada hal yang jauh lebih mengerikan dari hal itu. yaitu soal pemurtadan di indonesia. lukman sardi adalah salah satu dari 2 juta umat islam yang keluar dari agam islam setiap tahunnya. seperti yang terdapat dalam data Mercy Mission, "sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun (data ini juga dinyatakan oleh Mayjen Pol (purn) Anton Tabah, seorang muallaf yg saat ini menjadi pengurus MUI Pusat)". Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim.
Astagfirullahaladzim.. Astagfirullahaladzim..
dan penduduk islam indonesia berkurang. tahun 80-an penduduk Muslim di Indonesia masih lebih dari 90%, tahun 2000 populasi Muslim turun ke angka 88,2% dan tahun 2010 turun lagi menjadi 85,1%. na'udzubillahimindzalik.!
Kalau sudah begini akankah kita kaum Muslimin berleha-leha atas aneka pemurtadan yang dilakukan para misionaris tsb?, atau bangga dengan keturunan Muslim “sengaja dibuat sedikit” dan yg tidak jelas aqidahnya?
Lalu akankah kita mengatakan: “Ini bukan urusan saya”. Kan ada pemerintah, ada menteri agama, ada ulama, ada ustadz , Lalu bagaimana tanggung jawab kita kepada Allah di hadapan-Nya kelak di padang mahsyar? Padahal kita semua tanpa kecuali adalah khalifah di muka bumi ini, sebagaimana Allah telah firmankan dalam QS Al-Baqarah ayat 30.
Oleh karena itu mari kita lanjutkan dakwah ini, karena ini adalah tanggung jawab kita juga, agar Malaikat tidak bertanya mengapa kita dahulu membiarkan saudaranya disesatkan oleh kaum yang men-tigakan Allah subhanahu wata’ala. Astaghfirullah !!!