08/06/2024
KEUTAMAAN 10 HARI DI AWAL BULAN DZULHIJJAH
==========================================
Mengenai keutamaan 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, Rasulullah ﷺ bersabda,
"Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)". [ HR. Bukhari]
Demikian p**a Imam Ahmad rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".
Sungguh ibadah dan amal2 sholih di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya. Sebagian ulama lagi mengatakan bahwa pada hari-hari ini dan ke depan hingga malam 10 Dzulhijjah tiba, kemuliaannya lebih utama daripada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan mengenai ini, beliau berkata:
“Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dari penjelasan keutamaan seperti ini, hilanglah kerancuan yang ada. Jelaslah bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (qurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah (8 Dzulhijjah)”[Zaadul Ma’aad hal. 20].
Sayang sekali kita tdk melihat umat islam antusias menyambut datangnya 10 hari awal Dzulhijjah ini, sebagaimana kita menyambut awal ramadhan. Di masjid2, atau mungkin di televisi kita lihat adem ayem saja seperti tdk terjadi hal yg spesial, padahal ulama mendorong umat Islam untuk menyambutnya seperti hal nya menyambut Ramadhan dengan memperbanyak amal sholih, puasa, dzikir, membaca quran, sholat malam, bersedekah, sebagaimana di bulan Ramadhan dan jika mampu ditambah dengan berkurban dan berhaji. Khusus utk ibadah puasa, maka disunnahkan berpuasa pada 10 awal Dzulhijjah, atau minimal di tgl 9 Dzulhijjah (puasa Arofah), Rasulullah bersabda “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”. [HR. Muslim]
Allah Azza wa Jalla pun bersumpah dalam surat Al Fajr 1-2 dengan kemuliaan 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini,
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh”. (QS. Al Fajr: 1-2).
Allah Azza wa Jalla memuliakan umat Muhammad tidak dengan umur panjang sebagaimana umat2 terdahulu yg bahkan ada yg umurnya sampai hampir seribu tahun, namun Dia memberikan waktu-waktu tertentu yg di dalamnya kita umat Islam bisa meraih banyak pahala dan keberkahan. Ingatlah Nabi Muhammad ﷺ telah mengabarkan bhw umur umatnya hanya berkisar 60 -70 tahun saja, dan sedikit sekali yg melampaui itu, sangat pendek. Berkacalah teman-teman, perhatikan uban yg sudah banyak tumbuh di kepala kita, waktu kita tidak lama lagi di dunia, maka maksimalkan ibadah dan amal2 soleh lainnya di bulan Dzulhijjah ini, atau lagi-lagi ia akan telewat begitu saja dengan percuma.
Renungkanlah perkataan mahsyur Imam Syafi'i berikut ini,
“Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jika jiwamu tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”
Wallahu'alam.