09/08/2025
*Kajian rutin dimasjid Al Muttaqin Pondok Mas, Sabtu, 9 Agustus 2025 Ba'da Subuh ( 05.WIB) s/d 06.15 oleh Ustadz Dr. Dede Rodin Lc.M,Ag*
*Materi: Tafsir surah Ad-Duha*
*Surat Ad-Dhuha menjelaskan bahwa Allah SWT tidak pernah meninggalkan dan membenci Nabi Muhammad SAW dan akan memberikan karunia yang lebih baik di akhirat. Surat ini juga mengingatkan untuk tidak menzalimi anak yatim dan tidak menghardik orang yang meminta-minta, serta untuk mensyukuri nikmat Allah.
Berikut adalah tafsir lengkap dari Surat Ad-Dhuha:
Ayat 1-3: "Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (p**a) benci kepada kamu."
Demi waktu dhuha:
Waktu dhuha adalah waktu di pagi hari ketika matahari mulai naik. Beberapa ulama menafsirkan bahwa ini melambangkan fase kehidupan Nabi Muhammad SAW setelah masa-masa sulit, seperti fajar yang menyingsing setelah kegelapan malam.
Demi malam apabila telah sunyi:
Malam yang gelap melambangkan masa-masa ujian dan kesulitan. Namun, Allah menegaskan bahwa Dia tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad SAW dalam kegelapan itu.
Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada (p**a) benci kepada kamu:
Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT mencintai Nabi Muhammad SAW dan tidak akan meninggalkannya dalam situasi apapun. Ini adalah bentuk penghiburan dan jaminan bagi Nabi.
Ayat 4: "Dan sesungguhnya akhir (kehidupan) itu lebih baik bagimu dari pada yang permulaan."
Ayat ini menjanjikan bahwa kehidupan Nabi Muhammad SAW di akhirat akan lebih baik daripada kehidupan di dunia, sebagai balasan atas segala amal ibadahnya.
Ayat 5-8: "Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan."
Karunia yang lebih baik:
Allah menjanjikan akan memberikan kenikmatan dan karunia yang lebih banyak di akhirat, sehingga hati Nabi Muhammad SAW akan merasa puas.
Perlindungan dan petunjuk:
Allah mengingatkan bahwa Dia telah melindungi Nabi Muhammad SAW sejak yatim piatu, memberikan petunjuk, dan memberikan kecukupan dalam hidupnya.
Bingung dan petunjuk:
Ayat ini juga menafsirkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah merasa kebingungan sebelum menerima wahyu, dan Allah-lah yang memberikan petunjuk dan hidayah.
Ayat 9-10: "Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya."
Larangan menzalimi anak yatim:
Ayat ini memerintahkan untuk tidak menzalimi anak yatim, baik dalam hal harta, perlakuan, maupun ucapan.
Larangan menghardik:
Ayat ini juga melarang menghardik orang yang meminta-minta. Ini menunjukkan bahwa setiap orang, termasuk yang membutuhkan, harus diperlakukan dengan hormat.
Ayat 11: "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)."
Ayat ini menutup surat dengan perintah untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah, baik nikmat lahir maupun batin.
Bersyukur tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati dan perbuatan.
Secara keseluruhan, Surat Ad-Dhuha mengandung pesan-pesan penting tentang kasih sayang Allah, janji-janji-Nya, larangan menzalimi, dan perintah untuk bersyukur. Surat ini memberikan semangat dan motivasi bagi Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk terus berbuat baik dan optimis dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.*