26/07/2024
REFLEKSI
Tidak ada satupun nafsu yang dapat ditaklukkan tanpa perjuangan yang keras. Para Bapa Suci menyebut nafsu perzinahan sebagai kematian. Ketika pezinah diselamatkan dari nafsu perzinahan, seolah-olah dia dibangkitkan dari kematian. Bagi mereka yang hidup di dunia, nafsu perzinahan dikobarkan terutama dengan cara melihat dan bagi mereka yang menjalani kehidupan pertapaan di hutan belantara, nafsu itu dikobarkan oleh pikiran dan imajinasi. St. Sarah, seorang pertapa wanita yang hebat, disiksa oleh nafsu perzinahan yang gila selama tiga puluh tahun. Dia selalu mengalahkannya dengan doa dan mengusir darinya. Pada suatu waktu, kegilaan busuk perzinahan datang kepadanya dalam bentuk fisik dan berkata kepadanya: "Sarah, kamu telah mengalahkanku!" Sarah dengan rendah hati menjawab: "Saya tidak mengalahkanmu tetapi Tuhan Yesus Kristus telah mengalahkanmu." Sejak saat itu, pikiran tentang perzinahan meninggalkannya selamanya.
Ketika St. Pimen ditanya bagaimana seorang pria dapat berjuang melawan kegilaan perzinahan, dia menjawab: "Jika seseorang menekan perut dan lidahnya maka dia akan dapat menguasai dirinya sendiri." St Antonius mengatakan bahwa ada tiga jenis pergerakan dalam tubuh: "Pertama, pergerakan alami, kedua, tidak terkendali dalam makanan, dan ketiga, dari setan." Sekali lagi, yang lain mengatakan bahwa kejahatan perzinahan diperkuat oleh kemarahan dan kesombongan. Namun, semua setuju bahwa bersama dengan ketenangan dan usaha manusia, pertolongan dari Allah sangat diperlukan agar nafsu menjijikkan ini dicabut sepenuhnya. Dan ini memungkinkan bagi manusia untuk memelihara dirinya dalam kemurnian, menyaksikan, di antara banyak lainnya, St. Musa dari Urgin, yang hidup lima puluh tahun di dunia dan sepuluh tahun di monasteri, seluruhnya enam puluh tahun dalam kemurnian keperawanan sepenuhnya.
RENUNGAN
Tentang kemalangan bagi mereka yang datang kepada Kristus dan kemudian murtad dari-Nya
“Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.” (2 Petrus 2:20) . Saudara-saudara matahari itu terang tetapi terang sesungguhnya adalah kata-kata rasul. Saudara-saudara, matahari menerangi tubuh tetapi tidak dapat menerangi jiwa, sedangkan kata-kata Rasul menerangi jiwa. Sang rasul dengan jelas melihat ketinggian dan kedalaman jiwa dan dia meneranginya untuk kita dari kasih yang kuat, untuk memimpin kita di jalan keselamatan yang murni. Dalam beberapa kata, dia memberi kita dua pengajaran yang bagus. Pengajaran pertama: seseorang tidak dapat melarikan diri dari kenajisan dunia ini dengan cara apa pun kecuali melalui pengetahuan tentang Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Pertama-tama, tanpa pengetahuan akan Tuhan Yesus seseorang tidak dapat melihat atau mengetahui kenajisan dunia ini, dan kedua, manusia tidak dapat membersihkan diri dari kenajisan ini tanpa pengetahuan akan Tuhan Yesus. Pengajaran kedua: ketika manusia melarikan diri dari kenajisan dunia ini dengan mengenal Tuhan Yesus dan, sekali lagi, terjerat di dalamnya, maka baginya "akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula." Karena sudah mengetahui cahaya tetapi dia kembali ke kegelapan dan kegelapan menjadi lebih gelap, dan sudah mengakui keadilan kemudian dia kembali tenggelam dalam ketidakadilan dan hukumannya lebih berat; dan sudah mengakui kekudusan dia kembali jatuh ke dalam kebinatangan dan binatang itu masih lebih ganas. Rasul suci tidak ragu-ragu menyamakan ini dengan anjing yang kembali ke muntahnya sendiri dan dengan babi yang dimandikan kembali berkubang dalam lumpur. Siapa pun yang mengenali Tuhan Yesus Kristus juga mengenali semua yang dibutuhkan untuk keselamatannya; dia menerima teropong untuk melihat kenajisan, kebohongan dan ketidakadilan dan menerima kekuatan untuk melarikan diri dari semua itu. Karena itu jangan biarkan dia berbalik sehingga kematian abadi tidak menelannya. Jangan biarkan dia mencobai Allah berkali-kali. Karena jika Allah bergegas menyelamatkannya pertama kali, Dia akan lebih lambat untuk kedua kalinya, dan bahkan lebih lambat untuk ketiga kalinya. Saudara-saudaraku, yang mencerahkan adalah kata-kata kerasulan. Ya Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat, Yang Mahakuasa dan Maha Baik, jangan pergi dari kami di saat-saat kelemahan kami dan bebaskan kami ketika kotoran dunia ini kembali menarik kami kepada diri mereka sendiri. Bagi-Mu segala kemuliaan dan terima kasih selalu. Amin.