01/06/2018
Ramadhan adalan bulan yang paling istimewa dibanding dengan bulan yang lainnya. Sejumlah peristiwa penting terjadi di bulan suci ini. Momen pelipatgandaan pahala ini juga berlimpah ibadah-ibadah khusus, yang memacu umat Islam berlomba-lomba dalam meraih keutamaan di bulan Ramadhan.
Di antara cirri sesuatu yang istimewa adalah memiliki banyak nama, seperti Baginda Besar Nabi Muhammad ﷺ yang mempunyai banyak nama dan julukan positif. Begitupun dengan bulan Ramadhan. Berikut adalah nama-nama lain Ramadhan sebagaimana disarikan dari kitab Ittihaf al-Anam bi Ahkam ash-Shiyam karya Dr. Zainuddin bin Muhammad bin Husain bin al-‘Aydarus al-Ba’alawy.
1. Bulan Al-Qur’an
Bulan Ramadhan dinamakan p**a bulan Al-Qur’an ( ﺷﻬﺮ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ), sebagaimana kita ketahui bahwa di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan. Dalam Al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 185 Allah ﷻ berfirman:
ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯٰ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”
Malaikat Jibril AS pun mengajarkan Al-Qur’an pada Nabi Muhammad ﷺ pada bulan ini, sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Abbas RA:
ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃَﺟْﻮَﺩَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺃَﺟْﻮَﺩُ ﻣَﺎ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻓِﻰ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﻠْﻘَﺎﻩُ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﻠْﻘَﺎﻩُ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻓَﻴُﺪَﺍﺭِﺳُﻪُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ، ﻓَﻠَﺮَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃَﺟْﻮَﺩُ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﻳﺢِ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠَﺔِ
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur'an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin." (HR. Bukhari)
Selain keistimewaan bulan Ramadhan dari dua dalil di atas, para ulama pun menghatamkan al-Quran di bulan ini lebih banyak dari bulan-bulan lainnya.
2. Bulan Puasa
Bulan Ramadhan bisa disebut juga bulan puasa ( ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ), ibadah inlah yang paling istimewa dalam bulan Ramadhan, sehingga penyebutan bulan Ramadhan dengan bulan puasa sudah mendarah daging. Ditambah keutamaan melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah RA:
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : " ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻡَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَﺍﺣْﺘِﺴَﺎﺑًﺎ ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻪِ
Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang mendirikan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari)
3. Bulan Shalat Malam ( Syahrul Qiyâm )
Sebagaimana telah disinggung bahwa Ramadhan adalah bulan yang mana pahala dilipatgandakan. Oleh sebab itu banyak kaum Muslimin yang meramaikan malam-malam mereka dengan ibadah, salah satunya shalat tarawih.
Disebut Syahrul Qiyam karena ada hadits yang berisi keutamaan qiyam di bulan ini.
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻳﺮﻏﺐ ﻓﻲ ﻗﻴﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻥ ﻳﺄﻣﺮﻫﻢ ﺑﻌﺰﻳﻤﺔ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﻣﻦ ﻗﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺇﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭ ﺍﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ . ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ
Dari Abi Hurairah RA. berkata: “Bahwasanya Rasulullah ﷺ senantiasa mengimbau dalam shalat di malam Ramadhan, imbauan yang tidak bersifat mewajibkan. Kemudian beliau ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang bangun mendirikan Ramadhan dengan iman dan ikhlas maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
4. Bulan Doa
Artinya bulan doa. Bulan Ramadhan identic juga dengan bulan doa, bahkan salah satu waktu mustajabnya doa yaitu ketika menjelang buka puasa. Sebagaimana hadits Nabi ﷺ , dari riwayat ‘Ubadah RA:
ﺃﺗﺎﻛﻢ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺷﻬﺮ ﺑﺮﻛﺔ ، ﻓﻴﻪ ﺧﻴﺮ ﻳﻐﺸﻴﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻪ، ﻓﺘﻨﺰﻝ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ، ﻭﺗﺤﻂ ﺍﻟﺨﻄﺎﻳﺎ، ﻭﻳﺴﺘﺠﺎﺏ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ، ﻓﻴﻨﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﺗﻨﺎﻓﺴﻜﻢ ، ﻭﻳﺒﺎﻫﻲ ﺑﻜﻢ ﻣﻼﺋﻜﺘﻪ، ﻓﺄﺭﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﺧﻴﺮﺍ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺸﻘﻲ ﻣﻦ ﺣﺮﻡ ﻓﻴﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ
Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya ada kebaikan yang meliputi kalian, maka turunlah rahmat, berguguran segala kesalahan dan dosa, di dalamnya doa dikabulkan, maka Allah melihat semangat kalian, dan para malaikat sangat dengan kalian, maka perlihatkan di hadapan Allah yang terbaik dari jiwa-jiwa kalian, karena sesungguhnya celaka bagi siapa yang diharamkan di dalamnya rahmat Allah ﷻ.
5. Bulan Rahmat
Allah ﷻ banyak memberi rahmat dalam bulan ini, kita bisa merasakannya sendiri bagaimana melimpahnya kasih sayang Ia kepada mahluknya, berupa pengampunan dosa hamba-hambanya.
Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits dari Nabi ﷺ :
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻭَّﻝُ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻬْﺮِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺻُﻔِّﺪَﺕْ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ ﻭَﻣَﺮَﺩَﺓُ ﺍﻟْﺠِﻦِّ، ﻭَﻏُﻠِّﻘَﺖْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﻔْﺘَﺢْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺑَﺎﺏٌ، ﻭَﻓُﺘِّﺤَﺖْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﻐْﻠَﻖْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺑَﺎﺏٌ، ﻭَﻳُﻨَﺎﺩِﻱ ﻣُﻨَﺎﺩٍ ﻳَﺎ ﺑَﺎﻏِﻲَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﺃَﻗْﺒِﻞْ، ﻭَﻳَﺎ ﺑَﺎﻏِﻲَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﺃَﻗْﺼِﺮْ، ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻋُﺘَﻘَﺎﺀُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺫَﻟﻚَ ﻛُﻞُّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah ﷺ . bersabda, ‘Pada malam pertama bulan Ramadhan setan-setan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta penyeru menyeru, “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan.” (HR. At-Tirmidzi)
6. Bulan Ampunan
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, ini yang menjadi kekhususan umat Nabi Muhammad ﷺ . Imam al-Baihaqi meriwayatkan hadits yang berbunyi:
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻧﻀﺮﺓ، ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻳﻘﻮﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : « ﺃﻋﻄﻴﺖ ﺃﻣﺘﻲ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺧﻤﺴﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻄﻬﻦ ﻧﺒﻲ ﻗﺒﻠﻲ : ﺃﻣﺎ ﻭﺍﺣﺪﺓ، ﻓﺈﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺃﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺇﻟﻴﻬﻢ، ﻭﻣﻦ ﻧﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺬﺑﻪ ﺃﺑﺪﺍ، ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻓﺈﻥ ﺧﻠﻮﻑ ﺃﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﺣﻴﻦ ﻳﻤﺴﻮﻥ ﺃﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ، ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺗﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ، ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺄﻣﺮ ﺟﻨﺘﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﺎ : ﺍﺳﺘﻌﺪﻱ ﻭﺗﺰﻳﻨﻲ ﻟﻌﺒﺎﺩﻱ ﺃﻭﺷﻚ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺗﻌﺐ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺇﻟﻰ ﺩﺍﺭﻱ ﻭﻛﺮﺍﻣﺘﻲ، ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺁﺧﺮ ﻟﻴﻠﺔ ﻏﻔﺮ ﻟﻬﻢ ﺟﻤﻴﻌﺎ » ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻮﻡ : ﺃﻫﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ( ﻻ ﺃﻟﻢ ﺗﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻤﺎﻝ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﺈﺫﺍ ﻓﺮﻏﻮﺍ ﻣﻦ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭﻓﻮﺍ ﺃﺟﻮﺭﻫﻢ؟ )
Dari Jabir RA berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Umatku telah diberi lima perkara di bulan Ramadhan, yang mana tidak diberikan kepada umat lain sebelumnya: Pertama, jika datang malam pertama bulan Ramadhan Allah ﷻ melihat kepada mereka, dan barang siapa yang dilihat oleh Allah di hari ini maka tidak akan disiksa selamanya. Kedua, bau mulut sebab berpuasa saat mereka berada di sore hari lebih harum dari minyak misik. Ketiga: para Malaikat memintakan ampun untuknya di setiap siang dan malam. Keempat: Allah ﷻ memerintahkan kepada surga dan berfirman kepadanya: “Bersiap-siaplah dan berhiaslah untuk hambaku wahai Surga! Aku berharap kepada mereka untuk beristirahat dari kelelahan dunia menuju rumah-Ku dan pemberian-Ku. Kelima: Jika datang akhir malam mereka semua telah diampuni oleh Allah ﷻ, kemudian seorang laki-laki berkata: "Apakah malam itu malam Lailatul Qadar?" Rasulullah ﷺ menjawab: “Bukan, tidakkah kau melihat kepada orang-orang pekerja, mereka bekerja keras dan jika telah usai maka mereka akan mendapatkan gaji?’" (HR Al-Baihaqi)
7. Bulan Kesabaran
Puasa Allah jadikan sebagai tameng untuk menjaga diri, maka dari itu ketika berpuasa banyak pantangan-pantangan yang perlu kita hindari, seperti marah. Bulan Ramadhan dinamakan bulan kesabaran, sebab ada salah satu hadits dari Salman al-Farisi RA:
ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻗﺪ ﺃﻇﻠﻜﻢ ﺷﻬﺮ ﻋﻈﻴﻢ ﺷﻬﺮ ﻣﺒﺎﺭﻙ ﺷﻬﺮ ﻓﻴﻪ ﻟﻴﻠﺔ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻟﻒ ﺷﻬﺮ ﺟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻴﺎﻣﻪ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻭ ﻗﻴﺎﻡ ﻟﻴﻠﻪ ﺗﻄﻮﻋﺎ ﻣﻦ ﺗﻘﺮﺏ ﻓﻴﻪ ﺑﺨﺼﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻛﺎﻥ ﻛﻤﻦ ﺃﺩﻯ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﺳﻮﺍﻩ ﻭ ﻣﻦ ﺃﺩﻯ ﻓﻴﻪ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻛﺎﻥ ﻛﻤﻦ ﺃﺩﻯ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﺳﻮﺍﻩ ﻭﻫﻮ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺼﺒﺮ ﻭ ﺍﻟﺼﺒﺮ ﺛﻮﺍﺑﻪ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﺎﺓ ﻭ ﺷﻬﺮ ﻳﺰﺩﺍﺩ ﻓﻴﻪ ﺭﺯﻕ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻣﻦ ﻓﻄﺮ ﻓﻴﻪ ﺻﺎﺋﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﻐﻔﺮﺓ ﻟﺬﻧﻮﺑﻪ ﻭ ﻋﺘﻖ ﺭﻗﺒﺘﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﺃﺟﺮﻩ ﻣﻨﻐﻴﺮ ﺃﻥ ﻳﻨﺘﻘﺺ ﻣﻦ ﺃﺟﺮﻩ ﺷﻲﺀ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻟﻴﺲ ﻛﻠﻨﺎ ﻧﺠﺪ ﻣﺎ ﻳﻔﻄﺮ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﻓﻘﺎﻝ : ﻳﻌﻄﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺜﻮﺍﺏ ﻣﻦ ﻓﻄﺮ ﺻﺎﺋﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﺗﻤﺮﺓ ﺃﻭ ﺷﺮﺑﺔ ﻣﺎﺀ ﺃﻭ ﻣﺬﻗﺔ ﻟﺒﻦ ﻭ ﻫﻮ ﺷﻬﺮ ﺃﻭﻟﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﻭ ﺃﻭﺳﻄﻪ ﻣﻐﻔﺮﺓ ﻭ ﺁﺧﺮﻩ ﻋﺘﻖ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻣﻦ ﺧﻔﻒ ﻋﻦ ﻣﻤﻠﻮﻛﻪ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻭ ﺃﻋﺘﻘﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭ ﺍﺳﺘﻜﺜﺮﻭﺍ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺃﺭﺑﻊ ﺧﺼﺎﻝ : ﺧﺼﻠﺘﻴﻦ ﺗﺮﺿﻮﻥ ﺑﻬﻤﺎ ﺭﺑﻜﻢ ﻭ ﺧﺼﻠﺘﻴﻦ ﻻ ﻏﻨﻰ ﺑﻜﻢ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﺨﺼﻠﺘﺎﻥ ﺍﻟﻠﺘﺎﻥ ﺗﺮﺿﻮﻥ ﺑﻬﻤﺎ ﺭﺑﻜﻢ ﻓﺸﻬﺎﺩﺓ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺗﺴﺘﻐﻔﺮﻭﻧﻪ ﻭ ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻠﺘﺎﻥ ﻻ ﻏﻨﻰ ﺑﻜﻢ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻓﺘﺴﺄﻟﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭ ﺗﻌﻮﺫﻭﻥ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭ ﻣﻦ ﺃﺷﺒﻊ ﻓﻴﻪ ﺻﺎﺋﻤﺎ ﺳﻘﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺣﻮﺿﻲ ﺷﺮﺑﺔ ﻻ ﻳﻈﻤﺄ ﺣﺘﻰ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ
“Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah menaungi kalian, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang mana Allah jadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan shalat (tarawih) di malamnya sebagai sunah. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dengan satu kebaikan (amalan sunnah), maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan-bulan yang lain. Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti pahala melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya. dan ia adalah bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga, bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan bulan dimana rizki orang-orang yang beriman bertambah. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yang berpuasa maka baginya pengampunan atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan dia mendapatkan pahala yang sama sebagaimana yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa.
Mereka (para sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai sesuatu untuk dihidangkan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka.”
Rasulullah ﷺ menjawab: “Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau setetes susu.”
Inilah bulan yang permulaannya (sepuluh hari pertama) Allah menurunkan rahmat, yang pertengahannya (sepuluh hari pertengahan) Allah memberikan ampunan, dan yang terakhirnya (sepuluh hari terakhir) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka.
Barangsiapa yang meringankan hamba sahayanya di bulan ini, maka Allah subhanahu wata'ala akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Dan perbanyaklah melakukan empat hal di bulan ini, yang dua hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan yang dua hal kamu pasti membutuhkannya. Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah yaitu sahadat dan beristighfar kepada Allah, dan dua hal yang pasti kalian membutuhkannya yaitu kalian memohon Surga kepada-Nya dan kalian berlindung kepada-Nya dari api neraka. Dan barang siapa yang di dalamnya membuat kenyang orang yang berpuasa (ketika berbuka), maka Allah akan memberinya minum dari telagaku, yang sekali minum darinya, seseorang tidak akan merasakan haus sehingga ia memasuki surga.”
Dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa Ramadhan adalah bulan kesabaran. Ya, meskipun hadits ini lemah, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejalan dengan nilai kualitas puasa itu sendiri.
8. Bulan Sedekah
Betapa semangatnya umat Muslim untuk bersedekah di bulan Ramadhan, hampir di setiap masjid tak jarang kita jumpai suguhan takjil untuk berbuka, tak hanya itu, nasi kotak dan semacamnya pun turut meramaikan masjid menjelang waktu berbuka.
Maka tak asing jika bulan Ramadhan dinamakan bulan sedekah. Hal ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ :
ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﻗﺎﻝ : ﻗﻴﻞ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ، ﺃﻱ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺃﻓﻀﻞ ؟ ﻗﺎﻝ : ﺻﺪﻗﺔ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ
Dari Anas, beliau berkata: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?”, Beliau menjawab: “Sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR. at-Tirmidzi)
9. Bulan Rezeki
Melihat hadits panjang yang disebutkan dari riwayat Salman al-Farisi, terdapat redaksi yang berbunyi:
ﺷﻬﺮ ﻳﺰﺩﺍﺩ ﻓﻴﻪ ﺭﺯﻕ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ
"Bulan ditambahkannya rezeki orang mukmin."
Maka bulan Ramadhan dinamakan sebagai bulan rezeki. Makna rezeki tak sebatas pada materi saja, bukankah ketaatan kepada Allah ﷻ adalah rezeki yang sering kita mohon kepada Allah p***a melaksanakan shalat.
10. Bulan Kedermawanan
Dalam hadits Salman al-Farisi di atas juga disebutkan:
ﺷﻬﺮ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﺎﺓ
"Bulan kedermawanan."
Dapat disebut seperti ini karena kita dapat merasakan sendiri kedermawanan umat Muslim, dengan sedekah maupun sumbangan yang dikeluarkan untuk orang lain. Kata ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﺎﺓ dalam kamus bermakna juga pelipur lara, artinya bulan Ramadhan adalah pelipur lara bagi umat Muslim.