bahrululum.ttuc

bahrululum.ttuc Pusat Keagamaan

*KEGIATAN SANTUNAN DHUAFA DKM BAHRUL ULUM* _*Bismillahirrahmanirrahim*_Yuk ikut partisipasi di kegiatan Santunan Dhuafa ...
21/04/2022

*KEGIATAN SANTUNAN DHUAFA DKM BAHRUL ULUM*

_*Bismillahirrahmanirrahim*_

Yuk ikut partisipasi di kegiatan Santunan Dhuafa Bahrul Ulum…..

Salah satu Kegiatan Ramadhan 1443 H, Masjid Bahrul Ulum akan memberikan paket santunan berupa sembako untuk warga sekitar masjid/kantor BBPPMPV BMTI. Besaran paket senilai Rp 150.000,-/paket.

Bapak dan Ibu yang berniat ikut memberikan santunan, bisa menitipkan uang paket secara langsung ke
1. Pak Wawan Setiawan (Bag. Keuangan)
2. Pak Wahyu Purnama (Dept MKS),

Atau transfer ke Rekening
📟 Bank BNI,
No. 0761240753, a.n. Wawan Setiawan

📟 Bank Mandiri,
No. 1730002274513, a.n. Wahyu Purnama

📟 QRIS MASJID BAHRUL ULUM.

Jangan lupa….
Bukti transfer dikirim ke nomor WA 082120059995 (Wawan Setiawan) atau 085219428220 (Wahyu Purnama),

_*Insya Allah...*_
Penyerahan paket santunan dilaksanakan tanggal 25 Ramadhan 1443 H/ Rabu, 27 April 2022).
(Batas penerimaan uang titipan paket: Senin, 25 April 2022 pkl. 12.00 WIB agar dapat dibelanjakan).

Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda, dan menjadikan Ramadhan lebih bermakna bagi sesama. _Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin..._

*DKM BAHRUL ULUM*

Harta yang paling bernilai adalah kesabaran. .Rekan yang paling setia adalah amal. .Ibadah yang paling indah adalah keik...
23/05/2020

Harta yang paling bernilai adalah kesabaran. .
Rekan yang paling setia adalah amal. .
Ibadah yang paling indah adalah keikhlasan. .
Identitas tertinggi adalah iman. .
Pekerjaan paling berat adalah memaafkan. .
Di momen berharga sekarang ini, atas segala salah dan khilaf kami... Kami memohon maaf lahir dan batin.... 🙏🙏
Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 H.



Assalammu'alaikum wr.wb.   , hari Rabu - 19 Mei 2020, DKM Bahrul 'Ulum telah melaksanakan kegiatan "Berbagi" Seperti anj...
21/05/2020

Assalammu'alaikum wr.wb.
, hari Rabu - 19 Mei 2020, DKM Bahrul 'Ulum telah melaksanakan kegiatan "Berbagi" Seperti anjuran :.

۞ لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ .
Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 177 :.
"Kebaikan yang diridai Allah bukanlah sekedar menghadap ke arah timur atau barat dan bersengketa tentang hal itu.
Tetapi kebaikan yang sesungguhnya ialah mempercayai Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa, mempercayai adanya hari kiamat, mempercayai seluruh Malaikat, mempercayai semua kitab suci yang diturunkan oleh Allah, mempercayai semua Nabi tanpa membeda-bedakan antara mereka, .
memberikan harta -meskipun harta itu sangat disukai dan disayangi- kepada karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang asing yang kehabisan bekal di perjalanan yang jauh dari keluarga dan kampung halamannya, dan kepada orang yang sangat membutuhkan harta sehingga terpaksa harus meminta-minta kepada sesama manusia, .
menggunakan harta untuk memerdekakan budak atau membebaskan tawanan perang, mendirikan salat secara sempurna sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah,.
menunaikan zakat yang wajib, dan orang-orang yang menepati janjinya ketika berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam menghadapi kemiskinan, kesulitan hidup, menderita penyakit, dan menghadapi musuh di medan perang sehingga tidak melarikan diri, .
mereka yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah orang-orang yang sungguh-sungguh di dalam keimanan dan amal perbuatan mereka. .
Mereka itulah orang-orang bertakwa yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Ref: https://tafsirweb.com/675-quran-surat-al-baqarah-ayat-177.html
@ P4TK BMTI Kemdikbud

Assalammu'alaikum wr.wb.   , menyambung kembali postingan :https://www.instagram.com/p/B_oO7SzHGSg/?igshid=e6bebi6kb2b3 ...
08/05/2020

Assalammu'alaikum wr.wb.
, menyambung kembali postingan :
https://www.instagram.com/p/B_oO7SzHGSg/?igshid=e6bebi6kb2b3 .
Tentang "siratan makna cahaya" : .
a. "Cahaya Maknawi".
Dimaksudkan bahwasannya yang membaca Surat Al-Kahfi, maka akan diberikan cahaya sehingga dirinya terhalang dalam melakukan maksiat dan diberi kemudahan dalam menjalankan ketaatan antara "dua jumat" tersebut.
Seperti rujukan berikut : "Dia akan terhalang dari maksiat dan terhenti dari melakukan kejelekan dan mungkar lalu diberikan petunjuk kebenaran". (Imam An - Nawawi).
b. "Cahaya Hakiki".
Yaitu cahaya yang akan menyinarinya di Hari Kiamat.
"Siapa yang membaca surat Al - Kahfi di hari jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya dari dua jumat". (Diriwayatkan dari Abu Bakar bin Mardawaih dalam tafsirnya).
Wallahu'alam Bishawab.



07/05/2020

Assalammu'alaikum wr.wb.   .Menunggu itu sesuatu yang pada umumnya tidak disukai, karena orang bisa saja bosan, kesal, b...
04/05/2020

Assalammu'alaikum wr.wb.
.
Menunggu itu sesuatu yang pada umumnya tidak disukai, karena orang bisa saja bosan, kesal, bahkan marah. Oleh karenanya dalam islam kita diajarkan untuk senantiasa bersabar, bersabar dalam keadaan atau hal apapun, seperti halnya sabar menunggu.
Menunggu berarti terjadinya jeda antara waktu yang seharusnya/yang diharapkan dengan yang terjadi sesungguhnya. Jika kita sebagai "pembelajar" maka biasanya kita akan mengisi waktu jeda itu dengan kegiatan/aktivitas yang bisa menghilangkan kebosanan, bahkan yang lebih baik lagi mengisinya dengan hal yang bermanfaat.
Dua (2) paragraf di atas hanyalah analogi sederhana saat kita menjalani kehidupan yang dinamikanya tidak bisa kita kendalikan. Yang bisa kendalikan adalah bagaimana diri kita mensikapi dinamika tersebut dengan cara pandang dan buah perilaku yang positif bahkan boleh jadi kita menemukan potensi/peluang solusi dari sisi negatif dinamika tersebut.
Lebih dalam lagi adalah tatkala kita menghadapi permasalahan yang tak kunjung ada jalan keluarnya padahal kita sudah berupaya maksimal mencari jalan keluar tersebut.
Allah Subhanahu wa ta'aalaa telah berfirman dalam surat cinta-Nya: “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq: 2).
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi disebutkan: "Sebaik-baik ibadah adalah menunggu jalan keluar."
Ayat dan hadist di atas secara gamblang memberikan jawaban dan jaminan tatkala kita bertaqwa kepada Allah maka akan selau ada jalan keluar. Ciri-ciri orang bertaqwa salah satunya adalah tawakal yaitu berserah diri setelah melakukan ikhtiar maksimal termasuk sabar dalam menunggu jalan keluar.
Waallahu'alam bishawab.





Assalammu'alaikum wr.wb.    .Dari paparan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym): .SAUDARAKU, Syaikh Ibnu Athaillah menulis da...
04/05/2020

Assalammu'alaikum wr.wb.
.
Dari paparan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym): .
SAUDARAKU, Syaikh Ibnu Athaillah menulis dalam karyanya, Al Hikam, "Jangan sampai permintaanmu kepada Allah, engkau jadikan sebab pemberian Allah." Jadi, manakala kita berdoa, meminta kepada Allah, janganlah kita menganggap bahwa Allah memberi disebabkan permintaan kita kepada-Nya. Karena jika demikian, maka berarti Allah diatur oleh kita. Tidak demikian.
Hakikat doa adalah Ibadah. Pun dengan ikhtiar adalah amal saleh kita. Perkara Allah memberi, mengabulkan adalah kehendak Allah.
Seperti sabda Rasulullah Muhammad SAW:
"Sesungguhnya doa adalah ibadah." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).
Jadi, ketika Allah memerintahkan kita untuk berdoa dan meminta kepada-Nya, maka itu bukanlah agar kita memberitahu keperluan kita. Melainkan supaya kita beribadah, tunduk, bersandar dan memohon hanya kepada-Nya.
Sungguh, Allah Maha Mengetahui keperluan seluruh makhluk-Nya, termasuk kita. Bahkan, kita punya keperluan juga itu adalah kehendak Allah. Dan, yang menyediakan segala sesuatu yang bisa memenuhi keperluan kita pun adalah Allah. Jadi, sebelum kita meminta kepada Allah, maka sesungguhnya Allah sudah mengetahui keperluan kita. Mengapa? Karena Allah yang menciptakan kita.
Sudahkah kita renungkan antara "ketersediaan oksigen dengan kebutuhan kita bernafas setiap detiknya?".
Poinnya adalah : Allah memberi karena Maha Pemberi, bukan semata karena doa kita. Doa kita adalah ibadah kita.
Waalahu'alam bishawab.




TITIK
02/05/2020

TITIK

Assalammu'alaikum wr.wb.   , secara nasional hari ini tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Oleh k...
02/05/2020

Assalammu'alaikum wr.wb.
, secara nasional hari ini tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Oleh karenanya tema postingan ini terkait dengan "edukasi" berjudul "NEW MOON".
Apa itu "New Moon" ? (bukan episode film populer Twilight dari novelnya Stephenie Meyer), tapi sbb: .
Istilah New Moon dipakai untuk menyebut fase awal tampaknya Bulan sabit muda (Waxing Crescent Moon) yang sangat tipis sehari setelah konjungsi (ijtimak).
Definisi New Moon secara tradisional ini masih berlaku dalam beberapa kultur (seperti menentukan awal bulan dalam kalender Islam)(Wikipedia).
Kalender Islam/Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari). Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.
Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut.
Era modern sekarang, New Moon lebih dipandang dari sudut Visibilitas Hilal (sabit bulan yang terbentuk pasca konjungsi). Menurut Hoffman, RE dalam Imas Musfirah (Himpunan Astronomi Amatir Semarang): "Prediksi
kenampakan ini melibatkan berbagai disiplin ilmu, tidak saja
astronomi posisi, melainkan juga optika, meteorologi, dan
fisiologi".
Dan ternyata visibilitas hilal lebih mudah terlihat dari kawasan subtropis dibandingkan tropis, dengan pertimbangan faktor atmosfer dan kelembaban udara.
Nah, terjawab sudah mengapa tahun Masehi adalah 2020 sedangkan tahun Hijriyah 1441 dan New Moon sebagai "Hilal".
Wallahu 'alam bishawab.




Assalammu'alaikum wr.wb.   , seperti yang sudah diketahui bersama bahwa berdasarkan beberapa riwayat shahih, maka hadist...
01/05/2020

Assalammu'alaikum wr.wb.
, seperti yang sudah diketahui bersama bahwa berdasarkan beberapa riwayat shahih, maka hadist ini yang paling kuat menerangkan tentang surat Al-Kahfi. Dari hadist ini terungkap empat (4) bahasan utama, yakni : 1) tentang siratan makna "waktu", yakni tentang "kesempatan" membacanya, 2) tentang siratan makna "cahaya", 3) tentang siratan makna "keutamaan hari Jum'at", 4) tentang siratan makna "kandungan utama Al-Kahfi".

Bahasan pertama : WAKTU (kapan membacanya).
Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).

Mengenai hal ini, al-Hafidzh Ibnul Hajar rahimahullaah mengungkapkan dalam Amali-nya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian p**a sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).

DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).

Berdasarkan beberapa keterangan di atas, maka sunnah membaca surat Al-Kahfi adalah pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa "kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at".

Bersambung ....






Address

Cimahi

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when bahrululum.ttuc posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to bahrululum.ttuc:

Share