30/06/2026
*SEJAUH APAPUN KAMU MELANGKAH, GARIS FINISHNYA ADALAH KEMATIAN*
Setiap hari kita berlari mengejar sesuatu. Ada yang mengejar harta, jabatan, pop**aritas, pendidikan, atau impian-impian dunia lainnya. Kita sibuk menyusun rencana untuk esok hari, bulan depan, bahkan puluhan tahun yang akan datang. Namun sering kali kita lupa bahwa ada satu tujuan yang pasti akan kita datangi, satu garis akhir yang tidak mungkin dilewati siapa pun, yaitu kematian.
Allah ﷻ berfirman:
> كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."
(QS. Ali 'Imran: 185)
Tidak ada manusia yang mampu menghindarinya. Raja dan rakyat, orang kaya dan miskin, tua dan muda, semuanya akan berhenti pada titik yang sama. Sebagaimana kendaraan yang melaju kencang pada akhirnya akan sampai di ujung perjalanan, demikian p**a hidup kita.
Allah ﷻ berfirman:
> أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekalipun kamu berada di dalam benteng yang kokoh."
(QS. An-Nisa': 78)
*Jangan Tertipu dengan Panjang Angan-Angan*
Sering kali kita merasa masih lama hidup di dunia. Padahal tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan namanya dipanggil.
Allah ﷻ berfirman:
> وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ
_"Tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati."_
(QS. Luqman: 34)
- Hari ini seseorang masih tersenyum bersama keluarganya, esok namanya diumumkan sebagai jenazah.
- Hari ini seseorang masih merencanakan masa depannya, esok ia sudah berada di liang kubur.
Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:
> أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
_"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (yaitu kematian)."_
(HR. At-Tirmidzi no. 2307, dishahihkan oleh Al-Albani)
Mengingat kematian bukan untuk membuat kita putus asa, tetapi agar kita sadar bahwa waktu yang tersisa harus digunakan untuk bekal akhirat.
*Yang Penting Bukan Seberapa Jauh, Tetapi Bagaimana Akhirnya*
Dalam perlombaan hidup ini, yang terpenting bukanlah siapa yang paling cepat kaya, paling terkenal, atau paling sukses menurut ukuran manusia. Yang terpenting adalah bagaimana keadaan kita saat menutup usia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
_"Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya."_
(HR. Al-Bukhari no. 6607)
Banyak orang memulai hidup dengan baik lalu tergelincir di akhir hayatnya.
Sebaliknya ada orang yang pernah jauh dari Allah, kemudian bertaubat dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Maka yang harus kita mohonkan setiap hari bukan hanya umur panjang, tetapi umur yang penuh keberkahan dan diakhiri dengan kebaikan.
*Nasihat Para Ulama:*
1. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
> يا ابن آدم إنما أنت أيام، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك
"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kump**an hari-hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka sebagian dirimu telah pergi."
Beliau juga berkata:
> "Dunia hanyalah tiga hari: kemarin yang telah berlalu, besok yang belum tentu engkau temui, dan hari ini yang ada di tanganmu. Maka beramallah pada hari ini."
2. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
> "Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian, karena kematian hanya memutusmu dari dunia, sedangkan menyia-nyiakan waktu memutusmu dari Allah dan negeri akhirat."
*Renungan untuk Hati*
Jika hari ini Allah memberi kita kesempatan bernapas, maka itu bukan karena kita lebih hebat daripada orang yang telah meninggal. Itu hanyalah rahmat dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Mungkin kita belum menjadi orang terbaik. Mungkin ibadah kita masih banyak kekurangan. Mungkin dosa kita masih menumpuk.
Tetapi selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka.
*Jangan menunda taubat.*
- Jangan menunda shalat.
- Jangan menunda membaca Al-Qur'an.
- Jangan menunda meminta maaf.
- Jangan menunda berbuat baik.
Karena kita tidak pernah tahu, langkah yang sedang kita tempuh hari ini bisa jadi adalah langkah terakhir menuju garis finish kehidupan.
Sungguh, sejauh apa pun kita melangkah, setinggi apa pun cita-cita yang kita raih, sebanyak apa pun harta yang kita kumpulkan, dan selama apa pun usia yang Allah berikan, pada akhirnya kita akan sampai pada satu tempat yang sama: liang kubur.
_Maka beruntunglah orang yang menjadikan dunia sebagai ladang amal, bukan tujuan akhir. Beruntunglah orang yang ketika kematian datang, ia datang dalam keadaan Allah ridha kepadanya._
Allah ﷻ berfirman:
> يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي
_"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."_
(QS. Al-Fajr: 27–30)
*Doa Ma'tsur:*
اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ'
_Alloohumma ahsin 'aaqibatanaa fil umuuri kullihaa, wa ajirnaa min khizyid dunyaa wa 'adzaabil aakhiroh_
"Ya Allah, perbaikilah akhir segala urusan kami, lindungilah kami dari kehinaan di dunia dan azab di akhirat."
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
---
Disusun Oleh:
Ainun Najib Azhari, Lc., M.Pd.