Pesantren Alfattaah Bintoro Kab. Demak

Pesantren Alfattaah Bintoro Kab. Demak Pusat Keagamaan

Nyai Hj Sofiyati Abdullah Zaini Binti KH. Cholil Harun, Kasingan Kab. Rembang. Pendiri Pondok Pesantren AlFattaah Bintor...
15/09/2023

Nyai Hj Sofiyati Abdullah Zaini Binti KH. Cholil Harun, Kasingan Kab. Rembang. Pendiri Pondok Pesantren AlFattaah Bintoro Demak. ☺️

14/06/2023

Ikutilah Pengajian Selapanan Ahad Kliwon : Tafsir Al-Ibriz
Untuk Santri & Umum

Bersama KH. Dr. A. Arief Cholil, SH., MA.
Pengasuh Pondok Pesantren Alfattaah

Waktu : Ahad, 18 Juni 2023
Lokasi : Masjid Alfattaah, Setinggil Bintoro Demak

Pusat Keagamaan

29/04/2023

Diantara teman seperjuangan KH. Abdullah Zaini Bin Uzair ketika Nyantri di KH. Cholil Harun Kasingan Rembang :

K Dasuki Solo, K Abdul Hamid Kendal, K Turaichan Ajhuri Kudus, K Abdul Jalil Kudus, K F Basuni Rembang, K Abdul Hamid bin Abdullah Pasuruan, K Sanusi Banyuwangi, K Masduqi Banyuwangi, K Badri Pasuruan, K Abdusy Syakur Bangil, K Kholil bin Abi Hasan Bangil, K Machrus bin Ali Lirboyo Kediri, K Murodi Nganjuk, K Fathurrahman Padangan, K Abdul Malik Blora, K Faozan Jepara, K Baidlowi Rembang, K Husain Jenu Tuban, K Utsman bin Ma'shum Al-Makki, K Abdurrasyid Jepara, K Abdusy Syakur Kudus, K Abdul Majid PAsuruan, K Ma'shum Cirebon, K Masruhan Semarang, K Taslim Demak, K Sholih Tuban, K Chamzawi Rembang, K Bisri Mustofa, K Misbah Tuban dan lain-lain.

Pusat Keagamaan

29/04/2023

KH. Abdullah Zaini Bin KH. Uzair santri sekaligus menantu KH. Cholil Harun (Kasingan Rembang). Beliau termasuk ulama kharismatik pada masanya.

Ayahnya KH. Uzair adalah seorang saudagar di Bonang Demak & muthowif / pembimbing haji sehingga Abdullah Zaini remaja bisa nyantri (mengenyam pendidikan) di Haromain Makkah. KH. Uzair wafat saat perjalanan ke Makkah dalam rangkat berangkat haji untuk yang kesekian kalinya.

Abdullah Zaini tumbuh Dewasa dan melanjutkan nyantri di pesantren KH. Cholil Harun Kasingan Rembang yang pada akhirnya dijodohkan dengan Nyai Hj. Sofiyati putri KH. Cholil Harun.

Sepeninggal KH. Cholil Harun tahun 1936, KH. Abdullah Zaini (saat itu sekitar umur 40an tahun) meneruskan tongkat estafet mengajar di Pesantren Kasingan Rembang bersama KH. Bisri Musthofa (saat itu sekitar umur 24th).

Sampai pada akhirnya penjajahan jepang membuat huru-hara sehingga KH. Abdullah Zaini kembali pulang kampung ke Desa Jetak Jatirogo Bonang Demak kediaman Ayahanda KH. Uzair yang diikuti juga oleh santri-santri beliau. Tak selang beberapa lama berpindah lagi mengajar di Kauman Utara Bintoro Demak tepatnya Kediaman Mbah Adlan (pernah Pakde, Kakak dari Mbah Syarifah dari jalur Ibunya KH. Abdullah Zaini) sebelah Masjid Agung Demak yang juga masih kerabat beliau.

KH. Abdullah Zaini diperkenalkan dengan Syekh Said Sungkar Semarang seorang saudagar kaya dan dibelikan tanah luas untuk diwakafkan di desa Setinggil Bintoro Demak tidak jauh dari Masjid Agung Demak. Lokasi tersebut akhirnya dibuat Pondok Pesantren Alfattaah hingga sampai saat ini.

KH. Abdullah Zaini wafat diusia 50an pada tahun 1953 setelah 2 tahun mendirikan Pondok Pesantren Alfattaah Bintoro Demak. Sepeninggal beliau tongkat estafet pengasuh pondok dilanjutkan oleh KH. Cholil Abdurrazzaq - Bulu Semarang, santri sekaligus menantu KH. Abdullah Zaini.

Oleh :
Gus Faried Ubaidillah Uzair Bin Omar

Pusat Keagamaan

KH.Kholil Harun, Imam Sibawaihnya JawaOleh: Bisri Adib HattaniKH Kholil Harun Kasingan Rembang (popular disebut Kiai Kho...
29/04/2023

KH.Kholil Harun, Imam Sibawaihnya Jawa

Oleh: Bisri Adib Hattani

KH Kholil Harun Kasingan Rembang (popular disebut Kiai Kholil Kasingan) lahir di Sarang, Rembang pada tahun 1293 Hijriah bertepatan 1876 Masehi, putra terakhir Mbah Harun dari Sarang. Ibunya bernama Sintok. Saudara-saudaranya adalah Kiai Machfudl, Kiai Umar, Kiai Fadlil, Kiai Shodiq. Kesemuanya adalah ahli-ahli ilmu dan agama.

Ibunya, Sintok binti Lanah, adalah adik dari KH Ghozali Sarang. Mbah Harun meninggal dunia ketika Kyai Kholil masih kecil. Sejak usia anak-anak, mbah Kholil Harun berada dalam pengawasan kakaknya Kiai Umar Harun dan Pamannya Kyai Ghazali Sarang. Keuntungan yang besar ini disambut dengan kemauan Mbah Kholil Harun untukmenuntut ilmu dari keduanya dan juga kiai-kiai lain di Sarang, diantaranya Kiai Murtadlo bin Muntaha.

Pada waktu beranjak remaja, Kiai Kholil sempat ikut dengan kakaknya Kiai Fadlil di Pesantren Tambakboyo. Kiai Kholil lalu melanjutkan mencari ilmu ke Bangkalan Madura, berguru kepada Wali Jaman itu yakni Kyai Kholil bin Abdul Lathif, Bangkalan.

Pada usia 17 tahun, Kiai Kholil berangkat ke Haramain sebagaimana kaprahnya santri-santri pada masa itu untuk melaksanakan ibadah haji, sekaligus berguru kepada ulama' di Makkah. Pada masa itu, Kiai Kholil sudah dikenal sebagai pemuda yang tinggi ilmunya(alim)dan sering melakukan riyadlah.

Pada 1892, Kiai Kholil sampai di Mekkah. Beliau mengajikepada Kyai Machfudl Termas yang ketika itu berusia 25 tahun. Mekkah saat itu sedang dalam masa keemasaan ulama' dari Nusantara. Kiai Kholil belajar juga kepada Syeikh Bakri Syaththo, Syeikh Nawawi Al-Bantani, Syeikh Khatib Al-Minangkabawi, dan ulama'-ulama' lain yang sezaman. Beliau belajar di Masjidil Haram selama delapan tahun.

Pada 1900, Kiai Kholil pulang ke Sarang dan diambil menantu oleh gurunya, Kiai Murtadlo bin Muntaha. Pernikahan ini tidak bertahan lama. Istri beliau meninggal dunia. Hari-hari Beliau di Sarang diisi dengan mengajar dan belajar tanpa melupakan riyadlah mendekat kepada Allah. Pada 1901, Kiai Kholil menjadi hakim di Hofd voor Islamietische Zaken (Pengadilan Agama Hindia Belanda) berkantor di Rembang. "Karena tugas inilah, beliau lalu bermukim di Rembang. Kiai Kholil menikah lagi dengan Nyai Sukatmi binti Haji Nur Hadi Kasingan. Kegiatan belajar mengajar beliau lanjutkan dengan mendirikan Pesantren Kasingan. Pesantren ini pada puncakkejayaannya, pernah memiliki 2.000 santri dari berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.

Santri-santri Kiai Kholil banyak yang melanjutkan perjuangannya, menjadi kiai dan mengasuh pesantren. Di antara santri-santrinya adalah K Dasuki Solo, K Abdul Hamid Kendal, K Turaichan Ajhuri Kudus, K Abdul Jalil Kudus, K F Basuni Rembang, K Abdul Hamid bin Abdullah Pasuruan, K Sanusi Banyuwangi, K Masduqi Banyuwangi, K Badri Pasuruan, K Abdusy Syakur Bangil, K Kholil bin Abi Hasan Bangil, K Machrus bin Ali Lirboyo Kediri, K Murodi Nganjuk, K Fathurrahman Padangan, K Abdul Malik Blora, K Faozan Jepara, K Baidlowi Rembang, K Husain Jenu Tuban, K Utsman bin Ma'shum Al-Makki, K Abdurrasyid Jepara, K Abdusy Syakur Kudus, K Abdul Majid PAsuruan, K Ma'shum Cirebon, K Masruhan Semarang, K Taslim Demak, K Sholih Tuban, K Chamzawi Rembang, K Abdullah Zaini Demak, K Bisri Mustofa, K Misbah Tuban dan lain-lain.

Pernikahan Kiai Kholil dengan Nyai Sukatmi dikaruniai dengan empat orang putri dan dua orang putra yakni Nyai Fatimah (istri KH Chamzawi Rembang), Nyai Shofiyati (istri KH Abdullah Zaini Demak), Rofi'i (meninggal sewaktu kecil), Kiai Ahmad Suyuthi Kholil Tasikagung (Mbah Ndloh), Nyai Sa'diyah (istri KH Sholeh, Makam Agung Tuban), dan Nyai Ma'rufah (istri KH Bisri Mustofa).

Pada 1925, Nyai Sukatmi meninggal dunia. Kemudian Kiai Kholil lalu menikah lagi dengan Nyai Masyfiah, Melahirkan dua orang putri dan seorang putra yakni KH Ma'moen Kholil (Nyai Fatimah), Nyai Ma'munatun (Kyai Asrori Magelang), Nyai Shofwah (Kyai Masyruf Mas'ad).

Kiai Kholil Harun sakit ringan pada tahun 1939. Sakit ringan ini berakhir dengan wafatnya Beliau pada hari Senin, 2 Rabi'uts Tsani 1358 H bertepatan dengan 21 Mei 1939 M. Beliau dimakamkan di Makam Kabongan Kidul dekat dengan pesantren Beliau yakni Pesantren Kasingan Rembang.

Kiai Kholil dikenalsebagaiImam Sibawaihnya Jawa. Ini Karena kepakaran beliau di bidang ilmu-ilmu alat (ilmu bahasa arab). Alfiyah ibn Malik, salah satu kitab nahwu yang wajib dihafal dan dikuasai oleh para santri. Murid-murid Kiai Kholil yang memiliki pesantren juga menjadikan Alfiyah ibn Malik sebagai kitab wajib yang dikaji, sebagai salah satu kekhususan dan keunggulan dari pesantren tersebut.

Penulis adalah Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh Rembang
dimuat Koran Suara Merdeka

10/04/2023

HADIRILAH !!!
DZIKRO MAULID & HAUL AKBAR
PON-PES ALFATTAAH BINTORO DEMAK
RABU, 3 MEI 2023 / 12 SYAWAL 1444H
JAM 12.00 WIB - Selesai

Amaghfurlah :
- KH. Abdullah Zaini bin Uzair Ke-71
- Ny Hj. Sofiyati binti KH. Cholil Harun Ke-20
- KH. Cholil Abdurrazzaq bin KH. Abdurrazzaq Ke-34
- Ny Hj. Azzah binti KH. Abdullah Zaini Ke-13
Serta Masyayikh dan Dzurriyah

Pusat Keagamaan

Dzikro Maulid & Haul Akbar  Pondok Pesantren Al Fattah Bintoro Demak - Jateng
05/04/2023

Dzikro Maulid & Haul Akbar Pondok Pesantren Al Fattah Bintoro Demak - Jateng

Lomba Video Contest Mahallul Qiyam 2020Segera Daftarkan diri !!!Link Pendaftaran & Juknis Lomba ; bit.ly/daftarlombamaha...
23/10/2020

Lomba Video Contest Mahallul Qiyam 2020

Segera Daftarkan diri !!!
Link Pendaftaran & Juknis Lomba ; bit.ly/daftarlombamahallulqiyam

03/06/2020
31/05/2020

SELAMAT LEBARAN - Cipt. ISMAIL MARZUKI
(Cover Muham Feat Rohana)

*Santri Pesantren Al-Fattah Bintoro Demak*
Mari dukung dan subcribe channelnya agar lebih semangat berkreatifitas lagi. :)

Paket UMROH HEMAT Pasti Berangkat !!!Angkatan Tahun 2019 - 2020Hubungi WA : 081313141480 / 087733778822  Mau jadi Resell...
14/07/2019

Paket UMROH HEMAT Pasti Berangkat !!!
Angkatan Tahun 2019 - 2020

Hubungi WA : 081313141480 / 087733778822

Mau jadi Reseller / Agen kami?
Fee Rp. 500rb - Rp. 1jt
Hubungi kami :)

Address

Jalan Sultan Fatah Komplek Pontren Alfattah Setinggil Bintoro Demak
Demak
59511

Telephone

+6282323088855

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Alfattaah Bintoro Kab. Demak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pesantren Alfattaah Bintoro Kab. Demak:

Share