09/08/2026
MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL
“9Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.”
Roma 8:9-10
Mengucap syukur bukan sekadar berterima kasih ketika sesuatu yang baik terjadi, tetapi lebih daripada itu. Justru sebelum sesuatu yang baik terjadi saudara harus mengucap syukur. Inilah arti dari mengucap syukur yang sesungguhnya. Bagian yang terbaik yang dapat saudara lakukan dalam hubunganmu dengan Tuhan adalah untuk “menerima,” dan bagian Allah adalah untuk memberkati anda. Ketika Allah menempatkan manusia di taman Eden, di dalam suatu lingkungan yang sedemikian sempurna di mana segala sesuatunya tersedia. Dan karena Allah selalu mau memberkati, maka Ia berkata kepada manusia bahwa semua pohoh di taman itu boleh dimakan buahnya, kecuali pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat (Kejadian 2:16-17). Perhatikan, bagian manusia pada waktu itu adalah menerima, menikmati, mengucap syukur, dan menghormati Allah dengan cara tidak memakan buah dari pohon pengetahuan. Lalu iblis datang dalam bentuk ular, menggoda dan menipu manusia untuk memakan buah dari pohon pengetahuan dengan mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan menjadi sama seperti Allah. Dan ini yang membingungkan: manusia lebih mempercayai iblis ketimbang Allah! Dalam hal ini kita dapat belajar bahwa inti dari kejatuhan manusia adalah rasa tidak pernah puas dan tidak mengucap syukur. Coba berpikir, manusia diciptakan segambar dan serupa Allah, sama dengan Allah, memiliki Roh Allah, se-level (Kejadian 1:26), tetapi mereka justru mau menjadi sesuatu yang sebenarnya mereka sudah jadi: mereka mau menjadi seperti Allah! Inilah yang kebanyakan orang Kristen lakukan: “Saya harus begini, saya harus begitu, supaya saya berkenan di hadapan Tuhan.” Padahal, mereka sudah berkenan dan dibenarkan karena apa yang Kristus lakukan! Sesungguhnya, inilah identitas kita di mana kita harusnya berjalan di dalamnya. Sekalipun kita melalui kegagalan, ini kebenarannya, kita tetap menjadi orang yang telah dibenarkan karena iman oleh Kristus Yesus. Terima itu dan mengucap syukurlah!
Berdasarkan ayat di atas, Allah tidak lagi pernah memandang anda hidup dalam daging karena Roh-Nya ada di dalam dirimu. Allah hari ini, selalu memandang saudara hidup di dalam Roh, bukan daging, sekalipun anda gagal dan jatuh! Inilah yang terjadi pada anda karena Roh-Nya ada di dalam diri anda. Terima hal ini. Mungkin sebagian dari anda melihat hal ini sebagai sesuatu yang tidak adil. Tetapi pertanyaannya adalah apakah yang terjadi pada Yesus Kristus adil? Dia tidak ada dosa, tidak mengenal dosa, dan tidak pernah berbuat dosa. Tetapi yang terjadi pada manusia adalah di dalam dirinya ada dosa, mengenal dosa, dan berbuat dosa, tetapi dibenarkan karena menerima kebenaran Kristus. Pertukaran tempat sudah terjadi lebih dari dua ribu tahun lalu! Karena itu mengucap syukurlah dalam segala hal. Tetapi kebanyakan manusia berpikir bahwa ketika mereka telah melakukan sesuatu yang baik, mereka merasa layak untuk menerima dari Tuhan, dan jika tidak, mereka menjadi marah.
Banyak orang menjadi marah akhir-akhir ini karena mereka tidak menerima apa yang mereka pikir layak untuk mereka terima. Pemikiran semacam ini membuat manusia tidak mengerti kasih karunia Tuhan dan tidak dapat hidup di dalamnya. Pahamilah, menurut bahasa Yunani, “anugerah” adalah “charis,” dan kata dasarnya adalah “chairo,” yang arti esensinya adalah “bersukacita, mengucap syukur.” Saudara seharusnya mengucap syukur bahwa hari ini engkau ada sebagaimana engkau ada. Itulah kehendak-Nya. Sebaliknya, yang membuat-Nya bersedih adalah ketika engkau bersungut-sungut. Ada risiko besar ketika anda bersungut-sungut (1 Korintus 10:10). Milikmu akan dicuri—yaitu firman Tuhan—, engkau akan dibunuh—yaitu imanmu—, dan karena ketiadaan iman, engkau tidak berkenan kepada Allah sehingga engkau binasa.
Masih ingatkah anda ketika Yesus memberi makan lima ribu orang? Dikatakan ketika Yesus menerima lima roti dan dua ikan itu, Yesus mengucap syukur. (Yohanes 6:10, 23). Pertanyaannya, atas dasar apakah Yesus mengucap syukur? Atas kelimpahan memberi makan lebih dari lima ribu orang kah? Atas kelimpahan bahwa setelah semua orang makan kenyang masih sisa dua belas bakul kah? Bukan! Yesus mengucap syukur atas keadaan yang terbatas, kekurangan! Dan karena Yesus mengucap syukur dalam keadaan itu, semua orang makan, bukan hanya makan, tetapi makan sampai kenyang, bahkan tersisa dua belas bakul. Kelimpahan terjadi dari apa yang ada, yang ditambahkan berlipat ganda! Jadi jangan pernah bersungut-sungut atas apapun yang terjadi. Ketika anda mengucap syukur, maka segala sesuatu yang ada padamu ditambahkan, dilipat gandakan, karena demikian berkata fiman Tuhan. Sungut-sungut tidak akan mengubahkan situasi apapun kecuali daripadamu akan dicuri (saudara menjadi tidak percaya apa yang firman Tuhan katakan), imanmu menjadi gugur, dan pada akhirnya anda binasa karena tidak berkenan kepada Allah! Kalau anda tidak mengucap syukur, sekalipun engkau mengenal Tuhan, engkau tidak memuliakan Tuhan, yang karenanya apa yang engkau pikirkan tentang masalahmu menjadi sia-sia dan hatimu menjadi bodoh serta gelap. Tidak sampai di sini, karena hatimu sudah jadi gelap, maka Allah menyerahkan dirimu pada pikiranmu yang terkutuk sehingga engkau melakukan hal-hal yang tidak pantas, yang lalim, yang jahat, serakah, busuk, penuh dengki, membunuh, berselisih, menipu, menjadi fasik, mengumpat, memfitnah, membenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, tidak taat, tidak punya otak, tidak setia, membenci, tidak punya belas kasih, dan patut dihukum mati (Roma 1:21, 28-32). Anda mau menerima risiko ini? Semua awalnya karena tidak mengucap syukur.
Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan, ketika anda mengucap syukur, maka segala sesuatu yang ada padamu ditambahkan, dilipat gandakan, karena demikian berkata fiman Tuhan. Sekarang intinya, seperti yang kita sudah pelajari dalam Roma 1 dan 2 di atas, bahwa sebenarnya semua orang telah jatuh ke dalam dosa, dan semua orang berada di dalam hukuman Allah atas orang berdosa. Tetapi Rasul Paulus punya kabar baik dalam Roma 3: sekarang, hukum Taurat sudah ditiadakan bagi kita dan diganti dengan kebenaran Allah karena iman di dalam Kristus Yesus bagi semua yang percaya. Bagi mereka yang berdosa, telah diberikan kasih karunia secara cuma-cuma, dan yang berlimpah-limpah sehingga mereka dibenarkan dan ditebus di dalam Kristus (Roma 3:21-24). Inilah keinginan Tuhan yang sesungguhnya: untuk memberi kasih karunia dengan cuma-cuma, memberkati, melayanimu, memberikan nyawa-Nya untuk menebusmu, memberikan kebenaran-Nya. Pertanyaannya, apakah anda mau menerima semua hal ini atau mau melakukannya sendiri? Kalau memang anda mau menerima anugerah besar seperti ini, caranya hanya satu: percaya kepada-Nya dan mengucap syukurlah! Inilah inti dari apa yang saudara dengar dari berita Injil! Dan kalau anda menerima semua hal ini, maka anda akan melihat Tuhan menyelamatkan engkau. Kesembuhan, kesehatan, kemakmuran, berkat, kelimpahan, dan segala yang baik, akan engkau terima! Jadi percayalah dan mengucap sykurlah. Amin, Tuhan memberkati.
Dalam kasih karunia Kristus,
Pdt. Paul Abraham Jean-Peter, M.Th., CPLC., CLC.
Sahabat Allah