Toriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah wa Syatariyah

Toriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah wa Syatariyah Keteguhan hati yang berpegang pada janji

31/12/2022

๐˜ผ๐™ฅ๐™–๐™—๐™ž๐™ก๐™– ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ ๐™ช ๐™—๐™š๐™ง๐™Ÿ๐™ช๐™ข๐™ฅ๐™– ๐™๐™–๐™จ๐™ช๐™ก๐™ช๐™ก๐™ก๐™–๐™ ๐™Ž๐˜ผ๐™’ ๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ข " ๐™ˆ๐™ž๐™ข๐™ฅ๐™ž "

Seseorang dimungkinkan belajar kepada jin yang soleh atau belajar dari setan (jin kafir/munafik) dari alam jin atau belajar dari manusia soleh yang telah wafat dari alam barzah yang tinggi (illiyyin).
Tetapi berguru kepada makhluk dari alam batiniyah ini sangat tinggi risikonya, karena rekayasa setan sangatlah canggih. Sebagian besar manusia yang belajar kepada guru dari alam batiniyah ini tertipu oleh setan, walaupun dia menyangka bahwa dia telah berguru kepada wali Alloh.

Hanya dengan ridlo Alloh dan dengan bimbingan Nabi SAW dan para wali Alloh, seorang murid yang belajar kepada guru dari alam batiniyah bisa mencapai jalan yang lurus dan tidak sesat.
Murid yang telah dan terus belajar kepada guru dari alam batiniyah dan telah mencapai jalan yang lurus akan terus diganggu dan berperang dengan para setan. karena penembusan ke alam lain itu akan banyak mendapat banyak manfaat yang tak terhingga, sehingga setan atau iblis sangat benci dan akan berusaha untuk mencegah, dan lebih di upayakan menggagalkannya dari keberhasilan, makanya meskipun belajar ke alam lain misal alam ruh alam malakut itu penting adanya guru mursyid yang kamil dan benar membimbing secara alam jasmani tetap di perlukan, karena bahayanya belajar langsung ke alam lain, dan tipuannya lebih banyak.

โ€œBarang siapa yang bermimpi melihatku, maka dia melihatku karena setan tidak akan bisa menyerupai diriku.โ€ (Hadis).
โ€œAlangkah miskinnya seorang murid jika gurunya hanya orang-orang hidup atau manusia biasaโ€.
Suatu saat Imam al-Gazali ditanya muridnya perihal banyaknya hadis ahad atau hadis tak populer yang dikutip dalam kitabnya, Ihyaโ€™ โ€˜Ulum al-Din. Lalu, al-Ghazali menjawab, dirinya tak pernah mencantumkan sebuah hadis dalam Ihyaโ€™ tanpa mengonfirmasikan kebenarannya kepada Rasulullah.
Jika ada lebih dari 200 hadis dikutip di dalam kitab itu, berarti lebih 200 kali Imam al-Gazali berjumpa dengan Rasulullah. Padahal, Imam al-Ghazali hidup pada 450 H/1058 M hingga 505 H/1111 M, sedangkan Rasulullah wafat tahun 632 M. Berarti, masa hidup antara keduanya terpaut lima abad.
Kitab Ihyaโ€™ yang terdiri atas empat jilid itu ditulis di menara Masjid Damaskus, Suriah, yang sunyi dari hiruk pikuk manusia.
Pengalaman lain,
Ibnu โ€˜Arabi juga pernah ditanya muridnya tentang kitabnya, Fushush al-Hikam. Setiap kali sang murid membaca pasal yang sama dalam kitab itu selalu saja ada inspirasi baru.
Menurutnya, kitab Fushuh bagaikan mata air yang tidak pernah kering. Ibnu โ€˜Arabi menjawab, kitab itu termasuk judulnya dari Rasulullah yang diberikan melalui mimpi. Dalam mimpi itu, Rasulullah mengatakan, โ€œKhudz hadzal kitab, Fushuh al-Hikam (ambil kitab ini, judulnya Fushush al-Hikam).โ€
Kitab Jamiโ€™ Karamat al-Auliyaโ€™ karangan Syekh Yusuf bin Ismaโ€™il al-Nabhani, sebanyak dua jilid, mengulas sekitar 625 tokoh/ulama yang memiliki karamah, yaitu pengalaman luar biasa mulai dari sahabat nabi hingga tokoh abad ke-19.
Sayang, di dalamnya tidak dimasukkan sejumlah orang yang dapat dikategorikan sebagai wali yang berasal dari Indonesia. Seperti beberapa ulama yang tergabung di dalam Wali Songo. Dalam kitab ini, subhanallah, ternyata pengalaman batin dan spiritual hamba Allah SWT berbeda-beda.
Umumnya mereka sudah berada di atas maqam yang lebih tinggi atau di atas rata-rata. Ternyata alam gaib bagi setiap orang tidak sama. Ada yang masih tebal (hijab/tabirnya) dan ada yang sudah transparan (mukasyafah). Bagi mereka yang sudah berada di tingkat mukasyafah, sudah bisa berkomunikasi lintas alam.

kalau sepengalaman saya, soal hadist sabda rosululloh saw : โ€œBarang siapa yang bermimpi melihatku, maka dia melihatku karena setan tidak akan bisa menyerupai diriku.โ€ (Hadis).
itu maksud hadist begini , saya akan bercerita ketika imam ja'far shodiq RA berbicara padaku, suatu kali saya ingin bertanya soal pertemuan dengan rosululloh saw yang saya alami, maka saat itu saya bertemu dengan sahabat abu bakar assidiq RA, saya bertanya pada beliau, dengan pertemuanku dengan rosululloh saw, lalu beliau menyaranku bertanya pada imam ja'far shodiq RA, lalu saya bertanya pada imam Ja'far shodiq RA. beliau menjelaskan, maksud hadist itu begini, : jadi rosululloh saw itu tidak pernah bertemu dengan orang yang tidak kedudukannya tinggi, maksudnya tidak bertemu secara ruh idhofi beliau, tak ada yang kuat berhadapan dengan kemulyaan ruh idhofi rosululloh., hanya orang tertentu saja yang di kehendaki bertemu dengan ruh idhofi rosululloh saw salah satunya dirimu."
lalu saya bertanya, " lalu bagaimana dengan para wali qutub, apa mereka itu tidak di temui rosululloh saw?"
" mereka di temui rosululloh, tapi di temui oleh ruh biasa, bukan ruh asli rosululloh saw, tingkatan ruh itu kan ada 9, dan ruh paling tinggi itu ruh idhofi, kedudukan rosululloh saw di langit itu sangat tinggi, jika orang itu di temui rosululloh saw harus sudah melewati kedudukan derajad langit 70, saya sendiri saja tidak melewati derajad itu juga syaikh abdul qodir jailani RA, bagaimana dengan orang biasa, kamu tau kan kisah malaikat jibril AS ketika mengantar nabi saw mi'roj ?" jawab imam ja'far assadiq RA.
" ya, lalu bagaimana maksud hadist tentang โ€œBarang siapa yang bermimpi melihatku, maka dia melihatku karena setan tidak akan bisa menyerupai diriku.โ€ (Hadis).
" maksud hadist itu, sekalipun rosululloh saw itu tidak menemui tapi rosululloh saw memerintah malaikat untuk menyerupai beliau, jadi bukan jin atau setan, tapi ini menyerupai, bukan mengakui, kalau mengakui siapa saja bisa mengaku sebagai rosululloh saw "

jadi belajar dari alam lain, alam malaikat dan alam ruh juga alam gaib rendah seperti pada jin atau setan itu bisa terjadi pada siapa saja, makanya kita yang menempuh jalan itu harus berhati-hati sebaiknya ada guru mursyid yang mengarahkan agar tidak di sesatkan oleh setan.

Di dalam sebuah hadis disebutkan, โ€œSeandainya bukan karena dosa yang menutupi kalbu Bani Adam, niscaya mereka menyaksikan malaikat di langit.โ€ *)(HR Ahmad dari Abi Hurairah).
Ulama yg lain menterjemahkan โ€œSeandainya bukan karena dosa dan setan yang menutupi kalbu Bani Adam, niscaya mereka menyaksikan alam malakut."
Sebaliknya, penghuni makhluk cerdas alam lain, yang diistilahkan dalam Alquran man fi al-samaโ€™, juga bisa menyaksikan hamba-hamba kekasih Tuhan di bumi sebagaimana dinyatakan Rasulullah, โ€œSesungguhnya para penghuni langit mengenal penghuni bumi yang selalu mengingat dan berzikir kepada Allah bagaikan bintang yang bersinar di langit.โ€
Dalam Alquran dinyatakan dalam ayat, โ€œUntuk mereka kabar gembira waktu mereka hidup di dunia dan di akhirat.โ€ (QS Yunus/10:64). Para ulama tafsir mengomentari ayat ini sesuai dengan pengalaman sahabat Nabi Muhammad, Abu Dardaโ€™, yang menanyakan apa maksud ayat ini.
Rasulullah menjelaskan, โ€œYang dimaksud ayat ini ialah mimpi baik yang dilihat atau diperlihatkan Allah SWT kepadanya.โ€ Dalam ayat lain lebih jelas lagi Allah berfirman, โ€œAllah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya.โ€ (QS al-Zumar/39:42).
Dalam kita-kitab tafsir Isyari, ayat ini mendapatkan komentar panjang bahwa di waktu tidur orang bisa mendapatkan banyak pencerahan. Bahkan, dalam Alquran juga menunjukkan kepada kita sejumlah syariat dibangun di atas mimpi (al-manam), seperti perintah ibadah kurban (QS al-Shafat/37:102).

Kehati-hatian lain ialah jangan sampai bisikan setan dianggap bisikan suci dari penghuni alam lain. Oleh karena itu, Imam al-Gazali pernah mewanti-wanti, jika ada orang menjalani suluk tanpa syekh atau mursyid, dikhawatirkan setan yang akan membimbingnya. Syekh mursyid ini adalah Syekh/guru yang mempunyai mata rantai silsilah keguruan yang tidak terputus , yang sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Dan dia diridloi oleh Nabi SAW.

๐˜ฟ๐™–๐™ฌ๐™ช๐™ ๐™†๐™ฎ๐™–๐™ž

06/12/2022

๐™Ž๐™ช๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ ๐™„๐™—๐™ก๐™ž๐™จ ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™ค๐™™๐™– ๐™–๐™ฃ๐™–๐™  ๐˜ผ๐™™๐™–๐™ข ๐™๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™– ๐˜ผ๐™ ๐™๐™ž๐™ง ๐™†๐™ž๐™–๐™ข๐™–๐™ฉ

Bukan hanya orang awam saja yang dijadikan sasaran oleh iblis dan sekutunya. Para waliyullah dan ulama pun bisa jadi target hasutan mereka. Salah satunya adalah Imam Juneid, yang merupakan seorang hamba Allah SWT yang terkenal dengan pemahaman ilmu Fiqihnya.

Imam Juneid ini memiliki kebiasaan beribadah di atas rata-rata umat islam lainnya. Bayangkan saja, dalam sehari Beliau bisa melakukan shalat sunnah sebanyak 400 raka'at. Selain itu juga istiqamah berpuasa dan berzikir di malam harinya.

Iblis Menyamar.
Pada suatu hari, iblis masuk ke rumah Imam Juneid dengan menyamar sebagai salah satu muridnya dan berkata,
"Wahai Waliyullah, aku ingin mengabdi kepadamu tanpa upah, bolehkah?"
(Sebenarnya Imam Juneid sudah tahu bahwa itu adalah iblis).
"Silahkan lakukan," jawab Imam Juneid sinkat.

Iblis pun akhirnya mengabdi kepada Imam Juneid seperti para murid lainnya. Ia berusaha melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Imam Juneid, namun di balik ketaatannya itu, iblis memiliki siasat jahat, ada udang dibalik batu. Ia berharap dapat memasuki hati dari Imam Juneid.

Tak tanggung-tanggung, Iblis ini mengabdi kepada Imam Juneid sepuluh tahun lamanya.
Selama sepuluh tahun lamanya iblis menyamar, siasatnya belum juga membuahkan hasil. Iblis merasa telah gagal menembus hati Imam Juneid yang tak pernah lupa sedikitpun untuk berzikir kepada Allah SWT.

Bukankah iblis tak kuasa menggoda anak Adam yang selalu ingat dan berzikir kepada Allah SWT. Itulah janji Allah SWT tatkala iblis akan dikeluarkan dari Surga dan dilaknat oleh Yang Maha Perkasa. (ingat Kisah Nabi Adam as).

Iblis Mengaku Menyerah.
Bukan main ketaatan Imam Juneid kepada Allah SWT. Akhirnya iblispun menyerah dalam penyamarannya dan memutuskan untuk berpamitan meninggalkan Imam Juneid.

"Wahai Waliyullah, sesungguhnya aku adalah iblis yang menyamar menjadi salah satu muridmu. Aku ingin memasuki hatimu, akan tetapi aku tidak bisa karena setiap kedip mata engkau tak pernah lupa berzikir kepada Allah SWT", keterusterangan iblis kepada Imam Juneid.

"Aku sudah tahu kalau engkau adalah iblis, makanya aku menjadikanmu pelayan untuk menyiksamu, dan kelak di akhirat nanti kamu tidak akan mendapat pahala dari Allah SWT," tutur Imam Juneid.

Iblis tersentak kaget, bagaimana mungkin Waliyullah seperti Imam Juneid ini mengetahui kalau dia adalah iblis. Iblispun berkata lebih lanjut,
"Aku tidak melihat kesombongan dalam hatimu dan itu menjadi sumber kekuatanmu."

"Pergilah kamu wahai iblis laknatullah, kamu hanya bisa masuk ke dalam hati manusia yang telah diliputi takabbur dan sombong, keluar dan pergilah dengan hina engkau iblis," usir Imam Juneid.

Akhirnya iblispun mengaku kalah.
Ia menghilang dari hadapan Imam Juneid yang terbukti tak mampu digodanya ssedikitpun.

15/11/2022

Jangan kamu fahami makna Dzikir itu dengan hanya duduk memutar tasbih saja..
Makna dari Dzikir itu adalah ingat..
Dan maknanya sangatlah luas..
Dan hakekatnya Dzikir itu sendiri di tasbihkan dlm bentuk ingat kepada Alloh, atau di sebut Dzikrulloh..
Dan bentuk kita mengingat allah itu bisa di lakukan dgn banyak cara, salah satunya dengan sebagai perantara rohman rohimnya Alloh..

Memberi sebagian rezeki kita kepada anak yatim dan fakir miskin,memberi makan saudara kita yg kelaparan dan saudara kita yg berpuasa, semuanya itu juga bentuk dari Dzikrulloh...
Intinya adalah ,apapun itu yg kita lakukan selama tidak melanggar syareat dan semata2 karena Alloh..di sebut Dzikrulloh..

๐™๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™๐™ž๐™ฉ๐™ž๐™  ๐™‡๐™–๐™ฉ๐™ž๐™›๐™–๐™harap di baca pelan pelan biar paham.dlm sebuah hadits, di sebutkan kalau di langit itu ada tuju la...
07/11/2022

๐™๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™๐™ž๐™ฉ๐™ž๐™  ๐™‡๐™–๐™ฉ๐™ž๐™›๐™–๐™

harap di baca pelan pelan biar paham.
dlm sebuah hadits, di sebutkan kalau di langit itu ada tuju langit yang harus di lewati amaliyah manusia, di setiap langit itu ada pintunya, dan di pintu langit itu ada penjaganya, penjaga langit itu di perintah Allah untuk menolak amal yang naik ke langit yg mana orang yang beramal itu masih ada iri dengki, hasad, ujub, benci, sombong, takabur, riak dan syirik, nah semua penyakit itu adanya di titik latifah seseorang yang tuju, empat di bawah dada, satu di tengah dada, dan dua di kepala.
nah tugas kita jika ingin amal ibadah kita sampai pada Allah yaitu membersihkan titik latifah kita dari segala penyakit di atas itu, dan jika seseorang masih ada penyakit yang di atas itu namanya orangnya tidak ikhlas.
ikhlas dalam bentuk amaliyah bukan kedudukan, jadi selama latifah kita belum bersih dari sifat di atas itu, artinya amal kita masih di tolak, jadi fokus kita bukan dengan amal apa kita beramal, tapi bagaimana agar latifah kita itu bersih dari sifat tercela itu.
dan untuk membersihkannya kita mendzikirkan lailahailallah dengan gerakan sesuai titik latifah kita, makanya lailahailallah itu di namakan pintunya surga/kebahagiaan, coba renungkan jika doa doamu di ijabah semua oleh Allah, apa km tidak bahagia, meminta apa saja di ijabah asal sesuatu kebahagiaan, jika beramal lalu ada ijabahnya, kira kira semangat tdk beramal?
beramal, berdoa, tdk ada ijabah, orang juga akhirnya malas berdoa, padahal yang menyebabkan di tolak doa bukan karena Allah pelit, tapi km yg masih bersemayam sifat buruk yang menyebabkan amal tdk melewati langit, dan km tdk ada usaha membersihkan diri dari kotoran sifat tercela.

Dalam Dzikir Thoriqoh Qodriah wa Naqsabandiyah wa Satariyah ( TQNS) ada titik Latifah yang menghubungkan manusia dengan Allah, titik Latifah sendiri berarti titik lembut bercahaya
Setiap Dzikir apapun di setiap titik Latifah harus konsentrasi di tuliskan lafads ALLAH
Bila dilakukan dengan benar dan pas lafads,Allah di setiap titik Latifah akan menghasilkan Cahaya terang dan cahaya tersebut adalah MALAIKAT
Jin siluman bahkan setan iblis akan takut dengan manusia yang memiliki cahaya malaikat di setiap titik Latifahnya

Ada 7 Titik LATIFAH dalam TQNS antara lain :

1. LATIFAH QOLBI
Letak : dibawah dada kiri pojok kiri
Membersihkan : hawa nafsu buruk iblis dan syetan, cinta dunia, kafir dan syirik
2. LATIFAH SIR
Letak : dibawah dada kiri sblh kanan n sejajar bersebelahan latifah QOLBI
Membersihkan : sifat pemarah, pembengis, emosi tinggi dan penaik darah dan pendendam

3. LATIFAH KHOFI
Letak : di bawah dada kanan, sebelah kanan latifah Sir dan bersebelahan dengan latifah Ruh
Membersihkan : sifat busuk hati, munafik, pendusta, mungkir janji, penghianat dan tidak dapat di percaya

4. LATIFAH RUH
Letak : dibawah dada kanan, pojok kanan dan bersebelahan dengan latifah Khofi
Membersihkan : sifat tamak, rakus dan bakhil

5. LATIFAH AKHFA
Letak : tengah dada
Membersihkan : sifat sombong, takabur, ria, ujub dan suma'ah

6. LATIFAH NAFSI
Letak : tengah dahi / jidat
Membersihkan : sifat s**a ngalamun,khayal dan angan โ€“ angan

7. LATIFAH KULLU JASAD/BADAN
Letak : ubun2,otak tengah
Membersihkan : malas, jahil dan lalai

Keterangan
Lebih di fokuskan kepada DZIKIR PONDASI dan minimal lafads Allah di dada atau latifah Akhfa, krn di dada adalah tempatnya filter n tameng Benteng tubuh dari energi buruk, jin, siluman, setan iblis yang berusaha masuk tubuh"

๐˜ผ๐™Ÿ๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ž๐™ก๐™ข๐™ช ๐™๐™ค๐™ง๐™ž๐™ฆ๐™ค๐™ ๐™จ๐™š๐™—๐™–๐™œ๐™–๐™ž ๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ช๐™Ÿ๐™ช ๐˜ผ๐™ก๐™ก๐™–๐™Amaliyah thoreqoh itu tidaklah rumit yang orang perkirakan yang kata k...
06/11/2022

๐˜ผ๐™Ÿ๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ž๐™ก๐™ข๐™ช ๐™๐™ค๐™ง๐™ž๐™ฆ๐™ค๐™ ๐™จ๐™š๐™—๐™–๐™œ๐™–๐™ž ๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ช๐™Ÿ๐™ช ๐˜ผ๐™ก๐™ก๐™–๐™

Amaliyah thoreqoh itu tidaklah rumit yang orang perkirakan yang kata kebanyakan orang itu berat.
Thoreqoh itu ya hanya menjalankan amaliyah sareat, cuma bedanya amaliyah hakikat dibawa beserta ketika mengamalkan sareat itu.

Misal dalam sholat, ketika orang mengamalkan sareat maka syarat rukun perbuatan dan ucapan itu dikerjakan, sebagaimana orang itu mengerjakan sholat biasa. Dan ketika orang itu menyertakan hakikat, maka fokus akal hati difokuskn mengingat Allah, akal dan hati tidak kemana-mana, tapi masuk ke dalam diri sendiri mengkonsentrasikan lafadz Allah di titik-titik latifah.

Lalu apa itu titik latifah?
Titik latifah itu titik penghubung antara manusia dengan Allah melewati 7 pratala lapis langit. Di titik latifah itu ada lubang, lubang itu mengarah ke dalam keghaiban ruhani, menuju alam ruh yaitu alam langit, dan melintasi pintu-pintu langit.

Makanya manusia harus mengetahui di mana tempat titik latifah robbaniyahnya, karena di titik latifah itu terdapat kotoran, dan kotoran itu yang menghalangi manusia untuk sampai kepada Allah. Jika kotoran di titik latifah itu masih ada, maka manusia tidak bisa mencapai keikhlasan, ikhlas itu murni, jika masih kotor maka namanya tidak murni/ikhlas.

Kotoran-kotoran itu yang mengotori keikhlasan. Seperti ujub, sombong, tidak bisa terima, riak, sum'ah, ghibah, ragu, was-was. Semua kotoran itu adanya di titik latifah, dan kita membersihkn kotoran itu namanya nadhofah, makanya kata-kata nadhofah disangkut pautkan dengan iman, bukan Islam, annadzofatu minal iman, bukan annadzofatu minal Islam, karena yang dimaksudnya di hadits itu adalah pembersihan titik latifah kita, makanya Rasulullah Saw mengisyaratknnya dengan iman bukan dengan Islam.

Jika titik latifah kita belum bersih dari kotoran, maka pintu 7 langit belum bisa dilewati oleh amal ibadah kita. Artinya amal ibadah kita tak sampai pada Allah, bukan hanya amal ibadah kita tertolak, kalau tertolak itu kan sudah sampai kepada Allah, sampai lalu ditolak, ini malah belum melewati langit, ya jelas belum sampai. Apalagi amal ibadah kita bermanfaat atau ada manfaatnya. Bermanfaat itu kan kalau sudah sampai kepada Allah, ini sampai saja tidak, bagaimana mau bermanfaat.

Jika titik latifah kita bersih, bersih dari semua penyakit, baru amal ibadah kita akan melewati langit, dan sampai kepada Allah, dan akan menjadi ada manfaatnya. Jika kita menjalankan hanya sareat saja, ya tidak ada apa-apa yang keluar dari tubuh kita ketika kita beribadah.

Kita itu kalau sudah menggabungkan ibadah kita antara sareat dan hakikat singkron bersama-sama, maka akan keluar malaikat sebentuk cahaya yang akan ke langit, mengahadap kepada Allah, perwujudan ibadah kita. Malaikat serupa cahaya itu yang akan menghadap Allah. Makin serasi dan sejalan antara hakikat dan sareat, maka akan makin banyak cahaya yang keluar dari tubuh kita.

Tapi ini soal bisa menembus 7 langit sekalipun ibadah kita sudah ada bentuk cahayanya, menembus langit itu masih berhubungan dengan kebersihan latifah kita dari kotoran ruhani, selama latifah kita belum bersih dari kotoran, maka belum bisa cahaya yang keluar dari ibadah kita itu akan bisa menembus langit.
Makanya hanya ibadah yang ikhlas saja yang akan sampai kepada Allah.

Kisah Malaikat Langit.

Allah SWT menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan Langit dan Bumi. Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu.

Ibn Mubarok mengatakan bahwa Khalid bin Maโ€™dan berkata kepada sahabat Muโ€™adz bin Jabal r.a., โ€œCeritakanlah satu hadits yang kau dengar dari Rosululloh Saw, yang kau menghapalnya dan setiap hari kau mengingatnya lantaran saking keras, halus, dan dalamnya makna hadits tersebut. Hadits manakah yang menurut pendapatmu paling penting?โ€

Muโ€™adz menjawab, โ€œBaiklah, akan kuceritakan.โ€
Sesaat kemudian, ia pun menangis hingga lama sekali, lalu ia bertutur, โ€œHmm, sungguh rindunya hati ini kepada Rosululloh Saw, ingin rasanya segera bertemu dengan beliau.โ€

Ia melanjutkan, โ€œSuatu saat aku menghadap Rosululloh Saw, Beliau menunggangi seekor unta dan menyuruhku naik di belakangnya dengan unta tersebut. Kemudian beliau menengadahkan wajahnya ke langit, dan berkata,
โ€œPuji syukur kehadirat ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ Yang Maha Berkehendak kepada makhluk-Nya menurut kehendak-Nya.โ€ Kemudian Rosululloh saw berkata,
โ€œSekarang aku akan mengisahkan satu cerita kepadamu yang apabila engkau hafalkan (perhatikan), akan berguna bagimu, tapi kalau engkau sepelekan, engkau tidak akan mempunyai hujjah kelak di hadapan .โ€

KISAH Malaikat Penjaga Tujuh Pintu Langit

โ€œHai Muโ€™adz! Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Pada setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu, dan tiap-tiap pintu langit itu dijaga oleh malaikat penjaga pintu sesuai kadar pintu dan keagungannya.โ€

โ€œMaka, Malaikat hafazhoh (malaikat yang memelihara dan mencatat amal seseorang) naik ke langit dengan membawa amal seseorang yang cahayanya bersinar-sinar bagaikan cahaya matahari. Ia, yang menganggap amal orang tersebut banyak, memuji amal-amal orang itu.โ€

โ€œTapi, sampai di pintu langit pertama, berkata malaikat penjaga pintu langit itu kepada malaikat hafazhoh, โ€˜Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku ini penjaga tukang pengumpat, aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk tukang mengumpat orang lain. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnyaโ€™.โ€

โ€œKeesokan harinya ada lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit dengan membawa amal shalih seorang lainnya yang cahayanya berkilauan. Ia juga memujinya lantaran begitu banyaknya amal tersebut. Namun malaikat di langit kedua mengatakan, โ€˜berhentilah, dan tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, sebab dengan amalnya itu dia mengharap keduniaan. Allah memerintahkanku untuk menahan amal seperti ini, jangan sampai lewat hingga hari berikutnyaโ€™. Maka seluruh malaikat pun melaknat orang tersebut sampai sore hari.โ€

โ€œKemudian ada lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit dengan membawa amal hamba Allah yang sangat memuaskan, dipenuhi amal sedekah, puasa, dan bermacam-macam kebaikan yang oleh malaikat hafazhoh dianggap demikian banyak dan terpuji. Namun saat sampai langit ketiga malaikat penjaga berkata, โ€˜Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku malaikat penjaga orang yang sombong. Allah memerintahkanku untuk tidak menerima orang sombong masuk. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnya. Salahnya sendiri ia menyombongkan dirinya di tengah-tengah orang lainโ€™.โ€

โ€œKemudian ada lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit keempat, membawa amal seseorang yang bersinar bagaikan bintang yang paling besar, suaranya bergemuruh, penuh dengan tasbih, puasa, sholat, naik haji, dan umroh. Tapi, ketika sampai di langit keempat, malaikat penjaga pintu langit keempat mengatakan kepada malaikat hafazhoh, โ€˜berhentilah jangan dilanjutkan. Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku ini penjaga orang-orang yang s**a ujub (membanggakan diri). Aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk amal tukang ujub. Jangan sampai amal itu melewatiku untuk mencapai langit yang berikutnya, sebab ia kalau beramal selalu ujubโ€™.โ€

โ€œKemudian naik lagi malaikat hafazhoh ke langit kelima, membawa amal hamba yang diarak bagaikan pengantin wanita diiring kepada suaminya, amal yang begitu bagus, seperti amal jihad, ibadah haji, ibadah umroh. Cahaya amal itu bagaikan matahari. Namun, begitu sampai di langit kelima, berkata malaikat penjaga pintu langit kelima, โ€˜Aku ini penjaga sifat hasud (dengki, iri hati). Pemilik amal ini, yang amalnya sedemikian bagus, s**a hasud kepada orang lain atas kenikmatan yang Allah berikan kepadanya, Sungguh ia benci kepada apa yang diridhoi Allah SWT. Saya diperintahkan agar tidak membiarkan amal orang seperti ini untuk melewati pintuku menuju pintu selanjutnyaโ€™.โ€

โ€œKemudian ada lagi malaikat hafazhoh naik dengan membawa amal lain berupa wudhu yang sempurna, sholat yang banyak, puasa, haji, dan umroh. Tapi saat ia sampai di langit keenam, malaikat penjaga pintu ini mengatakan, โ€˜Aku ini malaikat penjaga rahmat. Amal yang seolah-olah bagus ini, tamparkanlah ke wajah pemiliknya. Salah sendiri ia tidak pernah mengasihi orang. Apabila ada orang lain yang mendapat musibah, ia merasa senang. Aku diperintahkan agar amal seperti ini tidak melewatiku hingga dapat sampai pada pintu berikutnyaโ€™.โ€

โ€œKemudian ada lagi malaikat hafazhoh naik ke langit ketujuh dengan membawa amal seorang hamba berupa bermacam-macam sedekah, puasa, sholat, jihad dan kewaroan (kehati-hatian). Suaranya pun bergemuruh bagaikan geledek. Cahayanya bagaikan malaikat. Namun tatkala sampai di langit ketujuh, malaikat penjaga langit ketujuh mengatakan, โ€˜Aku ini penjaga sumโ€™ah (ingin terkenal/riya). Sesungguhnya orang ini ingin dikenal dalam kumpulan-kumpulan, selalu ingin terlihat lebih unggul di saat berkumpul, dan ingin mendapatkan pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkanku agar amalnya itu tidak sampai melewatiku. Setiap amal yang tidak bersih, itulah yang disebut Riya. Allah tak akan menerima amal orang-orang yang riyaโ€™.โ€

โ€œKemudian ada lagi malaikat hafazhoh naik membawa amal seorang hamba: sholat, zakat, puasa, haji, umroh, akhlak yang baik, pendiam, tidak banyak bicara, dzikir kepada Allah. Amalnya itu diiringi para malaikat hingga langit ketujuh, bahkan sampai menerobos memasuki hijab-hijab dan sampailah kehadirat Allah SWT.
Namun Allah SWT berfirman, โ€˜Kalian adalah hafazhoh, pencatat amal-amal hamba-Ku. Sedangkan Akulah yang mengintip hatinya. Amal ini tidak karena-Ku, yang dimaksud oleh si pemilik amal ini bukanlah Aku. Amal ini tidak diikhlaskan demi Aku. Aku lebih mengetahui dari kalian apa yang dimaksud olehnya dengan amalan itu. Aku laknat dia, karena menipu orang lain, dan juga menipu kalian (para malaikat hafazhoh), tapi Aku takkan tertipu olehnyaโ€™.

โ€˜Aku ini paling tahu akan hal-hal yang ghaib. Aku-lah yang melihat isi hatinya, dan tidak akan samar kepada-Ku setiap apapun yang samar, tidak akan tersembunyi bagi-Ku setiap apapun yang tersembunyi.
Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku akan apa yang akan terjadi.
Pengetahuan-Ku atas apa yang telah lewat sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang akan datang.
Pengetahuan-Ku kepada orang-orang terdahulu sebagaimana pengetahuan-Ku kepada orang-orang kemudian.
Aku lebih tahu atas apapun yang tersamar daripada rahasia. Bagaimana bisa amal hamba-Ku menipu-Ku. Dia bisa menipu makhluk-makhluk yang tidak tahu, sedangkan Aku ini Yang Mengetahui hal-hal yang ghaib. Laknat-Ku tetap kepadanya.โ€™

โ€œTujuh malaikat hafazhoh yang ada saat itu dan 3000 malaikat lain yang mengiringi menimpali, โ€˜Wahai Tuhan kami, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami kepadanya.โ€™ Maka, semua yang ada di langit pun mengatakan, โ€™Tetapkanlah laknat Allah dan laknat mereka yang melaknat kepadanyaโ€™.โ€

TAHANLAH MULUTMU
Muโ€™adz pun kemudian menangis terisak-isak dan berkata, โ€œYa Rosululloh, bagaimana bisa aku selamat dari apa yang baru engkau ceritakan itu?โ€

Rosululloh Muhammad Saw menjawab,
โ€œWahai Muโ€™adz ikutilah Nabimu dalam hal keyakinan!โ€

Muโ€™adz berkata lagi, โ€œWahai Tuan, engkau adalah Rosululloh, sedangkan aku ini hanyalah Muโ€™adz bin Jabal, bagaimana aku dapat selamat dan terlepas dari bahaya tersebut?โ€

Rosululloh Muhammad Saw bersabda,
โ€œSeandainya dalam amalmu ada kelengahan, tahanlah mulutmu, jangan sampai menjelek-jelekkan orang lain, dan juga saudara-saudaramu sesama ulama. Apabila engkau hendak menjelek-jelekkan orang lain, ingatlah pada dirimu sendiri, sebagaimana engkau tahu dirimu pun penuh aib. Jangan membersihkan dirimu dengan menjelek-jelekan orang lain. Jangan mengangkat dirimu sendiri dengan menekan orang lain.โ€

โ€œJangan Riya dengan amalmu agar diketahui orang. Janganlah termasuk golongan orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik-bisik dengan seseorang padahal di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik.โ€

โ€œJangan takabur kepada orang lain, nanti akan luput bagimu kebaikan dunia dan akhirat. Jangan berkata kasar dalam suatu majelis dengan maksud supaya orang-orang takut keburukan akhlaqmu itu.โ€

โ€œJangan mengungkit-ungkit apabila berbuat kebaikan.โ€

โ€œJangan merobek-robek (pribadi) orang lain dengan mulutmu, kelak kamu akan dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka jahannam, sebagaimana firman Allah โ€˜Wannaa syithoo-ti nasy-thoo.โ€™ (di neraka itu ada anjing-anjing perobek badan-badan manusia, yang mengoyak-ngoyak daging dari tulangnya).โ€

Aku (Muโ€™adz) berkata: โ€œYa Rosululloh, siapa yang akan kuat menanggung penderitaan semacam ini?โ€

Jawab Rosululloh Muhammad Saw,
โ€œWahai Muโ€™adz, yang kuceritakan tadi itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah SWT. Cukup untuk mendapatkan semua itu, engkau menyayangi orang lain sebagaimana engkau menyayangi dirimu sendiri, dan membenci sesuatu terjadi kepada orang lain apa-apa yang engkau benci bila sesuatu itu terjadi kepadamu.โ€

โ€œApabila seperti itu, engkau akan selamat, terhindar dari penderitaan itu.โ€

Khalid bin Maโ€™dan (yang meriwayatkan hadits itu dari Muโ€™adz r.a.) mengatakan,
โ€œMuโ€™adz sering membaca hadits ini sebagaimana seringnya ia membaca Al Qur-an, mempelajari hadits ini sebagaimana ia mempelajari Al Qur-an dalam mejelisnya.โ€

Dalam kontek pengamalannya, tidak cukup seseorang itu mengamalkan tata cara mengamalkan thoreqoh, dengan diamalkan sendiri, setelah tau caranya misalkan, sebab dalam pengamalan itu walau diucapkan itu sederhana, tapi prosesinya juga tidak semudah bayangan.

Makanya ada istilah, siapa mengamalkan ilmu tanpa guru maka gurunya itu setan. Karena mengamalkan hakikat itu soal yang tak terlihat dan tertangkap indera lahir, maka tentu di dalamnya akan banyak tipuan iblis ditemui, iya kalau tipuan itu iblisnya terlihat, maka akan mudah mengetahui iblis, dan membuat kesimpulan iblis itu akan menipu, sebab mereka itu penipu, tapi iblisnya kan tidak kelihatan, karena tidak kelihatan itulah tipuan mereka susah dideteksi, mereka mengaku siapa saja tidak ditangkap polisi, mereka menipu yang bagaimanapun tidak ada polisi yang memburu, sehingga mereka bebas menyuarakan dan membisikkan tipuannya ke dalam ruhani kita.

Nah, untuk mempersempit gerak mereka itu, maka kita seharusnya hanya menerima ilmu yang terjaga kesuciannya, yang dijaga oleh guru-guru yang sudah disumpah baiat, akan celaka jika menyelewengkan tugas yang diemban. Ilmu itu dari Allah, diberikan kepada Malaikat Jibril, kemudian diberikan kepada Nabi Muhammad saw, lalu kepada Syaidina Abu Bakar dan Syaidina Ali, lalu kepada pewaris-pewaris penerusnya sampai kepada kita dalam keadaan masih seperti ketika Malaikat Jibril menerima dari Allah. Dan ilmu itu dinamakan thoreqoh, yaitu ilmu untuk mendekatkan kepada Allah dengan lebih konsisten dan tersusun rapi, tahap demi tahap, menapaki tangga menuju Allah.

๐™Ž๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™‚๐™ช๐™ง๐™ช ๐™๐™ช๐™๐™–๐™ฃ๐™ž ๐Ÿ’•

26/10/2022

Kisah perjuangan Sang Guru tercinta,,

kebanyakan murid yang baru saya lihat keluhannya kebanyakan terjebak keluhan riba, dan banyak
hutang yang tak bisa bayar.,,
sedikit cerita, saya itu sejak tahun 2010 sama sekali tidak kerja, pengangguran, gak punya sawah, gak
punya penghasilan apapun, saya hanya punya Allah, tempat saya bergantung, saya tdk mengharapkan
kepada manusia manapun, hanya Allah tempat saya bertawakal, tidak ada yang lain.sekitar tahun 2011 akhir, saya di serahi mengurusi jamaah dzikir oleh guru saya, awalnya hanya daerah
banten, sementara waktu itu saya sendiri punya jamaah di rumah saya pekalongan, di pekalongan waktu
itu pertemuan dzikir akbar 2x sebulan, saya yang tak punya pendapatan apa-apa, harus menjamu
jamaah dzikir, satu pertemuan saat itu sekita 5 juta, dan di banten habis 7-8 juta belum transport nya ke
sana, totalitas saat itu sebulan habis 20 juta, awalnya pontang panting, apa saja yang saya punya saya
jual untuk mengurus jamaah, tapi kemudian setelah aset saya habis, saya sempat bingung juga, karena
untuk mengurusi jamaah banten kalau saya tdk mengurusi jelas saya akan di salahkan banyak orang, sementara saya tdk punya uang sama sekali, paling jg punya uang hanya untuk bisa berangkat dan
pulang. rupanya Allah menguji keteguhan saya, saya tetap berangkat walau tak bawa uang, padahal jamaah
semua sebanyak 200 sd 300an orang, saya berangkat saja. aneh kadang wkt perhentian bus malam, karena memang naik bus malam, misal di perhentian bus indramayu, untuk sholat dan istirahat, ada
orang yang tidak saya kenal, datang mencari tempat duduk saya, lalu menyerahkan amplop, gak
mungkin kan orang tau tempat duduk saya dalam bus, orangnya hanya bilang titip, sambil cepat keluar
dari bus, dan saya masih kaget, belum nanya saya lihat sudah tidak ada, dan di amplop itu uang sesuai
pengeluaran dana untuk dzikir di banten, sekitar 5-6 juta.
itu tak terjadi sekali saja, karena memang saya gak punya dana untuk mengurusi jamaah di banten, tapi
saya sudah di perintah guru saya, ya saya laksanakan apa perintahnya, jadi di banten itu saya belanja
dari semua lauk, beras, dan semua keperluan masak, lalu saya masak sendiri, sore masakan mateng, mempersiapkan makan, menggelar karpet, dan memimpin jamaah, semua saya lakukan sendiri tidak ada
yang mau membantu. pengalaman soal menerima amplop itu ada yang ketika saya sampai di pertigaan pandeglang jurusan
labuan, belum juga ada amplop yang di berikan Allah, kalau saya masuk ke jurusan cipacung nanti
keluarnya susah, karena tdk ada kendaraan dari dalam kampung, saya duduk kayak orang linglung, karena belum ada uang untuk mengurusi jamaah, biasanya sampai pandeglang saya langsung belanja,
itu mau belanja juga gak ada uang, duduk bingung.....smpai hampir setengah jam, tiba tiba ada bus
labuhan berhenti, seseorang turun, lari ke saya, lalu menaruh amplop di tangan saya, lalu dia lari lagi, masuk bus yang nunggu langsung bus jalan lagi, saya bengong, dan saya buka amplop sesuai isi
kebutuhan. karena pengalaman seperti itu sudah tiap ke banten, berbagai bentuknya, saya jadi ndak kawatir lagi
walau tak bawa uang untuk mengurusi jamaah di banten. tahun 2013 malah guru saya menambah amanah, selain pekalongan dan banten saya di tambah
mengurusi makan jamaah di jepara, dan di kudus, saya yang tak punya pendapatan apa apa bro....di
pasrahi ngurusi jamaah sampai lima tempat selama sebulan. apa saya mengeluh ?, gak sama sekali, saya
siap laksanakan. saya harus sedia dana setidaknya 50 juta sebulan, karena harus wira wiri, wktu mepet jadi saya putuskan
menyewa mobil rental, biar mudah mengatur perjalanan, karena di lain tempat kan belum ada peralatan
masak, maka saya atur inisiatif dari rumah saya di pekalongan, membawa makanan beku dan saya sedia
ompreng besar di mobil+ kompor, dan semua peralatan, jadi bumbu mateng, tapi di bekukan ,jadi
sampai tempat acara tinggal memanaskan. alhamdulillah Rizki saya lancar, tak pernah saya kekurangan, malah bisa beli mobil sendiri jadi tidak
menyewa lagi, saya yang tak kerja saja bisa beli mobil sendiri, beli motor sendiri, itulah kekuatan sedekah, sedekah itu seperti menanam pohon di surga, dan buahnya kita petik di dunia. satu pohon kita
tanam akan menumbuhkan ribuan buah kelipatan tergantung kita ikhlasnya seberapa.
jika ingin hutang cepat lunas, sedekah, Allah itu menyuburkan sedekah, khususnya sedekah kepada
orang yang dzikir, karena jika yang kita beri makan itu 200 orang, maka kita seperti dzikir dan berdoa dg
200 orang, automatis.
jadi efeknya biasa langsung di rasakan ketika kita selesai dzikir berjamaah itu, uang kita langsung
berlipat. soal bagaimana caranya berlipat itu bukan urusan kita, tapi urusan Allah. sedikit saya beri bocoran, untuk dzikir itu Allah menyiapkan ratusan trilyun malaikat, untuk
melipatgandakan rizqinya orng yang sedekah itu, jadi memasukkan ke rekening rekening yang ikut
transfer.
saya bercerita, karena saya merasakan sendiri.

๐™๐™š๐™ง๐™ž๐™ข๐™–๐™ ๐™–๐™จ๐™ž๐™ ๐™ ๐™ฎ๐™–๐™ž

Address

Pabedilan Cirebon
Cirebon
45135

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah wa Syatariyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share