01/07/2021
🔴بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ🔴
Ada orang tua yg khawatir jika anaknya lulus kuliah belum bekerja, Namun ia tidak khawatir jika anaknya bekerja di tempat riba.
Ada orang tua yg khawatir jika anaknya belum menikah, Namun ia tidak khawatir jika anaknya disentuh dan dibawa pacarannya kesana kemari.
Ada orang tua yg khawatir jika anaknya tidak lolos audisi menyanyi, Namun ia tidak khawatir jika anaknya tidak bisa membaca Al qur'an.
Ada orang tua yg khawatir jika penampilan anaknya tidak menarik, Namun ia tidak khawatir jika anaknya mengumbar auratnya.
Ada orang tua yg khawatir jika anaknya belum makan, Namun ia tidak khawatir jika anaknya tidak shalat.
Sungguh hari ini banyak orang tua yg lebih khawatir jika urusan dunia anaknya ada yg luput namun ia tidak pernah khawatir jika urusan akhirat anaknya ada yg luput.
Dan ini sama halnya ia termasuk orang tua yg tega membiarkan sang anak dibakar api neraka.
Karena ia telah mengabaikan perintah Allah untuk menjaga keluarganya dari api neraka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ ناراً وقودها النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عليها مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6)
Ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, terutama sebagai orang tua dalam mendidik anaknya, sebab peran orang tua sangat menentukan baik-buruk serta utuh-tidaknya kepribadian anak. Untuk itu orang tua pasti akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah Azza wa Jalla.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ اْلإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا
Setiap engkau adalah pemelihara, dan setiap engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya: Seorang pemimpin adalah pemelihara, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Dan seorang perempuan adalah pemelihara dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. [HR. al-Bukhari]
Dengan demikian orang tua bertanggung jawab sepenuhnya terhadap anak-anaknya. Karena itu hendaknya setiap orang tua memperhatikan sepenuhnya perkembangan serta masa depan akhirat anak-anaknya, bukan hanya masa depan yg berorientasi pada sukses duniawi saja, Orang tua tidak boleh mengabaikan masa depan akhirat anaknya untuk mendapatkan dunia. misalnya dengan membiarkan sang anak tidak sholat, tidak bisa membaca Al quran, membiarkan pacaran, merokok, membuka auratnya, berkata kasar dan sebagainya.
Semoga hal ini menjadi perhatian kita semua para orang tua dan dapat menempatkan kekhawatiran pada tempatnya, yaitu kekhawatiran yg membawa kebaikan dunia dan akhirat bukan hanya kekhawatiran semata untuk dunia.