Beranda Paroki Bunda Maria Cirebon

Beranda Paroki Bunda Maria Cirebon Official Account Gereja Katolik Paroki Bunda Maria Kota Cirebon, Keuskupan Bandung, Jawa Barat - Ind

Dibulan ini dengerin lagu ini adem banget rasanya dihati, walau judulnya Hymne tapi lirik dan nadanya bukan seperti lagu...
05/10/2021

Dibulan ini dengerin lagu ini adem banget rasanya dihati, walau judulnya Hymne tapi lirik dan nadanya bukan seperti lagu Hymne, jadi enak banget dengerinnya dimana aja untuk ngademin pikiran dan hati

Judul : HYMNE BUNDA MARIACipt : L Putut PudyantoroArranger : Ady Julian Lagu ini diciptakan khusus oleh Bapak L Putut Pudyantoro bagi GEREJA PAROKI BUNDA MAR...

Yuk dukung karya Kasih berupa FILM PENDEK dari OMK Bunda Maria Cirebon bagi kita semua, Lihat Film Pendek nya 👇👇👇https:/...
23/09/2021

Yuk dukung karya Kasih berupa FILM PENDEK dari OMK Bunda Maria Cirebon bagi kita semua, Lihat Film Pendek nya 👇👇👇

https://youtu.be/dsFbF5yvopo

Lalu share kan kepada para sahabat untuk berbagi cerita kasih ini, jangan lupa di Like, Subcribe dan Coment ya...

Tuhan memberkati 🙏

Hallo Sobat Damar...Hati ini adalah Pesta Santo Agustinus dari Hippo, seorang Uskup dan Doktor Gereja. Siapa ya beliau ?...
28/08/2021

Hallo Sobat Damar...

Hati ini adalah Pesta Santo Agustinus dari Hippo, seorang Uskup dan Doktor Gereja. Siapa ya beliau ??? Yuk kita intip story' nya...

Santo Agustinus lahir pada tanggal 13 November 354 di Tagaste, Algeria, Afrika Utara dan diberi nama Aurelius Augustinus. Ia dibesarkan dan dididik di Karthago, dan dibaptis di Italia. Ibunya, St.Monika, adalah seorang Katolik yang saleh, sementara ayahnya, Patrisius seorang kafir. (Kelak ibunda St.Agustinus juga dinyatakan sebagai orang kudus dan menjadi pelindung bagi para ibu rumah tangga). Agustinus sendiri memilih menganut aliran Manikeanisme, yaitu aliran yang menolak Allah dan sangat mengagungkan rasionalisme.

Agustinus adalah seorang yang sangat cerdas. Pendidikan dan karier awalnya ditempuhnya dalam bidang filsafat dan retorika, seni persuasi dan bicara di depan publik. Awalnya Ia mengajar di Tagaste dan Karthago, namun ia ingin pergi ke Roma karena ia yakin bahwa di sanalah para ahli retorika yang terbaik dan paling cerdas berlatih. Karena itu pada usia 29 tahun Agustinus dan Alypius, sahabatnya, pergi ke Roma Italia. Setelah Beberapa saat tinggal di ibukota kerajaan itu; Agustinus kembali merasa kecewa dengan sekolah-sekolah di Roma, yang dikatakan sangat menyedihkan dan kurang bermutu. Sahabat-sahabatnya yang mengetahui kecerdasannya segera memperkenalkannya kepada kepala kota Roma, Simakhus, yang saat itu sedang mencari seorang dosen retorika untuk istana kerajaan di Milano.

Agustinuslah yang kemudian mendapatkan pekerjaan itu dan pindah ke Milan untuk menerima jabatan itu pada akhir tahun 384. Pada usia 30 tahun karier Agustinus semakin bersinar. Ia dikenal sebagai seorang Professor yang sangat disegani di Milano. Namun demikian, Agustinus merasakan ketegangan dalam kehidupan di istana kerajaan.

Suatu hari ketika ia sedang duduk di keretanya untuk menyampaikan sebuah pidato penting di hadapan kaisar, ia melihat seorang pengemis mabuk yang dilewatinya di jalan ternyata hidupnya begitu bebas dan tidak diliputi kecemasan dibandingkan dirinya. Hal ini membuat ia semakin hari merasa semakin gelisah. Sama seperti kebanyakan dari kita di jaman sekarang, ia mencari-cari sesuatu dalam berbagai aliran kepercayaan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Tanpa kehadiran Tuhan dalam hidupnya, jiwanya itu tetap kosong. Semua buku-buku ilmu pengetahuan yang dibacanya, tapi ia tidak menemukan kebenaran dan ketentraman jiwa.

Sejak awal tak bosan-bosannya ibunya menyarankan kepada Agustinus untuk membaca Kitab Suci di mana dapat ditemukan lebih banyak kebijaksanaan dan kebenaran daripada dalam ilmu pengetahuan. Tetapi, Agustinus meremehkan nasehat ibunya. Kitab Suci dianggapnya terlalu sederhana dan tidak akan menambah pengetahuannya sedikit pun.

Pada usia 31 tahun Agustinus mulai tergerak hatinya untuk kembali kepada Tuhan berkat doa-doa ibunya serta berkat ajaran St.Ambrosius, Uskup kota Milan. Namun demikian ia belum bersedia dibaptis karena belum siap untuk mengubah sikap hidupnya yang bergelimang kemewahan. Suatu hari, ia mendengar tentang dua orang yang serta-merta bertobat setelah membaca riwayat hidup St.Antonius Pertapa. Agustinus merasa malu.

“Apa ini yang kita lakukan?” teriaknya kepada Alypius. “Orang-orang yang tak terpelajar memilih surga dengan berani. Tetapi kita, dengan segala ilmu pengetahuan kita, demikian pengecut sehingga terus hidup bergelimang dosa!” Dengan hati yang sedih, Agustinus pergi ke taman dan berdoa, “Berapa lama lagi, ya Tuhan? Mengapa aku tidak mengakhiri perbuatan dosaku sekarang?” Sekonyong-konyong ia mendengar seorang anak menyanyi berulang-ulang, “Ambillah dan bacalah!” Agustinus mengambil Kitab Suci dan membukanya tepat pada ayat, “Marilah kita hidup dengan sopan seperti pada siang hari… kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” (Roma 13:13-14). Ini dia! teriak professor Agustinus dalam hatinya. Inilah yang ku cari. Sejak saat itu, Agustinus memulai hidup baru.

Tradisi lain yang cukup populer tentang kisah pertobatan St.Agustinus adalah : Suatu hari Agustinus berjalan ditepi pantai sambil memikirkan tentang Tuhan yang dianggapnya tidak ada serta Kitab Suci yang pernah disebutnya sebagai kitab yang terlalu sederhana. Di bibir pantai ia melihat seorang anak kecil berusaha memindahkan air dari laut kedalam sebuah lubang kecil dipasir. "Apa yang sedang kau lakukan..??". Tanya Agustinus pada anak kecil itu. Ia menjawab bahwa ia sedang mengeringkan air laut dengan memindahkannya kedalam lubang kecil yang digalinya. Professor Agustinus tertawa dan menjelaskan bahwa itu tidak mungkin dilakukan. Anak kecil yang sebenarnya adalah malaikat itu menatap Agustinus lalu berkata : "Dapatkah otak manusia yang kecil itu memahami Tuhan Sang pencipta alam semesta ini....??? " Agustinus seketika tersadarkan dan sejak saat itu ia memulai hidup baru.
Pada tanggal 24 April 387 Agustinus dipermandikan oleh Uskup St.Ambrosius. Ia memutuskan untuk mengabdikan diri pada Tuhan dan dengan beberapa teman dan saudara hidup bersama dalam doa dan meditasi. Pada tahun 388, setelah ibunya wafat, Agustinus tiba kembali di Afrika. Ia menjual segala harta miliknya dan membagi-bagikannya kepada mereka yang miskin papa. Ia sendiri mendirikan sebuah komunitas religius. Atas desakan Uskup Valerius dan umat, maka Agustinus bersedia menjadi imam. Empat tahun kemudian Agutinus diangkat menjadi Uskup kota Hippo.

Semasa hidupnya Agustinus adalah seorang pengkhotbah yang ulung (lebih dari 350 khotbahnya yang terlestarikan diyakini otentik), dan dikenang akan perjuangannya melawan ajaran sesat Manikeanisme yang pernah dianutnya. Ia juga merupakan pahlawan iman Gereja melawan bidaah Donatis yang telah banyak meyesatkan umat beriman. Agustinus berusaha sekuat tenaga untuk membendung aliran sesat itu. Dalam sebuah debat terbuka dengan para Donatis, Agustinus mematahkan semua argumen mereka sehingga membuat banyak orang telah disesatkan berbalik kembali ke pangkuan Gereja Katolik.

Agustinus menulis surat-surat, khotbah-khotbah serta buku-buku dan mendirikan biara di Hippo untuk mendidik biarawan-biarawan agar dapat mewartakan injil ke daerah-daerah lain, bahkan ke luar negeri. Gereja Katolik di Afrika mulai tumbuh dan berkembang pesat.

Di dinding kamarnya, terdapat kalimat berikut yang ditulis dengan huruf-huruf yang besar : “Di sini kami tidak membicarakan yang buruk tentang siapa pun.” dan “Terlambat aku mencintai-Mu, Tuhan”. Agustinus menghabiskan sisa hidupnya untuk mencintai Tuhan dan membawa orang-orang lain untuk juga mencintai-Nya.

Agustinus wafat pada tanggal 28 Agustus 430 di Hippo dalam usia 76 tahun. Makamnya kini terletak di Basilika Santo Petrus di Roma. Kumpulan surat, khotbah serta tulisan-tulisannya adalah warisan Gereja yang amat berharga. Di antara ratusan buku karangannya, yang paling terkenal ialah “Pengakuan-Pengakuan” dan “Kota Tuhan”.

Sumber : katakombe.org

Hallo Sobat Damar...Hari ini kita memperingati Santa Monika, siapa sih dia??? Yuk kita baca story' nya ya...Monika dilah...
27/08/2021

Hallo Sobat Damar...
Hari ini kita memperingati Santa Monika, siapa sih dia??? Yuk kita baca story' nya ya...

Monika dilahirkan pada tahun 331 di Tagaste, Algeria, Afrika Utara dari keluarga Kristen yang taat. Leluhurnya bukan penduduk asli Afrika, tetapi perantauan dari Fenisia. Monika dinikahkan dengan Patrisius, seorang pegawai tinggi pemerintahan kota. Mereka dikaruniai 3 orang anak: Agustinus, Navigius dan Perpetua (yang kelak memimpin biara). Patrisius seorang kafir. Ia bertabiat buruk, s**a naik pitam dan sering mentertawakan usaha keras Monika untuk mendidik Agustinus menjadi pemuda Kristiani. Meskipun demikian, Monika tidak pernah membantah ataupun bertengkar dengan suaminya.Tak henti-hentinya ia berdoa agar suami dan puteranya segera bertobat dan menerima Kristus.

Pada tahun 371 Patrisius meninggal. Mendekati ajalnya ia bertobat dan minta di baptis. Bahkan ibu Patrisius pun juga dibaptis. Sementara itu, Agustinus belum juga mau menjadi seorang Kristen. Meski tidak ada tanda-tanda bahwa doanya dikabulkan Tuhan, Monika dengan setia tetap berdoa untuk Agustinus dengan setiap kali air mata mengalir dari kedua matanya. Tuhan mendengarkan keluh kesah Monika dan menguatkannya dengan suatu mimpi. Dalam mimpinya, Monika melihat dirinya sendiri berada di atas sebuah mistar dari kayu, kemudian datanglah seorang pemuda yang berseri-seri dan bercahaya wajahnya. Pemuda itu bertanya, “Mengapa ibu bersedih? Apa yang menyebabkan ibu menangis setiap hari?” Monika menjawab bahwa ia sedih karena tidak tahan melihat kebinasaan Agustinus, puteranya. Maka pemuda itu mengajak Monika untuk melihat dengan seksama. Segeralah terlihat oleh Monika bahwa Agustinus ada bersamanya di atas mistar. Kata pemuda itu, “Di mana engkau berada, ia pun berada.”

Telah lama waktu berlalu sejak mimpinya itu, namun Agustinus masih juga hidup dalam dosa. Oleh karena itu Monika terus datang kepada Bapa Uskup memohon-mohon dan mendesak-desak dengan air mata bercucuran supapa Uskup mau menengok dan menasehati Agustinus. Lama-kelamaan Uskup menjadi bosan dan kehilangan kesabarannya, sehingga ia berkata, “Pergilah, jangan menggangguku; demi hidupmu tak mungkinlah binasa anak sekian banyak air mata itu!” Monika amat gembira sebab ia percaya pada apa yang dikatakan Bapa Uskup bahwa Agustinus tidak mungkin binasa.

Pada tahun 383 Agustinus bersama Alypius, sahabatnya, hendak berangkat ke Roma dan Milan untuk mengajar. Monika tidak setuju karena waktu itu Roma buruk peradabannya. Di pantai menjelang keberangkatannya, Monika menawarkan hanya dua pilihan kepada Agustinus: pulang dengannya atau Monika ikut dengan Agustinus ke Italia. Dengan tipu dayanya Agustinus meninggalkan ibunya seorang diri di kapel Beato Cyprianus yang terletak di tepi pantai, sementara ia dan Alypius berlayar ke Italia.

Monika amat sedih, seorang diri ia menyusul Agustinus ke Italia. Penderitaan berat ditanggungnya terutama karena kapal yang ditumpanginya hampir karam karena badai. Tuhan menguatkan Monika dengan janji-Nya bahwa ia akan bertemu dengan puteranya sesampainya di Italia.

Monika bersahabat baik dengan St. Ambroius, Uskup kota Milan. Agustinus mulai tertarik dengan khotbah dan ajaran-ajaran Uskup Ambrosius hingga akhirnya dibaptis.

Dua bulan kemudian, yaitu bulan Juni tahun 387 Agustinus, Alypius & Monika berencana pulang kembali ke Tagaste, Afrika. Dalam perjalanan pulang mereka singgah di Ostia, di dekat muara sungai Tiber. Monika dan Agustinus berdua saja berdiri bersandar pada jendela rumah persinggahan mereka. Mereka terlibat dalam pembicaraan yang sangat menarik mengenai seperti apa kiranya kehidupan para kudus di surga. Diliputi rasa bahagia yang amat sangat Monika berkata kepada Agustinus, “Anakku, bagiku tidak ada lagi yang dapat memukauku dalam kehidupan ini. Apa lagi yang dapat kuperbuat di dunia ini? Untuk apa aku di sini? Entahlah, tak ada lagi yang kuharapkan dari dunia ini. Ada satu hal saja yang tadinya masih membuat aku ingin tinggal cukup lama dalam kehidupan ini, yaitu melihat engkau menjadi Kristen Katolik sebelum aku mati. Keinginanku sudah terkabulkan berlebihan dalam apa yang telah diberikan Allah kepadaku: kulihat kau sudah sampai meremehkan kebahagiaan dunia ini dan menjadi hamba-Nya. Apa yang kuperbuat lagi di sini?”

Lima hari kemudian Monika jatuh sakit. Kepada kedua puteranya, Agustinus dan Navigius, Monika berpesan, “Yang kuminta kepada kalian hanyalah supaya kalian memperingati aku di altar Tuhan di mana saja kalian berada.” Hanya supaya ia diingat di altar-Mu, itulah keinginannya. Sebab ia telah melayani altar itu tanpa melewati satu hari pun. Pada hari yang kesembilan Monika wafat dalam usia 56 tahun.

Santa Monika dihormati sebagai pelindung ibu rumah tangga. Pestanya dirayakan setiap tanggal 27 Agustus.

sumber : http://keuskupan-malang.web.id/?p=816

Hallo Sobat Damar...Dalam hidup ini kita selalu memiliki pilihan, pilihan untuk mengurusi yang nyata, tampak secara fisi...
26/08/2021

Hallo Sobat Damar...

Dalam hidup ini kita selalu memiliki pilihan, pilihan untuk mengurusi yang nyata, tampak secara fisik atau lebih memilih sesuatu yang lebih baik untuk kedalaman diri kita, yakni hati kita.

Keduanya harus lah seimbang antara kebaikan yang nyata dan kebaikan yang ada di hati, arti nya tidak ada kemunafikan dalam diri kita. Kebaikan apa yang kita lakukan secara fisik, diharapkan itu atas dasar kebaikan hati atau keimanan kita.

Maka mari kita berjuang bersama, mau memperbaiki sisi luar yang mungkin kurang baik dan sisi dalam yang masih hancur yang seringkali masih sering disembunyikan.

Tuhan memberkati 😇
Berkah Dalem 🙏

Hallo Sobat Damar,Sudahkah kita mencoba membuka hati kita agar dapat memahami siapa DIA sesungguhnya ??? Karena dengan i...
25/08/2021

Hallo Sobat Damar,

Sudahkah kita mencoba membuka hati kita agar dapat memahami siapa DIA sesungguhnya ???

Karena dengan itulah kita dapat JATUH CINTA pada-NYA dan menjadikan iman kita semakin TEGUH dan TEDUH.

TUHAN MEMBERKATI 😇
Berkah Dalem 🙏

Sobat Damar yang terkasih, hati ini kita memperingati Santo Bartolomeus Rasul, siapa ya beliau??? Nah silahkan baca stor...
24/08/2021

Sobat Damar yang terkasih, hati ini kita memperingati Santo Bartolomeus Rasul, siapa ya beliau??? Nah silahkan baca story' nya ya 👇

Santo Bartolomeus adalah salah seorang dari kedua belas Rasul. Dalam Alkitab ia disebut sebagai Natanael ( Natanael bar-Tolomai = Natanael 'anak Tolomeus'). Nama Natanael hanya disebutkan dalam Injil Yohanes. Dalam Injil-injil Sinoptik, Ia disebut sebagai Bartolomeus dan selalu disebutkan bersama dengan Filipus, sedangkan nama Natanael tidak pernah disebut. Sebaliknya dalam Injil Yohanes, Filipus dan Natanael disebutkan bersama, tetapi nama Bartolomeus tidak pernah disebut.

Bartolomeus berasal dari Kana di daerah Galilea seperti kebanyakan murid Yesus yang lainnya. Ketika diajak oleh temannya, Filipus, untuk menemui Yesus dari Nazaret, Natanael awalnya bersikap skeptik.

Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
Kata Natanael kepadanya : "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" ....... (Yoh 1:45-49)

Para pakar meyakini bahwa perkataan Yesus mengenai Natanael "di bawah pohon ara" merupakan istilah yang bermakna "mempelajari Taurat.

Sejak saat itu Bartolomeus mengikuti Yesus hingga Ia wafat disalib dan menjadi saksi kebangkitan-Nya.

Nama Natanael disebut kembali di akhir Injil Yohanes yang dicatat bersama-sama sejumlah murid lain di pantai Danau Galilea setelah Kebangkitan Yesus, di mana kemudian Yesus menampakkan diri kepada mereka.

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. (Yoh 21:1-2 )

Eusebius dari Kaisarea menulis dalam Ecclesiastical History (5:10) bahwa setelah Kenaikan Yesus, Bartolomeus pergi sebagai misionaris ke India, di mana ia meninggalkan sebuah salinan Injil Matius. Tradisi lain mencatatnya sebagai misionaris ke Ethiopia, Mesopotamia, Parthia, dan Lycaonia.

Rasul Bartolomeus bersama rasul Yudas anak Yakobus, dikenal sebagai pembawa Kekristenan ke Armenia pada abad ke-1 M. Karenanya kedua rasul ini dianggap santo pelindung bagi Gereja Apostolik Armenia.

Dikabarkan Bartolomeus mati sebagai martir di Albanopolis di Armenia. Menurut satu riwayat, ia dipenggal kepalanya, tetapi tradisi yang lebih populer menyatakan bahwa ia dikuliti hidup-hidup dan disalib dengan kepala di bawah. Dikatakan bahwa Bartolomeus telah membawa Polymius, raja Armenia, menjadi penganut Kristen. Akibatnya, Astyages, saudara laki-laki Polymius, menyuruh Bartolomeus dihukum mati.

Pada abad ke-4 jenasah Bartolomeus dipindahkan ke sebuah gereja di Roma, di sebuah pulau di tengah-tengah sungai Tiber.

Pada abad ke-13 Biara Saint Bartholomew Monastery didirikan di Armenia pada tempat kemartiran rasul Bartolomeus di provinsi Vaspurakan di Greater Armenia (sekarang bagian tenggara Turki).

Gereja merayakan Pesta St. Bartolomeus pada setiap tanggal 24 Agustus.

Sumber : Katakomber.org

Sobat Damar yang terkasih, mari wujudkan cinta kita pada sesama yang bukan hanya sekedar kata-kata tapi dengan sikap tin...
23/08/2021

Sobat Damar yang terkasih, mari wujudkan cinta kita pada sesama yang bukan hanya sekedar kata-kata tapi dengan sikap tindakan kita sehari-hari dengan kerendahan hati dan mau melayani.

Sudah kah kita bersikap sepenuh hati dalam melayani, yang bukan hanya ucapan tapi tindakan ???

TUHAN MEMBERKATI 😇
Berkah Dalem 🙏

Sobat Damar yang terkasih, seri Santo Santa kali ini adalah SANTO PAUS PIUS X, siapa ya beliau??? Nah silahkan baca stor...
21/08/2021

Sobat Damar yang terkasih, seri Santo Santa kali ini adalah SANTO PAUS PIUS X, siapa ya beliau??? Nah silahkan baca story' nya ya 👇

Lahir dengan nama Giuseppe Sarto pada tahun 1835 di Riese, Italia, anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya seorang pegawai pos. Sejak kecil Sarto diajarkan cinta kasih kepada Yesus dan Gereja-Nya oleh kedua orangtuanya melalui teladan cinta kasih dalam rumah mereka.
Giuseppe ingin menyerahkan hidupnya untuk membawa banyak orang ke surga. Ia rindu menjadi seorang imam. Untuk itu, ia dan keluarganya harus banyak berkorban agar ia dapat bersekolah di seminari. Ia harus berjalan bermil-mil jauhnya tanpa alas ke sekolah agar sepatunya yang satu-satunya jangan sampai rusak. Giuseppe ditahbiskan menjadi seorang imam pada umur 23 tahun Ia kemudian berkarya di paroki-paroki miskin selama 17 tahun. Semua orang mengasihinya. Ia s**a membagikan apa yang ia miliki kepada mereka yang berkekurangan hingga ia tidak menyimpan apa-apa bagi dirinya sendiri.
Pada tahun 1903, Kardinal Sarto diangkat menjadi paus dan memilih nama Pius X. Ia dikenang karena kasihnya yang berkobar-kobar kepada Ekaristi Kudus. Bapa Suci mendorong semua orang untuk menyambut Yesus sesering mungkin, bahkan tiap hari! Ia juga menetapkan ketentuan bahwa anak-anak dapat menyambut Komuni Kudus juga. Ia yakin bahwa Komuni Kudus memberi kekuatan yang diperlukan untuk melakukan segala sesuatu demi kasih kepada Yesus!. Banyak karya penting dimasa kepausan yang ia buat, yang membuat ia semakin dicintai oleh umat. Paus Pius X wafat pada tanggal 20 Agustus 1914. Dalam surat wasiatnya ia menulis, "Saya dilahirkan miskin, saya hidup miskin, saya berharap mati miskin." Tahun 1954, ia dikanonisasi oleh Paus Pius XII dan pestanya dirayakan setiap tanggal 21 Agustus.
Semoga keteladanan yang diwariskannya selalu menjadi semangat untuk kita dalam menjalani hidup, khususnya dalam mengimani Kristus.
Santo Pius X, doakanlah kami.

Sumber : iGreja

Tuhan memberkati 😇
Berkah Dalem 🙏

Sobat Damar yang terkasih, Kasih adalah satu pilar dasar kehidupan, karena dengan kasih kita dapat memperoleh kebahagiaa...
21/08/2021

Sobat Damar yang terkasih,
Kasih adalah satu pilar dasar kehidupan, karena dengan kasih kita dapat memperoleh kebahagiaan, dengan kasih dia bisa bekerja dengan semangat dan mengabdi, dengan kasih ia akan bermurah hati.

Sudahkah anda memberikan Kasih pada sesama???

TUHAN MEMBERKATI 😇
Berkah Dalem 🙏

Address

Jalan Dukuh Semar No. 34, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti
Cirebon
45142

Opening Hours

Monday 08:00 - 13:00
17:30 - 19:00
Tuesday 08:00 - 13:00
17:30 - 19:00
Thursday 08:00 - 13:00
17:30 - 19:00
Friday 08:00 - 13:00
17:30 - 19:00
Saturday 08:00 - 13:00
17:30 - 18:30
Sunday 07:30 - 13:00
17:30 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Beranda Paroki Bunda Maria Cirebon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Beranda Paroki Bunda Maria Cirebon:

Share