Ipnu-Ippnu Ranting Karangsari

Ipnu-Ippnu Ranting Karangsari Belajar , Berjuang & Bertaqwa

Yakinlah bahwa cinta itu memberi Bukan Menerima... Memberi yang terbaik dan menerima kritik agar menjadi lebih baik. Sal...
07/06/2019

Yakinlah bahwa cinta itu memberi Bukan Menerima...
Memberi yang terbaik dan menerima kritik agar menjadi lebih baik.
Salam Belajar Berjuang Bertaqwa.

Rasulullah saw. memerintahkan kita agar mengartikan rahmat dengan suluk (bersikap santun). Sedangkan suluk yang paling m...
02/06/2019

Rasulullah saw. memerintahkan kita agar mengartikan rahmat dengan suluk (bersikap santun). Sedangkan suluk yang paling mulia adalah mengayomi anak Yatim. Sebab, mengayomi anak Yatim mengandung arti dermawan, pemberian, cinta, penjagaan, dan perhatian.
.........................................
Terimakasih Kami Ucapkan Kepada Semua Pihak yang ikut berpartisipasi baik itu dari segi materiil dan non materiil Sehingga Acara Santunan Anak Yatim dan Buka bersama dalam rangka Pembentukan Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Desa Karangsari Kecamatan Adipala Cilacap berjalan sukses tanpa halangan suatu apapun.

Kopi malam 📎 Ada tiga cara menghadapi dahsyatnya fitnah akhir zaman :1) At-talaqqi🍃 yaitu belajar dengan seorang guru ya...
11/05/2019

Kopi malam

📎 Ada tiga cara menghadapi dahsyatnya fitnah akhir zaman :

1) At-talaqqi
🍃 yaitu belajar dengan seorang guru yang mempunyai sanad dan jelas sanad keilmuannya sampai tersambung kepada Baginda Rasulullah ﷺ.

2) At - taroqqi
🍃 yaitu peningkatan kualiti diri dihadapan Allah dengan berbagai bentuk ibadah, bahkan sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sebaiknya kita perbanyak jika belum mendapatkan guru yang dapat membimbing, kerana selawat adalah guru ketika seseorang tidak memiliki guru.

3) At -Tawaqqi
🍃 yaitu penjagaan diri dari berbagai bentuk kemaksiatan.

4)🍃Mencari Ilmu Di Guru Itu Lebih Baik Dari Pada Mencari Ilmu Di Media Sosial

( Habib Abu Bakar Adni Al Masyhur )

MARI BERUSAHA MENJADI WARGA NU SEUTUHNYA============Di antara kita mungkin pernah bertemu dengan orang yang mengaku seba...
03/05/2019

MARI BERUSAHA MENJADI
WARGA NU SEUTUHNYA
============
Di antara kita mungkin pernah bertemu dengan orang yang mengaku sebagai Warga NU tapi pola pikirnya, garis perjuangannya, amaliyahnya dan perkumpulannya justru yidak mencerminkan sebagaimana yang telah dirumuskan dan disusun oleh NU.
Melalui tulisan ini saya mengajak diri saya sendiri dan para sedulur sekalian . Mari kita berusaha untuk bisa menjadi Warga NU seutuhnya .
Secara garis besar ada 4 (empat) hal yang harus dipenuhi untuk menjadi Warga NU yang utuh dan menyeluruh , yaitu yang terangkum di dalam :
1. HAROKAH
2. FIKROH
3. JAM’IYYAH
4. AMALIYAH
a. HAROKAH NU
============
NU adalah organisasi yang berpikir dinamis sebagaimana jargon al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik). Dalam proses dinamisasi tersebut, NU harus berpedoman dengan metodologi atau manhaj.
Dari sisi gerakan, NU mengedepankan himayah (perlindungan) dan ishlahiyyah (perbaikan). NU harus menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang mengedepankan sikap-sikap toleran, moderat, dan adil.
NU harus terus melakukan perbaikan-perbaikan.
Tidak hanya sebatas Al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, tetapi mesti ditambah dengan al-ishlah ila ma ghairil ashlah (memperbaiki apa yang belum menjadi lebih baik).
Tapi yang lebih baik juga tidak seterusnya baik. Baik hari ini belum tentu baik nanti.
Maka harus ditambahi lagi dengan ‘tsummal ashlah fal ashlah (perbaikan terus menerus).
Imam Izzuddin Abdus Salam yang mengatakan bahwa orang yang mengabaikan inovasi berarti tak paham soal keutamaan perbaikan. Garis-garis tersebut dengan sebutan mabadi nadhliyat (dasar-dasar ke-NU-an).
b. FIKROH NU
===========
Ciri-ciri fikrah Nahdhiyah adalah:
a. Fikrah tawassuthiyyah (pola pikir moderat), artinya NU senantiasa bersikap tawazun (seimbang) dan i‟tidal (moderat) dalam menyikapi berbagai persoalan. Nahdhatul Ulama tidak tafrits atauifrath.
b. Fikrah tasamuhiyah (pola pikir toleran), artinya NU dapat hidup berdampingan secara damai dengan pihak lain walaupun aqidah, cara pikir, dan budayanya berbeda.
c. Fikrah Ishlahiyyah (pola pikir reformatif), artiya NU senantiasa mengupayakan perbaikan menuju ke arah yang lebih baik (al-islah ila ma huwa al-ashlah).
d. Fikrah Tathawwuriyah (pola pikir dinamis), artinya NU senantiasa melakukan kontekstualisasi dalam merespon persoalan,
e. Fikrah Manhajiyah (pola pikir metodologis) artinya NU senantiasa menggunakan kerangka berpikir yang mengacu kepada manhaj yang telah ditetapkan oleh NU.
c. JAM’IYYAH NU
============
1. BADAN OTONOM (BANOM)
a. Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMN)
b. Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH)
c. Muslimat
d. Fatayat
e. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)
f. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
g. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
h. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
i. Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi)
j. Pagar Nusa
2. LAJNAH
a. Lajnah Falakiyah
b. Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN)
3. LEMBAGA
a. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
b. Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif NU)
C. Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI)
d. Lembaga Perekonomian NU (LPNU)
e. Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LP2NU)
f. Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKKNU)
g. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam)
h. Lembaga Penyuluhan dan Pemberian Bantuan Hukum (LPBHNU)
i. Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi)
j. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZISNU)
k. Lembaga Waqaf dan Pertanahan (LWPNU)
l. Lembaga Bahtsul Masail (LBM-NU)
m. Lembaga Ta’miri Masjid Indonesia (LTMI)
n. Lembaga Pelayanan Kesehatan (LPKNU)
d. AMALIYAH NU
==========
Beberapa AMALIYAH NU di antaranya:
Ngapati, Mitoni dan Tingkepan
Mengiringi Jenazah dengan Bacaan Tahlil
Melakukan Talqin Mayyit
Tahlilan ketika ada org Islam meninggal Dunia
Jamuan Makan Kepada Para Penta’ziyah
Tahlil Fida’ (Tebusan)
Membaca Al-Qur’an di Kuburan
Dzikir Bersama dan Mengeraskan Suara
Tahlilan
Yasinan
Maulid Nabi
Manaqiban dan Haul
Amaliyah di Bulan Sya’ban, Ruwahan, dan Nyadran
Istighatsah dan Tawassul
Khasiyat Ayat Al-Qur’an, Hizib, dan Do’a
Shalat Sunnat Qabliyah Jum’at
Ziarah Kubur
Amaliyah di Bulan Shafar
DLL………….
Aapabila ada orang yang mengaku sebagai Warga NU tapi ada salah satu yang dihilangkan dari 4 (empat) pokok dasar , yaitu : 1. HAROKAH 2. FIKROH 3. JAM’IYYAH 4. AMALIYAH , maka cacatlah pengakuannya sebagai Warga NU .
Semoga kita semua senantiasa diberikan limpahan Taufiq, Hidayah, Inayah , Ma’unah , Barokah serta Ridlo dari Alloh Swt sehingga mampu menjadi Warga NU yang KAAAFFAH.

IPNU IPPNU Harus Terlibat dalam Persaingan GlobalDalam era global yang penuh dengan teknologi yang semakin maju, dunia s...
23/03/2019

IPNU IPPNU Harus Terlibat dalam Persaingan Global

Dalam era global yang penuh dengan teknologi yang semakin maju, dunia seperti tidak memiliki batas. Dalam era ini Informasi datang silih berganti begitu cepat. Percepatan dalam bidang sosial juga terjadi.

Melihat hal tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmi Faisal Zaini meminta kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) agar dapat merebut persaingan global yang semakin ketat itu dengan kekayaan intelektualitas dan finansial.

"Kader IPNU harus cerdas secara pengetahuan dan kaya secara ekonomi, sebagaimana Kanjeng Nabi Muhammad SAW"

Sebagai sebuah organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia, bahkan juga di dunia, NU harus memaksimalkan potensi anggota dan kadernya. Di dunia pelajar, kontribusi IPNU IPPNU harus mewujud nyata.

Mengingat sekarang memasuki era digital, IPNU IPPNU harus hadir di dunia tersebut sebagai alam asli generasi milenial dan generasi Z. "Pelatihan media sosial, infografis, ini menjadi tantangan IPNU dan IPPNU,"
Meskipun teknologi kian maju dan modern, hal tersebut tidak boleh melunturkan karakteristik Islam dan kenusantaraan kader.Modalnya sampai bisa sejauh ini adalah minum bekas air minum kiai sebagai bentuk ngalap berkah.
IPNU dan IPPNU, Garda Terdepan Kaderisasi NU

Siapkan Batin Jelang UNBK

Sumber:
NU Online dengan editan seperlunya.

Ketika Ulama dan Umaro bersatu, ini menunjukkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tidak akan mudah dipecah be...
27/02/2019

Ketika Ulama dan Umaro bersatu, ini menunjukkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tidak akan mudah dipecah belah.


DOA NENO WARISMAN.Oleh : Ahmad Tsauri (Alumni Ponpes Lirboyo)Beredar doa Neno, timses 02. Doa yang dibacakan pada acara ...
22/02/2019

DOA NENO WARISMAN.

Oleh : Ahmad Tsauri (Alumni Ponpes Lirboyo)

Beredar doa Neno, timses 02. Doa yang dibacakan pada acara "Munajat 212" itu berbunyi, "Ya Allah menangkanlah kami (Prabowo), jika kami kalah, kami khawatir tidak ada lagi yang menyembahmu". Pembacaan doa ini cacat logika.

Doa ini sebenarnya Doa Nabi pada saat perang Badar, ketika kedua pasukan sudah berhadap-hadapan, Nabi menyiapkan pasukan yang jumlahnya hanya 319, sedangkan beliau saw melihat, pasukan musyrikin Mekah ribuan orang. Doa Nabi ini diriwayatkan dalam Saheh Bukhari dan Muslim.

Saya tidak yakin Neno membacanya dari kedua sumber primer umat Islam itu langsung, sangat mungkin dia pernah mendengar ustadz mengisahkan cerita tentang doa ini.

Dalam syarah Muslim disebutkan setelah mengecek barisan pasukan yang hanya sedikit, senjata seadanya, sedikit sekali dari 319 ini yang memegang senjata, pedang, kebanyakan menggunakan kayu dan alat-alat seadanya. Sementara lawan, disebrang, berjajar rapi dengan persenjataan lengkap dengan jumlah pasukan berkali-kali lipat.

(روى مسلم في صحيحه من حديث عمر بن الخطاب قال: لما كان يوم بدر نظر رسول الله - صلى الله عليه وسلم - إلى المشركين، وهم ألف، وأصحابه ثلاثمائة وتسعة عشر رجلاً،)

Kemudian Nabi menghadap qiblat dan bermunajat,

فاستقبل نبي الله - صلى الله عليه وسلم - القبلة، ثم مد يديه فجعل يهتف بربه: "اللهم أنجز لي ما وعدتني، اللهم آت ما وعدتني، اللهم إن تهلك هذه العصابة من أهل الإسلام لا تعبد في الأرض"

"Ya Allah tunaikan apa yang telah Engkah janjikan kepada kami, ya Allah datangkan apa yang Engkau janjikan kepada kami, jika pasukan muslim yang sedikit ini kalah, Engkau tak akan lagi disembah dimuka bumi". (Dalam redaksi Bukhari لم تعبد بعد اليوم أبداً, Engkau tak akan disembah setelah hari ini selamanya).

فما زال يهتف بربه ماداً يديه، مستقبل القبلة، حتى سقط رداؤه عن منكبيه، فأتاه أبو بكر، فأخذ رداءه فألقاه على منكبيه، ثم التزمه من ورائه، وقال يا نبي الله! كفاك مناشدتك ربك، فإنه سينجز لك ما وعدك الحديث.

"Rasulullah saw terus bermunajat kepada Allah (sementara kedua pasukan sudah berhadapan), beliau saw menengadahkan tangan dalam keadaan menghadap qiblat, sampai rida, kain yang menjuntai dipundak beliau saw jatuh. Kemudian Sayidina Abu Bakar mengambil rida dan menempatkan rida di pundak beliau saw, lalu Sayidina Abu Bakar berdiam dibelakang Nabi saw. Lalu Abu Bakar berkata kepada Nabi, duhai Nabi Allah, cukup permohonan panjenengan kepada Allah, pasti Allah menunaikan apa yang dijangjikanNya kepadaMu".

Demikian penggalan kisah tentang doa Nabi pada saat Badar. Sulit sekali mengandaikan terulang sebuah peristiwa seperti yang dialami Nabi saw saat itu, kemudian ada orang yang ditoleransi -karena kesamaan situasi- untuk membaca doa tersebut dengan komposisi yang sama. Jadi sangat tidak relevan mencatut doa ini kedalam peristiwa politik, seperti pilpres saat ini.

Pertama, pembacaan ini mengandaikan kontestasi politik kedua belah pihak, diibaratkan muslim Madinah yang tertindas, yaitu kubu Prabowo, dan Kufar Mekah yang dzalim penuh aniaya, yaitu kubu Jokowi. Kita, bangsa Indonesia muslim maupun non muslim tidak dalam kondisi semacam itu, kita baik-baik saja. Justru mereka menghasut supaya persatuan ini terkoyak.

Pengadaian ini memang terus disuarakan Neno dan kawan-kawan sejak ramai tagar ganti presiden. Ini pengandaian yang sangat keliru. Karena Presiden Jokowi, KH. Maruf amin muslim taat, dan didukung jutaan umat muslim dan ribuan kiyai Habaib dan santri. Jika dikubu Jokowi ada non muslim, dikubu Prabowo juga sama. Bahkan adiknya, Hasyim, dan keponakan-keponakan Prabowo juga bukan muslim.

Kedua, Neno mencatut doa Nabi dalam perang Badar kedalam kontestasi politik adalah perbuatan keji. Jika dirunut, Neno sedang memframing dan mempengaruhi alam bawah sadar pendengarnya, bahwa rezim Jokowi anti Islam, memusuhi Islam, Presiden dan pendukungnya tidak beragama. Ini kekeliruan yang besar.

Jika mengadu kualitas muslim kedua belah pihak, maka muslim dikubu Jokowi lebih baik. Walaupun ukuran ketakwaan hak Preogratif Allah, tapi kuantitas duniawi bisa dilihat melalui parameter yang ada. Misalnya Pak Qurash ahli tafsir yang diakui dunia, level internasional, satu leting dengan Grans Syekh Azhar, beliau mendukung Jokowi. Tokoh-tokoh NU dan NW pengasuh ribuan pesantren mendukung Jokowi.

Ketiga, doa Neno secara simplistis menuding Presiden Jokowi melarang pengamalan Islam di Indonesia, seperti Kufar Mekah yang ingin mengeyahkan praktek keagamaan umat islam Madinah, dan ingin membantai orang-orangnya. Ini fitnah luar biasa. Padahal kualitas pengamalan agama dipemerintahan Presiden Jokowi makin baik. Kementerian agama menjadi kementerian dengan kinerja terbaik kedua, kualitas pelaksanaan ibadah haji dan pasilitasnya semakin meningkat, dll. Siapa yang anti dan memusuhi Islam dan muslim?

Keempat, jika tidak mempunyai dasar Aqidah Asy'ariyah yang baik, berbahaya sekali membaca doa ini. Bisakah pemahaman tauhid Anda menjawab, "Bagaimana kalau Allah tidak ada yang menyembah, apa mengurangi kesempurnaannya?", jika jawabannya tidak, kenapa Nabi berdoa demikian. Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang hanya bisa dijawab dengan bantuan tauhid Asy'ariyah.

Saya berharap, POLRI tidak memberi ijin acara-acara yang diadakan gerombolan itu. Karena sudah dapat dipastikan mereka akan melakukan provokasi. Pengajian macam itu yang dibubarkan Banser. Bukan sembarang pengajian, yang dibubarkan adalah pengajian yang dijadikan ajang provokasi dan hasutan.

Sebaiknya tidak perlu membawa jargon-jargon agama kedalam kontestasi politik. Saya tidak dapat membayangkan betapa berbahayanya, peristiwa politik yang rutin 5 tahunan, seperti pilpres, pilgub, pilbup jika terus dipanaskan dengan hasutan agama, karena akan membuat persatuan bangsa kita rapuh bahkan runtuh. Karena terus menerus dihajar dengan kebencian dan sentimen agama.

Mari sudahi.

Pekalongan, 22 Februari 2019



‏‏‎    UCAPAN "JAZĀKA-LLĀHU KHAIRAN"عن أسامة بن زيد رضيَ الله عنه قال: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ:...
21/02/2019

‏‏‎
UCAPAN "JAZĀKA-LLĀHU KHAIRAN"

عن أسامة بن زيد رضيَ الله عنه قال: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: "مَن صُنع إليه معروف فقال لفاعله: جزاك الله خيرًا فقد أبلغ في الثّناء"
📚 أخرجه التِّرمذيُّ وقال حسن، والنَّسائيُّ في الكبرى وابنُ حِبَّانَ.

Dari shahabat Usamah bin Zaid radliya Allâhu 'anh, beliau berkata:
Rasûlu-Llâh ﷺ bersabda:

Barang siapa mendapatkan Ma'ruf (kebaikan) dari orang lain, lalu dia berucap;
"Semoga Allah membalas dirimu dengan kebaikan",
maka dia (dengan ucapannya tersebut) telah amat sangat baik (sempurna) di dalam memuji (berterima kasih) pada orang yang telah berbuat baik kepadanya.

Malam
Berkah

"OJO NGERASANI GURUMU SENAJAN GURUMU NDUWE KHILAF. dan PAKSALAH DIRIMU BERSIKAP & BERAKHLAK SEBAIK MUNGKIN PADA GURUMU, ...
20/02/2019

"OJO NGERASANI GURUMU SENAJAN GURUMU NDUWE KHILAF.
dan PAKSALAH DIRIMU BERSIKAP & BERAKHLAK SEBAIK MUNGKIN PADA GURUMU, MESKIPUN ITU BERAT"
Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan seorang murid yang tak menjaga akhlak pada gurunya, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali.

IPNU IPPNU ADALAH ORGANISASI PENGKADERANBUKAN PEMBENTUK KADER KARBITAN.....KARENA PADADASARNYA PENGKADERAN AKAN SUKSES, ...
19/02/2019

IPNU IPPNU ADALAH ORGANISASI PENGKADERANBUKAN PEMBENTUK KADER KARBITAN.....KARENA PADADASARNYA PENGKADERAN AKAN SUKSES, JIKA DI LAKSANAKAN SECARA KONTINUE DAN BERTAHAP DENGAN PROSES, BUKAN DENGAN INSTAN DAN ASAL TUNJUK.......!

Semangat muda, berjiwa karya, pemikir handal, penggerak kebenaran, karakter pejuang.
Demi Yang di Cinta.

Alhamdulillah, rutinan IPNU-IPPNU ranting karangsari, semoga dapat terus istiqomah dan bertambah baik terus sampai akhir...
07/10/2017

Alhamdulillah, rutinan IPNU-IPPNU ranting karangsari, semoga dapat terus istiqomah dan bertambah baik terus sampai akhir zaman,
Dan semoga Allah meridhoi IPNU IPPNU diseluruh indonesia ,

-Ippnucintatanahair


-ippnurantingkarangsari

Bila ada yg bertanya kok ada lambang al irsyad.maka saya akan katakan..ini acara gabungan yg bekerjasama dgn al irsyad u...
13/06/2017

Bila ada yg bertanya kok ada lambang al irsyad.maka saya akan katakan..ini acara gabungan yg bekerjasama dgn al irsyad untuk acara lomba n bukbernya..santunan anak yatim dari IPNU IPPNU ranting karangsari sekalian pelantikan IPNU IPPNU rantig karangsari masa khidmat 2017-2019..q harap kalian jgn slh faham dulu ada logo al irsyad di brosur...

Address

Desa Karangsari, Kecamatan Adipala
Cilacap Regency
53271

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ipnu-Ippnu Ranting Karangsari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share