GBI R.O.C.K Lembah Pujian

GBI R.O.C.K Lembah Pujian Charismatic, spirit filled worship place
(2)

18/09/2026

*King's Sword*
Sabtu, 19 September 2026

*Bacaan setahun:*
Yesaya 44:24 – 46:13
Galatia 4:21–31; 5:1–6
Mazmur 108:6–13

*TETAP TEGUH*

*“Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!" (1 Korintus 16:13)*

Ketika kita membuka kotak pesan di perangkat komunikasi, maka setiap hari senantiasa ada banyak sapaan dan ucapan yang terbaca di grup media sosial; mulai dari sekedar ucapan selamat pagi, sampai nasihat dan kalimat-kalimat motivasi yang membutuhkan. perenungan mendalam bak ditulis oleh konselor atau filsuf besar. Pagi ini sapaan grup tetangga cukup menyejukkan, "Mulailah hari dengan ucapan syukur, jalanilah dengan ikhlas" Ketika orang percaya berdiri teguh dalam iman dan pengharapan, maka ucapan syukur akan terpancar, karena ia yakin Tuhan lebih besar dari rintangan yang menghadang, sehingga dengan ikhlas menjalani momen itu sebagai sekolah kehidupan.

Kehidupan orang percaya tidak lepas dari tantangan dan persoalan, namun Rasul Paulus memberikan empat perintah yang singkat tetapi sangat kuat, salah satunya ialah berdiri teguh dalam iman. Keteguhan bukan berarti tidak pernah goyah, melainkan tetap memilih percaya kepada Tuhan sekalipun keadaan sulit, karena iman yang sejati tidak bergantung pada situasi tetapi pada kesetiaan-Nya. Berdiri teguh dalam iman juga berarti tetap taat pada firman-Nya dan kuat ketika badai kehidupan datang menguji iman.

Namun ada beberapa hambatan yang sering membuat seseorang sulit berdiri teguh dalam iman. Kekecewaan, rasa takut, pencobaan dan penderitaan dapat menimbulkan keraguan terhadap kasih dan penyertaan Tuhan. Sedangkan godaan dunia, seperti keinginan akan harta, pop**aritas, dan kenyamanan secara perlahan akan menjauhkan hati dari Tuhan. Demikian p**a, pengaruh lingkungan yang tidak selaras dengan nilai-nilai Kerajaan berpotensi membuat orang percaya berkompromi dengan dosa.

Berdiri teguh dalam iman bukan berarti tidak pernah mengalami rasa takut atau bebas dari pergumulan, tetapi tetap memilih setia dan taat kepada Tuhan di tengah segala keadaan yang s**ar, percaya bahwa la memberikan kekuatan kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya. Karena itu, kita perlu membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa, membaca dan merenungkan firman-Nya, serta bersekutu dengan sesama orang percaya, sehingga iman akan semakin bertumbuh dan mampu menghadapi setiap rintangan. Marilah kita tetap setia dan tidak menyerah dan terus berpegang pada Kristus, sumber pengharapan dan dasar yang teguh. (YL)

*Questions:*
1. Apakah yang dimaksud dengan berdiri teguh dalam iman?
2. Kebiasaan rohani apa yang perlu kita bangun agar iman tetap teguh?

*Kingdom Value:*
Keteguhan iman tidak membuat seseorang keras hati, namun diwujudkan dalam kasih kepada sesama.

*Kingdom Quote:*
Kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil. (Filipi 1:27).

Shalom Warga Kerajaan Allah, mari hadir bersama dan nikmati hadirat Tuhan dalam Kingdom Celebration di hari minggu 20 Se...
18/09/2026

Shalom Warga Kerajaan Allah, mari hadir bersama dan nikmati hadirat Tuhan dalam Kingdom Celebration di hari minggu 20 September 2026.

Akan ada 3 ibadah, pukul 07.00, 10.00 & 17.00 WITA yang akan dilayani oleh Pdt. Eluzai Frengky Utana.

Ketiga Ibadah juga disertai ibadah Sekolah Minggu untuk Putra/Putri anda..

Untuk Ibadah pra remaja dan remaja silahkan lihat infonya di IG .lembahpujian

Sedangkan untuk ibadah Pemuda silahkan lihat infonya di IG

Mari ajak seluruh keluarga, teman dan sahabat untuk beribadah bersama sama..

Tuhan Yesus Memberkati!!

🚀 WORKSHOP AI UNTUK GURU SEKOLAH MINGGUTeknologi berubah. Dunia anak berubah. Cara mereka belajar pun semakin visual, au...
17/09/2026

🚀 WORKSHOP AI UNTUK GURU SEKOLAH MINGGU

Teknologi berubah. Dunia anak berubah. Cara mereka belajar pun semakin visual, audio, interaktif, dan digital.

Sebagai guru Sekolah Minggu, kita perlu mengenal generasi yang kita layani—dan belajar memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan Firman Tuhan dengan lebih kreatif.

Dalam workshop ini Anda tidak hanya mendengar teori. 70% waktunya adalah PRAKTIK!

Kita akan mencoba:
• 💡 AI Tools Sahabat Sekolah Minggu
• 🎵 Belajar Alkitab Lewat Lagu
• 📖 Cerita Alkitab
• 🎮 Game Interaktif
• 📚 eBook

⏰ 2 × 90 menit
💻 Online By Zoom

👉 Daftar sekarang: https://s.id/workshopsekolahminggu

Guru + AI = lebih banyak kreativitas untuk melayani anak. ❤️

16/09/2026

King's Sword
Kamis. 17 September 2026

Bacaan setahun:
Yesaya 41:1 – 42:25
Galatia 3:10–25
Amsal 22:28 – 23:9

DIMERDEKAKAN UNTUK HIDUP DALAM KEBENARAN

"Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. (Roma 6:18-TB)

Banyak orang menganggap kebebasan berarti hidup tanpa aturan dan dapat melakukan apa saja yang diinginkan. Namun Alkitab memberikan pengertian yang sangat berbeda. Ketika Kristus menyelamatkan kita, la mengangkat kita dari lumpur dosa, mematahkan belenggu kuasa dosa, dan memberikan kebebasan yang sejati. Akan tetapi, kebebasan itu bukanlah izin untuk kembali hidup menurut keinginan daging. Paulus justru berkata bahwa setelah dibebaskan dari dosa, kita menjadi hamba kebenaran.

Artinya, kehidupan orang percaya tidak lagi diperintah oleh dosa, melainkan oleh Kristus, Sang Kebenaran. Dahulu dosa menjadi tuan yang memaksa kita hidup dalam pemberontakan kepada Allah. Sekarang kita memiliki Tuan yang baru. Perbedaannya sangat besar. Dosa selalu menjanjikan kenikmatan, tetapi akhirnya membawa kehancuran. Sebaliknya, Kristus memimpin kita kepada kehidupan, damai sejahtera, dan kekudusan.

Inilah sebabnya keselamatan bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan. Kita telah dibenarkan oleh anugerah Allah, tetapi kita juga sedang menjalani proses pengudusan. Setiap hari Roh Kudus membentuk karakter kita agar semakin serupa dengan Kristus. Karena itu, selama kita masih hidup di dunia ini, pertanyaannya bukanlah apakah pencobaan akan datang, melainkan kepada siapa kita akan tunduk. Apakah kita akan menaati Sang Raja dan hidup dalam kebenaran, ataukah perlahan kembali menikmati kubangan dosa yang dahulu telah membelenggu kita?

Paulus kemudian mengingatkan agar anggota-anggota tubuh kita diserahkan kepada Allah sebagai senjata-senjata kebenaran (Roma 6:13). Mata kita dipakai untuk melihat yang benar. Lidah kita dipakai untuk memberkati. Tangan kita dipakai untuk melayani, Pikiran kita dipakai untuk memuliakan Tuhan. Inilah makna kebebasan yang sejati. Kita bebas, bukan untuk berbuat ses**a hati, melainkan bebas untuk melakukan kehendak Allah.

Jangan melihat ketaatan sebagai belenggu yang baru. Justru di dalam ketaatan kepada Kristus terdapat s**acita, damai sejahtera, dan kehidupan yang sesungguhnya. Dunia mengira kebebasan adalah hidup tanpa Tuhan, tetapi Injil menyatakan bahwa kebebasan sejati adalah hidup di bawah pemerintahan Kristus. Ketika Yesus menjadi Tuan atas hidup kita, kita tidak kehilangan kebebasan. Kita menemukan tujuan hidup yang sebenarnya dan menikmati keindahan berjalan dalam kebenaran. (DH)

Questions:
1. Siapakah yang benar-benar menjadi tuan atas keputusan-keputusan hidup kita hari ini?
2. Adakah area tertentu yang masih berusaha kembali kepada "kubangan dosa" lama?

Kingdom Value:
Kristus tidak membebaskan kita supaya hidup tanpa tuan, tetapi supaya hidup di bawah pemerintahan Sang Kebenaran.

Kingdom Quote:
Setiap ketaatan kepada Kristus adalah langkah menjauh dari perbudakan dosa dan semakin dekat kepada kehidupan yang sejati.

15/09/2026

*King's Sword*
Rabu, 16 September 2026

*Bacaan setahun:*
Yesaya 38:1 – 40:31
Galatia 2:11–21; 3:1–9
Mazmur 107:33–43

*JANGAN CAPEK JADI ORANG BAIK*

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9)

Kita hidup di zaman di mana orang baik sering dianggap bodoh. Tulus dianggap punya maunya. Menolong dianggap cari muka. Murah hati dianggap bisa dimanfaatkan. Belum lagi media sosial membuat kita terbiasa melihat orang yang "licik" justru terlihat lebih berhasil. Akhirnya banyak orang mulai bertanya: "Masih ada gunanya jadi orang baik?" Firman Tuhan hari ini menjawab: JANGAN JEMU. Artinya jangan capek. Jangan berhenti. Jangan kehilangan hati untuk tetap berbuat baik, bahkan ketika kebaikanmu tidak dihargai. Karena setiap kebaikan yang ditabur tidak pernah sia-sia.

Hidup itu seperti gema. Apa yang kita lepaskan akan kembali beresonansi dalam hidup kita. Kalau Anda s**a menguatkan orang, suatu hari akan ada orang yang menguatkan Anda. Kalau Anda s**a menolong, pertolongan juga akan datang pada waktunya. Kalau Anda murah hati, hidup Anda akan dipenuhi kemurahan. Alkitab berkata: "Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri..." (Amsal 11:17) Ternyata saat kita berbuat baik kepada orang lain, sebenarnya kita juga sedang menanam sesuatu untuk hidup kita sendiri.

Masalahnya, banyak orang ingin panen tanpa mau menabur. Padahal hukum rohani selalu sama: Apa yang ditanam, itu yang dituai. Tidak semua panen datang cepat. Ada benih yang bertumbuh diam-diam. Ada air mata yang belum langsung berubah jadi s**acita. Tetapi Tuhan tidak pernah lupa setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus. Bahkan ketika kebaikanmu disalahartikan, tetaplah jadi orang baik. Bahkan ketika ketulusanmu dibalas kecewa, tetaplah punya hati yang lembut. Karena dunia mungkin lupa, tetapi Tuhan tidak pernah lupa. "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu." (Amsal 19:17)
Kemurahan hati juga bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Itu dibangun dari kebiasaan kecil. Dimulai dari pikiran. Lalu menjadi tindakan. Tindakan menjadi kebiasaan. Kebiasaan membentuk karakter. Dan karakter menentukan masa depan. Stephen Covey-seorang penulis, motivator dan pakar kepemimpinan dari Amerika pernah berkata: "Taburlah pikiran, tuailah tindakan. Taburlah tindakan, tuailah kebiasaan. Taburlah kebiasaan, tuailah karakter. Taburlah karakter, tuailah nasib."
Karena itu jangan berhenti menabur kebaikan. Percayalah, tidak ada kebaikan yang hilang di tangan Tuhan. Akan datang musim panen. Akan datang waktunya Tuhan membuka jalan. Akan datang waktunya Anda menuai s**acita dari setiap air mata dan ketulusan yang pernah ditabur. Jadi, tetaplah jadi terang. Tetaplah murah hati. Tetaplah menolong. Tetaplah berbuat baik. Karena orang yang terus menabur kebaikan, tidak akan pernah kekurangan tuaian kebaikan. Setuju? (DD)

Questions:

1. Pernahkah Anda merasa capek dan jenuh berbuat baik? Mengapa?
2. Apakah anda percaya bahwa perbuatan baik Anda ibarat petani yang menabur benih yang kelak akan menuai?

Kingdom Value:
Kasih bukan hanya sifat Sang Raja tetapi hakiki Sang Raja. Sebagai warga Kerajaan, perbuatan baik adalah wujud kasih Sang Raja yang kita percayai.

*Kingdom Quote:*
Kemurahan hati juga bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Itu dibangun dari kebiasaan kecil. Dimulai dari pikiran. Lalu menjadi tindakan. Tindakan menjadi kebiasaan. Kebiasaan membentuk karakter. Dan karakter menentukan masa depan.

13/09/2026

*King's Sword*
Senin, 14 September 2026

*Bacaan setahun:*
Yesaya 33:1 – 35:10
Galatia 1:1–24
Mazmur 107:10–22

*KASIH YANG BERLANDASKAN HIKMAT*

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16)

Allah adalah kasih. Benar. Hanya saja, kita harus ingat bahwa kasih tidak selalu berarti mengiyakan semua permintaan. Bayangkan apa yang terjadi kalau orang tua selalu menuruti permintaan anak. Kacau bukan?

Yesus penuh belas kasih. Benar. Kepada orang yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat. Kadang ada pandangan bahwa anak Tuhan tidak boleh menolak dan selalu memberi (waktu, tenaga, uang) kepada semua yang meminta. Saat seseorang tidak melakukannya, kadang ada yang menganggap tidak mengasihi atau "kurang Kristen". Tapi perhatikan, Yesus pernah membalik meja di Bait Suci, menyebut orang Farisi keturunan ular beludak. Menegur Petrus, meski kata-katanya terdengar "baik" saat membahas penderitaan-Nya yang akan datang (Matius 16:22). Dan membiarkan pemuda kaya pergi tanpa mengejarnya (Matius 19:16-22). Apakah karena Yesus kurang mengasihi mereka? Tentu tidak.

Ketika saudara kita dengan sengaja melakukan hal yang jelas salah dan merugikan, maka menegur nya dengan cara yang benar adalah hal yang paling menunjukkan compassion (belas kasih/kepedulian). Tujuannya untuk kebaikan orang tersebut dan kita sama sekali tidak mendapatkan keuntungan, sekaligus mencegah dampak buruk selanjutnya dalam hidupnya maupun orang lain yang terkena imbasnya.

Ketika ada yang membuat kita merasa semua yang kita lakukan selalu baik dan sempuma-bahkan terus mendukung tanpa hikmat-kita harus waspada dan merujuk pada Firman. Itu BUKAN compassion. Bahkan ini bukan hanya soal manusia (teman palsu, penjilat, dan lain-lain), tapi juga AI yang sering melakukan hal serupa, namanya sycophancy atau echo chamber. Kalau kita biarkan, bisa jadi kita salah jalan. Sebaliknya, kita juga jangan melakukan itu, sehingga saudara kita menjadi sesat. Bayangkan seandainya Yesus menyetujui dan mengikuti keinginan Petrus. Hari ini tidak ada keselamatan bagi kita.

Pun demikian, setelah kita menegur, atau memberi nasihat dengan compassion berdasarkan hikmat Tuhan, jika orang itu tetap menolak dan pergi, kadang yang terbaik adalah membiarkannya. Minimal ada dua alasan: pertama, kita bisa saja salah. Kedua, meski kita benar, Tuhan sanggup menggunakan cara dan orang lain untuknya. Doakan, lalu jika perlu, bertindaklah. Lalu biarkan Allah yang menjadi Allah dalam hidupnya (dan anda). Karena itu, meski belas kasih itu baik, ini harus selalu kembali pada kebenaran Firman. Marilah kita meminta hikmat dari Allah agar bisa membedakan takarannya. (SO)

*Questions:*
1. Pernahkan anda mengira bahwa meneladani Yesus berarti harus mengiyakan semua permintaan orang?
2. Batasan apa yang mungkin perlu anda terapkan untuk “megibaskan debu dari kaki anda” (Matius 10:14) terhadap hal yang seharusnya tidak mendapat compassion?

*Kingdom Value:*
Compassion selalu mendukung visi dan misi jangka panjang, bukan hanya indah sesaat.

*Kingdom Quote:*
Compassion without wisdom turns it into excuse and permissiveness.

https://youtu.be/qX3bXIk1D7w?si=JaenxP6uQeuZeFYT*MEMBANGUN PASUKAN DOA*_(sumber: Menduduki Kota-Kota Musuh, Cindy Jacobs...
13/09/2026

https://youtu.be/qX3bXIk1D7w?si=JaenxP6uQeuZeFYT

*MEMBANGUN PASUKAN DOA*
_(sumber: Menduduki Kota-Kota Musuh, Cindy Jacobs)_

*Minggu 13 September 2026*

*Petunjuk-petunjuk Bagaimana Menjadi Seorang Mitra Doa Yang Efektif (2)*

Bersamaan dengan ayat ini datanglah janji Tuhan. "Cindy, bila sekarang anda mau menyerahkan kehidupan di dalam doa syafaat untuk orang lain, maka anda akan mengumpulkan doa syafaat bagi diri anda di dalam bank sorgawiku. Bila anda berada di dalam pelayanan, banyak orang akan berdoa syafaat untuk anda sebagai mitra-mitra doa anda" Ini semua sudah terjadi. Pada saat itu mitra-mitra saya tidak tahu bahwa saya sedang mendoakan mereka secara harian, tetapi setiap hari ketika anak-anak saya tidur siang, saya meluangkan waktu dua atau tiga jam di dalam doa untuk mereka yang sudah Tuhan taruhkan pada saya yang membutuhkan doa-syafaat. Ini semua kini menjadi harta pelayanan yang dikumpulkan di tempat-tempat Sorgawi.

Bila anda adalah seorang pendoa-syafaat dan telah berdoa dengan setia bagi keluarga seorang pemimpin Kristen, anda mungkin saja mengalami suatu situasi yang muncul di dalam keluarga anda saat mana anda dapat mengatakan : "Tuhan, ada banyak doa-doa saya yang menumpuk di tempat tempat Sorgawi atas nama keluarga-keluarga orang lain.

Kini akankah Engkau bangkitkan orang-orang untuk mendoakan keluarga saya juga?" la akan dengan setia menjamah hati pendekar-pendekar doa lainnnya atas nama anda.

Keuntungan lainnya menjadi seorang mitra doa ialah anda menjadi seorang misionaris doa. Mandat untuk "pergi ke seluruh dunia" menjadi realitas ketika anda berdoa untuk pemimpin Kristen yang bepergian di sana.

*Pokok Doa :*
1. Berdoa supaya seluruh warga Kerajaan Allah tetap memiliki kerinduan untuk terus mengenal isi hati Allah.

*Tuhan menghangatkan tangan-Nya di hati manusia ketika ia berdoa. — John Masefield*

...

12/09/2026

*King's Sword*
Minggu, 13 September 2026

*Bacaan setahun:*
Yesaya 30:19 – 32:20
2 Korintus 13:1–14
Amsal 22:17–27

*STAND FIRM IN THE MIDST OF THE STORM*

"Karena itu, Saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab, kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58 - TB2)

Tema minggu kedua bulan September 2026 adalah Stand Firm in the Midst of the Storm berarti *tetap berakar kepada Kristus ketika segala sesuatu di sekitar kita berubah.* Badai kehidupan tidak pernah meminta izin sebelum datang. Kadang ia hadir dalam bentuk kegagalan, kehilangan, pengkhianatan, sakit penyakit, atau tekanan yang menguras iman. Namun, keteguhan iman bukan diukur saat langit cerah, melainkan ketika hati tetap percaya meski angin bertiup paling kencang. Mari kita belajar tentang Stand Firm in the Midst of the Storm.

Yang pertama, *HIDUP BIJAKSANA: MEMBANGUN DI ATAS BATU.* Kata Yunani hedraioi berarti kokoh, berfondasi kuat, tidak mudah dipindahkan. Secara leksikon, menunjuk pada sesuatu yang memiliki dasar yang mantap. Secara sintaksis, Paulus memakainya sebagai imperatif yang menuntut keadaan hidup yang terus dipertahankan. Secara habitus, keteguhan lahir dari kebiasaan mendengar dan melakukan firman Tuhan. Dalam konteks jemaat Korintus yang diguncang ajaran keliru tentang kebangkitan, Paulus mengingatkan agar mereka tetap berpijak pada kebenaran Injil. Hari ini, fondasi itu dibangun ketika kita tidak hanya mendengar Firman, tetapi menaatinya.

Yang kedua, *JANGAN SEMBRONO: JANGAN MEREMEHKAN FIRMAN.* Paulus menambahkan, ametakinetoi, yang berarti tidak tergeser, tidak terseret dari posisi semula. Kata ini menggambarkan orang yang tidak membiarkan tekanan mengubah keyakinannya. Kesembronoan rohani dimulai ketika nasihat Tuhan dianggap pilihan, bukan keharusan. Hikmat manusia sering tampak masuk akal, tetapi hanya Firman Tuhan yang sanggup menopang hidup ketika badai datang. Jangan menunggu krisis untuk menghargai kebenaran.

Yang ketiga, *TETAP BERDIRI DALAM IMAN DI TENGAH BADAI.* Frasa perisseuontes berarti terus melimpah, terus bertekun, semakin giat. Paulus tidak menyuruh jemaat sekadar bertahan, tetapi tetap produktif sekalipun berada di tengah tekanan. Konteks pasal ini adalah kepastian kebangkitan Kristus. Karena kemenangan Kristus sudah pasti, badai bukan akhir perjalanan. Orang yang melekat kepada Tuhan tidak menjadi pahit oleh badai, tetapi semakin dewasa, semakin kuat, dan semakin setia melayani.

Badai akan menguji fondasi hidup setiap orang. Mereka yang membangun hidup di atas Firman, menolak kompromi, dan terus melekat kepada Kristus akan tetap berdiri ketika yang lain mulai goyah. Iman yang sejati tidak mencari jalan keluar tercepat, tetapi memilih tetap setia sampai Tuhan menyatakan pertolongan-Nya. Stay blessed. (DW)

*Questions:*
1. Sudahkah Anda hidup bijaksana dan tidak sembrono?
2. Apakah Anda dapat tetap berdiri dalam iman di tengah badai?

*Kingdom Value:*
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang tetap berdiri dalam iman walau di tengah badai kehidupan.

*Kingdom Quote:*
Badai tidak menentukan masa depan kita; badai hanya menyingkapkan di mana fondasi hidup kita dibangun. Orang yang berakar di dalam Kristus akan tetap berdiri ketika angin paling keras sekalipun menerpa.

11/09/2026

ROCK VIRTUAL RUN 2026 — FIT & FEARLESS!
LARI DI MANA SAJA, KAPAN SAJA!

ROCK Virtual Run 2026 bisa diikuti dari mana saja. Tentukan rute sendiri dan selesaikan challenge-mu selama periode event!

📅 15 September – 15 Oktober 2026
🌏 Bisa diikuti dari mana saja
🏃 10K | 21K | 35K
🔄 Multiple Run — jarak bisa dikumpulkan secara bertahap.

YOU’LL GET:
🏅 Finisher Medal
🎁 Doorprize

ADD ON:
👕 Official Jersey

📲 REGISTER NOW!
Scan QR Code pada poster atau daftar melalui:
https://99virtualrace.com/RockSport2026

Ajak keluarga, teman, dan komunitasmu. Nggak harus berada di Bali — dari kota mana pun kamu berada, kamu bisa ikut!

ROCK VIRTUAL RUN 2026
FIT & FEARLESS

Run Anywhere. Finish Strong.

Address

Antasura
Denpasar
80115

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00
Sunday 07:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI R.O.C.K Lembah Pujian posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GBI R.O.C.K Lembah Pujian:

Shortcuts

Share