10/06/2021
🕋 *FIQH UMRAH*
🕌 *1. Pengertian Umrah*
Menurut bahasa, umrah berarti ziarah. Menurut
istilah, umrah berarti mengunjungi Baitullah (Ka’bah)
dengan melakukan thawaf, sa’i dan bercukur demi
mengharap rida Allah SWT.
🕌 *2. Hukum Umrah*
Menurut Imam Syafii dan Imam Hambali,
menunaikan ibadah umrah hukumnya wajib sekali
seumur hidup bagi yang mampu. Sedangkan menurut
Imam Hanafi dan Imam Malik, menunaikan ibadah
umrah hukumnya sunnah muakkadah.1
Umrah terbagi menjadi dua: umrah wajib dan
umrah sunat.
a. Umrah Wajib
1) Umrah pertama yang dilakukan seorang
Muslim, disebut juga umratul Islam;
2) Umrah yang dilaksanakan karena nadzar.
b. Umrah Sunat
Umrah ini dilaksanakan setelah umrah wajib, baik
untuk kali kedua dan seterusnya dan dilakukan bukan
karena nadzar.
🕌 *3. Waktu Mengerjakan Umrah*
Umrah dapat dilaksanakan kapan saja, kecuali ada beberapa waktu yang dianggap makruh
melaksanakan umrah bagi jemaah haji, yaitu saat
jemaah haji wukuf di Padang Arafah pada hari Arafah,
hari Nah{r (10 Dzulhijjah), dan hari-hari tasyriq.
🕌 *4. Syarat, Rukun, dan Wajib Umrah*
a. Syarat Umrah:
1) Islam
2) Baligh (dewasa)
3) Aqil (berakal sehat)
4) Merdeka (bukan hamba sahaya)
5) Istit}a’ah (mampu)
Bila tidak terpenuhi syarat ini, gugurlah kewajiban
seseorang untuk berumrah.
b. Rukun Umrah:
1) Ihram (niat)
2) Thawaf
3) Sa’i
4) Cukur
5) Tertib (melaksanakan rukun umrah secara
berurutan, yakni mulai dari ihram, thawaf, sa’i
lalu bercukur)
Rukun umrah tidak dapat ditinggalkan. Bila
salah satu rukun itu tidak terpenuhi, umrah seseorang
tidak sah.
c. Wajib Umrah
Wajib umrah adalah berihram dari mīqāt. Bila
kewajiban ini dilanggar, ibadah umrah seseorang
tetap sah tapi dia harus membayar dam.
d. Mīqāt Makānī
Miqat makani untuk umrah jemaah haji Indonesia
bergantung pada gelombang berapa jemaah
itu berangkat.
1) Jemaah haji gelombang I yang mendarat
di Madinah mengambil miqat di Bir Ali
(Zulhulaifah).