04/05/2025
Taqwallahi dan Husnul Khuluk
Ust Abu Isa Hafidzahullah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab:
“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.”
Dan beliau ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Beliau menjawab:
“Mulut dan kemaluan.”
(Hadits hasan shahih, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad – Sunan at-Tirmidzi no. 2004)
Dari Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ beliau bersabda:
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya akan menghapusnya, serta bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”
(Hadits hasan – Hadits Abu Dzar: diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ahmad, dan ad-Darimi. Hadits Mu’adz: diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Ahmad)
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa sebab paling besar yang memasukkan seseorang ke dalam surga ada dua, yaitu:
Takwa kepada Allah
Akhlak yang baik
Nabi ﷺ menggabungkan antara takwa dan akhlak dalam hadits tersebut karena:
Takwa memperbaiki hubungan antara hamba dengan Rabb-nya.
Akhlak yang baik memperbaiki hubungan antara hamba dengan sesama manusia.
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa takwa menyebabkan Allah mencintai seseorang, sedangkan akhlak yang baik membuat manusia mencintainya. Maka keimanan tidaklah sempurna kecuali dengan keduanya.
Takwa kepada Allah
Firman Allah:
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 27)
Ditanyakan: Siapakah orang-orang yang bertakwa?
Jawab: Mereka adalah orang-orang yang menjauhi kesyirikan dan penyembahan berhala, serta mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah. Maka mereka akan masuk surga.
Firman Allah:
“Bersegeralah kalian menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Ali Imran: 133)
“(Yaitu) orang-orang yang berinfak di waktu lapang dan sempit, yang menahan amarahnya, dan memaafkan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali Imran: 134)
“Kemudian Kami wariskan Kitab kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami; lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada p**a yang berlomba-lomba dalam kebaikan dengan izin Allah. Itulah keutamaan yang besar. (Mereka masuk ke dalam) surga ‘Adn, yang mereka masuki.”
(QS. Fatir: 32–33)
Contoh-contoh Akhlak Mulia
1. Wajah yang ramah (senyum):
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun hanya dengan bertemu saudaramu dengan wajah yang ceria.”
(HR. Muslim)
2. Memberi manfaat kepada orang lain:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
(HR. Ibnu Hibban, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Bisa dengan tenaga, harta, ilmu, atau kedudukan.
3. Menahan diri dari menyakiti orang lain:
Dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda:
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”