16/06/2024
PLATO DAN MURIDNYA.
"Dua emosi yang paling kuat dalam kehidupan manusia yaitu cinta dan ketakutan"
Pada suatu pagi yang cerah di Akademi, Plato sedang duduk di bawah pohon besar, mengamati murid-muridnya yg sedang berdiskusi. Seorang murid mendekatinya dengan penuh rasa ingin tahu.
"Murid: Guru Plato, saya ingin bertanya tentang sesuatu yg Anda katakan kemarin," kata murid itu.
"Plato: Tentu, apa yg ingin kau tanyakan?" Plato menjawab dengan senyum lembut.
"Murid: Anda pernah mengatakan bahwa 'Hati manusia itu seperti lilin yang menunggu untuk dilelehkan oleh cinta atau dibekukan oleh ketakutan.' Apa maksudnya?" tanya murid itu dengan ragu-ragu.
Plato mengangguk, mengisyaratkan muridnya untuk duduk di sebelahnya. "Ah, itu pertanyaan yg baik," katanya. "Maksudku adalah bahwa hati manusia sangat dipengaruhi oleh pengalaman emosional yang kita alami. Cinta dan ketakutan adalah dua kekuatan besar yang dapat mengubah keadaan hati kita secara mendalam."
Murid itu mendengarkan dgn penuh perhatian. "Bagaimana cinta bisa mempengaruhi hati kita, Guru?" tanyanya.
Plato menjawab dengan lembut, "Bayangkan lilin yang terkena panas. Lilin itu akan meleleh dan menjadi cair. Demikian juga, ketika kita merasakan cinta, hati kita menjadi lembut dan hangat. Cinta membuka diri kita, memungkinkan kita untuk merasakan kebahagiaan dan kedamaian. Cinta membuat kita lebih terbuka terhadap orang lain dan terhadap pengalaman baru."
Murid itu mengangguk, mulai memahami. "Dan bagaimana ketakutan mempengaruhi hati kita?" tanyanya lagi.
Plato melanjutkan, "Sebaliknya, bayangkan lilin yang terkena dingin ekstrem. Lilin itu akan menjadi keras dan beku. Ketika kita diliputi ketakutan, hati kita menjadi dingin dan keras. Ketakutan membuat kita menutup diri, menjadi defensif, dan merasa tidak aman. Kita menjadi terasing dari orang lain dan dari kebahagiaan sejati."
Murid itu berpikir sejenak, kemudian berkata, "Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk menjaga hati kita tetap terbuka dan hangat?"
Plato tersenyum, "Kita harus mencari cinta dan kasih sayang dalam kehidupan kita. Dengan merangkul cinta, kita dapat menjaga hati kita tetap lembut dan terbuka. Sementara itu, kita juga harus berusaha mengatasi ketakutan, karena ketakutan dapat menghalangi kita untuk mengalami kebahagiaan sejati."
Murid itu tersenyum penuh terima kasih. "Terima kasih, Guru. Saya mengerti sekarang bahwa cinta dan ketakutan memiliki kekuatan besar untuk membentuk hati kita."
Plato menepuk bahu muridnya dengan lembut. "Betul sekali. Ingatlah selalu untuk memelihara cinta dan menghadapi ketakutan dengan keberanian, sehingga hati kita dapat tetap hangat dan terbuka untuk segala kebaikan yg ditawarkan oleh kehidupan."
Murid itu berdiri dan kembali ke teman-temannya, membawa pemahaman baru tentang kekuatan cinta dan ketakutan. Plato memandangnya dengan bangga, mengetahui bahwa pelajaran hari ini akan membimbing muridnya menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih penuh makna.👇👇
(Plato filsuf Yunani kuno)
Sorotan Mentari Pagi Di Jendela Kamrku.