11/03/2026
Dalam Matius 7:21–23, Yesus menyampaikan salah satu peringatan yang sangat serius. Ia berkata bahwa tidak setiap orang yang berseru “Tuhan, Tuhan” akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Bahkan ada orang yang bernubuat, mengusir setan, dan melakukan banyak mukjizat dalam nama-Nya, tetapi pada akhirnya Yesus berkata kepada mereka: “Aku tidak pernah mengenal kamu.” Perkataan ini muncul di bagian akhir Khotbah di Bukit. Yesus menegaskan bahwa kehidupan Kristen bukan hanya soal kata-kata rohani atau aktivitas pelayanan yang luar biasa, tetapi tentang hidup yang benar-benar melakukan kehendak Allah.
Kata “berseru” dalam teks Yunani berasal dari kata legō, yang berarti mengatakan atau menyebut dengan kata-kata. Orang-orang ini memanggil Yesus dengan sebutan “Kyrie, Kyrie” – “Tuhan, Tuhan.” Pengulangan ini penting, karena dalam budaya Yahudi pengulangan nama menunjukkan kesungguhan hati dan emosi yang kuat. Artinya, mereka bukan orang yang acuh terhadap Tuhan. Mereka berbicara dengan bahasa iman dan tampak sangat religius. Namun Yesus menunjukkan bahwa pengakuan dengan mulut tidak selalu sama dengan ketaatan dalam hidup.
Dalam latar belakang pemikiran Ibrani, berseru kepada Tuhan berkaitan dengan kata qārā’, yang berarti memanggil dengan suara keras atau memanggil nama seseorang secara terbuka. Dalam Perjanjian Lama, kata ini sering dipakai ketika seseorang berseru kepada Tuhan dalam doa atau ibadah (misalnya Kejadian 4:26). Jadi berseru kepada Tuhan sebenarnya adalah tindakan yang saleh: seseorang mengakui Allah secara terbuka dan memanggil-Nya sebagai Tuhan.
Namun Alkitab juga menunjukkan bahwa seruan kepada Tuhan bisa menjadi kosong jika hidup tidak taat kepada-Nya. Para nabi sering menegur bangsa Israel yang tetap memanggil nama Tuhan, tetapi hati dan hidup mereka jauh dari kehendak-Nya (Yesaya 29:13). Karena itu perkataan Yesus menjadi sangat tajam: seseorang bisa memanggil Tuhan dengan bibirnya, tetapi hidupnya tetap tidak tunduk kepada Allah.