02/07/2021
Ada tiga prinsip keimanan dalam tataran sosial yang harus dipegang teguh oleh setiap orang agar itu tidak menggangu dan merusak keimanannya.
Pertama, dalam hadist shahih riwayat Abu Hurairah, Rasulullah menerangkan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata baik atau diam.”
Di media sosial hari ini banyak orang yang tidak tahan untuk tidak mencaci maki orang lain karena perbedaan pendapat, sikap politik sampai pemberian label. Padahal, ucapan baik atau diam juga dikaitkan dengan persoalan keimanan sesorang.
Jadi, jangan disangka perbuatan mencaci maki, menghina, mengeluarkan kata kasar itu tidak akan mengganggu keimanan kita. Salah. Karena itu, kita harus menghormati orang lain meskipun penampilannya berbeda, sebab hal itu bisa mengganggu dan merusak keimanan kita.
Kedua, orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tetangganya. Dalam hal ini, jika ada sebuah lingkungan yang masyarakatnya rusak, kita tidak perlu membencinya apalagi sampai tidak mau menghormati tetangga.
Menghormati tetangga tidak hanya yang seagama saja. Siapapun (tetangga kita) wajib dihormati dan dimuliakan.
Jangan kemudian, semakin alim malah semakin rusak hubungannya dengan sesama manusia. Misalnya, kerap menatap orang lain dengan pandangan curiga, mahluk berdosa yang harus masuk neraka, ini berbahaya dan bisa mengurangi keimanan.
Ketiga, orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamu. Cara kita memuliakan tamu merupakan bagian dari keimanan kita.
Oleh karena itu, kita semua agar bisa berbuat baik kepada tamu, baik tamu yang masuk ke rumah, lingkungan atau negara. Tiga hal ini menunjukkan bahwa hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan juga bagian dari aplikasi keimanan.