JKI - Messenger Community Church

JKI - Messenger Community Church "To know Christ in all of His fullness and become witness of His glory" Find Our Church below

1. Niaga Raya Jababeka II, Cikarang Selatan, Bekasi

2.

Cikarang (0857 7777 1751)
𝐆𝐫𝐚𝐧𝐝 𝐙𝐮𝐫𝐢 𝐇𝐨𝐭𝐞𝐥 𝐉𝐚𝐛𝐚𝐛𝐞𝐤𝐚 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠
Jl. Puri Indah (0877 7144 3399)
𝐇𝐨𝐭𝐞𝐥 𝐍𝐞𝐨 𝐏𝐮𝐫𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐚𝐡
Jl. Kembangan Raya, Kembangan Utara, Jakarta Barat

13/09/2026
08/09/2026
TINGGAL DI DALAM KRISTUS YESUS“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karen...
06/09/2026

TINGGAL DI DALAM KRISTUS YESUS

“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu—dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta—dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah kamu tetap tinggal di dalam Dia.”

1 Yohanes 2:27

Jika anda kembali melihat Injil, ketika Yesus datang ke dalam dunia ini, Dia mengajarkan banyak hal kepada murid-murid-Nya. Tetapi sebelum Yesus meninggalkan mereka, semalam sebelum Yesus masuk ke dalam penderitaan yang amat sangat, di ruangan atas, Ia berkata bahwa masih banyak sekali hal yang Ia mau ajarkan kepada mereka, namun mereka masih belum dapat menanggung pengajaran itu. Artinya, apa yang telah diajarkan Yesus ketika masih berada di dalam dunia ini hanya sebagian saja. Namun, jika Roh Kudus datang maka Ia akan mengajarkan para murid dari apa yang didengar-Nya dari Yesus (Yohanes 16:12-13). Jadi, bagaimana kita dapat tetap tinggal di dalam Yesus? Seperti ayat di atas katakan, yaitu bahwa kita harus mendengar pengajaran yang diajarkan oleh Roh Kudus dari dalam diri kita dan bergantung kepada-Nya. Roh Kuduslah yang akan mengajarkan kita akan segala sesuatu. Roh Kudus dapat bermaifestasi dalam banyak hal, antara lain, Roh Tuhan, Roh Hikmat, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan akan Allah, dan Roh takut akan Tuhan. Dan jika anda memahami ini, jangan lagi bergantung pada kekuatanmu sendiri, melainkan bergantunglah pada Roh Kudus yang ada di dalam diri anda. Ini adalah cara yang pertama untuk tinggal di dalam Kristus.

Kemudian, selanjutnya, harus kita pahami bahwa Roh Kudus tidak pernah berjalan sendiri. Ia selalu berjalan beriringan dengan firman Tuhan. Saat Yesus berkata bahwa, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu…” (Yohanes 15:17), maka Roh Kudus berjalan bersama dengan firman itu sehingga apapun yang kita kehendaki, maka kita akan menerimanya. Di dalam Kristus ada kehidupan (“hayat”), sehingga di dalam terang Tuhan, kita dapat melihat terang (Mazmur 36:10). Di kehidupan ini ada begitu banyak tantangan, pergumulan, dan masalah. Karena itu betapa pentingnya kita bergantung pada Roh Kudus dan firman-Nya. Jadi, setiap kali kita menemui jalan buntu di dalam kehidupan ini, selalu tempatkan diri kita di bawah firman Kristus! Teruslah baca firman-Nya, karena firman adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Jadi sekalipun dunia ini semakin gelap, kita akan tetap dapat menemukan jalan keluarnya. Sama halnya dengan hal yang sederhana yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari, kalau kita hendak mencari sesuatu dalam ruangan yang gelap gulita, akan sulit sekali untuk mendapatkan apa yang kita cari. Biasanya, dalam keadaan semacam ini, kita pasti menyalakan lampu, atau cari senter untuk menerangi ruangan itu sehingga kita bisa melihat dan memperoleh apa yang kita cari. Demikianlah juga ketika kita berada di dalam dunia yang semakin gelap ini, seperti sang pemazmur tadi katakan, jika kita datang pada Sumber Terang, maka teranglah dunia kita. Ada banyak orang yang tidak tahu apa yang seharusnya mereka tahu, padahal itu adalah hal yang sangat penting, entah itu seorang pakar, orang cerdas, orang hebat. Dan satu hal yang seharusnya mereka tahu itu adalah bahwa ia memahami dan mengenal Tuhan yang penuh keadilan, kasih setia, dan kebenaran. Karena memahami dan mengenal Yesus adalah pengetahuan di atas segala pengetahuan (Yeremia 9:23-24). Dan tidak ada cara lain untuk memperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang Tuhan kecuali dengan menempatkan diri di bawah firman Kristus!

Semakin anda memahami dan mengenal Tuhan yang penuh dengan keadilan, kasih setia, dan kebenaran, dengan memposisikan dirimu senantiasa di bawah firman Kristus, maka percayalah bahwa anda akan mengetahui segala-galanya. Kalau anda hanya menempatkan diri di bawah hukum Taurat, maka yang anda lihat hanyalah murka dan penghukuman Tuhan, bukan Tuhan yang adil, penuh kasih setia, dan kebenaran. Sebab itu, selalu tempatkan dirimu di bawah Injil. Paulus berkata bahwa ia sungguh yakin akan kekuatan Injil yang sanggup menyelamatkan setiap orang yang percaya. Sebab di dalam berita Injil nyata kebenaran Allah yang memimpin orang percaya dari iman yang satu ke iman yang lain (Roma 1:16-17). Semakin seseorang membenamkan diri dalam firman Kristus, maka orang itu akan menjadi orang yang selalu menanti-nantikan Tuhan untuk menyatakan diri-Nya dengan lebih dalam. Dan firman Tuhan juga berkata bahwa orang yang menantikan Tuhan akan memperoleh kekuatan yang baru, mampu menghadapi badai hidup, selalu bersemangat, dan tidak pernah putus asa (Yesaya 40:30-31). Apakah anda menyadari, bahwa semakin banyak umur seseorang maka kekuatannya di semua area hidupnya akan semakin berkurang? Daya ingatnya semakin berkurang. Penglihatannya semakin kurang. Kekuatan fisik semakin berkurang. Dan inilah yang dinamakan “hukum alam.” Tetapi hari-hari ini, ada banyak orang muda malas, lesu, tidak bersemangat, wajahnya terlihat tua padahal mereka masih mud abelia, “metabolic age”-nya seperti orang berusia lima puluh tahun ke atas. Namun, kalau anda adalah orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan, maka hal semacam itu tidak akan terjadi pada anda!

Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan, saat ini Yesus sedang duduk di sebelah kanan Bapa, jauh di atas pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, bahkan di atas segala nama yang dapat disebut. Kabar baiknya adalah: anda duduk bersama Yesus di sebelah kanan-Nya! Kalau demikian halnya, mengapa masih takut? Kenapa masih kuatir? Kenapa masih bingung? Tuhan sedang berkata kepada kita: “Anakku, duduk dan tunggu sampai Aku membuat semuanya, bahkan semua musuhmu, menjadi tumpuan kakimu” (Mazmur 110:1; Efesus 1:19-21)! Masihkah anda ingat cerita tentang Yusuf, anak yang paling dikasihi oleh ayahnya, Yakub? Yusuf adalah gambaran yang terbaik tentang Yesus dalam Perjanjian Lama. Karena ia adalah kesayangan ayahnya, saudara-saudaranya yang lain menjadi iri hati sehingga mereka membenci dia, yang kemudian mereka menjual Yusuf, namun pada akhirnya Yusuf menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain, bahkan saudara-saudaranya makan dari tangannya. Dan ingat, saudara sekandung Yusuf hanya Benyamin. Singkat cerita, waktu Yusuf bertemu dengan saudara-saudaranya yang tidak mengenali dia di istana Firaun, yang tidak ada di antara mereka hanyalah Benyamin, sehingga Yusuf meminta mereka untuk membawa Benyamin datang karena ia ingin melihatnya. Kemudian, semua saudara-saudara Yusuf duduk semeja dengan Yusuf, mulai dari Ruben, yang tertua, sampai Benyamin yang paling muda, dan kepada mereka dihidangkan makanan dari meja Yusuf. Ingat, pada waktu itu, di luar Mesir, kelaparan melanda dunia dan hanya di Mesir ada kelimpahan. Ini sama seperti hidup Yesus. Bahkan Pilatus mengetahui bahwa orang-orang Yahudi menyerahkan-Nya untuk disalib adalah karena dengki (Matius 27:17-18). Setelah Yesus mati dan bangkit, Yesus menantikan generasi Benyamin bangkit. Dan siapakah generasi Benyamin? Orang-orang yang hidup di bawah kasih karunia Allah (Kejadian 43:29). Jadi, apa artinya? Berkatmu tidak bergantung pada kondisi dunia, pada ekonomi dunia, tetapi berkatmu berasal dari meja Kristus, dari sorga, yang tidak akan pernah habis! Inilah bagian mereka yang bergantung pada Roh Kudus dan hidup di bawah firman kasih karunia. Diberkatilah! Amin.

Dalam kasih karunia Kristus,

Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.
Sahabat Allah

06/09/2026

Ibadah Minggu Raya, 06 September 2026 - Tinggal di Dalam Kristus Yesus - Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.

Rekening Persembahan:

BCA - 5221435371
a.n. Murni Herawati (Cikarang)

BCA - 7641609301
a.n. J*p Yulya (Puri Indah)

30/08/2026

Ibadah Minggu Raya - 30 Agustus 2026 - Janji Perlindungan Tuhan - Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.

Rekening Persembahan:

BCA - 5221435371
a.n. Murni Herawati (Cikarang)

BCA - 7641609301
a.n. J*p Yulya (Puri Indah)

JANJI PERLINDUNGAN TUHAN“1Orang yang duduk dalam lindungan Yang Maha Tinggi dan bermalam dalam naungan Yang Maha Kuasa 2...
30/08/2026

JANJI PERLINDUNGAN TUHAN

“1Orang yang duduk dalam lindungan Yang Maha Tinggi dan bermalam dalam naungan Yang Maha Kuasa 2akan berkata kepada TUHAN: ‘Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.’”

Mazmur 91:1-2

Akhir-akhir ini, dalam skala yang tidak kecil, apapun di muka bumi ini tidak sedang baik-baik saja: gempa bumi, bencana, geo-politik, ekonomi, semua seolah semakin gelap. Dan karena itu kita semua membutuhkan perlindungan Tuhan. Jika anda menyadari bahwa anda betul-betul membutuhkan perlindungan-Nya, maka anda harus merendahkan diri—lupakan semua kualifikasi yang mungkin anda miliki hari ini—di mana anda mengakui bahwa hanya Tuhan yang sanggup memberikan perlindungan bagimu, dan menempatkanmu pada waktu dan tempat yang tepat. Masih ingatkah anda kisah Daud di padang gurun Maon, yang kemudian dinamakan oleh orang sebagai “gunung batu keluputan,” di mana Daud dikejar oleh Saul untuk dibunuh? Pada waktu itu, dengan tentara yang sudah mengepung di mana sedikit lagi saja Saul mendapatkan Daud, karena ia berada di sisi lain dari gunung itu, tetiba ada seorang suruhan mendatangi Saul dengan membawa laporan bahwa orang Filistin telah menyerbu Israel, sehingga Saul harus berhenti mengejar Daud dan kembali membela negeri (1 Samuel 23:25-28). Inilah pekerjaan Tuhan di mana Tuhan lah yang menempatkan Daud pada tempat dan waktu yang tepat! Intisari dari Mazmur 91 terletak pada kedua ayat di atas. Ada tiga kata kunci yang harus kita perhatikan dari keduanya, yaitu “duduk,” “bermalam,” dan “berkata kepada TUHAN.” Jadi, perhatikan baik-baik, Mazmur 91 berlaku hanya untuk orang-orang yang tidak berlari ke sana-ke sini, mengandalkan kekuatannya, koneksinya atau apapun, untuk mencari perlindungan bagi dirinya selain daripada Tuhan. Dengan kata lain, Mazmur 91 berlaku bagi orang-orang yang percaya, “rest,” bagi orang-orang yang hidup dari imannya dan senantiasa mengoperasikan imannya dengan berdoa kepada Tuhan.

Lalu apa buktinya? Kata “Yang Maha Tinggi” (El-Elyon) pertama kali muncul di dalam Alkitab di Kejadian 14, dan “Yang Maha Kuasa” (El-Shaddai) pertama kali muncul di dalam Alkitab di Kejadian 17. Dan rahasianya terletak di antara kedua pasal ini, yaitu Kejadian 15—di mana Abraham adalah orang yang dibenarkan karena iman—dan Kejadian 16—di mana ada dua orang wanita dalam kehidupan Abraham yang melambangkan Taurat (Hagar—hamba) dan kasih karunia (Sara—isteri sah). Sampai masa tuanya, Sara belum juga mengandung, sehingga ia memberikan Hagar kepada Abraham agar ia memiliki anak. Singkat cerita, Hagar melahirkan Ismael (anak hamba/budak) bagi Abraham, dan Hagar mulai memandang rendah Sara. Hal ini merupakan perkara serius bagi Tuhan. Lalu, Tuhan memperhatikan Sara dan membuka kandungannya di usianya yang sudah lanjut, di mana pada akhirnya ia melahirkan seorang anak terjanji, yaitu Ishak. Setelah Ishak semakin besar, maka Sara meminta Abraham untuk mengusir Hagar dan Ismael, karena mereka bukanlah ahli waris Abraham. Rasul Paulus menuliskan bahwa perkataan ini bukan sebagai perkataan Sara, melainkan sebagai firman Tuhan. Artinya, Tuhan setuju dengan permintaan Sara untuk mengusir hamba dan anaknya itu (Galatia 4:30). Kisah ini ialah kiasan yang berbicara mengenai Turat, kasih karunia, dan orang beriman. Hukum Taurat tidak dapat berjalan bersama iman, sebab Taurat akan membunuh iman (Roma 4:14). Dan hari ini, kita adalah orang-orang yang dibenarkan karena iman oleh Kristus Yesus. Jadi jangan lagi bersandar atau memakai hukum Taurat, singkirkan itu dari hidupmu, karena engkau hidup dari iman dalam kasih karunia Allah, bukan hasil dari perbuatanmu! Ini adalah rahasia yang pertama dari janji perlindungan Tuhan.

Sadarlah, bahwa musuh kita selalu memasang perangkap untuk menjebak kita dan membuat kita sakit. Tetapi puji Tuhan, Ia selalu melepaskan kita dari perangkap musuh yang menjebak dan menyembuhkan kita, bahkan memproteksi kita dari penyakit (Mazmur 91:3). Dan ketika Tuhan memberikan perlindungan bagi kita, Tuhan mengilustrasikan bahwa perlindungan-Nya ada di bawah kepak sayap rajawali, sebab tidak ada burung yang kepaknya lebih kuat daripada kepak rajawali. Dengan kepaknya ia dapat menembus badai dan tidak ada satu helai bulunya pun yang patah (Mazmur 91:4). Dikatakan juga bahwa kesetiaan Allah adalah bagai “perisai”—perlindungan pada bagian depan—dan “pagar tembok” (perlindungan pada sekeliling/menyeluruh). Jika anda melihat dalam Alkitab versi King James, maka kata “kesetiaan” berarti “kebenaran.” Kebenaran tidak dapat lepas dari kasih karunia Allah. Jadi, ayat 4 berbicara mengenai kebenaran karena kasih karunia Allah adalah perisai dan pagar tembok bagi kita! Rahasia kedua dari janji perlindungan Tuhan adalah bahwa Mazmur 91 berlaku bagi orang-orang yang dibenarkan karena kasih karunia-Nya. Ketika saat-saat terakhir sebelum bangsa Israel masuk ke dalam Tanah Perjanjian, Allah memberikan suatu nyanyian kepada Musa, supaya ketika bangsa itu menyanyikan Mazmur tersebut, mereka ingat kepada Tuhan. Salah satu syairnya mengilustrasikan tentang Tuhan yang laksana rajawali membawa Israel keluar dari Mesir dan menuntun mereka ke Tanah Perjanjian (Ulangan 32:11). Bangsa Israel didukung Tuhan di atas kepak sayap-Nya, artinya, mereka hidup dalam kasih karunia Allah. Selama periode ketika Musa diutus membebaskan mereka, hingga pada kaki gunung Sinai, mereka berada dalam kasih karunia Allah. Sebelum menambahkan hukum Taurat bagi Israel dalam Keluaran 20, Tuhan menyuruh Musa menyampaikan kesaksian-Nya tentang bagaimana Ia membebaskan mereka, bagaimana Ia memperlakukan orang Mesir, mendukung mereka di atas kepak rajawali, dan membawa mereka kepada-Nya. Tuhan berkata bahwa ada perjanjian-Nya yang harus dipegang oleh Israel. Perjanjian yang mana? Tidak ada perjanjian lain yang Israel miliki pada waktu itu selain perjanjian yang Allah buat kepada nenek moyang mereka, yaitu perjanjian kasih karunia (Keluaran 19:3-6). Tuhan membawa Israel keluar dari Mesir bukan karena mereka baik, tetapi karena Tuhan yang baik! Dengan kata lain, jika Israel sungguh-sungguh hidup dalam perjanjian kasih karunia-Nya, maka Tuhan akan membuat mereka sebagai harta kesayangan, Kerajaan Imam, dan bangsa yang kudus bagi-Nya.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, perhatikanlah bangsa Israel ketika berada dalam periode kasih karunia-Nya: mulut mereka jahat, kerjanya bersungut-sungut, mengeluh, kerohanian mereka jatuh bangun, tetapi Tuhan tidak pernah marah kepada mereka, melainkan justru terus melindungi, memberkati, mencukupkan, menguburkan musuh mereka di laut Teberau, dan mengadakan banyak mujizat besar di hadapan mereka. Mengapa? Karena pada waktu itu mereka hidup berada di bawah kasih karunia-Nya! Namun, setelah mereka bertemu Tuhan dan memilih untuk hidup di bawah hukum Taurat, mengandalkan kekuatannya sendiri untuk melakukan kebenaran, maka segalanya berubah. Jadi, hari ini, lupakan semua yang anda pikir merupakan kekuatanmu, kemampuanmu, koneksimu, karena hanya Tuhan yang mampu melindungimu dengan sempurna di bawah kasih karunia-Nya. Dunia ini jahat, kita tidak pernah tahu apa yang musuh rancangkan, kapan, di mana. Tetapi sekalipun kita tidak tahu, satu yang kita tahu, jika kita hidup di bawah kasih karunia-Nya, perlindungan-Nya sempurna bagi kita. Dan pada waktu kita berseru, “Abba, ya Bapa,” di mana ada kedekatan dan hubungan bapak-anak, Yesus sendiri berkata bahwa ada perlindungan dan pemeliharaan-Nya yang sempurna bagi kita (Roma 8:15; Yohanes 17:11). Percayakah engkau akan hal ini? Amin, Tuhan memberkati!

Dalam kasih karunia Kristus,

Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, CPLC., CLC.
Sahabat Allah

HIDUP DAN BERJALAN DALAM KEMULIAAN ALLAH“23Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 2...
23/08/2026

HIDUP DAN BERJALAN DALAM KEMULIAAN ALLAH

“23Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”

Roma 3:23-24

Dalam kehidupan kita selama ini, kita telah menerima begitu banyak kasih karunia dan kebaikan Tuhan. Dan sekali lagi, bagian terbaik yang kita dapat lakukan sebagai manusia dalam hubungan kita dengan Allah adalah menerima, menikmati apa yang Allah berikan, dan mengucap syukur. Seperti yang juga telah kita pelajari, bagian Allah adalah untuk melayani, memberi, dan memberkati. Bahkan waktu sesuatu yang buruk terjadi dalam kehidupan kita, karena Allah adalah Allah yang melayani, memberi, dan memberkati kita, maka Ia turut bekerja untuk mengubahkan segala yang buruk menjadi kebaikan dalam hidup kita. Karena itu, justru ketika kita mengalami yang buruk, maka pada waktu itulah kita dapat melihat pekerjaan Tuhan yang lebih besar lagi di dalam kehidupan kita. Kalau kita terus-menerus hidup dalam area kenyamanan kita, kemungkinan bisa jadi tidak ada pertumbuhan, iman kita tidak bertumbuh, pengenalan kita akan Tuhan juga tidak bertumbuh. Tetapi justru ketika melalui yang sesuatu buruk maka pengenalan kita akan Tuhan menjadi lebih lagi, yang membawa kita pada berkat dan kemuliaan yang lebih besar. Berdasarkan ayat di atas, apa yang menyebabkan manusia kehilangan kemuliaan Allah? Berbuat dosa! Jadi, sebelum manusia berbuat dosa, manusia memiliki kemuliaan Allah. Apa yang dimaksud dengan kemuliaan Allah? Dalam bahasa Yunani, kata “kemuliaan” menggunakan kata “doxa” yang artinya adalah “pandangan yang baik.” Mari kita belajar.

Tadinya, manusia memiliki pandangan yang baik dari Allah. Tetapi ketika mereka berdosa, mereka kehilangan pandangan yang baik dari Allah ini. Lebih buruknya, karena pandangan yang baik sudah hilang, manusia juga kehilangan pandangan yang baik “tentang” Allah. Namun puji Tuhan, Dia adalah Allah yang baik yang begitu mengasihi kita, sehingga Dia mau mengembalikan kemuliaan yang hilang dari kita dengan cara menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Yesus, sehingga Ia yang telah disempurnakan dapat memimpin kita kepada kemuliaan Allah—yang dalam kasih karunia Allah—dengan menderita dan mati di kayu salib ganti kita (Ibrani 2:5-10). Pertukaran tempat telah terjadi. Yesus yang memiliki pandangan yang baik, kemuliaan Allah, di dalam Dia tidak ada dosa, tidak mengenal dosa, dan tidak pernah berbuat dosa. Tetapi untuk waktu yang singkat Dia sedemikian direndahkan di kayu salib agar Dia dibuat menjadi dosa, kehilangan kemuliaan Allah. Dan karena hal ini, maka Bapa memandang Yesus sebagaimana layaknya orang yang berdosa, sehingga hukuman, ganjaran, dan konsekuensi pelanggaran hukum Taurat ditimpakan kepada-Nya, bahkan sampai mati, agar kemuliaan, kebenaran, yang dimiliki-Nya menjadi milik kita. Sekarang, di mata Allah, di mata Allah, saudara bukan lagi orang berdosa, melainkan orang benar. Dan hari ini, Allah memandang saudara sebaik Ia memandang Yesus. Artinya, kita memiliki kembali pandangan yang baik (kemuliaan) di hadapan Allah, dimahkotai kembali dengan mahkota kemuliaan dan hormat!

Ada begitu banyak orang Kristen yang lupa bahwa kemuliaan yang dimilikinya adalah pemberian. Karena itu mereka sering merasa dirinya lebih mulia, lebih baik dari orang lain. Ini tidak benar. Semua orang yang percaya memiliki kemuliaan yang sama, yaitu kemuliaan Yesus! Ingat baik-baik, kemuliaan yang anda miliki hari ini bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah (Yohanes 17:22). Yesus memberikan kemuliaan yang diperoleh-Nya dari Bapa kepada kita. Kata “memberikan” di sini menggunakan bentuk waktu “perfect tense,” yang menyatakan “suatu kegiatan atau kejadian yang sudah selesai dilakukan,” tidak perlu diulang, dan berlaku selama-lamanya. Jadi, kemuliaan yang diberikan Yesus kepada kita berlaku satu kali untuk selama-lamanya, yaitu ketika Ia berada di kayu salib menggantikan posisi kita, di mana Ia menerima dosa kita dan dibuat menjadi dosa sehingga kehilangan kemuliaan Allah, agar hari ini saudara yang menerima dan percaya kepada Yesus dapat menerima kembali kemuliaan Yesus yang diterima-Nya dari Bapa-Nya. Dan dunia harus tahu dan melihat, bahwa setiap orang percaya telah dimahkotai oleh kemuliaan Allah (Yohanes 17:23). Seperti Bapa mengasihi Yesus, demikian juga Bapa mengasihi kita, sehingga kita dapat mengasihi orang lain, sama seperti Yesus mengasihi kita (Yohanes 13:34). Inilah kemuliaan, pandangan yang baik, yang Tuhan berikan kepada kita. Percayakah engkau akan hal ini? Petrus melihat, menyaksikan, dan mendengar suara Bapa dalam sebuah peristiwa di mana langit terbuka dan Yesus dipermuliakan di atas gunung bersama Musa dan Elia (2 Petrus 1:17-18). Dan bukan sekali ini saja hal ini terjadi. Sebelumnya, ketika Yesus dibaptis di Sungai Yordan, peristiwa yang sama pun terjadi. Sungai Yordan terletak di daerah Laut Mati, yang merupakan tempat paling rendah yang ada di muka bumi (kurang lebih -440m di bawah permukaan laut). Ada sesuatu yang signifikan yang terjadi dalam dua peristiwa ini, yaitu kalau Bapa begitu mengasihi dan mempermuliakan Yesus di gunung (tempat yang tinggi, kondisi yang baik) dan di laut Mati (tempat terendah, kondisi yang paling buruk), Ia juga mengasihi dan mempermuliakan kita di posisi apapun di dalam kehidupan kita. Jadi, mulai hari ini jangan lagi berpikir bahwa ketika kerohanianmu, posisimu, kondisimu lagi baik-baik saja, maka Tuhan akan mengasihimu, atau sebaliknya. Tidak! Sekalipun kerohanianmu dalam posisi terendah, ketika kondisimu sedang tidak baik-baik saja, Tuhan tetap berkata kepadamu: “Inilah anak yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan!” Jadi apapun kondisi kita, Bapa tetap mengasihi kita! Mengapa demikian? Karena kemuliaan yang engkau miliki bukan sesuatu yang engkau perjuangkan melainkan pemberian-Nya! Bukankah perkataan ini memberikan kekuatan bagimu?

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, sekarang, bagaimana kita dapat hidup dan berjalan dalam kemuliaan-Nya yang bermanifestasi agar dapat diketahui dan terlihat oleh dunia? Perhatikan baik, kemuliaan itu datang ketika Tuhan menyatakan bahwa Dia begitu mengasihi dan berkenan kepada kita oleh karena Yesus. Jadi yang pertama, bagaimana kemuliaan itu bermanifestasi dalam dan melalui diri kita adalah ketika kita menyadari, percaya, dan memperkatakan bahwa kita adalah orang-orang yang paling disayang oleh Tuhan, bahwa kita adalah orang-orang yang telah dibernarkan karena iman, oleh Kristus Yesus! Jadi ke mana pun, di mana pun, kapan pun itu, perkatakanlah dalam iman bahwa anda adalah orang yang paling dikasihi oleh Tuhan. Ingat, kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa (1 Korintus 4:20). Mulutmu berkuasa. Perkatakan itu maka dunia akan menyaksikan manifestasi kemuliaan Allah di dalam dirimu. Karena itu, selalu memiliki kesadaran ini. Artinya, engkau memiliki pewahyuan-Nya. Mengapa Tuhan begitu sayang kepadamu? Karena Tuhan Yesus telah memberikan kemuliaan-Nya untukmu. Dan inilah hak istimewa kita untuk berkata bahwa kita adalah orang-orang yang paling disayang oleh Tuhan! Dan setiap kali kita memperkatakan hal ini, percayalah, engkau sedang berjalan dalam kemuliaan-Nya, dan sesuatu yang baik pasti terjadi di dalam hidupmu dan dunia akan mendengarnya. Kedua, bagaimana kemuliaan Tuhan termanifestasi adalah dengan menempatkan dirimu di bawah firman Kristus, sehingga diri kita mencerminkan kemuliaan-Nya yang dapat dilihat oleh dunia (2 Korintus 3:17-18). Kalau anda memperhatikan konteks ayat-ayat yang telah kita bahas, maka kita akan mendapati bahwa semuanya berbicara mengenai bagaimana kita menempatkan diri di bawah firman-Nya, melihat Yesus dalam firman-Nya. Bagaimana kita dapat mencerminkan firman-Nya? Dari Roh Kudus yang ada di dalam kita! Amin, Tuhan memberkati.

Dalam kasih karunia Kristus,

Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.
Sahabat Allah

Address

Cikarang

Opening Hours

Tuesday 20:00 - 22:00
Saturday 16:00 - 22:00
Sunday 09:00 - 15:00

Telephone

+6285777771751

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when JKI - Messenger Community Church posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to JKI - Messenger Community Church:

Shortcuts

Share