JKI - Messenger Community Church

JKI - Messenger Community Church "To know Christ in all of His fullness and become witness of His glory" Find Our Church below

1. Niaga Raya Jababeka II, Cikarang Selatan, Bekasi

2.

Cikarang (0857 7777 1751)
𝐆𝐫𝐚𝐧𝐝 𝐙𝐮𝐫𝐢 𝐇𝐨𝐭𝐞𝐥 𝐉𝐚𝐛𝐚𝐛𝐞𝐤𝐚 𝐂𝐢𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠
Jl. Puri Indah (0877 7144 3399)
𝐇𝐨𝐭𝐞𝐥 𝐍𝐞𝐨 𝐏𝐮𝐫𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐚𝐡
Jl. Kembangan Raya, Kembangan Utara, Jakarta Barat

10/08/2026
09/08/2026

09.08.26
Puji Tuhan🙏

09/08/2026
09/08/2026

Ibadah Minggu Raya GBI DTC, Depok, 09 Agustus 2026 - Mengucap Syukur Senantiasa - Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL“9Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan Roh, jika memang Roh Allah diam di dal...
09/08/2026

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL

“9Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.”

Roma 8:9-10

Mengucap syukur bukan sekadar berterima kasih ketika sesuatu yang baik terjadi, tetapi lebih daripada itu. Justru sebelum sesuatu yang baik terjadi saudara harus mengucap syukur. Inilah arti dari mengucap syukur yang sesungguhnya. Bagian yang terbaik yang dapat saudara lakukan dalam hubunganmu dengan Tuhan adalah untuk “menerima,” dan bagian Allah adalah untuk memberkati anda. Ketika Allah menempatkan manusia di taman Eden, di dalam suatu lingkungan yang sedemikian sempurna di mana segala sesuatunya tersedia. Dan karena Allah selalu mau memberkati, maka Ia berkata kepada manusia bahwa semua pohoh di taman itu boleh dimakan buahnya, kecuali pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat (Kejadian 2:16-17). Perhatikan, bagian manusia pada waktu itu adalah menerima, menikmati, mengucap syukur, dan menghormati Allah dengan cara tidak memakan buah dari pohon pengetahuan. Lalu iblis datang dalam bentuk ular, menggoda dan menipu manusia untuk memakan buah dari pohon pengetahuan dengan mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan menjadi sama seperti Allah. Dan ini yang membingungkan: manusia lebih mempercayai iblis ketimbang Allah! Dalam hal ini kita dapat belajar bahwa inti dari kejatuhan manusia adalah rasa tidak pernah puas dan tidak mengucap syukur. Coba berpikir, manusia diciptakan segambar dan serupa Allah, sama dengan Allah, memiliki Roh Allah, se-level (Kejadian 1:26), tetapi mereka justru mau menjadi sesuatu yang sebenarnya mereka sudah jadi: mereka mau menjadi seperti Allah! Inilah yang kebanyakan orang Kristen lakukan: “Saya harus begini, saya harus begitu, supaya saya berkenan di hadapan Tuhan.” Padahal, mereka sudah berkenan dan dibenarkan karena apa yang Kristus lakukan! Sesungguhnya, inilah identitas kita di mana kita harusnya berjalan di dalamnya. Sekalipun kita melalui kegagalan, ini kebenarannya, kita tetap menjadi orang yang telah dibenarkan karena iman oleh Kristus Yesus. Terima itu dan mengucap syukurlah!

Berdasarkan ayat di atas, Allah tidak lagi pernah memandang anda hidup dalam daging karena Roh-Nya ada di dalam dirimu. Allah hari ini, selalu memandang saudara hidup di dalam Roh, bukan daging, sekalipun anda gagal dan jatuh! Inilah yang terjadi pada anda karena Roh-Nya ada di dalam diri anda. Terima hal ini. Mungkin sebagian dari anda melihat hal ini sebagai sesuatu yang tidak adil. Tetapi pertanyaannya adalah apakah yang terjadi pada Yesus Kristus adil? Dia tidak ada dosa, tidak mengenal dosa, dan tidak pernah berbuat dosa. Tetapi yang terjadi pada manusia adalah di dalam dirinya ada dosa, mengenal dosa, dan berbuat dosa, tetapi dibenarkan karena menerima kebenaran Kristus. Pertukaran tempat sudah terjadi lebih dari dua ribu tahun lalu! Karena itu mengucap syukurlah dalam segala hal. Tetapi kebanyakan manusia berpikir bahwa ketika mereka telah melakukan sesuatu yang baik, mereka merasa layak untuk menerima dari Tuhan, dan jika tidak, mereka menjadi marah.

Banyak orang menjadi marah akhir-akhir ini karena mereka tidak menerima apa yang mereka pikir layak untuk mereka terima. Pemikiran semacam ini membuat manusia tidak mengerti kasih karunia Tuhan dan tidak dapat hidup di dalamnya. Pahamilah, menurut bahasa Yunani, “anugerah” adalah “charis,” dan kata dasarnya adalah “chairo,” yang arti esensinya adalah “bersukacita, mengucap syukur.” Saudara seharusnya mengucap syukur bahwa hari ini engkau ada sebagaimana engkau ada. Itulah kehendak-Nya. Sebaliknya, yang membuat-Nya bersedih adalah ketika engkau bersungut-sungut. Ada risiko besar ketika anda bersungut-sungut (1 Korintus 10:10). Milikmu akan dicuri—yaitu firman Tuhan—, engkau akan dibunuh—yaitu imanmu—, dan karena ketiadaan iman, engkau tidak berkenan kepada Allah sehingga engkau binasa.
Masih ingatkah anda ketika Yesus memberi makan lima ribu orang? Dikatakan ketika Yesus menerima lima roti dan dua ikan itu, Yesus mengucap syukur. (Yohanes 6:10, 23). Pertanyaannya, atas dasar apakah Yesus mengucap syukur? Atas kelimpahan memberi makan lebih dari lima ribu orang kah? Atas kelimpahan bahwa setelah semua orang makan kenyang masih sisa dua belas bakul kah? Bukan! Yesus mengucap syukur atas keadaan yang terbatas, kekurangan! Dan karena Yesus mengucap syukur dalam keadaan itu, semua orang makan, bukan hanya makan, tetapi makan sampai kenyang, bahkan tersisa dua belas bakul. Kelimpahan terjadi dari apa yang ada, yang ditambahkan berlipat ganda! Jadi jangan pernah bersungut-sungut atas apapun yang terjadi. Ketika anda mengucap syukur, maka segala sesuatu yang ada padamu ditambahkan, dilipat gandakan, karena demikian berkata fiman Tuhan. Sungut-sungut tidak akan mengubahkan situasi apapun kecuali daripadamu akan dicuri (saudara menjadi tidak percaya apa yang firman Tuhan katakan), imanmu menjadi gugur, dan pada akhirnya anda binasa karena tidak berkenan kepada Allah! Kalau anda tidak mengucap syukur, sekalipun engkau mengenal Tuhan, engkau tidak memuliakan Tuhan, yang karenanya apa yang engkau pikirkan tentang masalahmu menjadi sia-sia dan hatimu menjadi bodoh serta gelap. Tidak sampai di sini, karena hatimu sudah jadi gelap, maka Allah menyerahkan dirimu pada pikiranmu yang terkutuk sehingga engkau melakukan hal-hal yang tidak pantas, yang lalim, yang jahat, serakah, busuk, penuh dengki, membunuh, berselisih, menipu, menjadi fasik, mengumpat, memfitnah, membenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, tidak taat, tidak punya otak, tidak setia, membenci, tidak punya belas kasih, dan patut dihukum mati (Roma 1:21, 28-32). Anda mau menerima risiko ini? Semua awalnya karena tidak mengucap syukur.

Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan, ketika anda mengucap syukur, maka segala sesuatu yang ada padamu ditambahkan, dilipat gandakan, karena demikian berkata fiman Tuhan. Sekarang intinya, seperti yang kita sudah pelajari dalam Roma 1 dan 2 di atas, bahwa sebenarnya semua orang telah jatuh ke dalam dosa, dan semua orang berada di dalam hukuman Allah atas orang berdosa. Tetapi Rasul Paulus punya kabar baik dalam Roma 3: sekarang, hukum Taurat sudah ditiadakan bagi kita dan diganti dengan kebenaran Allah karena iman di dalam Kristus Yesus bagi semua yang percaya. Bagi mereka yang berdosa, telah diberikan kasih karunia secara cuma-cuma, dan yang berlimpah-limpah sehingga mereka dibenarkan dan ditebus di dalam Kristus (Roma 3:21-24). Inilah keinginan Tuhan yang sesungguhnya: untuk memberi kasih karunia dengan cuma-cuma, memberkati, melayanimu, memberikan nyawa-Nya untuk menebusmu, memberikan kebenaran-Nya. Pertanyaannya, apakah anda mau menerima semua hal ini atau mau melakukannya sendiri? Kalau memang anda mau menerima anugerah besar seperti ini, caranya hanya satu: percaya kepada-Nya dan mengucap syukurlah! Inilah inti dari apa yang saudara dengar dari berita Injil! Dan kalau anda menerima semua hal ini, maka anda akan melihat Tuhan menyelamatkan engkau. Kesembuhan, kesehatan, kemakmuran, berkat, kelimpahan, dan segala yang baik, akan engkau terima! Jadi percayalah dan mengucap sykurlah. Amin, Tuhan memberkati.

Dalam kasih karunia Kristus,

Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.
Sahabat Allah

09/08/2026

Ibadah Minggu Raya, 09 Agustus 2026 - Pdt. David Indrayan Trisnadi, M.B.A.

Rekening Persembahan:

BCA - 5221435371
a.n. Murni Herawati (Cikarang)

BCA - 7641609301
a.n. J*p Yulya (Puri Indah)

02/08/2026

Ibadah Minggu Raya, 02 Agustus 2026 - Perkataan Yang Mendatangkan Berkat - Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.

Rekening Persembahan:

BCA - 5221435371
a.n. Murni Herawati (Cikarang)

BCA - 5222399394
a.n. Amunius Dimit (Puri Indah)

PERKATAAN YANG BAIK MENDATANGKAN BERKAT“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang b...
02/08/2026

PERKATAAN YANG BAIK MENDATANGKAN BERKAT

“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Lukas 6:45

Tuhan Yesus tidak pernah sekalipun memanggil murid-murid-Nya atau orang berdosa sekalipun dengan sebutan, “Hai kamu keturunan ular beludak.” Tetapi ketika Ia berhadapan dengan ahli Taurat dan orang Farisi, ia justru berkata demikian (Matius 12:34-35). Begini, Yesus berkata, apa yang keluar dari mulut meluap dari hati. Perhatikan baik-baik, apa yang diucapkan mulutmu adalah buah, sedangkan apa yang ada di dalam hatimu adalah akarnya. Jika saudara senantiasa mengisi hatimu dengan hal-hal yang baik, maka saudara tidak perlu kuatir dengan apa yang keluar dari mulutmu, karena yang keluar pun adalah hal-hal yang baik. Tetapi jika saudara membaca, mendengar, dan menonton kabar buruk, hal yang jahat, hal yang membuat anda kuatir, maka tanpa anda sadari itu akan terekan dalam hatimu. Karena itu betapa pentingnya kita untuk mengisi hati kita dengan firman Tuhan, sehingga sekalipun hal yang buruk terjadi, kita akan sanggup memperkatakan yang baik. Jadi semuanya sekarang tergantung pada dirimu sendiri: apakah saudara mau percaya yang negatif atau percaya pada kabar baik yang Alkitab dapat berikan? Hari ini kita kembali belajar dari hidup Abraham yang sangat dikenal karena imannya, di mana kita akan mempelajari prisnip bahwa perkataan yang baik itu mendatangkan berkat. Sebelum kita melanjutkan, camkan ini baik-baik: tidak akan ada berkat yang datang kepadamu kalau tidak ada perkataan yang baik yang dikatakan kepadamu.

Kalau anda perhatikan, setelah Abraham menolong Lot, setelah Melkisdek memberikan roti dan anggur kepada Abram, lalu Abram memberikan persepuluhannya, Alkitab berkata bahwa Abram menjadi takut karena ia tidak mempunyai keturunan untuk mewarisi segala kepunyaannya (Kejadian 15:1-6). Apa yang ada dalam hatinya Abram pada waktu itu bukanlah perbendaharaan yang baik. Oleh sebab itu, yang Allah lakukan adalah merubah hatinya Abram dengan memberikan perkataan yang baik, di mana Tuhan membawanya keluar untuk melihat ke langit dan melihat bintang-bintang di langit di mana Tuhan berkata bahwa kelar sebanyak itulah keturunannya. Tuhan mengubah hati Abram dan mengisi hatinya dengan apa yang dia lihat. Dan setelah ia melihatnya, Abram menjadi percaya dan imannya itu diperhitungkan sebagai kebenaran oleh Allah. Kalau hari ini anda sakit—sakit apapun itu—Tuhan mau agar anda mengisi hatimu dengan firman Tuhan yang berisi janji kesembuhan, mengisi hatimu dengan kesaksian dari orang-orang yang menerima mujizat kesembuhan. Semakin sering engkau melihat dan mendengar mengenai kesembuhan, maka imanmu akan bangkit. Untuk sejenak, lupakan apa yang dokter katakan tentang penyakitmu, lupakan apa yang orang lain katakan tentang kekuranganmu, percayalah, engkau sudah sembuh, maka Allah akan memperhitungkan hal itu sebagai kebenaran dan Ia akan menyembuhkanmu. Anda dibenarkan untuk disembuhkan!

Kemudian, setelah beberapa tahun kemudian, Tuhan yang telah merubah hati Abram, Ia kemudian merubah perkataannya. Tuhan merubah namanya, dari “Abram,” menjadi “Abraham,” yang berarti “Bapa dari banyak bangsa.” Itu berarti setiap kali ia memperkenalkan diri, ia berkata bahwa namanya adalah “Abraham” dan bukan lagi “Abram!” Ia harus merubah perkataannya tentang siapa dirinya. Tidak hanya Abraham, tetapi Tuhan juga merubah nama istrinya dari “Sarai” menjadi “Sara,” yang berarti “Ibu dari banyak bangsa.” Dapatkah anda membayangkan seorang istri berumur 90 tahun yang tidak punya anak memanggil suaminya: “Hai, bapa banyak bangsa, sudah makan belum?” Dan dapatkah anda membayangkan seorang suami yang telah berumur 100 tahun juga menyahuti istrinya, “Oh ya, Ibu banyak bangsa, aku belum makan!” Dapatkah anda membayangkan reaksi orang-orang yang mendengarkan di sekitar mereka berdua? Tuhan merubah perkataan Abraham dan Sara mengenai diri mereka. Tuhan merubahnya menjadi perkataan yang baik! Karena hal ini, setahun kemudian, berkat besar yang Tuhan janjikan itu datang: Ishak lahir! Jadi mulai hari ini, perkatakan yang baik mengenai dirimu, mengenai situasimu, perkatakan apa kata firman Tuhan mengenai dirimu dan situasimu, maka tidak akan lama berkat yang besar akan datang kepadamu.

Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan, ingatkah anda ketika Tuhan berfirman kepada orang Israel untuk merebut dan menduduki tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya? Bahwa Tuhan sudah menyerahkan segala yang ada di dalamnya bagi orang Israel? Apa yang orang Israel lakukan? Apakah mereka mempercayai Allah mereka? Tidak! Mereka justru mengirim 12 pengintai, yang setelah 40 hari dan 40 malam 10 orang diantara pengintai itu memberi laporan yang buruk sehingga membuat bangsa Israel memberontak kepada Tuhan (Bilangan 13:31-33). Mengapa demikian? Karena mereka tidak mengisi hati mereka dengan hal yang baik sesuai perkataan Tuhan kepada mereka. Mereka mengisi hati mereka dengan apa yang mereka lihat. Tetapi dua diantara mereka, Yosua dan Kaleb, yang telah mengisi hati mereka dengan firman Tuhan, memperkatakan segala yang baik tentang negeri yang Tuhan hendak berikan kepada mereka (Bilangan 13:30). Apa yang terjadi? Bangsa Israel bersungut-sungut dan memberontak terhadap Tuhan melalui Musa dan Harun (Bilangan 14:1-3). Perkataan yang buruk keluar dari mulut mereka, karena hal yang buruk yang mereka lihat dan dengar telah mengakar di dalam hati mereka. Alhasil, Tuhan menjadi marah dan membinasakan mereka persis seperti sungut-sungut mereka: satu generasi mati di padang gurun (Bilangan 14:26-28). Dari peristiwa ini, maka kita harus mengingat baik-baik bahwa hidup mati kita, apa yang terjadi pada kita, dikuasai oleh lidah kita sendiri (Amsal 18:21). Apa yang terjadi pada kehidupan seseorang hari ini adalah hasil dari apa yang terus dikatakannya di masa lalu. Alkitab berisi banyak sekali hal yang baik. Oleh sebab itu, lihatlah, dengarlah, dan perkatakanlah yang baik seturut firman-Nya, maka segala yang baik akan mendatangimu. Firman-Nya dalam Mazmur 103:5 versi Alkitab New King James berbunyi demikian: “Who satisfies your mouth with good things, so that your youth is renewed like the eagle’s.” Amin, Tuhan memberkati!

Dalam kasih karunia Kristus,

Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.
Sahabat Allah

Address

Cikarang

Opening Hours

Tuesday 20:00 - 22:00
Saturday 16:00 - 22:00
Sunday 09:00 - 15:00

Telephone

+6285777771751

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when JKI - Messenger Community Church posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to JKI - Messenger Community Church:

Share