GBI Jemaat Koinonia

GBI Jemaat Koinonia Gereja Bethel Indonesia
Jl. Raya Bogor KM 15
Gedung Yayasan Advent, Ciracas -
Jakarta Timur. (Samping Naga Swalayan dan Jl. R. Edward Siagian, M.Th

Raya Ke'ong)


| Gembala Jemaat : Pdm.

UNDANGAN PERAYAAN NATAL🎄Shalom Bapak/Ibu/Sdr/i yang dikasihi Tuhan.GBI Koinonia mengundang Anda untuk hadir dalam Peraya...
05/12/2023

UNDANGAN PERAYAAN NATAL🎄

Shalom Bapak/Ibu/Sdr/i yang dikasihi Tuhan.

GBI Koinonia mengundang Anda untuk hadir dalam Perayaan Natal, MINGGU 17 Desember 2023 Pkl. 16.00 WIB. Bertempat di Ged. Yayasan Advent Ciracas (Samping Jl. Raya Ke'ong atau Naga Swalayan).

Firman Tuhan & Penyalaan Lilin Natal akan dilayani oleh Gembala Jemaat kami :
Pdm. R. Edward Siagian, M.Th

Mari hadir dan rayakan natal bersama !

Salam,
Gembala GBI Koinonia

Pdm. R. Edward Siagian,M. Th

UNDANGAN PERAYAAN NATAL🎄Shalom Bapak/Ibu/Sdr/i yang dikasihi Tuhan.GBI Koinonia mengundang Anda untuk hadir dalam Peraya...
07/12/2022

UNDANGAN PERAYAAN NATAL🎄

Shalom Bapak/Ibu/Sdr/i yang dikasihi Tuhan.

GBI Koinonia mengundang Anda untuk hadir dalam Perayaan Natal, MINGGU 18 Desember 2022 Pkl. 16.00 WIB. Bertempat di Ged. Yayasan Advent Ciracas (Samping Jl. Raya Ke'ong atau Naga Swalayan).

Firman Tuhan & Penyalaan Lilin Natal akan dilayani oleh Gembala Jemaat kami :
Pdm. R. Edward Siagian, M.Th

Mari hadir dan rayakan natal bersama !

Salam,
Gembala GBI Koinonia

Pdm. R. Edward Siagian,M. Th

Beriman bukan berarti berharap dan yakin akan tercapainya semua keinginan yang jauh di luar kemampuan. Beriman bukan mem...
01/09/2022

Beriman bukan berarti berharap dan yakin akan tercapainya semua keinginan yang jauh di luar kemampuan. Beriman bukan memaksa Tuhan mengabulkan keinginan.

Iman menuntun kita mencari kebenaran Allah, percaya kebaikan-Nya, yakin akan firman-Nya, taat pada perintah-Nya, mengatur hidup sesuai janji-Nya, mencari yang surgawi, menolak bisikan kejahatan, menolak kenikmatan dosa, tabah dalam pencobaan, bertahan dalam penganiayaan dan rela menderita karena Allah. Karena itu semestinya orang percaya senantiasa penuh semangat! Melakukan bagiannya dengan penuh syukur karena ada jaminan dari Allah sekalipun segala sesuatu tidak berjalan seperti keinginannya.

Source : renunganharian.net

Selamat Hari Anak Nasional !Sebuah reminder bagi orang tua agar senantiasa mendidik anak- anak dalam kebenaran Firman Tu...
23/07/2022

Selamat Hari Anak Nasional !
Sebuah reminder bagi orang tua agar senantiasa mendidik anak- anak dalam kebenaran Firman Tuhan. Jangan lengah ..

29/06/2022
Memberi dengan Sepenuh HatiJemaat Korintus pernah menyatakan kesiapan mereka untuk membantu jemaat miskin di Yerusalem (...
15/06/2022

Memberi dengan Sepenuh Hati

Jemaat Korintus pernah menyatakan kesiapan mereka untuk membantu jemaat miskin di Yerusalem (2b). Kesiapan mereka malah merangsang orang lain untuk melakukan hal yang sama (2c). Sikap jemaat Korintus membuat Paulus membanggakan mereka di hadapan jemaat Makedonia. Namun seiring perjalanan waktu, mereka tidak melaksanakan janji tersebut. Berarti, mereka tidak sepenuh hati ingin membantu jemaat miskin itu. Itu sebabnya Paulus mendesak agar mereka mewujudkan komitmen mereka. Kini Paulus membalik posisi jemaat Korintus, dengan menyebut-nyebut jemaat Makedonia untuk membangkitkan rasa malu mereka (4). Karena itu Paulus meminta Titus dan saudara-saudara yang lain untuk pergi mendahuluinya ke Korintus, dengan harapan agar jemaat Korintus memenuhi janji mereka untuk mengumpulkan bantuan bagi jemaat Yerusalem (5).

Dengan memberikan persembahan secara benar, jemaat Tuhan belajar prinsip anugerah dan keajaiban pemeliharaan Allah.

Pertama, dengan bersikap murah hati dalam memberi, jemaat akan beroleh kemurahan hati Allah (6).
Kedua, orang Kristen harus memberi dengan sukarela bukan terpaksa (7).
Ketiga, Allah tahu pengorbanan orang yang memberikan persembahan. Ia memelihara mereka (8-11). Keempat, memberi sebagai wujud perhatian dan kasih kepada jemaat yang perlu, dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah (12-14).

Di Indonesia kini ada cukup banyak gereja yang mengalami kemiskinan rohani karena kesulitan finansial. Kita perlu peduli terhadap kesulitan mereka. Sebagai tubuh Kristus, satu menderita semua turut menderita. Kita perlu memikirkan dan mengusahakan agar sesama saudara seiman kita juga boleh mendapatkan berbagai sarana yang dapat membantu mereka bertumbuh dalam firman dan berkembang dalam aspek-aspek kehidupan lainnya.

Harian

Injil yang SejatiZaman sekarang banyak barang berkualitas yang dipalsukan. Barang-barang imitasi ini tampaknya sama deng...
13/06/2022

Injil yang Sejati

Zaman sekarang banyak barang berkualitas yang dipalsukan. Barang-barang imitasi ini tampaknya sama dengan yang asli, tetapi jelas kualitasnya sangat berbeda dan murahan. Kalau kantong pas-pasan, namun hendak tampil gaya boleh-boleh saja memakai yang tiruan karena semua itu benda-benda lahiriah. Namun, kalau kebenaran yang dipalsukan, akibatnya bisa fatal.

Dalam pembukaan surat ini, Paulus menegaskan sendi-sendi Injil yang sejati. Pertama, kematian dan kebangkitan Yesus (ayat 1). Kedua, sebab dan tujuan kematian Yesus (ayat 3-4). Sebab: "karena dosa-dosa kita." Tujuan: "untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini." Ketiga, kematian Yesus dan tujuannya berakar dalam kehendak Allah. Demi Injil yang sejati itulah Paulus ditetapkan sebagai rasul oleh Allah dan Putra-Nya, baik untuk memberitakannya kepada bangsa-bangsa nonyahudi, maupun untuk mempertahankan kemurniannya. Itu sebabnya ia bereaksi keras terhadap pemalsuan Injil, yang disebutnya "injil lain, yang sebenarnya bukan Injil" (ayat 6-7). Rupanya ada orang yang bermaksud mengacaukan jemaat di Galatia. Untuk menjadi Kristen, kata mereka, tidak cukup hanya menerima Injil dan percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi harus juga melaksanakan tuntutan-tuntutan Taurat seperti halnya orang Yahudi. Bagi Paulus, memalsukan Injil seperti itu adalah penyesatan yang akan membinasakan iman sejati. Maka dengan keras Paulus menyatakan penyesat-penyesat itu sebagai "terkutuk" (ayat 8,9).

Seperti orang memakai perhiasan imitasi untuk bergaya, demikian orang tertarik untuk menerima injil palsu supaya bisa bergaya saleh, suci, dan lebih rohani daripada orang lain. Tujuannya jelas supaya diterima oleh manusia dan bukan oleh Allah (ayat 10). Orang yang mengandalkan injil palsu akan binasa olehnya. Jadi, jangan biarkan diri disesatkan olehnya.

Harian

Hidup dalam Damai SejahteraDamai sejahtera sangat dirindukan dan terus dicari banyak orang. Damai sejahtera itu selain b...
10/06/2022

Hidup dalam Damai Sejahtera

Damai sejahtera sangat dirindukan dan terus dicari banyak orang. Damai sejahtera itu selain berhubungan dengan kondisi hati, juga berkait dengan hubungan-hubungan yang baik dan benar dengan sesamanya. Kita patut bersukacita dan merasa beruntung bahwa di dalam Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Dari musuh, kita dijadikan sahabat Allah. inilah wujud nyata pembenaran Allah di dalam Yesus Kristus. Karena ada dalam hubungan damai dengan Allah, kita dimungkinkan bermegah bahkan di tengah-tengah kesulitan dan penderitaan hidup seberat apapun.

Bermegah dalam setiap keadaan. Hidup dalam damai sejahtera tidak berarti kita bebas dari pergumulan, masalah dan penderitaan. Janganlah kita salah mengartikannya. Di sinilah letak dialektika kehidupan Kristen. Di satu pihak kita telah menjadi milik Kristus, di pihak lain kita sedang bertumbuh dalam Kristus. Dalam iman, masalah, pergumulan, penderitaan itu tetap ada, namun tidak lagi bersifat merusak. Sebaliknya semuanya itu akan membuat kita makin tekun, tahan uji, dan berpengharapan pada Allah. Melaluinya kita belajar untuk selalu bergantung pada kuasa Kristus yang memberdayakan kita, melalui Roh Kudus yang diam di dalam kita (ayat 1-5).

Harian

Waktu untuk Tuhan?Pemazmur memaparkan kepada umat Tuhan bahwa undangan beribadah Allah mungkin sekali ditujukan kepada u...
08/06/2022

Waktu untuk Tuhan?

Pemazmur memaparkan kepada umat Tuhan bahwa undangan beribadah Allah mungkin sekali ditujukan kepada umat yang telah undur dari pertemuan-pertemuan ibadah. Mengapa? Disadari bahwa kadang-kadang kehidupan rutin telah menyita banyak waktu kita, sehingga bila hari tiba, kesempatan itu digunakan sebaik-baiknya untuk menyegarkan pikiran yang jenuh, jiwa yang lusuh dan tubuh yang lesu. Berlibur bersama keluarga, mancing, tidur-tiduran di rumah, dlsb. Atau mungkin juga dimanfaatkan untuk menyelesaikan kepentingan bisnis yang tertunda. Begitu banyaknya kegiatan hingga tak ada jeda waktu mendengarkan suara Tuhan. Hubungan dengan Tuhan tidak lagi menjadi prioritas, bukan lagi yang utama. Jelas sekali hari ini umat dibawa kembali kepada keadaan semula bahwa semua itu ada karena Allah. Tak ada alasan untuk umat tidak datang beribadah kepada Tuhan dan bersyukur kepada-Nya! Umat diingatkan oleh Pemazmur untuk melihat dan menghayati karya-karya besar Allah: penciptaan dan pemeliharaan-Nya sebagai pendorong untuk bersyukur kepada-Nya.

Undangan beribadah. Suara Tuhan mengundang umat untuk bertobat, kembali ke dalam pelukan kasih pengampunan-Nya, ke jalan yang lebih utama yaitu jalan kebenaran-Nya, ke kuasa pengudusan-Nya. Marilah... masuklah...! Allah mengajak umat beribadah di hari perhentian-Nya. Beribadah dalam suasana sukacita yang dipenuhi ucapan syukur, menyembah dalam gegap gemerincing suara alat musik dan sorak sorai nyanyian umat. Undangan ini berlaku untuk semua orang yang menerima undangan dan mau datang menyembah Allah sang Pencipta yang menciptakan seluruh jagad raya ini (ayat 1-5).

Pentingnya mendengar. Peringatan keras bagi kita untuk mendengarkan suara Tuhan. Ketaatan dan respons kita dalam mendengarkan dan melakukan firman Tuhan menjadi faktor penentu masa depan apakah kita akan menikmati berkat Tuhan atau tidak. Ketidaktaatan, kepongahan dan kekerasan hati bangsa Israel menjadi contoh bagi kita. Mazmur ini juga memberikan satu pola beribadah: nyanyian, ucapan syukur, puji-pujian, doa, menyembah dengan bersuara maupun dalam keheningan, dan tidak kurang pentingnya adalah firman Tuhan, yaitu saat bagi kita merendahkan diri dan terbuka terhadap firman-Nya, serta mempersilahkan Allah berbicara menyatakan kehendak kepada kita.

Renungkan:
Selama ini bagaimanakah cara saya beribadah dan terbuka pada suara Allah?

Harian

Orang Benar Perjanjian LamaPaulus mendukung pendapatnya bahwa orang dibenarkan bukan oleh usaha tetapi oleh iman dengan ...
06/06/2022

Orang Benar Perjanjian Lama

Paulus mendukung pendapatnya bahwa orang dibenarkan bukan oleh usaha tetapi oleh iman dengan menampilkan dua tokoh Perjanjian Lama yaitu Abraham dan Daud. Abraham adalah nenek moyang Israel, hidup jauh hari sebelum Musa dan sebelum pemberian hukum Taurat. Abraham dibenarkan karena percaya kepada janji Allah (ayat 3). Hal benar itu bukan upah tetapi hadiah (ayat 4). Sunat diterimanya bukan untuk dibenarkan sebab tauat belum ada. Jadi sunat adalah meterai bahwa ia sudah termasuk dalam perjanjian Allah berdasarkan iman. Demikian pun Daud diampuni dari pelanggaran dan dosanya karena iman (ayat 7,8). Jadi prinsip Injil jelas telah dinikmati oleh kedua tokoh Perjanjian Lama tersebut.

Iman dan perbuatan. Seringkali orang mempertentangkan iman dan perbuatan. Seharusnya tidak perlu! Abraham mempercayai Tuhan yang memanggilnya, berjalan menurut perintah Tuhan (Kej. 12:1-3). Ia beriman dulu, lalu berbuat sesuai imannya kepada Tuhan. Ketika ia bimbang tentang keturunannya, ia mempercayai peneguhan janji dari Tuhan. Ia diperhitungkan benar (Kej. 15:6). Daud ditegur oleh Nabi Natan karena dosanya (2Sam. 12), ia menerima teguran itu datang dari Tuhan. Itulah iman. Selanjutnya ia menyesali, mengakui dosanya itu (Mzm. 51). Itulah perbuatan yang didasarkan pada imannya akan pengampunan Tuhan. Pengalaman imannya itu dibagikannya sebagai pengajaran iman bagi umat Tuhan (Mzm. 32:1-2).

Isi mendahului tanda. Iman Abraham mendahului sunat. Atas dasar imannya ia menerima sunat sebagai meterai pembenaran dari Allah (ayat 10-11). Abraham disebut, "Bapak segala orang beriman", bukan "bapak segala orang bersunat". Dengan prinsip Abraham inilah Allah membuka pintu bagi orang bersunat maupun tidak untuk hidup dalam hubungan yang benar dengan Allah. Karena iman segala pelanggaran dan dosa kita tidak diperhitungkan Allah (ayat 7-8). Sebab itu kita disebut berbahagia (ayat 6). Namun kebahagiaan kita harus disertai sikap dan tindakan yang mencerminkan iman itu untuk memuliakan Allah.

Harian

05/06/2022

Address

Jalan Raya Bogor Km. 15
Ciracas

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI Jemaat Koinonia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share