07/06/2026
HIDUP DALAM KEBENARAN DAN KEKUDUSAN
โKarena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.โ
Efesus 4:25
Jawablah pertanyaan ini: โApakah ada di antara anda yang tidak pernah lagi berdusta?โ Jawaban anda mengatakan bahwa anda baru saja berdusta. Ayat di atas dimulai dengan kalimat, โKarena ituโฆ,โ artinya hal ini adalah buah. Ada begitu banyak orang yang berkata โjangan berdusta, buang dusta,โ tetapi tidak mengerti bahwa dalam Perjanjian Baru, kalau anda percaya sesuatu yang benar, maka akan menghasilkan perbuatan yang benar. Sesungguhnya ayat ini ingin memberitahukan sesuatu yang benar bahwa jika buah dari percaya yang benar adalah akan selalu ingin โberkata yang benar seorang kepada yang lain.โ Jadi sebelum anda meberitahu orang lain untuk hidup sama seperti Yesus, anda harus memberitahukan terlebih dahulu kepada orang itu siapa identitas mereka yang sesungguhnya di dalam Yesus agar ia memiliki rasa โmempercayai yang benar.โ Inilah inti dari Injil Kabar Baik itu yang berbicara tentang kesejatian identitas kita yang percaya kepada Kristus Yesus: kebenaran berdasarkan iman! Kalau anda membaca secara keseluruhan kitab Efesus sebelum ayat di atas, anda akan melihat konteksnya. Ada begitu banyak perkataan Paulus, yang mengatakan, โdi dalam Dia, di dalam Kristus.โ Semuanya berbicara mengenai keberadaan kita dan semua yang kita miliki di dalam Kristus. Kemudian dalam Efesus 4:4 menasihati bahwa kita harus hidup sesuai dengan โpanggilanโ kita. Dengan kata lain, setelah anda mengetahui keberadaanmu di dalam Tuhan, bahwa anda adalah orang yang dibenarkan di dalam Kristus, maka buahnya adalah anda dapat hidup dengan panggilanmu. Lalu di Efesus 6:10-14a, firman berkata bahwa kita โkuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya,โ dan untuk berdiri tegap dalam posisi siap berperang, bukan untuk merebut kemenangan, tetapi berdiri atas dasar kemenangan. Anda sudah menang, anda harus berdiri tegap, supaya kita bertahan melawan tipu muslihat iblis, karena dia ingin merebut kemenangan kita dan ingin menipu kita.
Perhatikan baik-baik, anda belum siap masuk ke dalam peperangan sebelum anda mengetahui siapa jati diri anda yang sesungguhnya di dalam Tuhan! Dan inilah identitas anda: anda adalah orang yang sudah dibenarkan karena iman di dalam Kristus Yesus. Setelah anda mengetahui ini dengan sungguh-sungguh, barulah anda memiliki kekuatan untuk hidup di dalam panggilanmu. Jadi untuk tidak berdusta dan berkata yang benar, yang merupakan buah, anda harus memperhatikan ayat-ayat sebelumnya, terutama Efesus 4:20-22, yaitu belajar mengenal Kristus, mendengar pengajaran menurut kebenaran yang nyata di dalam Dia, dan meninggalkan manusia lama yang penuh dengan nafsu yang menyesatkan. Bagaimana cara kita meninggalkan mendengar dan mengenal Kristus? Efesus 4:23 berkata agar roh dan pikiran kita diperbaharui. Karena setiap kali kita mendengar dan diajar mengenai Yesus, maka pada waktu itu pikiran dan rohmu diubahkan. Lalu bagaimana kita meninggalkan manusia lama kita? Setelah semua ini, maka Efesus 4:24 berkata bahwa kita akan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan-Nya. Jadi, pada ayat 22, Alkitab berkata untuk โmenanggalkan manusia lama,โ lalu ayat 23, โdibaharui dalam roh dan pikiran,โ dan ayat 24, โmengenakan manusia baru.โ Kita sekarang dapat menyimpulkan bahwa roh dan pikiran baru akan diubahkan setelah kita belajar mengenal Yesus, mendengar tentang Yesus, dan menerima pengajaran di dalam Yesus, sehingga kita akan meninggalkan manusia lama kita dan mengenakan manusia baru yang sempurna itu sehingga salah satu buahnya adalah kita tidak lagi berdusta (ayat 25). Inilah caranya kita hidup dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Jadi, betapa kita semua sangat diberkati Tuhan. Setiap kali anda datang hari Minggu ke rumah-Nya, untuk mengenal Dia lebih lagi, mendengar tentang Dia lebih lagi, dan menerima pengajaran tentang Dia lebih lagi, pikiran dan roh anda senantiasa diperbaharui. Jadi, semuanya kembali pada firman kasih karunia yang menghasilkan buah-buah yang baik. Kita tidak akan pernah bisa menjamah ketaatan dan kekudusan tanpa kasih karunia. Hanya kasih karunia Tuhan lah yang dapat membuat kita hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Karena itu, siapkanlah roh dan pikiranmu, letakkan di atas kasih karunia yang dianugerahkan pada waktu anda menerima pewahyuan (belajar, mendengar, dan menerima pengajaran) tentang Yesus. Kasih karunia-Nya kan mengubahkan roh dan pikiran kita sehingga kita memiliki buah-buah yang benar, yaitu menjadi anak-anak Allah yang taat, tidak menuruti hawa nafsu, dan menjadi kudus sama seperti Dia yang adalah kudus (1 Petrus 1:13-16). Jangan lagi mendengarkan orang yang meremehkan kasih karunia, sebab hanya kasih karunialah yang dapat menyebabkan seseorang untuk hidup taat, hidup benar, dan hidup kudus bagi Allah. Jadi sekarang, teruslah mendengar, mengenal, dan menerima pengajaran tentang Yesus, maka anda akan terus diubahkan, dari dalam terlebih dahulu (roh dan pikiran), baru dari luar (menghasilkan buah).
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, firman kasih karunia begitu berkuasa untuk membangun diri kita dan menganugerahkan semua bagian yang sudah ditentukan untuk kita yang telah dikuduskan Allah (Kisah Para Rasul 20:32). Kalimat pada ayat ini begitu jelas. Semua karena kasih karunia-Nya saja. Sangat disayangkan apabila ada seorang yang sedemikian rajin beribadah, seorang yang takut akan Allah, tetapi kotbah yang didengarnya setiap Minggu atau dari online adalah kotbah yang mengedepankan Taurat dan bukan kasih karunia. Mungkin anda berpikir kalau orang tidak hidup di bawah hukum Taurat maka orang itu akan berbuat seenak-enaknya. Alkitab berkata bahwa orang yang hidup di bawah Taurat akan terus berbuah bagi maut (Roma 7:5). Dan kalau orang tidak hidup di bawah hukum Taurat, itu artinya dia hidup di bawah hukum yang lain, yaitu hukum kasih karunia yang memungkinkan dia untuk berbuah bagi Allah (Roma 7:4)! Camkan baik: kasih karunia bukanlah doktrin atau pengajaran, melainkan seorang Pribadi yang bernama Yesus Kristus. Dan Dia, yang adalah kasih karunia itu, sudah menyelamatkan kita, mendidik kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi, agar hidup kita bijaksana, adil, dan dikatakan sebagai orang yang beribadah di dunia ini (Titus 2:11-15). Sekarang, dari ayat ini kita dapat melihat, bahwa kasih karunia menghasilkan pengudusan yang progresif (progressive sanctification) dalam hidup kita sehingga pada akhirnya kita diubahkan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan selanjutnya yang lebih besar (2 Korintus 3:18). Ingat, kita semua adalah domba, bukan babi. Domba bisa saja jatuh ke dalam lumpur. Tetapi domba tahu itu bukan habitatnya. Dia akan keluar dari situ. Tetapi babi ketika jatuh ke dalam lumpur, maka ia akan bermain di situ, karena memang seperti itu habitatnya. Demikian juga kita, dosa bukanlah habitat kita. Dan karena kasih karunia, kita dimampukan untuk keluar dari lumpur dosa, kepada kebenaran, kekudusan, dan kemulian Allah yang mengubahkan kita. Kabar baik! Amin, Tuhan memberkati!
Dalam kasih karunia Kristus,
Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.
Sahabat Allah